Berita, data juara dan galeri foto Lomba Burung Piala HB X Jogja (3)

Even memperebutkan trophy Mahkota Raja sudah beberapa kali digelar. Namun, dibandingkan even-even sebelumnya, bisa dibilang sekaranglah yang paling berbeda. Salah satu pembedanya adalah karena trophy diarak secara resmi oleh pasukan dari keraton Yogyakarta kemudian diserahkan kepada Gusti Prabukusumo mewakili Keraton. Dan selanjutnya secara simbolis diserankan kepada Mr H Bagya SH selaku ketua umum even Piala Hamengkubuwana untuk diperebutkan oleh para peserta.

Berikut ini berita selengkapnya dari event Piala HB X, seperti ditulis Agrobur Edisi Minggu III Juli 2011.

Catatan: Galeri foto bisa dilihat di artikel bagian 2 dan hasil lengkap di artikel 1 (klik saja).

Pembeda lain adalah lokasi yang biasanya di pelataran utara atau belakang kompleks candi, kali ini justru di pelataran selatan atau bagian depan Candi Prambanan sehingga keramaiannya bisa dilongok langsung dari jalan raya Jogja-Solo. Para peserta pun datang dari seluruh penjuru negeri, termasuk jauh dari Batam.
Salah satu tema atau pesan besar yang diusung memang untuk menunjukkan “Jogja Istimewa”. “Jadi lomba ini memang didisain sebagai lomba yang istimewa,” kata Mr H Bagya SH.

Begitulah, aura lomba memang terasa berbeda. Lebih nyaman, damai, dan jauh dari suasana persaingan panas. Komplain, terutama terkait dengan penilaian, memang masih ada. “Itu hal wajar. Peserta banyak semua nyaris full. Semua ingin menang. Dalam beberapa kasus, memang susah karena terkadang masing-masing punya pemahaman berbeda soal burung yang layak juara.

“Namun bagaimana pun kami mohon maaf bila terasa ada yang kurang berkenan. Yang jelas, kami berusaha untuk membuat semua peserta merasa nyaman dan puas. Tentu kita catat semua kekurangan agar tidak terulang lagi di kemudian,” imbuh Mr Bagya.

Yang jelas, kicaumania di tahun ini masih akan disuguhi gelaran akbar di Jogya, yaitu Piala Pakualam yang rencananya akan digelar di JEC pada bulan Oktober mendatang.

Walupun hanya menggunakan dua lapang, namun kualitas pertarungan tidaklah turun tensinya. Burung terbaik yang dalam kondisi siap bisa dikatakan turun semua.

Sejumlah nama jagoan lawas yang sudah terkenal kembali meraih juara. Namun ada pula nama-nama baru yang sebagian memang masih debutan.

Jagoan lawas misalnya murai batu Matador milik Drs Suprojo Ws yang akhirnya mengantarkannya meniadl juara umum SF. Ada juga anis merah Kuda Kencana milik Jimmy DS yang tampil memukau. Demikian pula dengan Bali Dancer-nya Ir Rusli.

Di kelas cendet Pariwisata, Eksekutor milik Erik lndosat juga tampil paling menonjol. Ada pun untuk Cendet Bintang diraih oleh Naruto-nya Hendy Karton. The Best milik Mr Ming Basket juga terus mengancam.

Setelah sebelumnya meraih juara di Walikota Probolinggo, di Piala HB X meraih runner up.
Demikian pula dengan cucak hijau Obama milik Elviano yang mencuri juara 1 Pariwisata. Buto Ijo milik Mr Asiong Manggis SF Semarang juga masih membuntuti di posisi ke-2.

Akan halnya Nanang PLN 279 mengaku cukup puas sebab Mahameru yang diturunkan 4 kali meraih juara 2, 7, dari 8.

Rasa gembira dan bangga terlihat di wajah Mr. Mamo dan Tegal pasaInya jagoan cucak hijua Pelet berhasil juara 3. Sebelumnya Pelet di Cirebon dan Ragunan Jakarta berhasil juara 1. Begitu juga Johan Honda dan kawan-kawan dari Surabaya juga mengaku puas jagoannya cucak ijo Lambada tampil mempesona dan berhasil masuk juara 2 kelas PBI bintang.

Di kelas cucak jenggot jagoan Putri Salju milik Wily meraih juara 1 kelas Pariwisata, sedangkan kelas bintang direbut Ratu Jagad milik Yayank dari Pangkalanbun, Kalteng.

Mr. Kodok dari Babad Lamongan walau menurunkan jago baru, sudah berhasil juara 3 dua kali melalui Pendekar Nekad. Dwi RnD yang mengandalkan cucak jenggot Fortuner milik Bismo, berhasil di urutan ke-2 kendati baru mabung dan bulu belum pulih 100 persen. Tahun lalu, Fortuner nyeri juara 1 di Piala Raja.

Bambang Honda Bojonegoro melesaat berkat kacer Hipnotis. Jagoan baru yang didapat dari Beny AP ini meraih gelar paling bergengsi di kelas kacer Raja. Di luar itu, ada nama Shinta Dewa yang masih perkasa serta Solo Berick milik Trio Kopler dari tuan rumah.

Di kelas kenari ada One Dollar milik Feri dari Pare. Runner up-nya ternyata gaco debutan milik Yoyon-Agung Guru yaitu Green Tea. Kenari lain yang menonjol adalah Power Sindrom milik Sonny Galery dari Semarang.

Wakil Demak, Mr Arif Seno melalui Bagong Semarang juga mengungkapkan kepuasannya, kendati murai batu Sniper yang langganan juara di Pantura hanya masuk urutan ke-4.

Masih menunjukkan rasa puas, Totok Polda-Tingtomng dengan Satria yang juara di Sukoharjo kini meraih posisi ke-4, sementara kacer Teroris berhasil runer up.

Jagoan lawas yang masih tampil memukau adalah campuran impor Viagra milik Ronald Owen. Penampilan Viagra masih cukup stabil dan mumpuni, kendati jarang diturunkan di lomba lantaran jarang yang membuka kelas impor. “Tapi perawatan tetap sesuai standar sejak dulu, sesuai arahan papa,” ujar Ronald, si belia yang sudah tampak fasih mengurus dan melombakan burung. (Sumber: Agrobur, MInggu III Juli 2011)

diskusi di siniAda pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja).

Navigasi Utama:

Tentang iklan-iklan ini

There are 3 comments

  1. sct sf

    Menurut saya penjurian seperti hafalan dengan nama2 burung tsb walaupun mungkin burung tersebut burung jawara, saya ada kritikan terutama dikelas kenari karena saya memang main dikenari, menurut saya kalau kenari isian dengan standar kalau sama2 nampil hrsnya yg masuk yg isian krn ada variasi lagu tapi kenapa kalau diliat yg masuk kebanyakan kenari yg sdh standaran apa itu memang pakem PBI, kalau pakemnya spt itu berarti kemunduran bagi PBI

  2. Purwanto Sawogedhe

    untuk kelas Branjangan ada ndak Om…kapan pelaksanaan piala Raja di prambanan…mohon info lengkapnya Om ya…maturnuwuun..

Komentar ditutup.