Pemberian grit dan tulang sotong untuk burung pemakan biji

Grit bisa didefinisikan sebagai zat yang tidak mudah larut atau butiran mineral yang biasanya terbuat dari granit atau kuarsa, dan berbentuk seperti pasir. Jika dikonsumsi oleh burung pemakan biji, seperti kenari, finch, gelatik, merpati, perkutu, atau parkit, grit tidak akan mudah larut dan terus tersimpan dalam saluran pencernaannya, dan akan dikeluarkan bersama dengan kotoran yang dicernanya.Grit berbeda dari kulit kerang atau tulang sotong, karena zat yang dimiliki keduanya mudah larut dalam tubuh burung, sehingga tidak bisa difungsikan untuk membantu pencernaan burung.

Grit

Tujuan pemberian grit adalah untuk membantu pencernaan burung, terutama untuk burung pemakan biji-bijian. Mereka kerap memakan biji dengan utuh. Padahal, biji-bijian mengandung lapisan berserat yang terdapat dalam kulitnya, yang terkadang tidak sempurna dicerna oleh enzim di dalam lambung burung. Melalui pemberian grit, pakan  yang tidak dapat dicerna akan dihaluskan / digiling oleh grit di dalam sistem pencernaan burung.

Dalam skala normal, burung sebenarnya tidak memerlukan grit dalam makanannya. Sebab mereka sebelumnya sudah membuang kulit biji yang mengandung serat tersebut, lantas hanya memakan isinya saja.

Dengan demikian, biji mudah ditindaklanjuti oleh enzim pencernaan, sehingga pemberian grit tidak begitu diperlukan untuk burung sejenis finch dan kenari. Kelebihan mengkonsumsi grit ini malah bisa menimbulkan masalah dalam pencernaan mereka.

Lain halnya dengan burung merpati, derkuku, puter, dan perkutut. Mereka seringkali memakan langsung biji-bijian beserta kulitnya. Karena itulah, diperlukan grit untuk membantu kerja organ pencernaan burung.

Melalui penjelasan ini, maka pemberian grit untuk kenari dan finch hanya diperlukan jika burung mengalami masalah dengan pencernaannya, tetapi tidak direkomendasikan untuk konsumsi sehari-hari. Adapun grit tetap diperlukan untuk burung merpati, derkuku, puter, dan perkutut.

Tulang sotong dan kalsium

cuttlefish-boneBerbeda dari grit, tulang sotong mengandung beberapa mineral seperti kalsium karbonat, sodium klorida, kalsium fosfat, dan garam magnesium. Banyak negara di eropa yang memberikan tulang sotong tidak dalam bentuk utuhnya seperti yang sering kita lihat di sini. Mereka mengikisnya terlebih dulu dengan sendok, kemudian dimasukan dalam wadah terpisah atau ditebar di atas lantai kandang.

Tulang sotong yang dikonsumsi burung akan dilarutkan asam lambung, kemudian dibawa ke saluran pencernaan, di mana kalsium dan garam magnesium diserap oleh aliran darah.

Pada saat burung betina akan bertelur, kalsium akan dikeluarkan dari aliran darah ke saluran telur untuk melindungi telur yang masih lunak. Karena itu, pemberian tulang sotong sangat dianjurkan pada burung kenari maupun finch saat mereka akan berkembang biak.

Catatan Om Kicau:

Sampai sekarang masih terjadi perdebatan mengenai pemberian tulang sotong. Persoalan pertama adalah kandungan garamnya yang tinggi dikhawatirkan bisa menimbulkan efek penyempitan pembuluh darah.

Persoalan kedua, tingkat keasinan yang tinggi kerap membuat burung mengkonsumsinya dalam jumlah sedikit, dan itu belum cukup untuk memenuhi kebutuhan mineral burung, apalagi burung yang dalam proses reproduksi.

Untuk mengetahui detail kebutuhan mineral burung, silakan buka kembali artikelnya di sini.

Silakan mengambil kesimpulan sendiri secara bijak. Semoga bermanfaat.

Salam sukses, salam dari Om Kicau.

diskusi di siniAda pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja).

Navigasi Utama:

About these ads

There are 2 comments

  1. Hasmar hadi

    Om ada bahan buat asupan mineral & kalsium buat burung pemakan biji2-an.
    Setelah makan kue yg ada biji wijennya lalu saya isenng cari diinternet kandungan gizinya, dan ternyata biji WIJEN mengandung kalsium yg tinggi, dan beberapa mineral seta vvitamin B1, mohon diteliti lebih lanjut lagi, daripada grit dan tulang sontong yg sulit dicerna burung lebih baik kasih biji WIJEN,.,

Komentar ditutup.