Berburu burung, warga Sijunjung diterkam harimau

Sial benar nasib Fitrius Kenedi warga Tanjung Lolo, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Pria berusia 36 tahun ini  diterkam harimau ketika hedak menangkap burung di hutan yang tidak jauh dari rumahnya.

Fitrius Kenedi, sebagaimana diberitakan Antara, Senin 19 November 2012, ketika sampai di hutan dia terpeleset dan masuk ke dalam semak belukar yang ternyata dihuni harimau. “Saat terpeleset tak menyangka kalau di sana ada seekor harimau berukuran besar. Karena terkejut hewan tersebut berusaha menerkam saya,” katanya.

Harimau SumatraSaat itu tambah Fitrius Kenedi, dia berusaha memberikan perlawanan. Namun karena kalah kuat akhirnya dia terluka robek di bagian kaki akibat terkaman harimau.

Dia mengatakan, dalam kondisi luka parah, dia berusaha sekuat tenaga untuk menghindari hal yang lebih parah ketika dalam pergumulan dengan harimau. “Dengan berbagai upaya akhirnya saya berhasil meloloskan diri dari amukan harimau yang kala itu hendak menerkam bagian perut,” katanya.

Dia menambahkan, tak lama setelah meloloskan diri, beberapa orang warga datang memberikan pertolongan dan langsung membawanya ke RSUD Sijunjung. “Dalam kondisi terluka parah, saya dibawa warga ke RSUD Sijunjung,” katanya.

Terluka parah

Di tempat terpisah, Pejabat Pemberi Informasi (PPI) RSUP M Djamil Padang, Gustafianov membenarkan ada pasien atas nama Fitrius Kenedi masuk ke RSUP M.Djamil Padang akibat diterkam harimau.

“Pasien diterkam harimau itu merupakan rujukan dari RSUD Sijunjung, masuk ke RSUP M. Djamil Padang pada Minggu 18 November sore hari,” katanya.

Dia menambahkan, pasien itu mengalami luka robek serius di bagian kaki kiri setelah diterkam harimau ketika mau menangkap burung di dalam hutan. “Saat ini pasien sudah mendapatkan perawatan intensif dari tim dokter RSUP M Djamil Padang dan telah melewati masa kritis,” katanya.

Keberadaan Harimau Sumatra

Harimau Sumatra Wikipedia

Harimau Sumatra

Harimau Sumatra merupakan satu dari enam sub-spesies harimau yang masih bertahan hidup hingga saat ini dan termasuk dalam klasifikasi satwa kritis yang terancam punah.

Direktur Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi Jambi, Rakhmad Hidayat di Jambi, mengatakan jumlah populasi harimau Sumatra di Provinsi Jambi diperkirakan antara 250-300 ekor sebagaimana dilansir http://www.harimausumatra.com. “Dari jumlah itu 125 ekor di antaranya berada di kawasan taman nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang membentang antara Provinsi Jambi, Sumatra Selatan dan Bengkulu,” ujarnya.

Dalam data yang dilansir CNN yaitu “Conservation successes and failures” Harimau Sumatra merupakan satu dari lima jenis harimau yang gagal dari progam konservasi. Menurutnya hilangnya habitat itu diakibatkan perburuan oleh manusia dan fragmentasi geografis yang lebih besar dari spesies, diperkirakan menjadi alasan utama di balik kejatuhan kucing besar itu.

Terkena pembukaan lahan hutan, pembunuhan akibat konflik manusia dengan harimau dan perburuan liar untuk perdagangan bagian tubuh mereka yang mengakibatkan harimau ini berada pada posisi kritis.

“Populasi harimau sumatera diperkirakan kurang dari 400 sampai 500. Tidak perlu ahli matematika untuk bekerja di luar bahwa Harimau Sumatera akan hilang seperti harimau Jawa dan Bali jika perburuan dan perdagangan terus berlanjut, ” kata Julia Ng, Program Officer with Traffic Southeast Asia dan penulis utama laporan “The Tiger Trade Revisited di Sumatera, Indonesia” yang dilansir Reuters. (*)

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain. Agar tidak tertipu, pastikan Anda membaca artikel ini (klik saja).

diskusi di siniAda pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja).

Navigasi Utama:

Tentang iklan-iklan ini