Cara sukses ala Yogi SF Samarinda
Berbicara tentang lifetime prestasi gacoan di lomba memang tidak ada pakemnya. Mengingat prestasi gacoan sangat berbeda-beda, seperti halnya di Kaltim ada beberapa gacoan yang usianya sudah tergolong uzur tapi penampilannya tetap stabil.
Sebut saja misalnya kacer Jamrud, Formalin, Cupang dan lainnya , ada murai borneo Kaisar, cucak hijau King, cendet Iblis yang saat ini masih bisa bercokol dalam klasemen kejuaraan. Padahal masa kejayaannya sudah lewat sekitar 5 tahun yang lalu.
“Umur tidak bisa jadi patokan lifetime gacoan. Terkadang sifat gacoan yang sudah matang 3 tahun moncer, 1 tahun menurun dan tahun berikutnya bisa bangkit lagi seperti itu terkadang siklus gacoan yang sudah matang usianya,” kata Yogi SF Samarinda.
Dari siklus di atas hampir rata-rata pemain mentake-over gacoan masih melihat prestasi masa alu, padahal harga juga ikut melambung karenanya.
“Kalau gacoan yang sudah matang bisa langsung dimainkan di lomba besar sekalipun, tapi tak jarang juga burung masih muda bisa mencuri nomer walau belum bisa stabil kinerjanya karena minimnya jam terbang juga mental tanding,” jelas Irin perawat Yogi SF.
Untuk menyikapi kondisi seperti itu dalam hal memantau gacoan selain lihat prestasi sebelumnya yang paling diutamakan adalah feeling yang tepat serta dasar pengetahuan tentang burung sehingga umur tidak jadi masalah.
Ukuran life time sendiri seperti burung kecil kenari dan lainnya top performancenya sekitar 2 tahun kerja, sedangkan burung besar macam kacer, cucak hijau, murai, cendet bisa sampai 5 tahunan masa kejayaan.
Sub-sub artikel lain:
Bedakan usia muda, matang atau tua
Kelemahan membeli burung berdasar track-record
Tips membeli murai batu Bonny N
Kembali ke ARTIKEL AWAL
- Daftar agen produk Om Kicau.
- Kirimkan artikel, foto, cerita dan berita Anda untuk pembaca omkicau.com
- Cara mencari artikel suara burung di blog ini dan cara downloadnya
- Cara gampang menemukan artikel burung dan gambar burung
- Ragam penyakit burung
- Penyebab burung “membisu”
- Rahasia Burung Jawara
Atau cek 10 Artikel terbaru dari OmKicau.Com:
- Detonator dan Deep Collector cemerlang di TKKM Cup
- Halim Cup: CI Gajayana tak ada lawan
- Mungkinkah burung emprit bercita rasa kenari?
- Suara merbah kepala botak untuk masteran
- Rekor Indonesia: Conan – murai batu unyu-unyu dimahar Rp 50 juta
- Mengatasi kacer yang ngetem selama lomba
- Fenomena cucak hijau (2): Pemula pun bisa juara
- Fenomena cucak hijau (1): Popularitas, level lomba, dan harga meningkat
- Beberapa faktor penentu branjangan mau bunyi
- Kompilasi suara murai air, cililin, burung gereja tarung, dan kenari untuk masteran MB dan kacer
Navigasi Utama:
ARTIKEL TERKAIT:



Siiiiiip ajiiiip
Sya jga ikut dukung cara perawatan mr.eko cikande,,( bkan mslh tetangga ya om ) memang kenyataannya gacoan yg di rmh dia emang sdh berumur lumayan tua,,tpi dri segi utk erawatan yg setiap hri sya melihat memang bagus dan kualitas pakan terjamin,bkn tidak mungkin sprti krakatau,fambregas,edane,dll msih bsa di andalkan,tpi AK si “arjuna” itu kmna y,,smpai skrg ini mr.eko gk mau ksih tau,,gra2 dlu di prambanan tidak maksimal,hnya sekilas kabar kalo arjuna wktu itu sbnrnya lapar hingga dia mletik saat gantang,,,,
saya garis bawahi om “maklum ini masuk burung kecil” apakah burung kecil semua usia prestasinya pendek. bagaimana dengan pleci yang sedang naik daun…???