Bimbim, pengorbit burung bertangan dingin: Siap dipantau di Valentine

Nama Bimbim cukup dikenal sebagai pengorbit burung di Jogja. Tangan dinginnya terbukti melahirkan sejumlah burung berkualitas. Bahkan sudah tak terhitung jumlah burung orbitannya yang “terbang” ke berbagai daerah, termasuk ke luar Jawa, khususnya Sumatera. Menjelang even Valentine PBI, Minggu (17/2) mendatang, Bimbim pun sudah menyiapkan dua jagoannya, yaitu lovebird Mendez dan cucak jenggot Revlina.

Bimbim mengakui, targetnya ke even bergengsi ini adalah kedua jagoannya bisa  tampil maksimal, lalu terpantau banyak orang. “Maunya sih mendapat bonus, bisa cair alias laku, he.. he.. he..,” ujarnya sambil terkekeh.

Bimbim, pengorbit burung andalan dari Jogja

Bimbim bersama cendet orbitannya, yang kini sudah dibeli pelanggannya.

Selama ini, Bimbim mengaku tak pernah memasang harga yang muluk-muluk. “Saya selalu pasang harga yang wajar-wajar saja, relatif murah atau terjangkau, sesuai dengan kualitas burungnya. Sebagai bakul, bisa dibilang saya ambil (untung) sedikit saja, secukupnya saja. Yang penting bisa cepat cair, sehingga bakulan bisa tetap jalan dan lancar ke depannya. Itu prinsip saya,” ujar pegiat di KMYK itu.

Mendez dan Revlina selama ini sudah teruji di berbagai ajang lomba di Jogja dan sekitarnya, terutama di TKKM, Sembego, New Pos Jakal, dan tentu saja KMYK. Di Valentine PBI, yang rencananya bakal diikuti sejumlah burung jawara di Indonesia, Bimbim mengaku tidak menargetkan juara. “Keinginan saya sederhana saja, burung mau nampil, bisa dilihat orang, kemudian ada yang tertarik.”

Menjadi juara di even akbar seperti Valentine memang bukan hal mudah. Selain musuhnya berat-berat, Bimbim menyebut orang kebanyakan seperti dirinya secara matematis memang sulit jadi juara. Kecuali ada keajaiban, seperti jagoannya sangat menonjol sekali, sementara musuh-musuhnya yang sejak awal diperkirakan bakal menang justru kurang nampil.

Menurut pengalaman Bimbim dan rekan-rekannya, hampir semua juara di even akbar seperti Valentine, Piala Raja, dan sebagainya, khususnya untuk kelas utama yang harga tiket dan hadiahnya besar, hampir pasti dimenangkan oleh jagoan top milik para bos besar.

“Jadi, sekali lagi, saya ingin dapat bagian kecilnya saja. Burung mau nampil, dan dilihat calon peminat. Itu sudah cukuplah bagi pemain kebanyakan seperti saya. Secara teknis, jagoan saya siap bersaing dengan yang lainnya. Mari kita tunggu tanggal mainnya saja,” tandasnya. (Waca-Jogja)

diskusi di siniAda pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja).

Navigasi Utama:

Tentang iklan-iklan ini