Prospek cerah penangkaran burung merpati kipas

Merpati ekor kipas atau fantail pigeon / fantail dove kini makin digemari di Indonesia, seperti halnya merpati balap dan merpati tinggian. Pada umumnya warna bulu merpati kipas dominan putih, meski banyak juga merpati kipas dengan warna lain sesuai dengan jenis atau varietasnya. Jenus yang terkenal antara lain english fantail, indian fantail dan thailand fantail.

Usaha penangkaran burung merpati kipas diprediksi sangat cerah, mengingat sejauh ini belum banyak orang yang melakukan penangkaran. Sebelum masuk ke penangkaran, ada beberapa informasi dasar terutama mengenai jenis merpati kipas yang sedang ngetren saat ini, juga perawatan harian bagi para penggemar merpati kipas.

Berikut beberapa jenis merpati kipas yang paling terkenal di dunia.

Merpati kipas Inggris

ENGLISH FANTAIL PIGEON

Merpati hias india

INDIAN FANTAIL PIGEON

Merpati kipas thailand

THAILAND FANTAIL PIGEON

 

Belakangan juga muncul jenis merpati kipas hasil mutasi. Salah satu yang terkenal adalah silky fantail atau lace fantail, karena bulunya seperti memiliki corak renda.

Silky Fantail / Lace Fantail

SILKY / LACE FANTAIL PIGEON

Jika diamati, merpati kipas memiliki leher yang ramping, kepala yang kecil, serta ekor yang berbentuk seperti kipas. Dadanya pun terlihat tegak, sehingga menimbulkan kesan indah dan lucu.

Perawatan dasar merpati kipas

fantail-pigeon

Merpati kipas perlu diberi air minum dua kali sehari, misalnya pagi dan sore hari. Sebab air minum mereka mudah kotor, sehingga frekuensi penggantian air minum menjadi lebih sering daripada burung kicauan. Usahakan air minum diberikan dalam kondisi matang, dan terbebas dari unsur kimia atau logam berbahaya.

Adapun pakan utama berupa jagung, tetapi perlu dilengkapi dengan aneka bijian yang lain seperti milet, biji gandum, kacang hijau, dan sebagainya. Pakan merpati hias yang sudah jadi pun bisa Anda dapatkan di toko burung terdekat.

Sebagai pakan tambahan, Anda bisa menambahkan beberapa jenis sayuran yang suka digigit dan dimakan burung ini, misalnya daun selada , wortel parut, kangkung, kacang polong yang ditumbuk, dan daun bayam. Merpati hias juga gemar mengunyah kecambah dan buah-buahan seperti pepaya.

Salah satu hal yang dibutuhkan merpati kipas adalah ketersediaan grit atau kerikil untuk membantu burung dalam mencerna biji-bijian dalam lambungnya. Grit bisa dibuat dengan menggerus cangkang tiram, yang juga bisa berfungsi sebagai tambahan mineral dan kalsium.

Suplemen vitamin juga sangat diperlukan, misalnya BirdVit dengan dosis penggunaan dua kali lebih banyak daripada burung kicauan. Sedangkan untuk kecukupan semua jenis mineral bisa menggunakan BirdMineral, juga dengan dosis 2x lebih banyak daripada burung kicauan.

Mengapa bukan PigeonVit? PigeonVit lebih dikhususkan untuk merpati balap dan tinggian, karena akan membuat merpati lebih cepat giring dan keket, serta memiliki power kuat untuk memacu kecepatannya. Jadi, kebutuhan vitamin dan mineral untuk merpati hias berbeda dari merpati balap dan merpati tinggian.

Penangkaran merpati kipas

Merpati kipas ini memiliki perilaku reproduksi (perkembangbiakan) yang  sama dengan jenis merpati lainnya. Mereka juga memiliki sifat monogami dan akan berpasangan selama hidupnya (sepanjang tidak dipisahkan oleh manusia).

Jika sudah berjodoh, mereka akan membangun sarang dengan menggunakan bahan penyusun sarang seperti ranting, rumput kering, daun kering, dan sebagainya. Karena itu, jika Anda ingin menangkarnya, sediakan kotak sarang yang sebagian sudah diisi dengan bahan penyusun sarang.

Selain itu, sebagian bahan penyusun sarang bisa diletakkan di lantai kandang (pastikan tidak terkena hujan), sehingga merpati masih berkesempatan memungut dan membawanya ke kotak sarang. Hal ini sekaligus akan mengasah insting mereka sebagai indukan yang sebentar lagi bakal memiliki piyik atau anakan.

Burung betina akan bertelur sebanyak 1-2 butir, dengan telur berwarna putih, dan akan menetas setelah dierami selama 18 hari.  Pada umur 1-3 hari, biarkan piyikan memperoleh asupan makanan dari susu tembolok induk jantan dan betina. Setelah itu, kedua induk secara bergiliran akan memberi makanan kepada anaknya dengan cara meloloh.

Note:

Untuk meningkatkan fertilitas dan daya tetas telur, serta menjamin kualitas piyikan yang sehat, Anda bisa memberikan suplemen BirdMature untuk induk jantan dan induk betina. Porsi pemberian 2x  lebih banyak daripada burung kicauan.

Pakan untuk anakan / piyik

Secara alami, masa meloloh akan berlangsung 6-7 minggu. Pada umur 10 hari, mata piyikan mulai terbuka, bulu-bulunya pun mulai tumbuh. Pada tahap ini, anak merpati mulai memanfaatkan biji-bijian bersamaan dengan susu merpati (pakan lolohan dari tembolok) dari induknya.

Pakan tambahan selama masa menyusui bisa dibuat sendiri, misalnya dengan susunan ransum sebagai berikut :

  • Jagung kuning (50 %)
  • Gandum (34 %)
  • Milet  / jewawut (9 %)
  • Kacang tanah (5 %)
  • Beras (2 %)
  • BirdVit tepung/serbuk (seukuran pentol korek api)
  • BirdMineral tepung/serbuk (setara 4-5 pentol korek api)

Semua bahan diramu dalam bentuk butiran pecah berukuran kecil / lembut.  Karena organ pencernaannya belum sempurna, bahan yang sudah dicampur merata itu perlu dilembutkan dengan menambahkan sedikit air, sehingga menjadi bubur lembut.

Usahakan pakan habis dalam waktu 30-60 menit, agar tidak menimbulkan bau  busuk yang bisa mengundang kuman penyakit (bakteri, virus, jamur, dll). Frekuensi pemberian makanan untuk piyik hingga umur 1 bulan sekitar 3-4 kali dalam sehari. Jangan khawatir kelaparan, karena anak merpati kipas ini masih mendapat lolohan dari induknya.

Note: Pakan untuk indukan bisa dibuat dengan bahan yang sama, tetapi tanpa dilakukan penambahan air (pakan kering). Frekuensi pemberian cukup 2x sehari (pagi dan sore).

Pada umur 1-2 bulan, anakan merpati sudah bisa makan sendiri. Pemberian pakan bisa dikurangi menjadi dua kali sehari, tapi porsinya lebih ditingkatkan. Bahan pakan sama seperti penjelasan sebelumnya, dan jumlah air untuk melembutkan makanan bisa sedikit dikurangi secara bertahap, sampai akhirnya piyik umur 2 bulan sudah terbiasa dengan pakan kering.

Meningkatkan produktivitas indukan

Apabila ingin pasangan merpati kipas bisa lebih produktif dalam menghasilkan piyikan, Anda bisa menghentikan pengasuhan piyik oleh indukan. Artinya, tugas meloloh piyikan kini berada di tangan Anda, atau orang yang dipercaya untuk merawat merpati kipas di kandang penangkaran.

Umur terbaik untuk memisahkan piyik dari induknya sekitar 15-30 hari, setelah bulu-bulu mulai tumbuh dan mendekati sempurna. Dengan metode ini, induk betina akan cepat bertelur lagi. Apabila jumlah piyik sedikit, kita bisa meloloh dengan mendekatkan makanan yang lembut ke paruh  piyikan. Tetapi jika jumlah piyiknya cukup banyak, tentu pekerjaan ini sangat merepotkan.

Solusinya adalah menggunakan metode handfeeding, yang berisi larutan pakan yang dilembutkan, lalu dimasukkan ke paruh piyik hingga temboloknya penuh. Adapun metode handfeeding bisa dilihat kembali pada artikel terdahulu (cek di sini). Pakan bisa dilolohkan 4 kali dalam sehari.

Metode handfeeding bisa dilakukan hingga piyikan merpati kipas sudah berumur 1 bulan. Setelah itu, piyikan merpati kipas sudah bisa makan sendiri. Sama seperti penjelasan sebelumnya, pakan sampai umur 2 bulan tetap perlu dilembutkan terlebih dulu, dan secara bertahap dibuat menjadi kering.

Semoga bermanfaat .

Salam sukses, Salam dari Om Kicau.

diskusi di siniAda pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja).

Navigasi Utama:

Tentang iklan-iklan ini

There are 8 comments

  1. Petrus Satian

    Saya tertarik untuk tambah koleksi jenis merapati:
    SILKY / LACE FANTAIL PIGEON, THAILAND FANTAIL PIGEON, INDIAN FANTAIL PIGEON, dan ENGLISH FANTAIL PIGEON. Bagaimana cara mendapatkannya. Saya tinggal di Samarinda – Kaltim. Trims

  2. Surya darmawan

    Om cara bedain merpati kipas jantan sama betina gmn ya…oiya klo merpatinya lgi sakit kasih apa ya biar sehat..trimakasih dan mohon cepat di respon

    1. Aries Munandi

      membedakan merpati (kipas, dll) jantan betina bisa dilakukan dengan memperhatikan ciri-ciri seperti berikut: (info berbagai sumber) :

      Ciri-ciri merpati jantan:
      Badan tegap, bila dilihat dari samping maka punggung merpati jantan cenderung tegak
      Pangkal paruh kalau dipegang lebih lebar dibandingkan betinanya
      Kepalanya cenderung bulat
      Matanya bila menatap sangat tajam
      Supit udang (tulang rawan dibawah dubur) kalau dipegang ujungnya rapat, lancip, kaku
      Kalau sudah dewasa mengeluarkan suara membekur sambil memutar badan membentuk lingkaran dengan mengelilingi betinanya (birahi)
      Suaranya besar (ngebas)

      Ciri-ciri merpati betina:
      Badan merunduk, bila dilihat dari samping maka punggung merpati betina cenderung datar
      Pangkal paruh kalau dipegang lebih kecil dibandingkan jantannya
      Kepalanya cenderung kotak (bulat tapi ada pingulnya/ dahinya nonong)
      Matanya bila menatap lembut (tidak melotot)
      Supit udang (tulang rawan dibawah dubur) kalau dipegang ujungnya renggang, tumpul atau bengkok, lentur (untuk jalan telur dikemudian hari)
      Kalau sudah dewasa tidak mengeluarkan suara atau mengeluarkan suara membekur tetapi badan tetap diam ditempat
      Suaranya kecil (tidak ngebas)

      Kalau merpati sakit bisa diberikan obat BirdBlown, dan untuk jaga stamina setiap harinya brung diberi vitamin seperti pigeonvit atau bisa juga birdvit.

    2. redaksiomkicau

      Identifikasi kelamin bisa dilihat melalui permukaan kepala, tulang kaki, leher dan jari kaki. Merpati jantan permukaan kepalanya kasar dan terlihat lebih maskulin, tulang kaki kuat, leher besar dan cenderung kaku dan jari kakinya cenderung panjang. Sedangkan pada burung merpati betina permukaan kepalanya rata dan terlihat halus, tulang kakinya lebih ramping dan lehernya lebih kecil dan lemas dan tidak kaku serta jari kaki cenderung pendek. Lebih paten bisa gunakan cara Di mana tempat supit urang penanda jenis kelamin burung berada?

  3. agus

    Selamat malam…
    Om, saya punya 2 pasang merpati kipas. Sudah berkali-kali bertelur, dierami, tapi tidak pernah bisa menetas. Kira-kira apa penyebabnya ya Om, Dan bgmana mengatasinya?
    Terima kasih atas bantuannya.
    Salam…

    1. Aries Munandi

      mungkin karena sering terganggu ,misalnya ada hewan lain atau gangguan lainnya, membuat indukan sering meninggalkan telurnya dalam waktu yang lama, jadi begitu dierami telur sudah rusak/mati, kemungkinan lain telurnya memang kosong om (infertil).

Komentar ditutup.