BURUNG MURAI BATU

Menghindari memelihara murai batu dan kacer berbarengan: Antara mitos dan fakta (2)

Berikut ini adalah artikel kedua (baca dulu artikel pertama ya) dari rangkaian artikel pro-kontra perawatan burung fighter atau petarung yang saya ambil dari Tabloid Agrobis Burung. Perlu saya tekankan, bahwa isi artikel ini tidak mewakili pandangan pengelola blog, Om Kicau. Silakan Anda cermati dengan seksama, khususnya untuk para pemula. Untuk mereka yang sudah malang melintang di dunia burung, ditunggu masukannya. Salam, Om Kicau.

 

D'Yan Bali

Sebagai seorang pemain yang suka pada jenis murai batu, D’Yan punya puluhan murai lomba yang didapatkan di lapangan baik lomba di Bali maupun di Jawa. Meski di rumahnya di Mengwi Badung banyak burung lomba, termasuk murai yang diternak, ternyata tidak mengurangi jago-jagonya tampil di lapangan. Bahkan belakangan seringkali borong juara I dan runner up karena sering menurunkan dua jago sekaligus.

“Memang cukup repot kalau punya banyak murai di rumah. Agar tampil, satu-satunya jalan harus diasingkan,” papar Wayan Sumiarta.

Bagaimana mengkondisikan begitu banyak murai di dalam rumah agar tetap bisa tampil maksimal di lapangan, D’Yan cuma punya satu cara dengan jalan tidak mempertemukan antara murai.yang satu dengan yang lain selama di dalam rumah. Bahkan, anakan murai sejak piyik sudah tidak dipertemukan antara anakan satu dengan dengan yang lain. “Dalam setahun belum tentu bertemu,” papar D’Yan.

Murai yang disangkar dalam kondisi dikerodong hanya dikelilingi burung master saja. Karena punya karakter tempur yang kuat, jika memelihara murai batu sebaiknya tidak memelihara jenis burung fighter yang lain seperti kacer atau tledekan. Dua jenis ini akan bisa melemahkan daya tempur murai. Tetapi lebih berbahaya dari itu, suara kacer atau tledekan akan bisa masuk ke lagu murai sehingga lagu murai tersebut tidak dahsyat lagi.

“Karena itu, saya tidak memelihara kedua jenis burung ini,” papar D’Yan.

Khusus burung yang akan dikondisikan untuk lomba, selain selama di rumah selalu berbaur dengan beberapa murai yang lain walaupun tidak saling bertatap wajah namun seminggu sebelum turun lomba tetap mesti diungsikan ke lokasi yang tidak bisa mendengar sama sekali suara murai.

Selama ini, D’Yan selalu mengkondisikan murai yang akan segera diturunkan dengan menitipkan di rumah lain selama seminggu dan dijemput minggu pagi lanjut ke lapangan. Dengan cara mengasingkan ke tempat yang sepi, murai tersebut tampak bekerja lebih ngotot dari awal sampai akhir. Isian-isiannya pun juga bisa seluruhnya dikeluarkan.

Berbeda dengan murai yang tidak diasingkan, dan dibiarkan di rumah yang sekelilingnya masih terdengar sayup-sayup suara murai, ketika turun lomba, seringkali ngetem dan seolah-olah ada tanda malas untuk berbunyi. Padahal burung tersebut sudah sering kali juara I dan tergolong stabil.

“Setiap saya tidak ungsikan, selalu penampilannya berkurang, tidak ngotot lagi,” kata D’Yan. Bersambung ke artikel – Performa murai batu vs kacer, cucak ijo dan cendet: Antara mitos dan fakta (3)

Artikel terkait:

Simpan murai batu vs tledekan perlu berjauhan: Antara mitos dan fakta (4)

Transportasi burung dan jaga jarak burung: Antara mitos dan fakta (5)

- Performa murai batu bertemu burung sejenis: Antara mitos dan fakta (1)

Tentang Om Kicau

Man on the street

Diskusi

6 Tanggapan to “Menghindari memelihara murai batu dan kacer berbarengan: Antara mitos dan fakta (2)”

  1. Om duto… Bole minta contact hp nya om wayan sumiarta D’yan bf?

    Mohon bantuannya

    Thx

    Posted by tono | 18 Februari 2012, 17:33
  2. maaf om……
    aku pilihara burung murai,kacer,cucak jenggot,jalak suren dan kenari.
    Kenapa ya tiba tiba muraiku jarang banget ngepling….
    Apa mungkin terlalu dekat gantunganya…
    Mohon penjelasanya…

    Posted by waffa | 8 Februari 2012, 20:22
  3. Met kenalanm

    Posted by oji | 21 Januari 2012, 14:37
  4. Saya punya burung kacer mapan yang sudah saya pelihara selama 2 tahun. Selama itu tidak pernah mbagong baik di rumah maupun di lapangan. Namun pernah sekali bertemu Murai Batu milik kawan di rumahnya, burung kacer saya langsung mbagong padahal murainya juga lagi tidak bunyi..

    http://juragansinyal.blogspot.com/2011/10/pleci-burung-imut-yang-tak-pernah-bosan.html

    Posted by denymon | 29 Oktober 2011, 12:30
  5. thanks om

    Posted by salwanaz | 1 Maret 2011, 04:29
  6. berarti brg kacer paling menakutkan ya Om utk seekor brg murai yg konon adalah fighter murni. dan apakah dilomba campuran kacer selalu menang. Tks

    Posted by edy | 28 Februari 2011, 11:30

Om dan Tante, tanya masalah burung? Gunakan Halaman Curhat. Trims....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 29.483 pengikut lainnya.