Sosialisasi dan standardisasi penilaian lomba burung berkicau, perlukah? © Om Kicau

Om Irvan

Pertanyaan yang saya buat sebagai judul artikel ini adalah nama sebuah grup di facebook.com. Grup apa ini? Ini adalah sebuah grup terbuka di FB yang dibuat oleh Om Irvan Sadewa pada 9 Maret 2011 sore hari. Dalam pengantar pembuka sekaligus ucapan selamat datang di grup, Om Irvan memberi catatan sebagai berikut:

ANY CHARACTER HERE

Selamat datang di SOSIALISASI DAN STANDARISASI PENILAIAN LOMBA BURUNG BERKICAU. PERLUKAH?

Apakah setiap penghobi burung dan pelomba burung yang melombakan Burung Jawaranya di suatu event lomba benar-benar paham dan mengerti apa saja kriteria penilaian yang digunakan di even lomba tersebut?

Menurut pengamatan, riset langsung/pooling secara random dan acak di beberapa kota di seluruh Indonesia, hampir 60% peserta lomba tidak mengerti dan kurang mengetahui secara jelas apa saja kriteria penilaian yang menjadi acuan para juri dalam penilaian.

Seperti yang kita ketahui bersama dalam setiap hasil lomba, 70% peserta muncul rasa ketidakpuasan dalam hal poin-poin penilaian dan 30% sisanya adalah masalah teknis lomba dan sarana prasarana lombanya.

Bukankan SOSIALISASI DAN STANDARISASI PENILAIAN LOMBA BURUNG BERKICAU menjadi hal yang penting?

Bagaimana menurut teman-teman? Masukan dan pendapat dari teman-teman akan sangat membantu untuk membangun dan memperkokoh dunia hobi burung di Indonesia.

Salam Kicaumania…

Menurut saya, apa yang disampaikan Om Irvan dalam pengantar grup adalah sebuah kegundahan seorang penghobi burung atas fenomena yang selama ini terjadi di dunia lomba burung. Kegundahan atas karut marut-nya dunia lomba (burung).

Artinya, jawaban atas pertanyaan itu sudah jelas “PERLU”. Hanya saja, bagaimana bentuk konkret dari standardisasi itu dan juga bagaimana hal itu bisa disosialisasikan, itulah pertanyaan yang ingin dihimpun dan dicarikan cara untuk direalisasikan.

Undang Dian Toto

Untuk meramaikan diskusi, Om Irvan juga mengundang Dian Toto untuk menjadi semacam narasumber. Om Dian Toto adalah salah seorang pengawas Juri PBI se-Indonesia. Nah kalau Anda berminat bergabung, silakan masuk ke grup ini.

Sekadar sebagai bekal diskusi silakan Anda membaca beberapa artikel berkaitan dengan aturan main lomba burung saat ini di Indonesia dan juga sebuah artikel referensi wajib baca di bawah ini:

1. Tata cara penilaian dalam lomba burung

2. REVOLUSI LOMBA BURUNG INDONESIA

Oke, berikut ini adalah sekelumit petikan komentar dan atau tanya jawab di grup tersebut:

  • Dian Toto

    Standar Penilain Menurut PBI
    1. Irama Lagu
    2. Volume
    3. Gaya
    4. Fisik
    dari semua penilaian ini Faktor Durasi Kerja juga dipertimbangkan
    4 jam yang lalu ·  ·  ·
    • Mohammad Syafi’i, Mokhamad Khavidz, Anang Aryokho dan 17 lainnyamenyukai ini.
      • Macarius Sukotjo Kupas tuntas…..sangat ditunggu nihh

        4 jam yang lalu ·  ·  2 orang
      • Irvan Sadewa Benar sekali om Dian Toto. Banyak usulan dari teman-teman Kicaumania dari semua penjuru Indonesia untuk lebih men-sosialilasikan “Kriteria Standar Penilaian” pada setiap gelaran PBI.

        Monggo kepada semua teman-teman yang ingin berkonsultasi tentang kriteria penilaian ini, bisa langsung kepada om Dian Toto yang kebetulan adalah adalah seorang pengawas Juri PBI se-Indonesia.

        4 jam yang lalu ·  ·  2 orang
      • Benz Wira TANYA PK DOSEN : utk kls Anis Merah..lebih di utamakan irama lagu apa gaya..???…banyak kejadian di lapangan lebih mengutamakan gaya dan lagu menjadi angka yg kesekian..???..

        4 jam yang lalu ·  ·  1 orang
      • Budhy Vantoro Info sih tergatung yg punya burung om hehhehhehe

        4 jam yang lalu ·
      • Broery Golden Sf Ah…….dulu juga pernah tak tanyain ama om Dian…..

        4 jam yang lalu ·
      • Macarius Sukotjo Irama lagu : Dangdut, Pop, Reggae, Rock, Jazz………..kalau langsung di konserkan bersama,……irama apa yang paling menonjol………simak dulu ahh

        4 jam yang lalu ·
      • Fajar Agustomi secara teori memang benar seperti itu om..

        4 jam yang lalu ·
      • Fajar Agustomi tapi prakteknya kadang beda…

        4 jam yang lalu ·
      • Fajar Agustomi heheeee….

        4 jam yang lalu ·
      • Broery Golden Sf Sebenarnya saya cenderung setuju sama sistemnya Paburi…. Volume nila 30 Gaya 25 Kerajinan 40 lagu 45 sehingga hasil akhir diakumulasi….. Bukan hanya Vol paraf, gaya paraf…bla…bla…bla. Apa arti paraf??????

        4 jam yang lalu ·  ·  1 orang
      • Macarius Sukotjo Apalagi Paburi ngitunganya pakai KOMPUTER……0,1 aja, bisa KALAH…….

        4 jam yang lalu ·
      • Broery Golden Sf ya kalo emang kalah katanya harus legowo…. tp Fear kan

        4 jam yang lalu ·
      • Dian Toto semua ada baik buruknya, jangan menyalahkan tapi berilah masukan

        4 jam yang lalu ·  ·  2 orang
      • Dian Toto selama yg di koncer adalah burung yg layak buat kami itulah yg diharapkan.

        4 jam yang lalu ·
      • Macarius Sukotjo Kembali ke Topik……

        4 jam yang lalu ·  ·  1 orang
      • Irvan Sadewa Benar om Dian. Mari kita saling memberikan opini, wacana dan pendapat dengan kepala dingin. Semua masukan teman-teman sangat berarti untuk kemajuan perburungan nasional kita.

        4 jam yang lalu ·
      • Dian Toto silahkan satu satu ya semampunya saya jawabbbbbbbbbbbbbbbb

        4 jam yang lalu ·  ·  2 orang
      • Fajar Agustomi klo sy pingin dlm lomba burung ketika ada peserta yg meneriakkan nomor gantangan dan memanggil2 juri langsung di diskualifikasi om…

        4 jam yang lalu ·  ·  1 orang
      • Benz Wira satu2 ya om…maaf ini om toto sdh agak ngantuk…..wkwkwkwkwk…

        4 jam yang lalu ·
      • Dian Toto kroyokan tak mlayu aku wkwkwkwkwkwwkwk

        4 jam yang lalu ·
      • Macarius Sukotjo Tenang om Toto……..air hampir panas, tak gaweke KOPI

        4 jam yang lalu ·  ·  1 orang
      • Broery Golden Sf ih wanine mlayu…ixixixixi

        4 jam yang lalu ·
      • Fajar Agustomi kopi karo rempeyek jangkrik enak kweh om…

        4 jam yang lalu ·
      • Benz Wira di maklumi kalau lambat jawabanya…maklum rambut sdh memutih…tau sendirikan?..apa arti rambut sdh memutih..???..kiik..kiik…

        4 jam yang lalu ·
      • Dian Toto om wira, Tanya ya yg mau buat lomba ane siap

        4 jam yang lalu ·
      • Broery Golden Sf mungkin gak PBI ngadain even non teriak n tertib

        4 jam yang lalu ·
      • Setyanto Cahyo Tricahyo setubuh eh setuju… smua demi kemajuan kicau mania jangan sampai terpecah belah dan saling bermusuhan, cukup jagoan kita yg bermusuhan adu kemampuan

        4 jam yang lalu ·  ·  1 orang
      • Benz Wira ‎”RIMBA RAYA CUP’..BANYAK DPT MASUKAN N DUKUNGAN DARI OM TOTO,MUDAH2AN BISA MEMUASKAN PESERTA…AMIEN

        4 jam yang lalu ·  ·  1 orang
      • Dian Toto Golden> kalau mau mengadakan lomba tanpa teriak harus melengkapi sara prasarananya, dari mulai lampu pengantangan, perseta juga harus sadar, karena yg teriak peserta bukan panitia atau pejabat penilai

        4 jam yang lalu ·  ·  1 orang
      • Macarius Sukotjo Le teriak karo meneh pagar…….nganti serak2 mbar kuwi

        4 jam yang lalu ·
      • Dian Toto Om Wira, jangan ada yg boleh masuk ruangan JURI, siapapun tanpa terkecuali, kadang tokoh, kadang pula juri yg tidak tugas ini sangat berpengaruh terhadap kinerja juri

        4 jam yang lalu ·  ·  1 orang
      • Benz Wira SIIIAAAP BOSS…LAKSANAKAN..!!

        4 jam yang lalu ·
      • Dian Toto ini pengalaman dilomba pantura cup II

        4 jam yang lalu ·
      • Tri Gunawan Numerrouno KLO NOMER GANTANGAN TENGAH & SANGKAR dpt penilaian brp % ?

        4 jam yang lalu ·  ·  2 orang
      • Cimenk Cemengmiming burung kerja 80% layak di koncer…..
        Padahal yg kerja 100% banyak kok yg 80% xixixixixiiiii…….

        4 jam yang lalu ·  ·  2 orang
      • Dian Toto Cimenk* Itu polemik jaman dulu, sekarang saya yg paling menetang karena 80 % itu burung siapa ??????????????

        4 jam yang lalu ·  ·  1 orang
      • Benz Wira revolusi lomba burung di awali dari pesanan tiket (hrs benar2 di acak) semua mendapat hak yg sama,…

        4 jam yang lalu ·  ·  1 orang
      • Dian Toto setubuh om wira wkwkwkwwkwk

        4 jam yang lalu ·
      • Benz Wira iki forum terbuka,jangan nakal di sini om toto…kiik…kiik..

        4 jam yang lalu ·  ·  1 orang
      • Lukmono Arief Ayo om.Dian dilanjut pnjlsannya…
        mgkn info dr om.Broer bs diadopsi ke PBI mskpn tdk smuany
        om.Mac air dah mendidih tuh…

        4 jam yang lalu ·  ·  1 orang
      • Dian Toto Pakailah Juri juri yang minim dengan kepentingan jangan mau di itervesi oleh siapapun, biasannya yg mengintervesi pasti punya kepentingan dibalik itu,

        3 jam yang lalu ·  ·  2 orang
      • Dian Toto Kalau Rugi itu hal yg biasa tapi KEPUASAN dari para peserta adalah nikmat yg tidak dapat diukur dengan uang

        3 jam yang lalu ·
      • Benz Wira intinya sukses tdknya sebuah gelaran lomba,bukan kwantitasnya tapi kwalitasnya…bukan begitu om toto..???

        3 jam yang lalu ·  ·  1 orang
      • Dian Toto Betul Om Wira, untuk menjadikan itu semua harus mendapat dukungan dari peserta, untuk menjadikan dewasa, jangan melihat burung sendiri, lihat lawan lawan disekitarnya, biasanya orang terbius dengan burung sendiri, ini yg menjadikan protes yg tidak bermutu

        3 jam yang lalu ·  ·  2 orang
      • Benz Wira yo mutu tapi rendah (mutu rendah)…kiik…kiik…

        3 jam yang lalu ·
      • Irvan Sadewa ‎##
        Dian Toto Kalau Rugi itu hal yg biasa tapi KEPUASAN dari para peserta adalah nikmat yg tidak dapat diukur dengan uang.

        Amin. Seandainya semua EO penyelenggara lomba burung berprinsip seperti ini, pasti lomba burung berkicau bisa kita jadikan budaya dan salah satu ikon pariwisata yang unik.

        3 jam yang lalu ·  ·  3 orang
      • Adit Untuk Rakyat ijin nyimak om-om…:)

        3 jam yang lalu ·
      • Cimenk Cemengmiming kl om toto udh biasa rugi tp peserta puas contohnya saya sendiri kemarin dipantura cup2 betul2 puas dgn penilaian juri .

        3 jam yang lalu ·  ·  2 orang
      • Benz Wira DUKUNGAN PESERTA…hrg mati yg gak bisa di tawar,hrs saling bersinergi…!!!…

        3 jam yang lalu ·
      • Dian Toto Irvan, Sekarang kalau lomba untung dengan penjualan tiket sangat MUSTAHIL, cari lah sponsor sebanyak mungkin, masih banyak yg peduli terhadap lomba burung berkicau, asalkan dalam mencari donator cari lah yg benar – benar tidak mempunyai kepntingan dan tidak intervensi

        3 jam yang lalu ·  ·  5 orang
      • Dian Toto Cimenk* wkwkwkwwkwkwkwkwwkwkw butuh pengorbanan bos

        3 jam yang lalu ·  ·  1 orang
      • Dian Toto Cimenk* jangan lupa ya ane jumat sudah di Surabaya

        3 jam yang lalu ·
      • Broery Golden Sf om dian kalo disuruh menangin……. pilih mana antara burung bunyi tp gerak kian kemari atau burung bunyi tp tak gerak?

        3 jam yang lalu ·
      • Dian Toto Pertama adalah irama lagu, karena lomba burung berkicau bukan lomba burung bergaya, kalau soal menang dan tidak bagi saya asal kriteria diatas sudah memenuhi pasti juri lebih tahu

        3 jam yang lalu ·
      • Broery Golden Sf kan yg mbedain cuman di gerak dan anteng om…….. katakanlah irama lagu 50-50

        3 jam yang lalu ·
      • Dian Toto kalau irama lagu 50 – 50 selanjutnya volume, baru gayanya bos

        3 jam yang lalu ·
      • Broery Golden Sf seringkali di arena saya mendengar bahwa kekalahan burung karena kalah anteng, ……. kalo volumenya kurang seakan irama lagu gak terdengar atau tidak didengarkan…….. yang banyak terjadi adalah VOLUME yang nomer wahid om……..ceck n simak deh

        3 jam yang lalu ·  ·  3 orang
      • Cimenk Cemengmiming kl kt protes ke penilaian sm juri jawabnya paling2 ya itu2 aja jawbnya (burunge bos kok dilawan) hehehe….
        Siip om apa perlu dijemput….

        3 jam yang lalu ·
      • Dian Toto Broory* saya pernah mengawasin burung kenari pada saat penetuan juara, dari semua itu saya melihat sekali bahwa kjalau\\\

        3 jam yang lalu ·
      • Dian Toto dilihat dari bawah burung sangat kelihatan.

        3 jam yang lalu ·
      • Dian Toto yg penting adalah durasi kerjaanya kalau burung tersebut sama kwalitasnnya

        3 jam yang lalu ·
      • Dian Toto ngatuk gak ono kopine, tangane pegel ngetik wkwkwkwkwkwkwkw

        3 jam yang lalu ·
      • Broery Golden Sf Oke dech………. kalo semua juri seprti om DIAN…. pasti hebat semua pergelaran lomba…… tp sayang

        3 jam yang lalu ·  ·  1 orang
      • Dian Toto cimenk* wkwkwkwkwwkwk itu dulu sekarang sudah ada perubahan bos

        3 jam yang lalu ·
      • Dian Toto Broery* Maaf ane bukan Juri………………. Penerus lidah para kicau mania untuk perubahan lomba yg benar benar dapat dinikmati oleh semua kalangan dalam penilaiaan yg Fair Play oke oke oke

        3 jam yang lalu ·  ·  1 orang
      • Benz Wira juri bukan,blantik iya…..wkwkwkwkwwk…

        3 jam yang lalu ·
      • Dian Toto Wira* wkwkwkwkwkwk ngajak perang ki hihihihihi

        3 jam yang lalu ·
      • Dian Toto ngoceh gak ono kopine wkwkwkwkwk

        3 jam yang lalu ·
      • Benz Wira turu2 ngantuuukk…di lanjut diskusinya…!!!

        3 jam yang lalu ·
      • M Ellias AryaGigs Khariri bukan blantik Om Wira tapi peserta juga wkwkkwkwkkwkkwkwk

        3 jam yang lalu ·
      • Dian Toto mari kita menjalankan SUNAH ROSUL wkwkwkwkwk

        3 jam yang lalu ·  ·  1 orang
      • Cimenk Cemengmiming iya mas kl yg ngadain lomba njenengan jurinya pilihan coba kl jurine permintaan dr peserta ….. Mau dtg tp kl do tolak gak jd dtg .

        3 jam yang lalu ·
      • M Ellias AryaGigs Khariri ‎@Cimenk:kasus baru ya?baru denger….

        3 jam yang lalu ·
      • Dian Toto Cimenk* Terbukti di Pantura Cup II wkwkwkwkwwkwkwk

        3 jam yang lalu ·
      • Cimenk Cemengmiming padahal jauh hari udh ada persiapan pantura cup2 Ehh gara2 yg berkepentingan gak dipakai jd gak dtg… Takut niii yeeee….xixixixixiiiiii

        3 jam yang lalu ·
      • Dian Toto All* Ngatuk Berat………………………Besok dilanjut lagi diskusinya oke oke

        3 jam yang lalu ·
      • Muray Pinggiran menurut sya penilaia juri masih sama dengan penilaian gayus…siapa yg besar dia yang menang…mengapa besar selalu menang,bebas berbuat sewenang2,mengapa kecil slalu tersingkir,harus mengalah dan menyingkir..apa bedanya besar dan kecil semua itu hanya sebutan,,yg walau didalam kehidupan kenyataannya harus ada besar dan kecil….hehe iwan fals.com.

        2 jam yang lalu ·  ·  2 orang
      • Broery Golden Sf UUD mas…….. Ujung ujungnya duwit…….. marai neng moto ijo

        2 jam yang lalu ·  ·  1 orang
      • Ebonk Doank Penilaian Juri masih berpihak ke para Bos-Bos besar.

        2 jam yang lalu ·
      • M Ellias AryaGigs Khariri Kesimpulan dari semua komentar di atas …ada “MAFIA” dalam lomba kicau burung.

        2 jam yang lalu ·
      • Baihaqi Ahmad Benar g Om2 klo lomba harga tiket posisi d tengah hargany lbh mahal n hanya bs d bl orang2 tertentu…

        2 jam yang lalu ·
      • Cimenk Cemengmiming sebenarnya kl bos2 sadar insaallah ada kemajuan dlm penjurian . Tp kt pun gak ush munafik kl di lomba pasti pernah nitip nomer walaupun tanpa ada perencanaan spontanitas kita minta menunjukan nomer gantangan ama sang penilai

        2 jam yang lalu ·
      • Benz Wira gak iso turu…”benar om cimenk,di butuhkan kesadarn dari para tokoh,utk bisa lebih baik di dunia lomba burung’…

        2 jam yang lalu ·
      • Adit Untuk Rakyat sebaiknya lomba dipisah… lomba khusus yg punya duit, pedagang, sama bos-bos sendiri.. yg murni penghobi sendiri… maaf kalo salah..

        2 jam yang lalu ·  ·  1 orang
      • Adit Untuk Rakyat bisa dibikin kelasnya kan?.. kelas pedagang tiket sekian.. kelas blantik sekian.. kelas bos tiket harga sekian.. kelas hobi tiket sekian…

        2 jam yang lalu ·
      • Muray Pinggiran btul skali..sharus nya yg di basmi kecurangan bukan lah juri penilai…tp bos2 tukang suap itulah yg hrus dimusnahkan..hehehe piss ahh

        2 jam yang lalu ·
      • Muray Pinggiran bagaimana kita penghobi kelas kroco ngadain lomba kelas bos2 VIP…tp bukan burung nya yg kta gantang..tp bos2 nya itu yg kta gantang…wkwkwkwkwkwjwk…piss bos…saya minta maaf….hehe

        2 jam yang lalu ·  ·  1 orang
      • Ardi Aris untuk menjaga ksinambungan di lap. lomba “juri” hrs fair dlm menilai, bukan krn komisi or punya kolega yg dimenangin kacian yg gak kenal ama juri tp jagoannya bagus hrs dikalahkan….konon no 1 ampe 3 dah psenan, harus ada REVOLUSI jg didunia perburungan di arena lomba. salam KicauMania….

        2 jam yang lalu ·  ·  3 orang
      • Cimenk Cemengmiming kl kelas2 pemula ya gak mgkn dtg ke even gede soalnya kl lht pendaftarane udh 200ribu paling2 ke latberan ujung2nya kepingin juara dan laku mahsl . Aku dulu jg gitu kok mas . Apa lg kl dengar adaburung yg laku mahal pada cari burung yg sm hehehe….

        2 jam yang lalu ·
      • Broery Golden Sf sebaiknya EO yang mengadakan even lomba mengumumkan juga ini juri siapa dan dari mana, supaya kita tau, dan putuskan ikutan lomba apa engga…… yg paling penting adalah Pihak EO HARUS TAKUT ditinggalkan pemain apabila JURINYA Ceng-ceng Po kakean permainan…….

        2 jam yang lalu ·  ·  1 orang
      • Muray Pinggiran chimenk@ga jga mas..justru kelas2 pemula mereka punya ambisi yg besar..kalo dia yakin bhwa burungnya berkualitas kenapa engga…berapa pun biaya nya pasti akan dicari,walaupun itu dapet pinjam..rata2 smua kelas pemula itu semata2 hobi bukan ajang cari duit atau cari pamor dan lain sebagainya…maaf mas kalo salah..maklum pemula…hehe

        2 jam yang lalu ·
      • Kenny Giovanni mohon izin untuk memberikan komentar ya om-om sekalian… saya spesifik saja di kenari,saya berandai-andai,akan sangat fair apabila kontes burung di indonesia khusus nya kenari,diklasifikasikan berdasarkan jenis nya masing2,lalu menggunakan sangkar kecil seragam yang memang disesuaikan dengan ukuran si burung saja,lalu juri berada di dalam suatu ruangan yang memang memiliki standarisasi yang jelas dan kapasitas untuk menilai burung SECARA PROFESIONAL,lalu kandang2 yang berisikan burung tersebut akan dinilai satu persatu di dalam ruangan oleh para juri TANPA SEPENGETAHUAN JURI siapa pemilik dari burung tersebut.nanti nya,burung yang sudah selesai dinilai akan ditempelkan kertas yang berisikan penilaian juri yang pasti nya akan lebih fair karna nilai dari setiap burung jelas tertulis disana.kira2 sejauh ini angan2 saya seperti itu… mohon maaf kalau saya salah…

        42 menit yang lalu ·

Selamat bergabung

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain. Agar tidak tertipu, pastikan Anda membaca artikel ini (klik saja).

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.

diskusi di siniAda pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja). Navigasi Utama:

Tentang iklan-iklan ini

There are 10 comments

  1. somad

    saran lomba kicau: 70% kicau(volum dan variasi), 30% sisanya. peserta jangan terlalu banyak tiap gantangan. objektif menilai dengan bukti akurat, tidak ada titipan. hasil penjurian di pampang di depan peserta. gunakan alat ukur yang baik. seperti ukuran keras suara satuannya desibel atau apalah yang ilmiah. biar keliatan kita ini orang pinter-pinter gitu loh

  2. marza

    berusaha untuk sama
    jangan jari perbedaan……

    semoga lebih dewasa…..bapak2. om2, dan saudaraku semua….

    juri nasibmu kini……….

  3. Dedi rosadi

    ada satu hal yang harus dihilangkan oleh juri-juri sekarang masih terjadi dilapangan biar penilaian juri konsekuensinya benar-benar mutlak….. yaitu juri masih melihat burung ini punya siapa (bos besar apa bukan)

  4. chenul

    Usul nih., nomer gantangannya di undi aja om, kalo bisa sesaat sebelum burung di gantang.. Biar adil, masak selalu aja no yg tengah sudah pasti habis terpesan.. Makasih ya om., MERDEKAA..,

  5. Bambang Suryono

    Untuk menjaga fair ply, mutlak disosialisasikan aturan main dan penilaian kepada seluruh perserta (hobbies) yg mengikuti lomba. Karenanya saya setuju bila kriteria penilaian lomba digodok dan dibuatkan standarisasi sebagai acuan dasar / persyarat utama dalam lomba . Bagi kami yang paling penting adalah adanya organisasi yg independen yang berfungsi sebagai pengawas dan memiliki otoritas yang mengikat, dengan demikian bila terjadi ketimpangan atau kecurangan dalam lomba maka lembaga independen tersebut berhak memberikan penilaian/rekomendasi atas pelaksanaan lomba kepada penyelenggara. Demikian pula halnya dengan juri/penyelenggara harus memiliki kewenangan yg tergas terhadap peserta yg tidak mematuhi tatib, diskwalifikasi harus diterima dengan legowo bila terjadi kecurangan atau tidak memenuhi tatib. Mudah2an , berawal dari tata tertib dan standar penilaian yg benar serta adanya lembaga independen insyallah kedepan hobbies akan merasa lebih tersalur potensinya.
    Salam, kicaumania.

  6. Yaldi - Jambi

    Wah.. sebuah ide yg bagus ini.. Lomba/kontes/tanding dpt diartikan sbg sebuah kegiatan evaluasi/ujian/penilaian terhadap kinerja suatu subjek/objek. Nah, sama halnya dengan lomba, burung, berarti mengevaluasi kinerja/kemampuan/keunggulan seekor burung dan dibandingkan dg hasil evaluasi burung lain. Maka hasil evaluasi/penilaiana tsb adalah berupa prestsi. Untuk mengukur sebuah prestasi, maka seharusnyalah menggunakan alat ukur/parameter yg jelas dan terukur yg digunakan sbg pedoman dalam menilai prestasi seekor burung. Parameter tsb haruslah valid dan realibel dan akhirnya menjadikannya sbg parameter yg sdh distandardkan. Jk suatu lomba tdk menggunakan parameter yg sdh standard, maka bobot prestasi juara suatu burung dengan burung lain (sejenis dan tdk sejenis burung) dan di suatu daerah dg daerah lain akan berbeda karena boleh jadi dalam proses penilaian unsur subjektifitas para juri ikut bermain dan berperan. Klo kondisinya sdh seperti ini, maka saat lhasil suatu lomba akan diumumkan bukan tdk mgkn terjadi pro dan kontra dari banyak pihak terhadap hasil tsb, maupun thdp juri, pun juga panitia lomba. Sprti yg terjadi sebulan lalu di Jambi , saat juri mengumumkan pemenang lomba burung, maka spontan juri diprotes dan dimaki-maki oleh peserta….. Krn hasil lomba tdk mencerminkan kelayakan seekor burung yg dinyatakan sbg pemenang adalah pemenang. Maaf, klouraiannya terlalau panjang….

Komentar ditutup.