About these ads

Akankah PBI Pusat ijinkan Pak De Karwo Cup II buka kelas pleci?

Menyusul sukses gelaran lomba burung Pak De Karwo Cup I tahun lalu, PBI Surabaya saat ini sudah memastikan akan menggelar lomba burung Pak De Karwo Cup II pada 11 November 2012. Lomba dengan hadiah besar ini akan digelar di Lapangan Parkir Universitas Surabaya (Ubaya).

Pak De Karwo Cup 2011

Lomba Burung Pak De Karwo Cup I 2011

Kemasan lomba dan kelas burung yang dilombakan barangkali tidak berbeda jauh dengan lomba tahun lalu (Pak De Karwo Cup I). Hanya saja saat ini PBI Surabaya sedang melakukan negosiasi atau “minta restu” PBI Pusat untuk membuka kelas di luar ketentuan PBI selama ini. Jika ijin turun, maka akan ada kelas eksibisi untuk jenis burung yang memasyarakat belakangan ini. “Untuk kelas eksibisi kita masih menunggu restu PBI pusat,” tambah sang Ketua PBI Surabaya.

Seperti diketahui, saat ini ada jenis burung yang sangat favorit dilombakan, yakni pleci, tetapi jenis burung ini tidak dilombakan di lomba burung yang digelar oleh PBI. Burung lain yang tidak dibuka kelasnya oleh PBI juga sejumlah jenis burung non-ring seperti cucakrowo dan anis kembang, juga kelas beberapa jenis burung yang terancam punah atau dilindungi seperti branjangan dan kolibri.

Permintaan PBI Surabaya untuk menggelar kelas eksibisi ini diduga adalah permintaan untuk menggelar kelas pleci yang saat ini memang sedang populer. Akankah PBI Pusat memberikan ijin kepada Panitia Pak De Karwo Cup II membuka kelas pleci misalnya? Kita tunggu saja.

Dengan demikian pada dasarnya kemasan Pak De Karwo Cup II tidak berbeda dengan lomba yang sama tahun lalu. Kalaupun ada perubahan lebih banyak di luar arena dan penataan tempat kepanitian, hal itu agar pelayanan terhadap peserta lebih cepat, seperti tempat pembelian tiket dan tempat juri.

“Yang pasti panitia akan memperbaiki kekurangan lomba tahun lalu, termasuk pemesanan tiket, harus dibarengi transfer, lalu waktu pengambilan tiket Sabtu sore akan dilakukan tepat waktu. Mereka yang pesan tetapi tidak melakukan transfer diangap tidak melakukan pemesanan,” ujar Nggak, ketua panitia.

Ketegasan soal pemesanan tiket ini didukung oleh semua panitia, sebagai hasil masukan banyak pemain yang tahun lalu tidak mendapatkan tiket. Di lomba Pak De Karwo Cup I sangat banyak peserta dari luar kota yang gambling membeli tiket di lapangan, dan nyatanya mereka banyak yang tidak mendapatkan, tapi di tangan panitia banyak tiket tersisa yang belum diambil pemesannya.

“Kita ingin melayani peserta sebaik mungkin, agar tidak banyak peserta yang dirugikan dengan tidak mendapat jatah tiket karena sudah dipesan kicaumania lain, makanya tahun ini pesanan harus disertai transfer, kalau belum transfer, maka panitia bisa memberikan pemesan lain yang mau segera transfer,” kata Hery, Ketua PBI Surabaya.

Sebagai lomba yang banyak ditunggu kicaumania di tanah air, maka ikon lomba bergengsi akan tetap dipertahankan, seperti lapangan memakai 2 tempat, di seputar lapangan dikelilingi tenda untuk peserta agar tidak kepanasan. Kemudian juri dipilih yang terbaik dari PBI.

Diramaikan usaha rakyat

Mengingat lomba ini juga untuk menggairahkan usaha masyarakat, panita akan merangkul berbagai usaha masyarakat yang berkaitan dengan dunia burung untuk memamerkan hasilnya pada even ini. Panitia nanti akan menyiapkan tenda khusus bagi para peternak, perajin sangkar, perajin krodong atau produsen pakan yang akan memamerkan produksinya di lomba ini.

Dengan memberi kesempatan kepada para perajin dan peternak atau apa saja yang berkaitan dengan dunia burung, diharapkan ada hubungan langsung antara pelomba dan peternak.

Karena stan untuk memamerkan hasil ternak, sangkar dan asesoris jumlahnya terbatas, sebagaimana diberitakan Agrobis Burung, maka mereka yang berminat diminta segera menghubungi panitia di telepon 081 134 0449. (*)

About these ads

    • Kalau taat aturan, ijin itu tak bakal keluar. Coz yg punya wewenang untuk mengeluarkan kebijakan adalah forum rakernas atau mukernas, bukan pengurus pusat.
      Semangat PBI justru mengurangi jenis burung yg bukan hasil breeding, bukan malah menambah. Cita-cita besarnya, kelak hanya burung hasil breeding yg boleh ikut lomba(di PBI).
      Pleci, sebagaimana glatik, prenjak, bahkan sebagian besar jenis burung yg sekarang madih dilombakan, adalah hasil tangkapan alam.
      Sejujurnya, hanya sebagian kecil saja, termasuk yg mengenakan ring, yg sungguh sungguh hasil breeding. Juga, di EO lain pun, yg dikasih ring belum tentu hasil breeding beneran.
      Paling tidak, orang bisa bangga punya burung ada ring nya, syukur asli.

Om dan Tante, tanya masalah burung? Gunakan Halaman Curhat. Mohon maaf karena keterbatasan waktu dan ilmu jika banyak pertanyaan yang tidak/belum terjawab. Terima kasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 42.300 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: