Lintang Songo BF mendapat ijin penangkaran dan komersial Jalak Bali

Anakan-anakan siap jual Lintang Songo BF

Setelah melalui usaha yang panjang, akhirnya Lintang Songo Bird Farm milik teman Om Kicau, Ir. Samino, Solo, secara resmi mendapat ijin untuk menangkarkan dan mengedarkan (usaha komersial) jalak bali atau Leucopsar rothschildi.

Pada saat ini UD Lintang Songo telah mengantungi ijin penangkaran dari Balai Konservasi Sumber Data Alam (BKSDA) dengan SK.32/IV.K13/PKHM/2010 Tanggal 8 Februari 2010.
Beralamat di Jalan Mulwo No. 16 RT 02 RW 09 Karangasem, Laweyan Solo, Lintang Songo BF mengawali sukses penangkaran sejak pertengahan dekade 1990, dengan berbagai jenis burung, antara lain anis kembang, kacer, murai batu, jalak suren, jalak putih, cucakrowo dan cucak ijo.

Karena ingin berkonsentrasi agar mencapai hasil terbaik untuk penangkaran maupun burung hasil tangkarannya, Lintang Songo BF saat ini membatasi diri menangkarkan secara intensif burung cucakrowo dan jalak bali.

Lintang Songo merintis usaha penangkaran dimulai dari tahun 1998 dengan jenis satwa jalak uren dan tahun 2006 UD. Lintang Songo mendatangkan/membeli anakan jalak bali dari penangkaran UD Star Jaya Surakarta dan PD Maju Terus Bandung.yang diperuntukan sebagai Indukan Penangkaran.

Menurut Mas Samino, dorongan mengusahakan penangkaran satwa jenis jalak bali dari hasil penangkaran adalah membantu Pemerintah dalam upaya konservasi jenis dan mengembangbiakan jenis satwa langka yang terancam bahaya kepunahan. “Selain itu, satwa jalak bali memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi serta prospek kedepan yang menjanjikan,” kata dia.

Dia berharap pada tahun-tahun mendatang, dengan tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk melestarikan jenis satwa yang dilindungi melalui penangkaran, jalak bali dapat berkembang di mana-mana dengan pesat. “Selain tidak akan mengganggu keberadaan satwa alam di habitatnya, harga jalak bali tidak mahal lagi sehingga dapat dimiliki oleh banyak orang dari hasil penangkaran,” tegasnya.

Anda berminat? Ya silakan saja kunjungi website Mas Samino di Lintang Songo.Com.

diskusi di siniAda pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja).

Navigasi Utama:

Tentang iklan-iklan ini

There are 17 comments

  1. agua morsito

    Dapatkah MB penangkaran dikembalikan ke habitatnya dihutan? Krn saya ingin menangkar dn sebagian hsl penangkaran dikembalikan ke hutan, saya sedih saat kembali kehutan, hutanku sepi yg kt penduduk sekitar telah habis dijala. Saya sendiri bukan penggemar burung kicau tp sedih mendengar hutanku sepi.

  2. agung wibowo sukoharjo

    Perbedaan jalak bali jantan dan betina pada anakan maupun sdh dewasa gmn om?
    Ciri2 anakan maupun calon indukan Чαӆǥ bagus gmn? Dr Postur
    atau apa?

  3. magna

    waduh ..kok masih mahal banget sih tuh anakan Jbali…turunin dong harganya biar banyak yg bisa menangkarkan, shg jalak bali tidak termasuk burung yg di lindungi lagi..sehingga pelestariannya lebih banyak lagi…trims

  4. safrudinplncikupa

    Om kicau mohon dibantu nomor HP langsung Om Samino yg punya UD,Lintang Songo Solo,mo tanya harga anakan yg sdh pasangan,Wassaallam Cucakrowo Safrudin Farm Jakarta,Email saya :safrudinpln08@gmail.com makasih om Kicau.

    1. Om Kicau

      Anakan jalak bali dengan sertifikat kisaran 11-12 juta per pasang. Burung bisa diambil setelah usia bisa makan (lebih dari dua bulan).
      Saat ini tersedia stok reklatif banyak untuk anakan yang bagus-bagus. Stok banyak karena penjualan menunggu turunnya ijin komersial. Nah sekarang ijin sudah turun Om.

Komentar ditutup.