(Burung branjangan) Srikayangan, riwayatmu kini ©Bagus-Branjee of Jackal

Branjangan Srikayangan umur 10 tahunan (pasca mabung) ,  semakin mapan dan menawan. Courtesy of Mr DJ-Magelang

Satu lagi artikel tentang burung branjangan dari Om Bagus – Branjee of Jackal. Sebuah tuturan yang apik dan menarik dari seorang penggila branjangan. Kali ini khusus tentang apa dan bagaimana Srikayangan. Sebuah nama yang sangat fenomenal di kalangan penggemar branjangan. Simak saja…

Desa Srikayangan sangat terkenal di kalangan pandemen burung branjangan (Mirafra Javanica) karena branjangan yang berasal dari kawasan ini dianggap memiliki keunggulan dibanding branjangan dari derah lain.

Beberapa keunggulan yang dimiliki oleh branjangan Srikayangan yang paling utama adalah dari sisi penampilan. Seperti halnya branjangan dari wilayah Sentolo maupun Kulon Progo pada umumnya (yang kemudian sering dikenal dengan istilah Branjangan Wates),  ciri khas utama yang membedakan branjangan Srikayangan adalah pada nuansa dan corak batikan yang terkesan kuning bersih sehingga sering disebut dengan istilah branjangan wiring kuning.

Kantor Kelurahan Srikayangan

Srikayangan sendiri adalah nama sebuah desa di Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dari jalan raya Jogja menuju ke Wates, setelah melewati jembatan Kali Progo kita akan menemui pertigaan Kenteng (ada Tugu Pensil). Dari pertigaan ini kita belok kiri mengambil arah ke Brosot dan setelah kira-kira 1,5 km akan ditemui Pasar Nganggrung.

Sekitar 250 meter dari pasar kearah selatan, setelah pertigaan Bojong belok ke kiri kita akan menemui jalan utama Desa Srikayangan. Kondisi geografis pedesaan di sana berbukit bukit dan banyak dijumpai tanaman jati (Tectona grandis).

Antara bukit yang satu ke bukit yang lain biasanya terdapat areal sawah dan tegalan yang merupakan habitat utama branjangan Srikayangan.

Pada sisi barat daya desa Srikayangan terdapat hamparan sawah yang sangat luas yang sering disebut dengan nama Bulak Srikayangan. Bulak dalam bahasa Jawa artinya hamparan sawah yang sangat luas dan terbuka, tidak terhalang oleh bukit, bangunan, maupun pepohonan. Konon pada tahun 1980-an terdapat ratusan ekor branjangan yang beberapa ekor di antaranya setia berkicau selepas tengah hari sampai senja menemani para petani yang memanen padi.

Desa Srikayangan terdiri dari beberapa dusun antara lain Pendem, Kaliwinong Lor, Kaliwinong Kidul, Klumutan, Malangan, Gowangsan, Panjul, Pergiwatu Kulon, Pergiwatu Wetan, Karangasem Kulon, Karangasem Tengah, Karangasem Wetan, Kagok, Kradenan, Gunung Puyuh.

Lain dulu lain sekarang, jika pada tahun 1980 an masih gampang memperoleh branjangan Srikayangan, maka seiring eksploitasi besar besaran yang dilakukan pemikat tanpa dibarengi dengan upaya konservasi membuat jumlahnya di alam menurun drastis. Meskipun upaya pasif sudah dilakukan dengan cara melepas kembali anakan betina maupun jantan yang dianggap kurang bagus katurangganya kembali ke alam, rupanya tindakan tersebut tidak cukup untuk meningkatkan laju reproduksinya.

Hamparan sawah di sebuah sisi Desa Srikayangan yang dulunya merupakan habitat burung branjangan

Branjangan Srikayangan sudah lama menjadi preferensi utama dan berada dalam top of mind para penggemar branjangan karena dianggap sebagai jenis branjangan yang terbaik, disusul kemudian dengan branjangan Wates (Kulon Progo), berikutnya branjangan Kebumen (Mirit, Ambal, Petanahan, Klirong) dan Kaliori-Kalibagor Banyumas.

Nama khusus untuk ciri khas tertentu

Istilah branjangan Srikayangan dipakai untuk menamai branjangan dengan ciri fisik tertentu seperti body besar, batikan kuning dan habitatnya berasal dari wilayah desa Srikayangan. Istilah ini tidak berlaku jika branjangan yang diperoleh tidak memiliki ciri ciri seperti branjangan Wates pada umumnya yaitu berpostur besar dan berbatikan kuning meskipun dibeli maupun diperoleh dari desa Srikayangan. Jika branjangan berasal dari luar desa Srikayangan meskipun berpostur besar dan bernuansa kuning maka orang biasanya akan cukup menyebutnya dengan istilah branjangan Wates.

Branjangan Srikayangan  remaja beres mabung ke-2 (courtesy of Mr N - Jakarta

Sebetulnya istilah body besar, kecil, sedang, jumbo dsb muncul setelah makin banyaknya pasokan branjangan dari luar daerah yang dijual di pasar pasar burung wilayah Wates dan Yogyakarta pada umumnya sehingga istilah tersebut dipakai untuk membedakan branjangan yang asli Wates maupun Srikayangan dan dari luar daerah tersebut.

Jika dibanding dengan branjangan asal NTB misalnya, atau branjangan yang berasal dari kawasan sepanjang jalur Daendels Purworejo maka ukuran branjangan Srikayangan maupun Wates memang relatif lebih besar. Selain bentuk dan posturnya, branjangan Srikayangan dan Wates pada umumnya juga bisa dikenali dari warna dan nuansa batikan yang cenderung kuning.

Branjangan Srikayangan dewasa umur 3,5 tahunan  (kondisi masuk periode mabung), courtesy of Mr BS-Wates

Dorongan ekonomi dan permintaan pasar yang tak bisa dielakkan terhadap branjangan Srikayangan membuat para pemikat dan pengepul mencari akal agar pasokan terhadap piyik trotolan maupun muda hutan bisa terjaga. Salah satunya adalah dengan mendatangkan branjangan baik muda hutan maupun piyik trotol dari luar daerah termasuk luar Jawa.

Tiada rotan, akarpun jadi. Berhubung secara fisik branjangan dari luar Srikayangan dan Kulonprogo berbeda maka biasanya mereka mengatakan bahwa branjangan Srikayangan yang sekarang cirri-cirinya seperti branjangan yang stoknya tersedia saat itu. Fenomena inilah yang kemudian dijadikan pemahaman bahwa branjangan Srikayangan sekarang berbeda tampilannya dibanding dengan Srikayangan tempo doeloe.

Sesungguhnya Branjangan Srikayangan tidak pernah berubah jati diri dan penampilannya, baik dulu maupun sekarang, masih berpostur besar dan bernuansa kuning, masih menjadi incaran pandemen,  semakin langka dan misterius, masih menjadi target utama branjangan mania, dan masih memiliki pesona dan memancarkan aurah trah leluhur branjangan di tanah Jawa.

Sebagai sebuah ciri masyarakat yang masih didominasi oleh masyarakat dengan pemikiran agraris, pembicaraan tentang branjangan Srikayanganpun juga tak luput dari mitos, tutur, serta legenda yang akan selalu diceritakan sepanjang masa. Diceritakan saat menikmati secangkir kopi serta sebatang rokok dengan embel-embel konon katanya, maupun sebagai fakta yang berbukti.

Semoga catatan tersebut bermanfaat bagi anda terutama bagi yang masih awam tentang istilah Srikayangan.

Salam Kulon Progo Binangun,

Bagus – Branjee of Jackal

Bagus, Branjee of Jackal, adalah BirdShop Onliner Member OmKicau Hotline.

Untuk Anda yang ingin berkenalan lebih lanjut dengan Om Bagus. Silakan klik foto di bawah ini:



diskusi di siniAda pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja).

Navigasi Utama:

About these ads

There are 30 comments

  1. Joko7581

    Om aku punya 2 ekor BR…..satu udah gacor tapi Body Kecil bukan NTB lho…..satu lagi Super Jumbo tapi masih bahan cenderung liar………tapi aku sabar menanti sampai jadi

  2. noyo

    artikel ini sangat menarik, penulisnya sendiri mungkin pernah kenal secara maya kenal sebab saya juga anggota ilis kulon progo binangun, BR jenis ini saya sangat paham karena orang tuaku pernah memiliki mungkin 2-3 tahun dan emang luar biasa, klo berkicau kita lagi di dekatnya telinga rasanya ikut bergetar saking kencengnya suara, jernih, variatif dan rajin, postur gagah ….. sayang burung itu berakhir tragis karena lupa dimasukkan rumah semalam sewaktu pagi hari yang terlihat dalam sangkar adalah ular sebesar tangan orang dewasa …. abis ditelan ular…… dan setelah itu di kampungku sudah tidak ada lagi yang miara ditambah lagi tetangga desaku ada yang jadi spesialis penangkap BR srikayangan walaupun sdh diingatkan tetangga tetapi nyari terus sampai BR liar betul2 habis …. nggak da kesadaran ….

  3. wahyudin noor

    artikel anda tentang burung branjangan srikayangan sangat menarik, saya sebenarnya penggemar branjangan sejak lama, karena saat pertama saya ingin memelihara klangenan saya langsung jatuh cinta pada kicauan si kecil nan jenius ini, bukan berarti saya tidak menyukai ocehan suara burung yang lain, saya lebih kesengsem pada branjangan mungil ini. terus terang baru sekarang saya mengetahui kalau srikayangan itu nama sebuah desa di kulonprogo sana, mungkin jika saya tak membaca artikel ini sampai sekarangpun saya tidak tahu apa makna srikayangan dibelakang nama branjangan, salut atas tulisannya. salam

    1. bambangxp

      Sama mas aku juga gak tau asal mula nama burung branjangan srikayangan ini
      padahal aku tempat tinggalnya di dekat situ alis bantul tapi untung ada artikel ini jadi saya tambah wawasan nih
      thanks om Duto

  4. dian

    BRANJANGAN SRIKAYANGAN mamang tiada duannya karakternya tak bisa berubah dari dulu sampe sekarang. tak pernah ada yg bisa menyamai, tp apakah masih ada di desa srikayangan raketang satu. apa di sana ada pemberdayaannya(yang masih ORIGINAL). thank’s.

  5. aris

    dukung pelestarianya om,, kalau bisa adain juga konservasinya,,, cz aku juga orang kulon progo om,, jadi jangan biarkan wiring kuning punah gara2 rupiah om,,,,….

  6. dito

    woh2 tulisan ini ternyata dah diluncurkan to??blm tak aCC lho kang??hehehe
    tulisan ala sastrawan bon bin UGM..hahaha..sukses dab,,wiring kuning base camp ane bawa ya,,

  7. OCAnd

    Salam kenal om Bagus-Juragan BR.

    Kapan-kapan monggo mampir ke tempat saya utk tilik-tilik apakah BR-BR saya termasuk srikayangan ato bukan. Jadi penasaran neh.

  8. purwanto sawogedhe

    info mas Bagus..ada ciri2 dipasaran yang ndak tau bener pa ndak salah satu ciri utama BR Srikikayangan bahwa paruhnya smua berwarna kuning….mhn penjelasannya kebenaranya mas,maturnuwuun

    1. Bagus-Branjee of Jackal

      saya pribadi dan juga berdasar info dari beberapa penggemar sepuh mengatakan bahwa mereka belum pernah memiliki maupun melihat branjangan dengan warna paruh kuning semua atas bawah dari pangkal sampai ujung seperti paruh kenari.itu yang saya singgung dalam paragraph akhir tulisan saya om, minimnya penampakkan sosok branjangan Srikayangan memberi ruang bagi berkembangnya spesifikasi imajiner sosok ideal yang terkadang “ngoyoworo” hehehe

      1. mashan

        Aku Juga belum pernah lihat branjangan wiring kuning legenda srikayangan bahkan sekedar melihat gambar/fotonya aja belum pernah, apakah tidak ada yg sempat mendokumentasikan branjangan wiring kuning tersebut kalau memang pernah ada he he

        salam mas bagus artikelnya bagus….

  9. purwanto sawogedhe

    terimakasiih mas bagus…..ulasan srikayangan,kapan kerumah bisa dicekan BR saya..kalau2 dari Srikayangan….hee..hee..kebetulan saya dah dapet BR betina,sekranng lg takdeketin sangkarnya biar saling kenal,insya Alloh sgr dipertemukan

  10. Bayu

    Benar habitat burung branjangan memang harus dilestarikan kl tidak gak ada lagi burung branjangan di alam n tak akan ada lagi suara kicauan nya yg merdu tak hanya itu tapi semuanya karena sekarang sudah makin langka habitat para burung2 berkicau di alam Indonesia.

  11. N03L

    emang gak pernah habis dan gak pernah bosan klu ngebahas masalah BR apalagi BR Srikayangan. tp ada satu hal yang menggelitik nih om (sptnya sempat disinggung sedikit di tulisan diatas) yakni, seringkali sy ditawari dan bbrp kali lihat di iklan2 yang mana mereka jual BR srikayangan tetapi klu dilihat dr gambar yg disertakan tdk mencerminkan ciri2 BR srikayangan dengan asumsi BR srikayangan skr ini sdh mengalami bbrp mutasi. olehkarenanya mhn kita sebagai pemula diberi tips dan trik-nya dong biar enggak salah beli waktu kita bener2pengen beli BR Srikayangan. matur nuwun sakderengipun

    GBU

    1. Bagus-Branjee of Jackal

      anda mau beli trah apa mau beli KTP burung om ? klo mau cari trah ya tetaplah mengacu pada apa yang menjadi keyakinan anda tentang kriteria branjangan yang bagus.lihat katuranggan dan jangan lupa kinerjanya. Tentang theory mutasi saya punya penjelasan sbb :
      -Populasi branjangan di Srikayangan dan KulonProgo menurun drastis sejak tahun 80an karena ekploitasi. Apakah mungkin diantara populasi yang sedikit dan terbatas tersebut akhirnya muncul spesies baru branjangan yang kemudian beranak pinak dengan jumlah melimpah ? rasanya ini bertolak belakang dengan theori Charles Darwin’s On the Origin of Species ttg Natural Selection.
      – Mutasi genetis atau evolusi terjadi secara gradual dalam kurun waktu sangat lama, tidak terjadi secara spontan.
      -Tidak pernah ditemukan species antara, maksutnya penampakan branjangan yang memiliki ciri ciri kombinasi antara ciri utama Srikayangan dengan ciri-ciri branjangan yang sekarang banyak ditemui di pasaran.
      – Penuturan dari rekan pedagang dan pengepul yang menjelaskan bahwa branjangan ASLI Wates-Srikayangan telah sangat langka sehingga memasok branjangan dari luar daerah adalah solusi yang cerdas.

      1. N03L

        Oooooo…..begocu ya om…….klu boleh sy simpulkan sbg penggemar baru BR bhw. Branjangan srikayangan msh tetap memiliki ciri2 sbgmn ditulis diatas ya?……tp sptnya klu sy sendiri msh blm bsa klu hrs nengerin / memilih sendiri berdasarkan katuranggan dan warna, jd ya terpaksa hrs ke pemikat atau pengepulnya lgs di daerah srikayangan, mungkin om bagus ada dan berkenan buat info CP lgs, sy akan sgt berterima kasih

        GBU

      2. herudinejad

        jadi saat ini hal yg mungkin BR NTB dieksport ke wates srikayangan dan dilepas disana lalu ditangkap akhirnya diakui sbgi Srikayangan ya? waduh nggakk pemerintah yg membohong, pengepul dan penangkap juga sdh bermain di dalam hal ini.

        1. Bagus-Branjee of Jackal

          kok repot amat sih om, pake dilepas dan ditangkap lagi ? klo beli dari pemasok luar daerah ( tidak selalu NTB ) trus langsung dijual apa tidak lebih praktis ? hehehe sebetulnya tidak ada maksud untuk menipu atau membohongi om,dalam hal ini dituntut kejelian dari pembeli.pada akhirnya karena tidak ada pilihan lain banyak segmen pasar menerima kok.

Komentar ditutup.