Seiring dengan dinamika komunitas ocehan Indonesia, di Kota Santri – Gresik – telah berdiri tempat latihan baru yang cukup mewah dan komplit dengan segala fasilitas umum, tempat ibadah dan lahan parkirnya pun luas.
Lokasi persisnya ada di Jalan KH Safi’i, sebelah makam Dahanrejo Desa Suci, atau sekitar satu kilometer dari embong Bunder jurusan Lamongan.
Dibangtun di lahan seluas 6000 meter persegi, tempat latihan dengan skala nasional berjumlah 64 gantangan telah dibangun untuk perkembangan perburungan di Gresik dan sekìtarnya agar lebih tertata dan lebih bergairah. Semua fasilitas itu ada atas gagasan Abah Tohir – ayanda Haji Said – yang dipercaya untuk mengelola gantangan baru ini.
Dengan pertimbangan matang, Grand Opening digelar 9 September 2012 lalu. Meski terkesan mendesak, animo kicaumania untuk melawat ke gantangan baru ini cukup besar. Dari berbagai kota sekitar kota Gresik, seperti Lamongan. Surabaya, Malang, bahkan Madiun pun hadir di gelaran perdana.
Hal ini lantaran kemasan yang disuguhkan betul-betul mewah. Apalagi hadiahnya tanpa potongan. Berapa pun pesertanya, hadiah tetap dikeluarkan telah memancing para pemburu lomba tidak mau ketinggalan datam momen ini. “Hadiah tanpa potongan atas permintaan Abah. Kami sebagai putranya hanya menjalankan tugas saja,” ujar H. Said.
Sebenarnya lanjut H. Said, gelaran perdana ini sabagai ajang promosi agar para kicaumania di sekitar Gresik maupun luar kota tahu kalau di Gresik ada gantangan baru yang layak dijadikan sebagai tempat perhelatan kontes ocehan baik skala regional maupun nasional. “Orientasinya gelaran ini murni bukan profit akan tetapi memperkenalkan kepada kalangan kicaumania di jagad ini,” tambah H. Said.
Jelasnya, di even perdana ini dipasang dua kelas yang hanya membedakan harga tiketnya, di antaranya kelas Gagak Sakti dengan harga tiket rata-rata 50 ribu. Juara pertama diganjar 800 ribu berapa pun pesertanya hadiah tatap dikeluarkan.
Diprakarsai hobis karapan sapi papan atas
Sosok H. Tohir yang lebih dikenal sebagai pengusaha sukses dan penghobi sejati kerapan sapi yang cukup populer di eranya puluhan silam itu, ingin menularkan pengalaman hobinya ke putra-putranya meski bukan hobi yang pernah dia lakoni, yakni hobi kerapan sapi.
Salah satu putranya, H. Said, yang kali ini didorong untuk hobi ocehan dan dibangunkan tempat latihan dengan investasi menelan ratusan juta itu. “Kami ingin salah satu putra kami hobi di burung ocehan karena saya sendiri akan meneruskan hobi lama di burung perkutut,” ujar abah Tohir.
Bahkan kali ini dalam rangka mendukung hobi itu, dia membangun gantangan perkutut 9 blok permanen. Hebohnya lagi, di sekitar gantangan perkutut ada bangunan kolam pancing lengkap dengan tempat parkirnya pula. “Misi kami ingin membangun semua ini agar putra-putra kami mencintai hobi yang selama ini diinginkan mereka, kami sebagai orang tua hanya ingin mewujudkan impian mereka,” tutur abah.
“Yang jelas untuk hobi ocehan,” lanjut Abah, “saya serahkan kepada putra saya H.Said dan soal kolam pancing nanti saya serahkan pada H. Anam (adik H. Said).” (Agrobis Burung)
- Daftar agen produk Om Kicau.
- Kirimkan artikel, foto, cerita dan berita Anda untuk pembaca omkicau.com
- Cara mencari artikel suara burung di blog ini dan cara downloadnya
- Cara gampang menemukan artikel burung dan gambar burung
- Ragam penyakit burung
- Penyebab burung “membisu”
- Rahasia Burung Jawara
Atau cek 10 Artikel terbaru dari OmKicau.Com:
- Merawat dan menangkar burung betet
- Gaya unik kenari Golden Boy milik Om Iyes
- Merawat burung gereja untuk masteran
- Merawat & menjinakkan jalak suren kalimantan
- Video pertarungan CI mini dan CI polos
- Cara unik menghasilkan suara masteran burung ala Jajak Bird Farm
- Cara unik menghasilkan suara masteran burung ala Pawang BC Lhokseumawe
- Memelihara burung kutilang dan menghilangkan suara aslinya
- JP Enterprise Depok: Kawah candradimuka untuk burung besutan baru
- Unika Soegijapranata Semarang gelar Tweet Birds Competition, 16 Juni 2013
Navigasi Utama:
ARTIKEL TERKAIT:



UNTUK PANITIA PENYELENGGARA LOMBA DI GRESIK KHUSUSNYA PANITIA GAGAK SAKTI HARAP JURI BAPAK ARIFIN DAN BAPAK ERWIN JANGAN DIPAKAI..
luar biasa Pak H. Tohir