Burung cendet Madura, harga meroket dan terancam punah….

Trotolan cendet madura - mereka terancam punah

Trotolan cendet madura - mereka terancam punah

Seorang sobat dunia maya dari Madura, Om Mili Yuner Terkaya SeSumenep, mengatakan di Halaman Hobi Burung Kicauan dan Penangkaran, bahwa burung cendet liar di daerah Madura terutama Sumenep yang terkenal dengan suara kristalnya sudah punah akibat penangkapan induk secara besar-besaran sejak tahun 1999. Sampai sekarang di Sumenep hanya tinggal dua kecamatan yang ada polulasi cendetnya.

“Seharusnya PBI (Pelestari Burung Indonesia) menyikapi hal ini dan bertindak tegas. Sedangkan PBI Sumenep hanya diam saja tidak ada tindakan tegas dan hanya menikmati burung yang sudah hampir punah ini. Yang lebih menyedihkan lagi, yang ditangkap induknya bukan anakannya. Penangkapan indukan cendet liar di hutan Sumenep sudah sangat memperihatinkan, padahal kalau indukan ditangkap hanya 20 persen saja yang bisa hidup di penangkaran,” katanya.

Di halaman yang sama, Om Andhi Kemoy mengatakan sebenarnya bukan cuma PBI saja yg harus menyikapi hal ini tapi juga kita semua. Burung ditangkapi karena banyak permintaan pasar semntara kebanyakan penghobi cuma mau memelihara dan melombakannya. Hanya sebagian kecil yang punya niat baik menangkarkan buat tujuan konservasi. Beruntunglah burung-burung yang bersuara jelek, jadi cuma dicuekin dan bisa tetap bebas di alam liar.

Om Mili Yuner Terkaya SeSumenep pun mengatakan, “Betul juga. Tapi bagaimana cara agar burung yang terutama bisa dilombakan menjadi lestari? Ironisnya PBI yang berarti pelestari burung Indonesia tidak ambil tindakan, hanya menikmatinya saja. Kan malu sama namanya…!” Burung yang sudah punah di Kabupaten Sumenep, lanjutnya, antara lain prenjak, branjangan, kacer dan jalak hitam. Burung yang hampir punah cendet, perkutut dan ayam hutan (induk ayam bekisar).

Menurut Om Andhi Kemoy, sepertinya dengan adanya kelas ring sedikit membantu konservasi burung-burung lomba. Tapi sayangnya lebih banyak EO yang mikir cari untung ketimbang buka kelas ring. PBI cuma stakeholder, masyarakat penghobi burung yang lebih punya peranan penting.

Mili Yuner Terkaya SeSumenep pun menyambut baik. “Yap, betul itu, kelas ring sangat baik untuk mengantisipasi kepunahan burung. Tapi bagaimana cara mencetuskannya? Saya tidak breeding apa-apa, sebab saya tinggal di Pulau Kangean yang terpencil di tengah laut Jawa – termasuk Kabupaten Sumenep. Di sini banyak binatang yang dilindungi seperti harimau, rusa, elang kepala putih dan lainnya. Begitu juga di sini, harimau sudah tinggal beberapa ekor saja, rusa sering diburu untuk diambil daging, tanduk dan tengkoraknya. Kalau elang kepala putih alhamdulillah masih banyak walau sering diburu.

Persepsi dan kondisi pasar cendet asal Madura

Benarkah apa yang dikatakan Om Mili Yuner? Bagaimana kondisi pasar cendet (pentet, toet) saat ini dan bagaimana pula persepsi masyarakat kicaumania  terhadap cendet asal Madura?

Ya, sebagaimana ditulis Tabloid Agrobur, secara awam, cendetmania mengenal 3 kawasan penghasi cendel berkualitas, khususnya di Jatim. Rangking pertama dipegang Madura, kawasan penghasil cendet yang sudah terkenal, khususnya di ranah nasional.

Belakangan, ada kawasan lain yang iktu meramaikan bursa pasar cendet, di antaranya Banyuwangi, Jember, Lumajang, Probolinggo, Situbondo. Selanjutnya kawasan ini masuk dalam daerah Tapal Kuda Kuda. Sedangkan kawasan Iainnya antara lain, Bojonegoro, Tuban, Babat, Lamongan dan sekitarnya, masuk dalam kawasan Pantura.

Kawasan-kawasan ini kemudian kemudian menjadi pemasok cendet anakan yang tersebar ke berbagai kota di Jatim, dan beberapa kawasan lainnya di negeri ini.

Khusus cendet dari Pulau Garam, Madura, konon harga anakannya sudah melonjak drastis. Harganya bisa 3 kali lipat dari daerah-daerah lainnya. Bahkan para pemburu cendet anakan yang  mengatakan, stok cendet Madura mulai menipis. Kalau toh ada, harganya sudah kelewat rnahal “Sulit sekarang dapat pasokan langsung dari Madura, karena dari Madura sudah disortir dulu para pemain yang langsung datang ke Madura,” papar Agung, pengepul cendet asal Surabaya yang belakangan mulai kesulitan mendapat materi.

Harga anakan — masih meloloh, dari Madura sudah dibandrol Rp 150 ribu per ekor. Padahal, dari kawasan Tapal Kuda dan Pantura, masih di kisaran Rp 50 ribu per ekor. ”Kalau cendet di Madura sendiri, justru lebih mahal dibandingkan ambil dari para pengepul,” timpalnya.

Kini beberapa pasar burung Surabaya mulai diramaikan cendet asal Tapal Kuda dan Pantura. Kawasan yang mulai diramaikan cendet asal Banyuwangi, Bojonegoro dan kota di luar Madura, antara lain Pasar Burung Kalondo dan Pasar Burung Kupang.

“Kini lagi kebanjiran cendet dari Banyuwangi, tap para pembeli masih fanatik dengan cendet Madura,” ujar Syafii, pedagang cendet di Pasar Kupang, Surabaya.

Menurutnya, pembeli sudah tersugesti dengan cendet Madura. Mereka sudah meyakini kalau cendet dari Madura, materinya pasti bagus. Padahal, materi dari kawasan lain juga punya potensi.

“‘Kalau anakan sudah makan voer, harganya bisa di atas Rp 150 ribu,” ujar Saipul, pedagang burung di kawasan Sawotratap, Sidoarjo.

Kendati harganya mahal, pemain masih banyak menjatuhkan pilihan pada cendet Madura. Mereka meyakini, materi yang berasal dan Pulau Garam memiliki stabilitas performa dan fisik yang proporsional.

Demikian sobat, kondisi pasar cendet Madura sebagaimana ditulis Tabloid Agrobur Edisi Juli 2011. Oleh karena itu, pantas kiranya kalau Om Mili Yuner cukup prihatin dengan masa depan burung cendet ini.

Bagaimana menurut sobat? Siapkah mulai menangkarkan cendet? Salam prihatin, salam dari Om Kicau.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain. Agar tidak tertipu, pastikan Anda membaca artikel ini (klik saja).

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.

diskusi di siniAda pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja). Navigasi Utama:

Tentang iklan-iklan ini

There are 51 comments

  1. cax vir

    di pasar burung sumenep yg cm buka hari senin-kamis anakan cendet itu wes susah
    byk pemburu cendet yg langsung nyetor bahkan byk pemain yg langsung datang kerumah si pemburu untuk membelinya.

  2. the_bhenkSongennep

    wah sebenarnya semua cendet sama gan yang penting bisa bunyi n ga mandang asal si cendet tu berasal.kalo masalah mental tu bisa dilatih dengan cara ditaruh di medan perang kayak Afaganistan,Iran dll.. :P

  3. Said

    Kami mohon maaf kepada pencinta cendet madura diseluruh Indonesia, kami selaku pengurus PBI Cabang Sumenep telah berupaya dlm menjaga kepunahan cendet madura dialamnya, namun alhasil upaya kami selalu gagal bahkan kami sekarang ini bersama rekan2 pemain sepakat meninggikan harga anakan dg tujuan agar para pembegal burung tidak lagi menangkap indukannya yang harganya hanya 5 rb Rp, modah2an dg cara yg kami lakukan cukup efektif dalam menjaga kelestariannya krn dengan cara ditangkar cendet sangat sulit dan kami tidak pernah berhasil. Harapan kami semoga para pencinta burung berkicau memakluminya dan mari kita mersama-sama ikut menjaga kelestarian burung cendet yang ada dialamnya. (Said PBI Sumenep).

  4. cowok_tepo

    wahhhh,………. cendet madura emang top gan, tp cendet itu sm aja mau di mdr dan di kota lain sama aj,
    tp klo di madura anakan cendet itu bkn sembarang anakan cendet biasa tp yang di ambil anakannya itu uda ada bukti dari anakan yg pernah diambil ya mental tarung, speed, ataupn variasi bunyinya, mknya hrga burung madura itu meroket terus,,,
    salam

  5. rodema

    caranya mebedakan cendet jantan dan betina sudah mengerti.
    yang masih rancu membedakan cendet madura asli dengan cendet daerah lain bagaimana?

  6. Ayuz Bimas

    hoi….pd ngrebutin cendet,bendet tuh sama aja…yg penting burung…klo pingin cendet madua asli..apa harus beli di madura? kn enggak ya om..ni aq punya cendet madura,,asli madura,..tp sekarang masih ngurak..

  7. tri yono

    om saya mau tny,saya br aja beli cendet mdr (mmg sy ada di madura om) tp asli dr klaten.
    setelah sy perhatikan kok lidahnya seperti putus ya. burungnya masih muda bgt.

  8. Widhi Herdhono

    hihihihi… 3 bln yg lalu sy beli anakan pentet (bulunya msh pendek & blm bs terbang) seharga 120.000 utk 2 ekor. 2 bln berikutnya dia sdh bs bersuara sahut2an dg pentet dewasa saya.

    karena ngliat gambar diatas mirip seperti burung anakan yg saya beli, ya udah saya lepas aja dikebun depan rmh, biar ga punah. (smpe skrng msh sering sahut2n dg pentet sy).
    tanya:
    apa benar pentet itu bs ngikutin suara apa saja (krn pentet sy bs ngikutin suara anak ayam sm ayam berkokok), jadi lucu….

  9. agung

    gmn mo memperhatikan cendet yg punah lawong pengurus PBI sumenepx banyak yg berselisih paham alias banyak pengurusnya yg mengambil keuntungan di organisasinya kan repot klo kyk gt……oia 1lg ketua PBI yg baru sudah lupa akan tanggung jawabx ………..????????

  10. Rizky

    Di daerah saya (di banyuwangi) bnyk terdapat burung cendet, kemampuan ocehanya pun sangat menarik.selama ini bnyk peminatnya dri luar k0ta seperti;lumajang, bali, dan daerah lain.

    Seandainya anda siap mengepul anakan pendet saya siap bekerja sama dengan anda, anda bisa menghubungi saya di 082141083001.

  11. sinyo fitri maulana

    Setuju breding….perlu diketahui juga saya perna dapat cendet madura anakkan 4 ekor, saya pelihara n master berbagai suara burung tapi hasilnya biasa saja gak da yang istimewa, materi lagu 30% masuk…volume…70% di banding cendet yg gak juara padahal segala treat dah dilakukan…

    1. sinyo fitri maulana

      macamnya cendet madura sama dengan daerah lain..ada cendet putih, merah, hitam n cendet kebo yg besar..tidak mesti blangkon…

  12. Din

    Ya benar Om,memang prihatin dgn punahnya burung dialam bebas itu,spt ditmpt saya dibandung anis merah itu dulu banyak tp sekarang sudah punah.

  13. joni

    sehrusnya yang namanya burung kita ptut lestarikan ya,bukan hanya di buru untuk kepentingan pribadi.ksian anak cucu kita nanti cuman bisa menik mti gambr cntik nya saja dan tidak pernh tau bagai mana merdunya kicau2 burung tersebut.tram

  14. agus

    Wah wah, sungguh memprihatinkan ya….!!! Kebetulan ane dari bojonegoro nieh…tar kalu mudik mau nyari indukan yg siplah untuk di brending…!!!

  15. Mr. TO

    Mohon maaf kalau ada salah kata, dari pengalaman saya pentet yang bagus bukan hanya dari madura jadi kenapa harus berburu pentet dari madura saja?
    saya pemain pemula yang juga pernah beberapa kali mengorbitkan cendet juara bahkan sampai dengan lomba tingkat nasional dan itu saya dapatkan bahannya dari daerah jombang, madiun, ponorogo, kediri, ngawi dan sekitarnya,Pada dasarnya cendet dari daerah jawa timur memang punya kualitas bahan yang lebih bagus dari daerah lain karena kondisi alamnya tetapi bukan hanya pentet dari madura saja yang bagus karena pada dasarnya pentet dari beberapa daerah di jawa timur rata-rata punya kelebihan pada volume, daya tarung, variasi lagu dan speed yang bagus dalam cara membawa lagu.
    Jadi sebagai referensi kepada teman-teman sesama penghobi burung pentet,
    pentet dari beberapa daerah jawa timur yang lain juga bagus dan bisa bersaing dengan pentet madura dan itu sudah terbukti dalam banyak lomba kalau juara pentet bukan selalu pentet dari madura.
    Dengan bahan referensi ini mudah-mudahan bisa sebagai alternatif agar pentet madura juga punya kesempatan untuk berkembang di alamnya dan tidak sampai punah.
    mohon maaf pada para senior apabila ada salah kata.

    1. Bedjo Poenya Nita

      Setuju sama om… saya ada 2 ekor cendet… umur 2 tahunan… yg satu asli dr madura dpt dr teman di sumenep,yg satu dpt dr jombang,daerah kabuh… setelah dewasa malah yg asal jombang yg sering moncer… ciri2 fisiknya sama persis… perawatan dr piyik juga sama… malah speed dan roll nya bagusan asal jombang….
      Setahu saya, jenis cendet ada yg bulu tipis habitat di dataran rendah, dan cendet bulu tebal..biasanya ngga ada blangkon ny,habitat di pegunungan…

  16. habib

    knapa ya om, belum ada yg tergerak buat di breding,, burung nya da mulai langka,, ayo buruan yg punya cedet madura… jgn tunggu sampai punah….

    1. endar

      nanya ciri2 cendet mdr biar buat referensi hunting gacoan om? hehehe, sama ane juga masih bingung cendet mdr atau cendet lainnya, yg ane tau cuma cendet full blangkon sama non full blangkon… tp menurut beberapa info pemain cendet kawakan cendet Banyuwangi juga menjadi incaran krn memiliki kualitas yg nyaris sempurna dengan cendet pulau garam.

Komentar ditutup.