Mendengar langsung suara Natalia si murai batu ekor hitam di Kampung Sewu

Meski beberapa artikel tentang murai batu ekor hitam – Natalia – sudah ada di blog ini, kurang puas juga rasanya kalau saya tidak melihat langsung bagaimana kondisi sang jawara pertama murai batu kelas Maharaja Lomba Burung Piala Raja 2012 itu dalam kesehariannya.

Setelah malam sebelumnya janjian dengan Om Wawan, yang selama ini dipercaya memegang kendali rawatan Natalia oleh Om Gunawan Solo, siang hari Selasa 10 Juli 2012, saya pun meluncur ke Solo timur, di sekitar Warung Pelem Solo, tepatnya di Kampung Sewu.

Di rumah itu hanya ada burung murai batu seekor, ya Natalia saja. Lainnya, berjumlah puluhan– hanya burung lovebird dan beberapa kenari. Ada beberapa ekor burung lovebird khusus untuk mendampingi Natalia, dan beberapa lainnya sekalian ditangkarkan di sangkar besi. Inilah foto Natalia dalam kesehariannya:

Keseharian murai batu ekor hitam - Natalia

Keseharian murai batu ekor hitam – Natalia

Tidak seperti kalau di lapangan, Natalia saat di rumah lebih banyak ngeban-ngeban (suara besar berulang) meski sesekali diselingi dengan jeritan-jeritan panjang.

Namun begitu Om Wawan mengambil murai batu untuk sparring partner di rumah yang lain, Natalia langsung melengking panjang begitu murai batu sparring partner mengeluarkan suara dalam jarak yang masih jauh dan terhalang tembok lagi.

Saat itu Om Wawan membawa dua ekor murai batu, yakni Lonceng dan Macan Kumbang. Kedua-duanya adalah murai batu ekor hitam, atau black pearl shama atau ada juga yang menyebut black tail shama yang secara umum (meski salah kaprah) disebut murai batu nias. Kesemua burung murai batu ekor hitam itu adalah tiga dari 14 murai batu ekor hitam koleksi Om Gunawan.

Ekor full hitam

Beda antara Lonceng dan Macan Kumbang dengan Natalia adalah kalau dua murai batu yang saya sebut awal tersebut masih ada garis tipis warna putih di ujung ekor, sedangkan Natalia ekornya full hitam dan juga tidak termasuk ekor panjang. Ekor Natalia terkesan panjang karena kalau sedang ngeplai memang semua bulu seperti bergetar dan ekornya pun terguncang-guncang.

Dari dua sparring partner yang saat itu diajukan untuk menemani Natalia bernyanyi, Macan Kumbang termasuk panjang-panjang tembakannya, juga volumenya keras. Kalau Natalia dibeli Om Gun seharga Rp. 7,5 juta dari kicaumania Sragen, maka Macan Kumbang dibeli dari Om Edi Ilufa Tulungagung.

Macan kumbang - ada strip warna putih di ujung bulu-bulu ekor

Murai batu koleksi lain Om Gunawan – Macan Kumbang – ada strip warna putih di ujung bulu-bulu ekor

Murai batu Natalia -- ekor full hitam

Murai batu Natalia — ekor full hitam

Video Natalia

Tujuan saya ke tempat Om Gunawan memang untuk bertemu Om Wawan untuk sedikit merekam gaya tarung dan suara nyanyian Natalia. Namun ketika artikel ini saya tulis, saya belum sempat mengkompres dan mengolahnya untuk saya tampilkan karena saat saya pulang sudah ada tamu menunggu di rumah. Akhirnya ya hanya sempat menulis artikel ini dulu dan videonya akan saya susulkan belakangan.

Mitos tinggal mitos

Dari acara main saya ke rumah Om Gunawan, sesuai dengan penjelasan dari Om Wawan ataupun kenyataan di lapangan, maka ada beberapa mitos tentang murai batu dan perawatannya yang saat ini seharunya tinggal mitos.

Mitos itu antara lain adalah:

Om Wawan-

Om Wawan

1. Murai batu ekor hitam atau biasa disebut murai batu nias, tidak bakal mengungguli jenis murai batu Sumatera lainnya dalam hal performa dan mentalnya. Penampilan Natalia mulai dari Latpres di Karanganyar, Solo, lomba nasional di Cirebon dan Semarang (KM Cup dan Prabowo Subianto Cup) disusul dengan menjadi jawara satu di kelas paling bergengsi Piala Raja (kelas Maharaja), mematahkan mitos atau citra negatif murai batu nias.

2. Murai batu jawara mesti diumbar agar nafas kuat. Ini adalah mitos lama yang sudah beberapa kali saya sanggah. Buktinya ya Natalia itu. Dia tidak kenal namanya umbaran. Faktanya memang, melatih burung adalah dengan melatihnya bernyani, bukan melatih burung untuk bertinju hehehe…

3. Murai batu perlu dijemur lama agar kuat nafasnya. Nah ini juga mitos. Ini tidak berlaku untuk Natalia. Sebab, Natalia dalam kesehariannya hanya jemur paling lama 1 jam. Meski hanya dijemur sebentar seperti itu, Natalia sudah ngos-ngosan. Tetapi faktanya, dia bisa tarik nafas panjang dan meledak-ledak kalau di arena lomba. Ya, kalau penjemuran memang menambah nafas panjang, ya mana ada penyanyi berjemur lama-lama agar otot-otot tenggorokan kuat dan pita suara berperforma normal.

4. Murai batu yang bagus tidak ngeban-ngeban. Nah ini mitos juga. Buktinya, Natalia juga banyak bersuara ngeban saat di rumah.

5. Setelan pakan dan ekstra fooding burung berbeda antara harian dan untuk lomba. Mitos ini patah oleh kenyataan bahwa Natalia tidak pernah diberi setelan pakan yang aneh-aneh dan berbeda antara harian dan persiapan lomba. Ada setelan khusus, tetapi sederhana, yakni diberi tambahan kelabang seekor ketika mau berangkat lomba dan beberapa ekor ulat hongkong ketika siap diturunkan.

6. Murai batu dengan ekor membuka, nggunting, adalah jelek. Ya ini juga mitos belaka. Lihat itu Natalia atau juga siapa pernah mendengar nama Dahlia, mereka adalah murai batu dengan ekor membuka alias nggunting, yang disebut seperti itu karena bentuk ekor jadi seperti gunting sedang membuka.

Lihat foto Natalia ini dan perhatikan ekornya:

Ekor murai batu Natalia cenderung membuka alias nggunting

Ekor murai batu Natalia cenderung membuka alias nggunting

Dalam kaitan dengan burung murai batu yang suka ngeban-ngeban kalau di rumah, maka kalau Anda murai batu mania dengan orientasi lomba, maka tidak perlu risau jika Anda punya murai batu dengan karakter seperti itu.

Lain masalahnya kalau Anda murai batu mania dengan orientasi kesenangan di rumahan, maka Anda memang perlu mencari murai batu yang selalu memperdengarkan lagu yang variatif di rumah. Sebab, suara ngeban-ngeban burung murai batu memang sering menjengkelkan.

Perlu juga saya tandaskan bahwa seperti yang nanti bisa Anda saksikan videonya, maka burung murai batu yang diadu dengan banyak burung akan menampilkan performa berbeda dengan jika diadu hanya dengan satu-dua burung.

Natalia misalnya, kurang ngotot dan kurang mengeluarkan variasi suara yang panjang-panjang sebagaimana saat tampil di arena lomba ketika diadu hanya dengan dua burung. Meski demikian, Anda akan tetap bisa menyaksikan karakter geraknya yang cenderung “ganas” dengan tarikan leher yang panjang di videonya nanti.

Mohon ditunggu ya, nggak akan lama kok.

Update: Video silakan dilihat di sini.

Salam Natalia, salam sukses dari Om Kicau Solo.
Artikel-artikel lain tentang Natalia, perawatan dan gelar jawaranya:

  1. Sabet juara 1, Natalia si murai batu ekor hitam tampil lebih bertenaga di Prabowo Cup
  2. Sebelum lomba, murai batu Natalia perlu dirangsang aneka suara..
  3. Murai batu Natalia undang decak kagum di KM Cup VI
  4. Pernah ditawar 300 juta, Natalia si murai batu nias disiapkan untuk KM Cup VI
  5. Jayakarta tak terbendung di Piala Raja 2012, Natalia undang decak kagum

.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain. Agar tidak tertipu, pastikan Anda membaca artikel ini (klik saja).

Cari cepat artikel di omkicau.com, silakan ketikkan kata kunci pada kolom pencarian di sini.

Cek artikel-artikel penting yang kami rekomendasikan:

Navigasi Utama:

Find us on Google+

About these ads

12 pemikiran pada “Mendengar langsung suara Natalia si murai batu ekor hitam di Kampung Sewu

  1. Trimakasih banyak om untuk artikel n videonya,ini yg sy tunggu2 dr dl………,n d tunggu jg untuk video2 burung jawara lainnya om…………..

  2. keseharian natalia mengingatkan sya dgn kacer pemikat milik teman sy, wlaupun d rumah suka bgong tp aneh y d hutan klw ketemu musuh gak pernah timbul bgong, kacer in kseharian y tdk pernah d beri EF cm voer ayam.

  3. maaf ni om bertentangan dikit.
    di mitos di sebutkan bahwa “Natalia tidak menmbah exktra fooding/enaikan porsinya” tapi di halaman ini http://omkicau.com/2012/06/05/sebelum-lomba-murai-batu-natalia-perlu-dirangsang-aneka-suara/ natalia diberi tambahan jangkrik dari porsi hariannya yaitu 15ekor harian 20 ekor persiapan lomba?

    Proses penjemuran 1 jam? tapi di halaman diatas dijelaskan sekitar 2 jam?
    jadi yang mana yang benar?
    maaf om kalo terlalu ekspose :)
    ini supaya tidk ada ke simpang siuran informasi.
    thankyou..

Om dan Tante, tanya masalah burung? Gunakan Halaman Curhat. Mohon maaf karena keterbatasan waktu dan ilmu jika banyak pertanyaan yang tidak/belum terjawab. Terima kasih.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s