Produsen sangkar menggeliat keras di tengah maraknya hobi kicauan

Maraknya kembali komunitas penghobi burung menjadi mata rantai menggeliatnya sektor industri pengrajin sangkar. Booming sangkar terutama sangkar-sangkar kelas menengah ke bawah semakin terasa sepanjang 6 bulan terakhir. Setidaknya ini yang dirasakan Mr Ebod produsen Ebod Jaya sangkar lokal dari Bandung kepada Agbrobis Burung.

Sementara menurut produsen sangkar yang mematen produknya dengan “kualitas berkelas”, Moh Bashori Karunia Sangkar Jogja, konsumennya tidak dibedakan dalam kelas menengah atau kelas apapun. Sebab, pembelian sangkar burung akan ditentukan oleh kebutuhan burung itu sendiri yang sangat dipahami oleh penghobi.

Mr Ebod mengatakan permintaan pasar jauh lebih besar ketimbang suplai dari para pengrajin. “Permintaan pasar setiap bulan misal-nya hingga 750 unit sangkar, tapi suplai yang tersedia dari para pengrajin cuma 500 unit,” jelas pria yang menerima suplai sangkar mentahan dari industri pengrajin sangkar dari kawasan Limbangan Garut ini.

Ebod sendiri lebih fokus membidik pasar menengah ke bawah. Menurutnya dia lebih banyak diserap Jateng, Jatim, Bali, Kaltim, Bengkulu, Palembang, Pekan Baru.Pontianak, Pangkal Pinang dan Batam. “Jabodetabek sendiri hanya menyerap 10%,” ucap Ebod.

Manisnya bisnis sangkar juga dirasakan Sangkar Cibubur milik Arief, industry sangkar di kawasan BulakRantai Kramat Jati. Menurut dia tingginya permintaan akan sangkar seiring maraknya lomba dan mulai banyaknya penghobi pemula. Itu sebabnya, sama seperti Ebod Jaya pro-duk Sangkar Cibubur juga menyasar ke segmen menengah bawah.

Alasannya, pemain maupun penghobi burung justru lebih banyak di kelas tersebut. Dengan harga yang terjangkau, semua kalangan bisa menikmati hobinya. Lazimnya industri sangkar menengah ke bawah, harga yang dipatok mereka cukup beragam. Mulai dari yang termurah Rp 250 ribu hingga jutaan rupiah. Bahan bakunya juga cukup beragam, mulai dari kayu hingga fiber.

Detail, salah satu perhatian produsen sangkar Karunia Sangkar Jogja.

Sementara itu untuk Karunia Sangkar, Om Bashori mengatakan tidak hanya membuat sangkar berkualitas untuk tujuan lomba burung, tetapi juga menyediakan sangkar atau kandang harian, sekaligus kandang umbaran dan juga kandang untuk mandi burung yang biasa disebut karamba burung.

“Semua dibuat untuk penghobi yang memiliki cita rasa tinggi pada hobi burung, hobi kicauan,” kata bos Karunia Sangkar yang beralamat website di sangkarburung.com ini.

Impor

Berbeda dengan dua produsen sangkar lokal yang ada.di Jabodetabek, lain halnya dengan ASRI Sangkar milik Hery IP dari Jakarta yang justru membidik kalangan menengah atas. Tengok saja harga-harga per unitnya bisa puluhan juta rupiah setiap bijinya.

Maklumlah, sangkar yang diimpor mentahan ini didatangkannya langsung dari cungkok atau China. Produk yang ditawarkannya juga memang berkelas dari hasil sentuhan para pengrajin ukir dari negeri tirai bambu tersebut. Mahalnya sangkar impor yang didatangkannya ini tak lain karena pengerjaannya yang memagn rumit.

Karunia Sangkar, kata empunya, selalu berusaha menjadi trend setter dan bukan follower

Seiring maraknya hobi burung, sangkar yang banyak beredar juga beragam motif dengan trend terkini. Yang lagi musim saat ini, untuk sangkar impor menurut Hery adalah model crown atau mahkota ukuran gede dengan motif ukiran tiga dimensi. Gambar yang dipesannya biasanya beripa binatang. Ini juga kerap disesuaikan dengan nama burung atau karakter jenis binatang yang diukirkan. Misalnya sangkar burung kuda lumping milik Deny Halim, dia memesan sangsar berukir motif gambar 8 kuda di bagian mahkota dan bawahnya. “Itupun harus pesan berbulan-bulan ke cungkok,” terangnya.

Bahkan ada salah satu sangkar yang istimewa bermotif 250 ekor anjing milik tokoh penghobi burung lama di Jakarta. Untuk yang harganya tentu lebih mahal. Di kisaran Rp 17,5 juta per unitnya.

Untuk jenis warna yang masih trend sampai saat ini warna natural masih tetap digemari. Meskipuin sudah banyak juga pengguna sangkar impor dengan warna cat airbrush dengan motif ngejreng.

Kotak tanpa tiang cocok untuk anis
Jenis dan ukuran model sangkar memang disesuaikan dengan karakter maupun sifat burungnya. Untuk jenis anis merah misalnya, yang lazim saat ini banyak digunakan adalah jenis sangkar bulat baik lokal maupun impor. Alasannya lebih praktis dan sim-ple juga tampak manis untuk anis.

Namun, menurut Hery sangkar kotak juga sebenarnya bagus buat anis merah terutama sangkar kotak model t’anpa tiang. Jadi, modelnya kotak den-gan ukiran tetap di bawah maupun mahkotanya. Tapi sudut-sudutnya tidak menggunakan tiang. “Jenis model seperti ini banyak yang minat,” ungkap Hery yang selain im’por sangkar dari cungko juga memproduksi sangkar lokal.

Untuk jenis sangkar seperti ini Hery membanderolnya lumayan mahal, bisa dikisaran Rp 4,5 juta per unitnya. Maklumlah, ukiran yang dibuatnya juga terbilang rumit dengan segala macam motif sesuai pesanan pemilik. “Sangkar kotak tanpa tiang enak dilihat buat anis, dalamnya lebih lapang disaat kerja di lapangan akan tampak jelas disaat burung sedang teller,” ucapnya.

Model sesuai karakter burung

Model sangkar bulat atau kotak menjadi primadona bagi masing-mas-ing jenis burung. Khusus dikelas anis merah misalnya, dikuasai model-sangkar bulat. Selain secara fisik iebih ringan, sangkar bulat memiliki kelebi-han tersendiri, khususnya bagi kinerja burung di arena lomba. Yakni, dengan areal sekitar sangkar yang mel-ingkar, kerja burung jadi lebih leluasa dalam beraktifitas. Sehingga burung pun bisa lebih maksimal dalam berkreasi menunjukkan kualitas suaranya.

Bahkan, dibeberapa daerah kini sangkar bulat sudah mulai merambah kejenis lain, seperti cucak hijau, pen-tet dan kacer. Khusus untuk ketiga jenis burung ini, biasanya sang pemili-ki menyesuaikan dengan karakter burung. Makanya, penghobi yang menggunakan jenis sangkar bulat untuk cucak hijau dan kacer masih minim.

Di samping sesuai kebutuhan, penggunaan model sangkar bulat juga tergantung selera pemilik burung. Karena pada kenyataannya.
Untuk jenis burung cucak hijau, pen-tet dan kacer, model sangkar kotak ternyata masih mendominasi.

Bagi penggemar sangkar kotak, meski memiliki kekurangan yai’tu bobotnya lebih berat dari sangkar bulat, tapi memiliki kelebihan lebih praktis dalam penggunaannya. Yakni, pemilik burung tidak usah membuka jepitan untuk membersihkan kotoran.

“Makanya, tegantung selera. Sangkar bulat lebih ringan, karena . meski model hiasannya sama, tapi hanya terdapat dibadan saja. Sedangkan sangkar kotak, hiasannya selain dibawah juga didekat pintu dan atas, sehingga bobotnya lebih berat. Hanya ribetnya, pemilik burung harus membuka jepitan jika ingin member-sihkan tenpat kotoran,” jelas Ebod.

Dalam segi manfaat, sangkar kotak lebih multiguna, karena bisa digunakan untuk banyak jenis burung. Di antaranya, cucak hijau, pentet, kacer dan kenari. Sedangkan sangkar bulat, sementara ini lebih didominasi jenis anis merah. Sehingga, khususnya bagi penghobi pemula yang kemampuatinya ter-batas, jika memiliki beberapa burung andalan dikelas cucak hijau, pentet, kacer atau kenari, cukup menggunakan satu atau dua sangkar kotak berkualitas

Trend sangkar

Bagi beberapa pemilik anis merah yang menggunakan sangkar bulat, untuk membuat penampilan berbeda dari lawan-lawannya, biasanya bagian hiasannya di-air bruss dengan warna-warna ngejreng. Selain lebih menon-jol dan menjadi perhatian, secara psikologis juga akan membuat lebih percaaya diri. Akibatnya, langkah ini pun mulai diikuti pemain-pemain pemula yang tak ingin ketinggalan trend, selain untuk mengimbangi fac-tor penampilan di arena lomba.

Untuk jenis kenari yang menggu-nakan sangkar kotak, corak air bruss sudah umum digunakan sejak bebera-• pa tahun lalu. Hanya saja, hingga saat ini belum ada inovasi dari pemain kenari yang mnggunakan sangkar bulat.

Sementara, untuk posisi tangkringan, saat ini sedang ngtrend model tangkringan tiang gawang, terutama untuk jenis anis merah dan muray batu. Penggunaan model tangkringan gawang ini diyakini bisa berpengaruh pada kinerja burung. Dengan dibatasinya ruang tangkringan burung, sehingga burung tidak akan banyak bergerak kesana kemari dan lebih banyak diam (nancep) mengeluarkan kualitas suaranya. (Om Kicau, sumber untuk Karunia Sangkar liputan sendiri. Sumber lain dari Agrobis Burung)

SEKILAS LAYANAN KARUNIA SANGKAR

1.PEMBUATAN SANGKAR:
– Ukir – Acrylic – Harian – Pengecatan air brush, natural, batik tulis
2. MENYEDIAKAN BERBAGAI MACAM OBAT & MAKANAN BURUNG IMPORT :
– Tonic – Marvel – Vitasol – Top Condition – Vitakraf – Cede – Song Plus – Power Canary – Proel Perontok Bulu Burung.
3. MENYEDIAKAN BERBAGAI MACAM ACCESORIES :
– Kunci Pintu Sangkar – Berbagai Jenis Gantangan – Berbagai Jenis Kerodong – Klem Sangkar – Guci – Cd Master Untuk Burung – Sonic Master – Macam-macam tangkringan
4. MELAYANI PEMBIATAN SANGKAR DENGAN DESAIN, UKURAN DAN MODEL SESUAI KEINGINAN PEMESAN :
– desain tidak berbau pornografi dan kurang sopan – lama pemesanan kurang lebih 1 sampai 2 bulan, tergantung tingkat kesulitan
5. LAIN – LAIN :
– melayani tukar tambah sangkar – melayani service atau renovasi sangkar (lama proses tergantung tingkat kesulitan) – melayani segala macam jasa yang berkaitan dengan hobby burung.

Untuk lebih jelasnya, silakan kunjungi sangkarburung.com.

diskusi di siniAda pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja).

Navigasi Utama:

About these ads

There are 5 comments

Komentar ditutup.