Beranda > Tak Berkategori > Settingan pentet jawara

Settingan pentet jawara

24 Oktober 2008 Om Kicau

Tanya:

O ya, Saya sedikit mau tanya tentang pentet saya om……………. Saya beli pentet juara nomor besar di lomba…..settingan awal jangkrik 3:3 trus kroto satu sendok teh pagi. Mandi Semprot, jemur jam 7 – 10.

Settingan lomba tetap sama….

Masalah utamanya adalah ketika lomba hampir selesai dia ngetem…..diam, padahal itu masuk penilaian akhir……..padahal awalnya begitu dominan dan prima. Kemudian saya coba rubah settingan dengan tambahan jangkrik tetapi hasilnya nihil. Tambah jemur malah kurang prima pas awalnya.

Jadi gimana solusinya ya om??

Wah nyuwun pangapunten nderek badhe ngrepoti hehheheheheehheeheh

Salam. (Pertanyaan Arkan Rusdy melalui PM di www.kicaumania.org).

Jawab:

Suara tembakan yang dominan apa? Kalau isiannya berat2 pentet jadi kelelahan di bagian akhir. Kuncinya ya cuma ditambah stamina tempurnya dengan menambah masa karantina ketika mau dilombakan. Misalnya biasanya 2-3 hari, ya jadi 3-4 hari. Untuk setingan pakan jangan diubah2.

Penambahan EF tidak nambah stamina (daya tahan untuk bermain lama) tapi cuma nambah power di depan, tetapi bisa gembos di bagian akhir.

Tambah jemur memang bisa dilakukan, tetapi kalau sering terlambat panas saat ditrekkan, maka buka kerodong saja dulu sekitar 1/4 atau 1/5 jam sebelum lomba, jadi begitu di naikkan gantangan, sudah ada pemanasan dan tinggal ngelanjutkan di gantangan lomba.

Coba n coba saja Om.

Salam,

Duto

Tanya (lanjutan):

Berarti kembali ke settingan awal saja ya om………….. karena dikasih lebih dari tiga juga cuma buat mainan……..atau dimakan setelah lapar lagi………

gimana tuch??

Salam (Pertanyaan lanjutan Arkan Rusdy melalui PM di www.kicaumania.org).

Jawab:

Iya, back to basic. Nggak usah melakukan treatment yang berbeda dari biasanya sebelum kita yakin benar apa penyebab perubahan perilaku pada burung atau yakin bahwa perubahan treatment itu akan membuat perubahan seperti yang kita maksudkan.

Ok Om?

Salam,

Duto

Categories: Tak Berkategori Tag:, , , ,
  1. buto
    19 Oktober 2009 pukul 10:57 | #1

    om udh lama nich ga sharing..sy baru ngambil trotol pentet..kata yg jual pentet dari jawa..skg kondisi udh hampir seminggu dgn saya dan sdh makan voer..tetapi masih bingung nentukan kelamin trotolan pentet sy..jantan or betina..apa bisa dilihat perbedaannya dari trotolan om..dan seandainya bs bgm om..trims

  2. 11 Oktober 2009 pukul 23:39 | #2

    Om Duto, Kenapa ya pentet saya kalo dilapangan selalu petakilan settingan EF jangkrik 5/3 kroto 1 sdk makan seminggu sekali & jemurnya hanya sampai jam 8.30. Apa salah settingannya OM

  3. M. Rafly
    5 Oktober 2009 pukul 10:17 | #3

    salam kenal mas, saya Rafly mohon petunjuk dari yang pakarnya burung ocehan nih…………
    saya punya pentet dari Madura suara tebal isiannya banyak tapi sekarang mandek bunyinya padahal tidak sedang mabung mas.
    Gimana cara mengatasinya mas.?
    Mohon petunjuk Mas Duto

    • 5 Oktober 2009 pukul 12:56 | #4

      Coba selama sepekan digenjot kroto Om, sesendok makan sehari (bagi dua, pagi-siang/sore). Kalau memang mu mabung biar mabung kalau mau bunyi akan segera bunyi.

  4. Gandu
    30 September 2009 pukul 15:39 | #5

    maaf om, ini tentang pentet lagi, dan saya mau ngrepoti untuk tanya tanya…
    saya baru dapat pentet yang menurut penilaian saya yang masih awam (dan juga oleh si penjual) termasuk kategori bagus. Daya tempurnya(katanya) meledak ledak saat dilombakan walau sementara ini belum pernah menang lomba. Nah ketika saya beli,diaberpesan agar terus terjaga kualitas dan staminanya harus mengikuti aturan main (settingan) yang selama ini sudah dia lakukan, misal jangkrik 3-3, mandi(semprot) setiap hari tidak boleh langsung mengenai tubuh, jemur sampai jam 10 terus full krodong,sore buka dan dianginkan. Jauhkan dari keramaian dan posisikan digantung ditempat yang penuh ketenangan .Pertanyaan saya:
    1. Apa memang saya juga harus selalu mandikan (semprot)tiap hari? Ada efek negatifnya gak bila kebiasaan ini saya rubah (misal seminggu 2-3 X saja?)
    2. Apa krodong boleh sya buka dan saya tutup sewaktu waktu dan tidak mengikuti aturan main sebelumnya?
    3. Kenapa harus dijauhkan dari keramaian toh kalau saat lomba kan justru situasinya lebih ramai?
    Mungkin itu dulu pertanyaan saya, mohon maaf dan terimakasih atas jawabannya.

    • 3 Oktober 2009 pukul 13:43 | #6

      Yang baik memang perawatan harus konsisten. Kalau mau ubah jangan drastis, tetapi pelan-pelan.
      Biasanya menyendirikan pentet dimaksudkan agar burung tidak suka bermanja ria dengan orang yg lalu lalang di dekatnya.

  5. eko
    29 September 2009 pukul 15:25 | #7

    Biarkan dulu pentetnya sampai berapa lama, pemeliharaan tetap standart aja, kalo dah agak lama dan gak stres di tempat yang baru, bolehlah coba untuk dilakukan penambahan nutrisi ataupun treatmen lainnya

  6. yohan
    12 September 2009 pukul 15:16 | #8

    kalo melihat dari performa buntut benarkah ekor pentet yang dah rapat adalah ciri kalo pentet udah top….

    • 12 September 2009 pukul 15:36 | #9

      Ekor pentet yang rapat pertanda burungnya sehat dan kondisi fit. Soal bagus apa enggak suara dan tarungnya, tidak bisa dilihat dari kondisi ekor.

Comment pages
1 2 3 4 218
Komentar telah ditutup