Trend burung ciblek (5): Harga menanjak di Sukahaji

Harga burung prenjak ciblek yang bertubuh mungil dan biasa digunakan untuk pemasteran jenis burung kecil lain ini di Pasar Burung Sukahaji Bandung kini melonjak tajam. Harga burung bakalan yang biasanya Rp 10.000/ekor, kini bisa menembus Rp 20.000/ekor sampai Rp 25.000/ekor.

Bahkan yang sudah makan voer para pedagang menjualnya dengan kisaran harga Rp 40.000/ekor sampai Rp 50.000/ekor. Jika burung sudah jadi alias gacor, harga prenjak kisaran Rp 100.000 sampai Rp 300.000/ekor.

Menurut Edi Djunaedi, pedagang burung di pasar tersebut, burung prenjak/ciblek memang saat ini banyak dicari. Oleh karena itu harganya naik dua kali lipat. “Sebulan yang lalu, ciblek mulai melejit dan hargnya mulai merangkak naik. Bahkan para penggemar burung yang suka kelapang pun banyak yang mencarinya,” kata Edi.

Jaga sifat jinak ciblek agar mental tarung terjaga

Jaga sifat jinak ciblek agar mental tarung terjaga

Dalam sebulan terakhir ini, dalam sehari prenjak bisa terjual 5 sampai 8 ekor, bahkan pernah dalam seminggu bisa menjual 20 ekor. Meski permintaan atas burung ini meningkat tajam, stok disebutnya cukup.

“Bagi para penggemar burung ocehan tak usah takut tidak kebagian, stoknya cukup banyak di kios-kios burung ,“ ungkap Edi.

Hal Senada diungkapkan Dedi. Menurut pedang burung yang mangkal di dekat area parkir, kini prenjak mulai naik daun. Kalau biasanya dia hanya bisa menjual 2 sampai 3 ekor dalam sehari, kini bisa mencapai 5 sampai 8 ekor. Apalagi pada hari libur atau Minggu, dia bisa menjual 10 sampai 15 ekor/hari.

“Semoga saja prenjak ciblek ada komunitasnya seperti pleci. Jadi, bila sudah ada komunitasnya, maka harga jualnya pun bakal meledak dan para pedagang bakal ketiban untung lebih banyak,” ujar Dedi berharap. (Habis)
Tulisan terkait dan catatan penting dari saya (Om Kicau):

Catatan Om Kicau:

Artikel ini adalah serangkaian artikel dalam laporan utama di Tabloid Agrobis Burung Edisi terakhir (Edisi Minggu II April 2012).

Hanya saja, menurut saya, ada ketidakkonsistenan dalam pengistilahan burung prenjak dan/atau burung ciblek. Dalam laporan yang ditulis reporter di wilayah Jateng-DIY, Kaltim dan Bandung, mereka membedakan antara apa yang disebut ciblek dan prenjak. Sedangkan reporter wilayah Jatim dan Bali, menuliskan istilah prenjak sebagai sebutan untuk burung ciblek yang dimaksud/dikenal di Jateng/DIY dan blog barat termasuk Jakarta.

Dengan demikian, tulisan yang bersumber dari Agrobis Burung tersebut sudah saya ubah agar terjadi konsistensi isi/makna dari artikel pertama sampai terakhir.

Salam.

diskusi di siniAda pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja).

Navigasi Utama:

Tentang iklan-iklan ini

There are 10 comments

  1. Proyek

    Maaf om,tpi skrang populasi ciblek&prenjak smakiiin menuruun,
    sya sering mlihat para pemikat Burung prenjak smpai lebih dari 20 ekor ,HAMPIR tiap bulan lagi,

  2. koruchan

    dulu., saya tak begitu hobi burung..
    tapi stlah ciblek dan prenjak bnyak d pasaran
    Saya jadi hobi bget..
    burung prenjak sangat praktis dengan
    sangkar yang mungil..memiliki nilai seni tersendiri..

  3. upitshop

    ane punya nih drmh ciblek ngbrend banget , ciblek ane kmren dapet juara 1 meskpun kontes kecil kecilan , ane lagi persiapin ciblek buat presiden cup nih

  4. Randi

    SETUJU OM……. DULU SY DI KASIH JG NGGAK MAU, NGAPAIN CAPEK2 NGURUSIN LA WONG DI PERKARANGA RMH JG BANYAK, LAH SEKARANG MAU DENER SUARANYA AJA HARUS BAYAR 300RB, BLM BIAYA PAKANYA LG, BURUANTUH PARAH PENANGKAR DI SURUH NANGKARIN, JANGAN SAMPE NGAK KEBAGIAN LAGI….., MAAF YA OM KLO OMONGANQ NGLANTUR

  5. Don

    Maaf om sebelumnya. Saya kok malah kuatir dengan kelestarian dua burung ini,karena di alam liar semakin menghilang bahkan di kampung saya kalau ada ciblek,hampir pasti itu burung lepas dari kandang.. Sekali lagi mohon maaf jika komen saya kurang berkenan.

Komentar ditutup.