Burung blackthroat Luscinia obscura, tentu nama asing bagi kita penggemar burung di Indonesia. Burung ini berbeda sekali dengan Serinus atrogularis yang selama ini kita sebut blackthroat, atau BT begitu saja. Beda, baik asalnya maupun identifikasi fisiknya.
Dalam diskusi/komentar artikel berjudul “Blackthroat impor segera datang, harga sudah menantang“ ada yang salah mengerti dengan menyebutkan blackthroat serinus atrogularis hanya ada di Cina. Padahal serinus atrogularis adalah burung Afrika dengan penyebaran mulai dari Uganda dan Kongo di utara, melebar ke selatan sampai Afrika Selatan.
Kalau ada yang menyebutkan bahwa blackthroat hanya ada di Cina, maka yang dimaksud pastilah burung blackthroat Luscinia obscura.
Burung blackthroat Luscinia obscura memang hanya berkembang biak secara sangat terbatas di pegunungan barat-daya Cina. Ada yang mencatat burung ini terlihat beberapa ekor di Sichuan, Gansu dan Shaanxi, serta ada catatan yang tidak didokumentasikan dengan baik yang menyebutkan burung ini ada juga di Yunnan (Cina selatan) dan Thailand utara.
Burung blackthroat Luscinia obscura termasuk spesies yang kurang dikenal dan keberadaannya diklasifikasikan sebagai rentan karena terjadi penurunan populasi katena kerusakan hutan di habitatnya akibat perubahan iklim serta hilangnya sebagian habitat mereka akibat musim dingin. Demikian catatan BirdLife Internasional sebagaimana diungkapkan Wei Qian dan He Yi ketika menuliskan laporan yang berjudul “Little-Known Asian Bird, First images in the wild of Blackthroat Luscinia obscura, Asia’s most enigmatic robin”.
Sejak dideskripsikan pada tahun 1891, hanya ada sembilan burung yang tercatat pernah terlihat. Yakni masing-masing seekor di Ganshu dan Shaanxi, dua di Yunnan, diduga muncul selama migrasi, dan empat ekor di Sichuan, dan terakhir terlihat seekor berjenis kelamin jantan dan betina yang kemungkinan berasal dari Cagar Alam Baihe, Sichuan, pada 3 Juni 2007.
Selain itu, ada yang catatan burung ini ada dipelihara orang di Chengdu, yang diduga dibeli di pasar burung Chengdu. Sementara semua catatan kemunculan burung ini di Thailand diduga berkaitan dengan bagian dari migrasi burung ini selama berlangsung musim dingin di utara.
Hasil pengamatan
Dalam laporan Wei Qian dan He Yi disebutkan, pada pagi hari 2 Mei 2011, mereka mengunjungi Sichuan University untuk mengamati dan memotret migrasi burung di semak-semak sudut tenggara kampus. Mereka melihat ada burung blackthroat Luscinia obscura tiba-tiba terbang ke semak-semak, yang kemudian secara cepat bisa mereka temukan dan diidentifikasi blackthroat Luscinia obscura jantan.
Mereka terus mengamatinya dan kemudian mendapatkan apa yang mereka yakini sebagai gambar pertama spesies burung ini di alam liar (Gambar 1 dan 2).

Penampakan lain burung blackthroat Luscinia obscura jantan di lingkungan kampus Sichuan University – Cina
Burung itu memiliki kepala berwarna timah hitam-biru, melingkar sampai tengkuk sedikit berkilau; warna di pantat hanourmirip tapi lebih pucat. Sementara mulai dagu, bawah paruh hingga dada berwarna hitam; perut putih; panggul abu-abu berkilau; sayap hitam-coklat; bulu sayap bagian atas hitam kecuali sepertiga bagian dari bulu ketiga dan bulu keempat yang berwarna putih; bagian sayap bawah putih- kotor dan ada warna seperti warna karat; tagihan hitam, iris gelap, cincin mata abu-abu gelap, dan kaki abu-abu terang.
Wei Qian dan He Yi menduga burung ini jantan dan baru berusia muda, berbeda dengan burung jantan dewasa yang diambil gambarnya di Pasar Chengdu di mana ada sedikit warna putih di pangkal ekor dan terdapat juga beberapa perbedaan lain di sekitar pipi.
Burung ini bergerak dari semak-semak ke pepohonan dan sebalinya, serta sering terlihat mengambil makan di lapisan bawah semak, dan melompat ke tanah untuk mengambil serangga, membalik daun busuk dan mencari serangga di bawahnya.
Kalau Wei Qian dan He Yi menulis judul “Blackthroat Luscinia obscura, burung robin Asia paling misterius”, tentu yang mereka maksud adalah bahwa keberadaan burung ini belum banyak diketahui dan didokumentasikan.
Demikian sobat sekilas info tentang keberadaan burung blackthroat Luscinia obscura.
Sumber: BirdingASIA 15 (2011): 17–19
- Daftar agen produk Om Kicau.
- Kirimkan artikel, foto, cerita dan berita Anda untuk pembaca omkicau.com
- Cara mencari artikel suara burung di blog ini dan cara downloadnya
- Cara gampang menemukan artikel burung dan gambar burung
- Ragam penyakit burung
- Penyebab burung “membisu”
- Rahasia Burung Jawara
Atau cek 10 Artikel terbaru dari OmKicau.Com:
- Tampil perdana, murai batu AS berjaya di Wali Kota Cup Jakarta Utara
- Perawatan dan penangkaran strawberry finch
- Agenda lomba burung – Minggu 26 Mei 2013
- Perawatan cendet all in one ala Om Budihardjo
- Detonator dan Deep Collector cemerlang di TKKM Cup
- Halim Cup: CI Gajayana tak ada lawan
- Mungkinkah burung emprit bercita rasa kenari?
- Suara merbah kepala botak untuk masteran
- Rekor Indonesia: Conan – murai batu unyu-unyu dimahar Rp 50 juta
- Mengatasi kacer yang ngetem selama lomba
Navigasi Utama:
ARTIKEL TERKAIT:




