Skip to content
Tentang iklan-iklan ini

Empat cara lain dalam mengawetkan kroto

Ketika omkicau.com menururunkan artikel berjudul Mengantisipasi kelangkaan kroto di musim hujan, ada beberapa sobat kicaumania yang menghendaki bagaimana cara mengawetkan kroto tanpa menggunakan kulkas atau lemari es. Memang ada beberapa cara lain yang bisa dilakukan, dan artikel kali ini menjelaskan empat cara lain dalam pengawetan kroto: dua diantaranya tanpa menggunakan media pendinginan. Namun perlu diingat, tips ini sebaiknya hanya digunakan dalam situasi kroto memang susah didapatkan di pasaran. Bagaimana pun, kroto segar tetap menu terbaik untuk burung berkicau.

krotosemutKroto memang sangat dibutuhkan untuk burung berkicau, terlebih pada burung bakalan atau masih menjalani latihan makan voer. Burung-burung dewasa pun membutuhkan extra fooding ini untuk menjaga kondisi dan staminanya agar tetap mampu menghasilkan suara secara prima.

Kalau kita membeli kroto di pasar / kios burung, biasanya hanya mampu bertahan selama 1-2 hari saja. Mungkin hal ini tidak menjadi masalah kalau kita mudah memperoleh kroto di pasaran. Kalau kroto mulai sulit dijumpai di kios atau pasar burung, ini bisa menjadi persoalan besar bagi burung kesayangan Anda di rumah.

Ketika situasi ini dijumpai di daerah Anda, solusi yang bisa dilakukan adalah membeli kroto dalam jumlah agak banyak, khususnya ketika barang baru saja tiba di kios / pasar burung. Selanjutnya, Anda bisa memilih salah satu dari 4 model pengawetan kroto berikut ini :

1. Pengawetan kroto dengan cara dikukus.

Menyimpan kroto yang terlebih dahulu dikukus bisa membuat memperpanjang daya simpan kroto selama  beberapa hari, dan dalam keadaan tidak berbau. Caranya?

  • Masukkan kroto yang baru dibeli (termasuk semut rangrangnya) ke dalam kantung plastik bening. Tutup rapat-rapat kantung tersebut, dan jangan sampai kemasukan air.
  • Siapkan air dalam panci ukuran sedang, taruh di atas kompor, lalu nyalakan kompor.
  • Masukan kantung plastik berisi kroto ke dalam panci yang sudah diisi air.
  • Lama pengukusan hanya sekitar 5 menit saja.
  • Angkat kantung plastik, kemudian keluarkan kroto dengan cara disebarkan hingga merata dalam nyiru / tampah. Boleh juga menggunakan wadah lain, misalnya nampan.
  • Jemur kroto yang sudah dikukus tadi hingga menjadi sedikit kering.
  • Setelah penjemuran, kroto bisa dimasukan dalam kantong palstik bening dan ditutup rapat, lalu disimpan dalam lemari.
  • Kroto bisa digunakan selama beberapa hari, dan tidak akan mudah basi atau berbau.

2. Pengawetan kroto dengan bantuan voer lembut

Voer lembut yang dicampur kroto biasa dilakukan kicaumania ketika ingin membiasakan burung bakalan / muda hutan agar mau makan voer. Ternyata cara ini juga bisa memperpanjang daya simpan kroto selama beberapa hari. Hanya saja, kroto yang sudah dicampurkan dengan voer lembut ini tetap harus disimpan dalam lemari pendingin.

3. Pengawetan kroto dengan bantuan tepung kanji

Cara ini sering digunakan para pengepul kroto agar telur semut rangrang ini lebih awet sebelum dijual. Di sini, kroto dicampur dengan tepung kanji, kemudian disimpan dalam lemari pendingin. Sebelum diberikan kepada burung, kroto harus dibersihkan dulu dengan air bersih untuk menghilangkan tepung kanji.

4. Pengawetan kroto menggunakan silicon gel

Kroto yang baru dibeli dimasukkan dalam wadah / toples kaca. Masukkan juga silicon gel ke dalam wadah tersebut, kemudian ditutup rapat dan simpan dalam lemari. Silicon gel berfungsi menurunkan kelembaban di dalam wadah, sehingga kroto bisa awet selama beberapa hari karena pertumbuhan jamur dan bakteri akan terhambat.

Sebelum dimasukkan ke dalam wadah / toples kaca, pastikan silicon gel masih dalam kondisi baik, atau tidak mengalami kerusakan / kebocoran. Selama kondisinya masih baik, silicon gel aman bagi burung. Bukankah sebagian besar wadah pakan burung berupa voer juga disertai dengan silicon gel?.

Itulah beberapa cara lain dalam mengawetkan kroto sehingga bisa memperpanjang daya simpan selama beberapa hari, terlebih di musim hujan yang kerap diwarnai dengan kelangkaan kroto di pasaran. Selain musim hujan, kroto biasanya makin sulit dijumpai di pasaran satu pekan sebelum dan sesudah lebaran.

Apapun model pengawetan kroto, jangan memberikannya kepada burung jika kroto sudah berjamur. Warna jamur ini beragam, ada yang biru, hijau, bahkan keputihan.

Bagaimana pun, kroto segar masih merupakan menu terbaik. Tips ini hanya digunakan dalam situasi darurat, ketika daerah Anda mengalami kelangkaan kroto.

Lebih baik lagi jika Anda membudidayakan sendiri semut rangrang untuk menghasilkan kroto berkualitas di rumah masing-masing. Kalau dihitung biaya keseluruhan, terutama menghadapi musim hujan yang mungkin masih berlangsung hingga April 2013, sebenarnya jauh lebih menghemat, bahkan bisa dijadikan sumber penghasilan tambahan jika panen berlebihan.

Bagi yang berminat mandiri dalam penyediaan kroto atau ingin menjadi pengusaha kroto, silakan gabung di krotosemut.com, yang telah melahirkan ribuan kicaumania yang mampu mandiri dalam memenuhi kebutuhan kroto untuk burung-burung piaraan di rumah, juga ikut melahirkan ratusan pemuda yang sukses menjadi jutawan kroto.

Semoga bermanfaat.

Semoga bermanfaat.

semoga bermanfaat

Salam sukses, salam dari Om Kicau.

Ada pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja). Navigasi Utama:

Tentang iklan-iklan ini

3 Comments »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 156.056 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: