Skip to content
Tentang iklan-iklan ini

Burung kedasih, tak secantik namanya

Mau tahu suara burung yang paling dihindari untuk didengar? Sebagian besar orang akan menjawab kedasih, atau di beberapa daerah disebut sebagai sirit uncuing atau wiwik kelabu. Kehadiran burung ini bahkan disertai mitos-mitos menyeramkan.

Burung Kedasih

KEDASIH: BURUNG PARASIT ALIAS SI RATU TEGA
(Foto: indipetshop.info)

Konon, kalau burung ini mengeluarkan suara yang mendayu-dayu, itu pertanda akan ada orang yang meninggal. Mitos serupa juga dilekatkan pada burung gagak. Namanya juga mitos, boleh percaya, boleh tidak.

Dalam kehidupan nyata, burung kedasih (Cuculus merulinus) sebenarnya memiliki penampilan yang lumayan cantik. Di mancanegara, burung ini memiliki common name paintive cuckoo, dan memiliki hubungan kekerabatan dengan european cuckoo (Cuculus canorus).

Tak pernah membuat sarang

Begitu menemukan pasangan hidupnya, kedasih akan melakukan ritual kawin yang menyebalkan. Induk jantan dan betina tidak pernah mau membuat sarang untuk bertelur atau mengerami telur-telurnya.

Induk betina justru menitipkan telur di dalam sarang milik burung-burung lain yang berukuran kecil. Pengeraman pun dilakukan oleh induk betina yang ketiban apes dititipi telur. Sebenarnya, kalau sekadar menitipkan telur mungkin bukan perkara serius bagi burung yang dititipi.

Tetapi kedasih benar-benar brengsek. Begitu menitipkan telur, kedasih justru membuang telur yang dihasilkan burung yang dititipi. Rupanya kelicikan dan tipu-tipu bukan domain manusia saja ya… Burung kedasih pun melakukan praktik serupa, he..he..he..

Burung yang memiliki sarang merasa seolah-olah mengerami telurnya sendiri, padahal itu telur kedasih. Tidak diketahui bagaimana rupa burung yang ditipu, ketika melihat anaknya yang baru menetas ternyata tidak mirip dengan dirinya.

Piyik Kedasih

PIYIK KEDASIH YANG BARU MENETAS

Jumlah telur yang dihasilkan kedasih betina dalam setiap periode peneluran hanya 1-2 butir. Begitu menitipkan telur, kedasih akan mencari pasangan baru lagi (oh,,, sungguh tak setia kau, kedasih). Lalu bertelur lagi, menitipkan telur ke sarang milik burung lain, dan seterusnya.

Karena berbagai perilaku buruknya itu, kedasih kerap dijuluki sebagai burung parasit atau si ratu tega. Ada kalanya kedasih betina tidak membuang telur-telur dari burung pemilik sarang. Beberapa peneliti melihat kedasih betina hanya menyelipkan telurnya di antara telur-telur yang sudah ada.

Meski demikian, kebrengsekan kedasih belum juga berakhir, bahkan kali ini dilakukan anaknya sendiri setelah menetas. Jika ia menetas lebih dulu dari telur-telur milik induk tirinya, maka piyik kedasih dengan teganya membuang telur yang belum menetas hingga jatuh ke tanah. Ada pula yang mematuki telur-telur yang belum menetas sampai pecah.

Induk Tiri Burung Kedasih

INDUK TIRI MEMBERI MAKANAN SAMPAI DEWASA

Setelah menjadi anak tunggal yang dirawat induk tirinya, piyik kedasih mengalami pertumbuhan pesat. Dalam waktu singkat, postur tubuhnya akan melebihi induk tirinya. Porsi makanan, yang semuanya masih disuplai induk tirinya, otomatis bertambah.

Entah ketularan watak jeleknya, induk tiri pun tega mengusir burung-burung sejenis yang ada di sekitarnya. Tujuannya untuk mengurangi kompetisi dalam mencari pakan, terutama untuk anak tirinya, si kedasih itu. Hal ini biasa terjadi pada musim di mana makanan sulit diperoleh.

Tetapi induk tiri ini tetaplah seekor burung yang tidak pernah berpikir. Kelak, setelah dewasa, anak tirinya akan kawin dan menitipkan telur ke sarangnya atau sarang burung yang sejenis dengannya. Bahkan merusak telur-telur asli yang dihasilkan induk tirinya.

Begitulah perilaku kedasih. Cantik rupanya, tetapi brengsek kelakuannya. Sungguh teganya.. teganya…

Video kedasih dalam asuhan ciblek

 

Ingin dengar suara kedasih? Tekan tombol play di bawah ini:

Salam dari Om Kicau.

Ada pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja). Navigasi Utama:

Tentang iklan-iklan ini

15 Comments »

  1. Td siang bapaku dpt burung liar dikantornya..pas saya liat sih burungnya cantik ekornya kya ekor tekukur.pas ane nanya ke tetangga eh taunya itu burung cungcuing.malam itu jg ane lepas lg d tmpat asalnya karna ane denger mitos yg kurang baik tntang burung itu..serem juga y om.

    Suka

  2. Namanya juga
    mitos, boleh percaya, boleh tidak.

    Om Om/mas mas smua sudah ada yang lht burung kedasih dpelihara manusia pa belum?kalo sudah ada yang pelihara saya mau pelihara juga anakan burung kedasih ini.soalnya saya baru dapat anakannya

    Suka

  3. walah, trnyata namanya kedasih to. beberapa bulan yg lalu pernah denger suaranya. biasanya bunyi skitar jam 5 pagi sm skitar jam 6 malam. anehnya ini burung berbunyi pas tetangga saya ada yg dirawat di rs ( & kemudian meninggal). tp mungkin jg cuma faktor kebetulan. sampe skarang ini burung ga pernah kedenger lg suaranya. mungkin jg si burung baru pindah cari rumah baru.

    ga salah kalo ada yg berpikir2 yg enggak2 sm burung ini, disamping dr suaranya yg aneh & perilakunya aneh jg hehehe :D

    Suka

  4. Om tolong minta suaranya yg lebih nyaring, buat nada dering, yg ini juga sdh ane jadikan nada dering, cuman kurang nyaring dan agak berisik suara disekitarnya……he…he…tapi makasih ya…..so….ane tunggu updatenya Om….buat Om jempol deh….hehehehe…

    Suka

    • iya om , ditempat saya yang kebetulan banyak pohon bambunya malah tiap tengah malam bunyi terus om ,, bikin galau apalagi kalau pas malam jum’at bunyinya :))

      Suka

  5. ooo ternyata burung kedasih, kalau di tempat saya burung betiti, pernah saya uber2 kirain anakan prenjak super, karena di loloh burung prenjak, emang dasar burung tidak berperi kehewanan.

    Suka

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 156.117 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: