Menangkar tledekan ala Om Bambang Iswanto

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK... CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Kandang Penangkaran TledekanTledekan memang sudah tak lagi sepopular beberapa tahun lalu. Dulu setiap ada lomba burung berkicau pasti ada kelas tledekan, tapi sekarang tidak selalu ada. Meski demikian, burung fighter yang memiliki gaya khas saat bertemu musuhnya itu masih digemari sebagian kicaumania. Fenomena masih banyaknya kicaumania yang memelihara tledekan merupakan tengara bahwa bisnis penangkaran burung ini belum habis. Bahkan, dengan kompetitor yang relatif sedikit, hal ini justru menguntungkan bagi penangkar atau calon penangkar.

Di sini Om Kicau akan memberi tips penangkaran tledekan ala Om Bambang Iswanto, seperti yang diceritakannya dalam Forum Kicau Mania beberapa waktu lalu. Untuk perbandingan, cek kliping artikel Om Kicau terkait dengan burung tledekan di sini.

Sebelum menangkar, tentu Anda harus memiliki sepasang tledekan. Seperti jenis burung yang lain, proses perjodohan bisa dilakukan dengan cara mendekatkan sangkar induk jantan dan sangkar induk betina. Bisa juga langsung dimasukkan ke dalam kandang umbaran yang diberi sekat di tengahnya selama beberapa minggu, agar burung benar-benar berjodoh.

Untuk mempercepat perjodohan dan birahi bagi induk betina, Anda bisa mengganti voer dengan pelet ikan 781-2, diimbangi dengan pemberian ekstra fooding (jangkrik) dengan jumlah minimal 4-5 ekor pagi dan sore hari.

Membuat kandang penangkaran

Kandang Penangkaran Tledekan

SEPASANG TLEDEKAN DALAM KANDANG PENANGKARAN

Sambil menunggu kedua induk berjodoh, siapkan kandang untuk penangkarannya, Kandang yang digunakan harus memiliki ruang yang cukup bagi burung untuk bergerak bebas, karena burung ini terkenal lincah.

Berapa ukuran kandang? Tidak ada ukuran baku. Yang pasti, Om Bambang Iswanto membuat kandang penangkaran dengan panjang 150 cm, lebar 90 cm, dan tinggi 190 cm (tidak diketahui mengapa tingginya harus 190 cm, mengapa tidak 2 meter sekalian).

Kandang dibuat dalam kondisi agak gelap dengan kelembaban yang cukup. Sebab, di habitat aslinya, tledekan sering bersarang di antara pohon / rimbunan semak dekat sumber air yang mengalir atau pada rimbun pepohonan bambu.

Sediakan sarang bertelur

Induk Betina Tledekan

INDUK BETINA SEDANG MENGERAMI TELURNYA

Untuk sarang bertelur, kita bisa menggunakan potongan bambu dengan lubang menghadap ke atas. Bisa juga menggunakan batok kelapa atau kayu dadap.

Bahan sarang bisa berupa ijuk aren. Jika bahan ini tidak tersedia, bisa diganti dengan bahan lain seperti serat nanas, rumput kering, serat kelapa, dan sebagainya.

Sebagian bahan sarang dimasukjan ke dalam tempat sarangnya, dan sebagian lagi dibiarkan tersebar di lantai kandang untuk memancing insting indukan menjelang bertelur. Di alam bebas, burung ini akan memungut bahan-bahan untuk menyusun sarang telur.

Masukkan induk betina ke kandang di pagi hari

Jika persiapan kandang dan sarang bertelur sudah rampung, sekarang waktunya memasukkan induk betina terlebih dulu ke kandang penangkaran. Usahakan dilakukan pada pagi hari, sekitar pukul 07.00-10.00.

Bagaimana dengan induk jantan? Biarkan dia tetap berada dalam sangkarnya, tetapi posisinya ditempelkan dekat dengan kandang penangkaran tersebut. Sesekali boleh juga digantung agak berjauhan dari kandang penangkaran.

Proses selanjutnya adalah menunggu hingga induk betina benar-benar birahi, sehingga mau membuat sarang dan bertelur dengan sendirinya. Dengan asupan gizi yang cukup, juga vitamin, burung betina akan lebih cepat birahi dan bertelur dengan sendirinya.

Masukkan induk jantan jika betina sudah bertelur

Jika induk betina sudah bertelur dan mengerami telurnya selama 5 hari, masukkan induk jantan ke kandang penangkaran (waktu ideal juga pagi, pukul 07.00-10.00). Apabila induk betina masih mau mengerami telurnya, itu menandakan proses penjodohan berhasil.

Biarkan hal ini berjalan selama beberapa hari (biasanya 7-10 hari). Ambil semua telurnya, lalu dibuang. Bukankah ini merupakan telur infertil  (gabuk, kosong), karena memang tidak dibuahi sel sperma dari induk jantan? Selain itu, kembalikan induk jantan ke dalam sangkar, dalam posisi berdekatan dengan kandang penangkaran.

Jika induk betina mulai birahi lagi, antara lain ditandai dengan aktivitas membuat sarang, induk jantan segera dimasukkan lagi ke kandang penangkaran, sampai terjadi proses perkawinan.

Selama berada di kandang penangkaran, kedua induk jangan diberikan ulat hongkong, karena dikhawatirkan bisa mengganggu proses birahi dan perkawinan. Apabila kedua induk tetap akur dalam kandang, berarti tinggal menunggu burung bertelur. Kali ini, telur yang dihasilkan sudah dibuahi sel sperma alias fertil.

Piyik Tledekan

PIYIK TLEDEKAN

Tledekan Trotol

TROTOLAN TLEDEKAN

Trotolan Tledekan

TROTOLAN SIAP JUAL

Mengatasi induk yang berantem

Salah satu problem yang sering dikeluhkan penangkar tledekan adalah induk jantan berantem dengan induk betina pada saat proses penjodohan. Jika hal itu terjadi, proses penjodohan harus bisa diulang kembali. Saat berantem (semoga tidak ya..), perhatikan apakah betina mengalah (kalah). Jika benar begitu, berarti porsi jangkrik untuk induk betina bisa ditambah sementara untuk jantan bisa dikurangi.

Pemberian probiotik ternak juga diperlukan untuk mendukung kelancaran proses perjodohan ini. Jika saat berantem burung jantan mengalah (kalah), maka porsi jangkrik bisa ditambah dan berikan 2-3 ekor ulat hongkong pada sore harinya.

Treatmen ini terus dilakukan sampai si betina terlihat mulai membuat sarang, baru dicampur lagi dengan burung jantan. Begitu seterusnya, sampai burung benar-benar menjadi saling berjodoh dan tidak berkelahi lagi dalam satu kandang.

Repot memang, tapi begitulah prosesnya. Berani mencoba?

Salam dari Om Kicau!

About these ads

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain. Agar tidak tertipu, pastikan Anda membaca artikel ini (klik saja).

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 158.482 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: