Burung cucak jenggot Gunung Pojok Tiga Majenang, pedas nan tebal ® Bajak Laut

Om Tony BBK

“Baca email” hanya itu SMS yang dikirim Om Tony Alamsyah alias Bajak Laut pagi ini. Saya tidak menjawab SMS  tersebut dan langsung buka email. Eh, tumben, setelah lama tidak menulis, Om Tony majikan Black Bird Keeping (BBK) Cilacap kirim artikel lagi. Ya maklum, karena selama ini dapat proyek besar jadinya melupakan proyek gratisan menulis untuk teman-teman, heheheh. Nah, kali ini Om Tony bicara soal burung cucak jenggot: Burung cucak jenggot Gunung Pojok Tiga. Apa itu? Silakan di simak saja.

ANY CHARACTER HERE

Beberapa hari yang lalu, ketika saya mendapat tugas luar kota ke daerah Majenang Kabupaten Cilacap, saya menyempatkan mampir ke rumah seorang pemikat burung di daerah tersebut. Kebetulan pemikat tersebut adalah adik dari salah satu staf kantor di mana saya bekerja.

Di sana saya melihat beberapa burung cucak jenggot (CJ). Ketika saya datang, burung itu hanya mengeluarkan suara khasnya. Tidak lama kemudian setelah saya duduk, burung-burung tersebut mengeluarkan suara trecetan yang panjang, tebl dan pedes di telinga.

Dari penuturan si pemikat, semua burung cucak jenggot yang ada di rumahnya berasal dari Gunung Pojok Tiga atau yang di Majenang lebih dikenal dengan Gunung Tiga. Gunung Pojok Tiga masih merupakan rangkaian dari jajaran pegunungan yang membelah Pulau Jawa menjadi dua. Gunung ini terletak di antara Majenang Cilacap dan Salem Brebes dan menjadi batas antara Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Dibandingkan dengan burung cucak jenggot Nusakambangan, CJ Gunung Pojok Tiga bisa dikatakan mempunyai volume dan trecetan lebih baik dan bagus. Secara fisik sebenarnya CJ tersebut tidak beda dengan CJ dari daerah lain, tetapi ketika saya amati lebih seksama, burung cucak jenggot Gunung Pojok Tiga mempunyai bodi yang lebih panjang atau tidak buntek dan bulu kuning di dada terlihat lebih mencolok warnanya.

Menurut penuturan dari si pemikat, CJ Gunung Pojok Tiga adalah burung yang dicari oleh pelomba-pelomba di Blok Barat terutama di daerah Majenang dan Jawa Barat.

Beberapa pedagang burung dari Ciamis, Tasik dan sekitarnya bahkan sampai harus mengantri burung pikatan tersebut. Terbukti ketika saya di rumahnya, salah satu pedagang dari Ciamis sedang bertransaksi dan memborong semua burung tersebut.

Karena saya juga ingin membawa pulang burung sedangkan hasil pikatan sudah diborong habis, dengan melancarkan jurus rayu merayu serta pelototan mata dari sang kakak pemikat, akhirnya saya berhasil membawa dua ekor burung CJ pikat (master) yang biasa di bawa untuk memikat burung-burung CJ di daerah Gunung Pojok Tiga hehehehehehe ….

Salam KICAUMANIA …….. Begitu Indah dan Beragam Habitat Burung di Indonesia !!!!

Nah begitulah email dari Om Tony? Belum kenal Om Tony? Silakan klik saja gambar di bawah ini:

Sayangnya, Om Tony tidak sekalian kirim gambar cucak jenggotnya. Tetapi kalau mau lihat gambar-gambar burung cucak jenggot, silakan klik ini: Gambar Burung Cucak Jenggot.

Salam Jenggot.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain. Agar tidak tertipu, pastikan Anda membaca artikel ini (klik saja).

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.

diskusi di siniAda pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja). Navigasi Utama:

Tentang iklan-iklan ini

There are 12 comments

  1. luk luk

    Kalo emang mengagumi keanekaragaman satwa Indonesia….
    biarkan saja mereka bebas di alam…gak perlu ngerayu..untuk minta burung supaya bisa dibawa pulang..
    yg jelas kalo sudah dirumah tidak akan bisa berkembang biak di banding kalo bebas di alam……. jadi pola pikirnya yg harus dirubahh atau disetting ulang….dan yg jelas bukan pencinta satwa…tul gak..?

  2. purwanto sawogedhe

    wow CJ Majenang lbh bagus dr Nusakambangan to….jadi penasaran nih om….kebetulan saya punya koleksi CJ Nusakambangan…kampungku asli ngapak jg kiye…siip lah infonya….besok mudik bisa hunting2 CJ mjng

Komentar ditutup.