Skip to content
Tentang iklan-iklan ini

Penanganan burung tledekan menjelang dan saat mabung

Meski makin jarang dilombakan, bukan berarti burung tledekan kehilangan penggemar. Sampai saat ini masih banyak TL-Mania yang berkomunikasi di berbagai forum untuk berbagi ilmu maupun pengalaman tentang perawatan burung fighter ini. Salah satu hal yang sering ditanyakan adalah cara menangani tledekan menjelang dan saat mabung. Sebab tledekan sering dianggap sebagai burung yang sulit dalam perawatan,  termasuk penanganan saat mengalami rontok bulu (molting). Tips kali ini akan membahas masalah seputar rontok bulu pada burung tledekan.

Burung tledekan atau sulingan gacor hanya bisa kita dapatkan jika kita memperhatikan kesehatan dan perawatan harian termasuk asupan makanan yang bergizi, penuh vitamin dan mineral.

TLEDEKAN / SULINGAN

Sebagian TL-Mania menganggap ada dua jenis burung tledekan berdasarkan proses mabungnya. Pertama, proses mabung secara sempurna. Kedua, proses mabung secara nyulam. Menurut saya, ini bukan persoalan jenis burung tledekan, melainkan persoalan individu tledekan karena faktor perawatan sejak piyik sampai rontok bulu.

Dalam artikel ini, saya lebih sering menggunakan beberapa istilah rontok bulu (molting) seperti pada artikel sebelumnya (cek di sini), yang mungkin berbeda dari beberapa TL-Mania. Alasannya, karena proses rontok bulu memang terbagi dalam beberapa tahapan, yaitu :

  • Ngurak : masa awal rontok bulu, di mana bulu-bulu burung dalam keadaan morat-marit tidak beraturan, dan dibarengi dengan mulai rontoknya bulu-bulu kecil (filoplume). Filoplume berada di bawah bulu utama (barb).
  • Ambrol : masa rontok bulu, di mana bulu-bulu utama, termasuk barbule yang merupakan cabang dari barb, rontok semuanya.
  • Mabung : masa di mana bulu-bulu baru mulai tumbuh, tetapi belum sempurna, dan sebagian besar masih terbungkus seperti anak bambu yang sedang mau tumbuh (rebung). Istilah mabung pun berasal dari kata “menyerupai rebung”.

Adapun nyulam merupakan istilah untuk kondisi rontok bulu yang belum tuntas (pada fase ambrol), namun sudah mulai tumbuh bulu baru (mabung). Proses ini terkadang berjalan cukup lama, sehingga dianggap mengganggu proses molting secara keseluruhan (kecuali pada cucakrowo yang umumnya memang bertipe nyulam).

Melihat pengertian di atas, burung dikatakan selesai mabung jika semua bulu barunya sudah tumbuh. Sebaliknya, situasi menjelang mabung mencakup ngurak dan ambrol. Pengertian inilah yang menjadi dasar dalam penulisan artikel penanganan burung tledekan menjelang dan saat mabung.

Rangkaian proses ganti bulu ini memang menyebabkan perubahan suasana hati dan kondisi fisik burung, termasuk tledekan. Suasana hati bisa diibaratkan manusia yang kehilangan baju, dan sudah tidak ada lagi penggantinya, sehingga harus bertelanjang dada. Mungkin merasa tidak pede karena biasanya ia memiliki bulu yang lengkap.

Tetapi suasana hati ini sebenarnya lebih dipengaruhi kondisi fisik. Burung yang rontok bulu jelas tak memiliki pelindung dari hawa panas / dingin di sekitarnya. Dalam kondisi normal, bulu-bulu burung memiliki lapisan semacam lilin dan berfungsi sebagai thermoregulator terhadap perubahan cuaca.

Karena selama 3-4 bulan harus menjalani proses alami bernama molting, kondisi fisiknya menjadi tidak fit, drop mental, dan cenderung pasif. Ketika asupan protein, khususnya yang mengandung zat keratin (bahan utama pembuatan bulu), tidak terpenuhi maka burung pun akan mengambil protein dari jaringan tubuhnya sendiri.

Berdasarkan beberapa gambaran di atas, kita akan mencoba menangani burung tledekan menjelang, saat, dan sesudah mabung, agar kondisinya cepat kembali normal. Penanganan yang salah bisa menyebabkan burung yang semula gacor menjadi macet bunyi, atau kalau pun bunyi membutuhkan waktu lama.

Penanganan saat ngurak dan ambrol

  1. Tempatkan burung di tempat yang sepi, jauh dari lalu lintas manusia. Usahakan tidak bertemu atau mendengar suara burung sejenis, murai, dan kacer.
  2. Lebih baik burung dalam kondisi full kerodong.
  3. Tidak perlu dimandikan dulu, atau kalau ingin memandikan cukup 1 kali seminggu.
  4. Tidak perlu dijemur. Jika ingin menjemur maksimal 30 menit, dan tetap digantang di tempat yang sepi / tenang.
  5. Porsi pemberian extra fooding (EF) ditingkatkan, untuk pembentukan sel-sel baru dan pertumbuhan bulu baru. Misalnya jangkrik 5 ekor pagi dan 5 ekor sore, 1 sendok makan kroto segar setiap pagi, cacing 2 ekor 3x seminggu, dan ulat hongkong 3 ekor setiap pagi.
  6. Voer bisa digantikan dengan voer ayam yang memiliki kadar protein tinggi. Jika tetap ingin menggunakan voer burung, pilihlah yang kadar proteinnya 12%-18%.
  7. Berikan BirdMolt-Pre, yang didesain untuk membantu kelancaran proses molting sejak awal, dan efeknya akan terasa saat mabung hingga selesai mabung. BirdMolt-Pre diberikan selama 4-6 hari, atau sampai semua bulu utama rontok.

Terapi ini berlaku sejak Anda menemukan bulu-bulu kecil (filoplumae) yang rontok di dasar sangkar, hingga bulu-bulu utamanya rontok semua.

Penanganan saat mabung

Prinsipnya sama seperti penanganan saat ngurak dan ambrol, tetapi ada dua hal yang berbeda:

  1. Burung jangan dimandikan atau dijemur lagi, karena kondisi fisik burung seperti manusia yang badannya nggreges (masuk angin).
  2. Suplemen yang digunakan bukan lagi BirdMolt-Pre, tetapi BirdMolt-Post. Selain bisa mempercepat pertumbuhan bulu baru, juga mempercepat hilangnya pembungkus pada bulu baru sehingga bulu-bulu cepat memanjang, mengkilap, dan rapi.
  3. Sambil menunggu proses mabung selesai, inilah saat yang bagus untuk melakukan pemasteran, dengan metode yang tepat, di mana suara masteran perlu disesuaikan dengan karakter dan tipe suara burung tledekan.

Jika proses mabung selesai, bagi yang menggunakan voer ayam pada saat ngurak, maka bisa kembali ke pakan lama, yaitu voer burung. EF juga bisa dikembalikan secara bertahap ke setelan harian. Program pemasteran juga bisa dilanjutkan kembali.

Untuk menjaga kondisi fisiknya tetap terjaga, biasakan burung diberi multivitamin (misalnya BirdVit) 1-2 kali dalam seminggu, apalagi dalam kondisi cuaca yang tak menentu seperti sekarang, termasuk saat memasuki masa pancaroba (April – Mei).

Sekarang Anda sudah bisa menikmati kembali ocehan tledekan di rumah atau, jika mau, bisa juga disiapkan ke arena latber / lomba.

Semoga bermanfaat.

Salam sukses, salam dari Om Kicau.

Ada pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja). Navigasi Utama:

Tentang iklan-iklan ini

4 Comments »

  1. Om duto sya mau nanya kalo burung tledekan laut sama tl gunung bisa di jodoin apa gak
    tolong informasinya
    kalo bisa sms
    hp 083837059113

    saya pengen ternak tledekan

    Suka

  2. Permisi mau tanya nih
    Kemarin gue beli tledekan gunung d tempat gue beli sih burung lincah n suka kicau setelah gue bawa pulang tiba” burung ini cuma ngriwik aje dan bulu” kecilnya kluar g beraturan sebagian
    Apakah ini bisa di bilang mabung atau cuma adaptasi lingkungan baru yah mohon ptunjuk para pakar burung kicau thx

    Suka

    • berikan full ef dulu hingga kondisinya fit lagi, jangan lupa berikan birdfit dan birdfirstaid untuk pertolongan pertama pada burung bahan yang kurang fit.

      Suka

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 156.043 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: