BURUNG MURAI BATU, PENANGKARAN

Menangkar murai batu “anti-teori” gaya Anton Madiun

Anton (Foto: Repro BnR)

Penangkaran murai batu milik Anton Rochasli dari Madiun, Jatim, tergolong anti-teori. Berdasar teori harus di tempat sepi, ini di tempat lalu-lalang manusia. Teorinya kandang harus lega (ukuran rata-rata 1,2X1,5meter tinggi 2 meter) ini sempit (80 X 90 cm tinggi 2 meter). Teorinya dalam kandang harus kena sinar matahari, ini gelap.

“Tapi anehnya, justru burung-burung ini sangat produktif sekali. Padahal anda tahu kalau suasananya bisa dikatakan tidak memenuhi syarat, sangat sempit dan terlalu bising. Bahkan hampir semua kandang tidak mendapat sinar matahari secara langsung,” katanya sambil memperlihatkan kandang-kandang penangkaran yang ada di halaman depan rumahnya.

Seperti ditulis Tabloid BnR, dengan lokasi kandang seperti itu, setiap saat suasana kandang selalu ramai. Sebab, langsung berhadapan dengan jalan raya. Jika ada tamu, pasti melewati kandang. Bahkan, penghuni rumah setiap saat keluar-masuk rumah melewati halaman depan yang langsung berdekatan dengan kandang.

Bermodal ketekunan dan sedikit keberuntungan, penangkaran yang berawal dari sepasang indukan ini semakin lama semakin berkembang hingga akhirnya menjadi sepuluh pasang indukan. “Yang utama adalah mau bertanya kepada para ahlinya dan orang-orang yang berpengalaman. Dari bertanya tersebut semakin lama saya mulai memahami karakter penjodohan murai batu. Tentu saya gabungkan juga dengan pengalaman saya sendiri,” ungkapnya.

Penangkaran yang dimulainya sejak tahun 2005 tersebut kini bisa dikatakan menjadi pionir dalam penangkaran murai batu di Madiun. “Padahal awal mulanya saya hanya iseng mengisi waktu luang saat masa persiapan pensiun.

‘Saat itu saya berpikir, kalau saat pensiun tiba tentu hidup terasa menjemukan. Tidak ada kegiatan dan hanya mengandalkan gaji sebagai pensiunan. Dibayang-bayangi rasa seperti itu akhirnya saya mencoba menangkar murai batu peliharaan saya. Nggak tahunya sekarang malah seperti ini,” katanya menceritakan saat pertama kali ; menangkar mufai batu.

Kandang penangkaran Rochasli (Foto: BnR)

Fungsi ngasin

Kakek bercucu empat ini membangun kandang penangkarannya hanya berukuran 80 cm x 90 cm dengan tinggi 2 meter. Bahan kandang terbuat dari kawat ram ukuran 1 cm dan besi siku. Antar kandang diberi sekat penutup terbuat dari karet talang yang berfungsi agar burung yang diletakkan dalam kandang berjejer tersebut tidak saling melihat. Alas kandang masih berupa tanah yang diberi pasir.

“Pemberian pasir dimaksudkan agar ngasin atau makan batu-batu kecil. Dan kadang burung bisa kipu di pasir-pasir tersebut,” katanya beralasan.

Pemasaran lancar

BirdMineral, kunci sukses penangkaran bagi yang tidak sempat memberikan asinan untuk burung penangkaran...

Pakan dari burung-burung di penangkarannya adalah jangkrik, kroto dan ulat kandang. Voer tidak diberikan selain karena tidak pernah dimakan juga disebabkan kepercayaan bahwa burung dengan pakan alami dengan komposisi yang sesuai akan menghasilkan anakan yang lebih banyak dan lebih sehat.

“Pemberian pakan harus disesuaikan dengan kondisi burung, tidak bisa disamaratakan. Burung yang bertelor berbeda menu pakannya dengan burung saat belum bertelor,” paparnya.

Pakan burung yang belum bertelor adalah kroto dua sendok, jangkrik 30 ekor pagi dan 10 ekor sore, ulat kandang dua sendok makan. Sedangkan saat bertelor kroto dihilangkan, jangkrik dikurangi menjadi 25 ekor dan ulat kandang tetap diberikan.

“Pengurangan pakan saat burung bertelor bertujuan untuk mengurangi birahi, karena jika burung birahi biasanya telor dibuang. Nah, saat burung menetas pakan ditambah menjadi dua kali lipatnya. Misalnya jangkrik menjadi 60 ekor, kroto full dan ulat kandang masih dikonsumsikan,” terangnya.

Burung biasanya akan menetas setelah dierami selama dua minggu, kemudian akan dipanen setelah piyikan menginjak usia seminggu dan piyik sudah bisa diberi ring. Setelah pemanenan sang induk diberi pakan biasa, yaitu kroto dua sendok, jangkrik 30 ekor pagi dan 10 ekor sore serta ulat kandang dua sendok. Begitu seterusnya hingga saat indukan bertelor lagi. “Biasanya seminggu kemudian si betina sudah bertelor lagi dan tentu pakannya disesuaikan lagi,” katanya.

Menurut Anton masa paling rawan adatah saat penyapihan piyikan dari sang induk hingga piyikan berumur sebulan, karena pada masa-masa itu sering terjadi kematian piyik. “Memang masa paling sulit adalah saat piyikan diambil dari induknya, apalagi jika cuaca dingin saat musim penghujan. Tapi setelah piyikan kita beri vitamin bayi dan diberi penghangat tingkat kematian sudah bisa dltekan,” terangnya.

Cucakrowo cerah

Pada saat usia seperti ini makanan yang diberikan hanya berupa kroto segar. Pemberian jangkrik dilakukan setelah piyikan berumur sekitar duapuluh hari.

Dalam hal pemasaran, murai batu yang mengenakan ring Kiara tersebut tidak pernah mengalami kendala yang berarti. “Pemasarannya cukup bagus, bahkan saya sangat kewalahan melayani pesanan. Tapi berhubung jumlah kandang saya terbatas maka mampunya hanya seperti ini saja, karena hampir semua kandang sudah diinden,” jelas Anton.

Kini setelah sukses menekuni penangkaran murai batu dia mencoba merambah cucakrowo. Menurutnya menangkar cucakrowo dari sisi bisnis memiliki prospek yang cukup bagus.

“Saya mencoba dua kandang dulu karena tempatnya memansj terbatas. Luas tanah rumah saya hanya berukuran 13 x 6 m2 rasanya kalau diisi burung terlalu banyak tidak bagus. Murai batunya saja sudah sepuluha pasang. Bagi saya yang terpenting .adalah di saat pensiun ini tidak dilanda kejenuhan. Dan lagi rejeki mengalir tambah lancar,” ujarnya sambil tersenyum.

Gunakan ulat kandang

Kematian indukan bagi penangkar burung adalah momok yang ksangat menakutkan. Jika disuruh memilih antara kematian piyik dan kematian indukan mereka hampir sepakat memilih kematian piyikan. Hal ini merupakan pilihan yang wajar karena kematian indukan berarti pula adalah berhentinya proses produksi.

Hal demikian pernah dialami Anton saat dua tahun pertama menang-kar murai batu. Beberapa indukannya tiba-tiba terlihat kurang sehat, selang beberapa hari kemudian mati.

“Saya sempat kebingungan mengantisipasinya, padahal saya sudah menerapkan anjuran teman-teman penghobi dan penangkar. Mulai kebersihan dan kesegaran pakan, kebersihan kandang hingga pemberian vitamin. Tapi kematian indukan selalu saja terjadi. Kalau terjangkit virus kenapa piyikannya justru sehat dan tidak tertular dan indukan yang lain juga tidak tertular,” katanya dengan penuh tanda tanya.

la kemudian menduga-duga, apakah karena faktor lingkungan yang mempengaruhinya? Dugaan tersebut muncul karena seluruh kandang yang dibangunnya tidak pernah terkena sinar matahari secara langsung. “Karena keterbatasan lahan mengakibatkan kandang penangkaran saya tidak bisa terkena sinar matahari langsung. Apa karena itu yang men-gakibatkan indukan-indukan tersebut cepat mati,” sambungnya.

Hingga suatu saat Anton mendapat nasehat dari sesama penghobi yang menyarankan agar seluruh indukan diberi ulat kandang atau ada juga yang menyebut ulat balap karena jalannya yang cepat. Ternyata setelah saran tersebut diterapkan, terjadi perubahan yang cukup positif di penangkarannya.

“Jarang terjadi ada indukan yang sakit, kalau toh ada, indukan tersebut diberi antibiotik yang diteteskan di mulutnya. Selang sehari sang induk pasti sembuh. Bahkan hasil produksinyapun semakin meningkat,” terang:nya mengenai khasiat ulat kandang.

Anton mengakui jika secara ilmiah dirinya belum mengetahui kaitan antara ulat kandang dan kesehatan indukan burung yang ditangkarkannya. Tapi dia sudah merasakan manfaat memberi pakan indukan murai batu-nya dengan ulat kandang.

“Semua indukan dalam setahun bisa berproduksi hingga sepuluh kali setelah saya beri konsumsi ulat kandang. Bahkan bila betina tidak ngurak dan pejantan ngurak, produksi tetap bisa berjalan. Tapi biasanya kalau ada salah satu yang ngurak, pasangannya akan saya gantikan dengan yang lain, karena saya selalu mempersiapkan pasangan pengganti untuk berjaga-jaga jika ada salah satu induk yang berhalangan,” paparnya.

Salam sukses penangkaran burung Indonesia, Om Kicau.

Tentang Om Kicau

Man on the street

Diskusi

35 Tanggapan to “Menangkar murai batu “anti-teori” gaya Anton Madiun”

  1. PETERNAK MURAI ANTON MADIUN INI ALAMAT LENGKAPNYA MADIUN MANA OM? TRIMS

    Posted by akik | 13 April 2012, 22:41
  2. om numpang sayembara …
    murai saya hilang dengan gelang pada kaki sebelah kanan bertuliskan jonggol ..
    ciri ciri : badan besar dan panjang
    ekor kurang lebih 30-33cm, dan bentuk ekor seperti air macur
    kaki berwarna hitam
    saya juga siapakan uang 100jt apabila burung saya sudah ada yang menemukan
    kalu ada tolong hubungi saya : antoni, telp : 08174840237

    Posted by antoni putra | 23 Januari 2012, 22:36
  3. Om….minta alamat penangkar burung murai batu yang ada di sekitar wilayah surabaya dong ….trims ya om

    Posted by ragel | 31 Maret 2011, 09:20
  4. ade :

    saya ingin mendapat artikel tentang budidaya ulat kandang, alamat bapak di madiun mana? kalau ingin belajar budidaya ulat kandang didaerah gresik dimana? Apa boleh saya belajar budidaya ulat kandang kepada bapak? Terimakasih atas jawabannya

    Posted by Ika | 20 Februari 2011, 14:08
  5. pgn ni ternak murai batu, kemarin sy udah tlf om anton, tp sayang gak kebagian anakan dah pada di pesan, akhirnya pesan om sangsang di sidoarjo, dapat sepasang anakan, tp suruh pisahin dulu biar ngacor dan siap produksi, kpn2 ada waktuku, mau silaturohmi,ama om anton, om sangsang, dan om2 yg lain yg berhasil ternak, ya pgn nimba ilmunya, yg terpenting aku akan berusaha ternak,. Biar cucu2 kt nanti tau burung murai batu… Di pacitan emang murai emang gak ada.. Jln satu2nya kta harus lestarikan burung ini wah matur suwun bgt om duto byk nulis artikel yg bisa kita pelajari..

    Posted by mulyanto | 5 Januari 2011, 07:59
  6. BEDANY BURUNG MURAI JANTAN AMA BETINA DILIHAT DARI MANA?

    Posted by RADEN | 24 Desember 2010, 10:47
  7. HALO SEMUA….SAYA MAU NANYA TENTANG BURUNG MURAI BATU…..UNTUK MEMBEDAKAN BURUNG MURAI BETINA AMA JANTAN ITU DIMANA……?APA BENTUK TUBUH? KEPALA? ATAU MANG? MOHON PENJELASANNYA.ke Email : de_radenputra@yahoo.com….. TANKS………

    Posted by RADEN | 24 Desember 2010, 10:43
  8. Inspiratif ditengah para kapitalis,salut!!!

    Posted by Jefta | 28 November 2010, 22:57
  9. bener2 hebat….jadi pengen juga……tapi beli dimana disragen ada gak ya……
    bos kalo disolo atau sragen dimana beli MB sepasang indukan……

    Posted by endrosragen | 26 November 2010, 05:38
  10. mohon tanya alamat bapak , bolehkah saya membeli sepasang indukan burung murai batu

    Posted by agas setia somantri | 23 November 2010, 11:55
  11. alamatnya sama no hpnya pak..

    Posted by kokok herdiyan | 11 November 2010, 11:03
  12. Harga bakalan Murainya berapa Pak ? ataumungkin ada Kacernya ? terima aksih kapan2 saya mau datang!!!!!!!!!!!!!!!

    Posted by Mubarok | 26 September 2010, 13:33
  13. saya ingin mendapat artikel tentang budidaya ulat kandang, alamat bapak di madiun mana? kalau ingin belajar budidaya ulat kandang didaerah gresik dimana? Apa boleh saya belajar budidaya ulat kandang kepada bapak? Terimakasih atas jawabannya

    Posted by ade | 25 September 2010, 17:08
  14. Bos tolong dikasih info mengenai harga burung murai batu medan sudah makan poor ?
    terima kasih…

    Posted by Otoy | 27 Juli 2010, 01:24
  15. tolong gimana gambar dan ukuran kandang penangkaran murai batu.trims

    Posted by jaka m noor | 19 Juni 2010, 03:56
  16. Om anton alamatnya dimana / no tlp

    Posted by agus sedijono | 15 Juni 2010, 09:27
  17. om kicau saya pernah ngecek tentang supit urang AM trotol di pasar burung splindit malang.lebih dari 7 ekor di pedagangnya tapi gak ada yang jaraknya di bawah 1cm rata-rata 1,5-2cm. saya ukurnya diantara kedua ujung supit urang. apa referensi dibawah 1cm itu untuk AM dewasa aja. tolong penjelasannya teria kasih.

    Posted by supriyanto | 12 Juni 2010, 20:20
  18. dimana alamat jelas dan kalau bisa no telpnya om anton trim’s

    Posted by supriyanto | 12 Juni 2010, 20:10
  19. jadi pengin nyoba ne om…….

    Posted by purwanto | 12 Juni 2010, 17:01
  20. jadi ngiler ni om…………………sukses

    Posted by m.jaelani | 12 Juni 2010, 15:55
  21. amazing ,anak cucu kita mash bisa nih dengar ocehan asli MB ,,ya om

    Posted by dino | 12 Juni 2010, 14:11
  22. semangat peternak burung indonesia.

    Posted by dwe wae. | 12 Juni 2010, 13:26
  23. trima kasih infonya om.. ! tmbah smngt nih ternak mb…!

    Posted by haidar | 12 Juni 2010, 11:05
  24. the power of kepepet! terimakasih om infonya, bisa jadi referensi…

    Posted by Endar Wardhana | 12 Juni 2010, 10:59
  25. tolong di berikan penjelasan apa yang di manakan supit urang pada burung pak makasih

    Posted by b.santoso | 12 Juni 2010, 09:28
  26. salut dan sukses untuk om Anton Madiun,, ,

    Posted by bhonie | 12 Juni 2010, 07:22
  27. Terima ksh banyak info berharganya neh. Apakah yg dimaksud ulat kandang itu adalah ulat hongkong ?

    Ditunggu kisah selanjutnya mengenai ternak Cucak Rawa….

    Posted by Deni Rosdiana | 12 Juni 2010, 00:01

Om dan Tante, tanya masalah burung? Gunakan Halaman Curhat. Trims....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 29.621 pengikut lainnya.