Perawatan murai batu muda ala H Mansur

Burung muda memang tidak bisa disamakan dengan burung yang sudah mapan. Karena itu metode perawatan,  termasuk pengelolaan untuk ditampilkan dalam lomba, juga membutuhkan perhatian tersendiri. Jika sebelumnya pernah dibahas perawatan cendet muda, tips kali ini tentang perawatan murai batu muda kualitas lomba ala H Mansur dan H Ridho.

perawatan burung murai batu mudaDuet kicaumania dari Jawara BC ini memiliki murai batu (MB) muda dengan prospek cerah, setidaknya di Blok Barat yang persaingannya dikenal sangat ketat. Tetapi melalui tangan dingin keduanya, MB Sakera yang belum genap berumur 2 tahun sudah menunjukkan prestasinya di berbagai even.

Meski belum bisa dikatakan yang terbaik di Blok Barat, setidaknya murai batu Sakera sangat diperhitungkan di wilayah Jabodetabek. Sehari-hari, burung ini ditangani H Ridho, yang juga sukses mengorbitkan cucak hijau Sapu Jagat dan lovebird Putri Koneng.

MB muda memerlukan perawatan khusus untuk menstabilkan performa suara, kondisi emosi, serta kondisinya. Masa menunggu mabung kedua menjadi masa yang harap-harap cemas, apakah burung akan tetap stabil, atau justru performanya malah anjlok. Bahkan, dalam beberapa kasus, warna bulu pun bisa menjadi blorok setelah mabung kedua, terutama akibat malnutrisi termasuk kekurangan mineral.

Perawatan harian untuk Sakera

Berikut ini perawatan harian untuk Sakera, yang bisa dijadikan salah satu referensi untuk perawatan murai batu muda (umur kurang dari 2 tahun atau belum mengalami mabung kedua) :

  • Pagi, kerodong dibuka, dan burung diangin-anginkan 10 menit, kemudian sampai pukul 09.30.
  • Setelah itu mandi rutin. Bersamaan dengan itu, berikan 6 ekor jangkrik.
  • Usai mandi, dijemur hingga bulunya kering, lalu dianginkan di teras sekitar 10 menit.
  • Sangkar dikembalikan ke gantangan semula, diistirahatkan dan dikerodong.
  • Sore, sekitar pukul 15.30, kerodong dibuka. Burung dianginkan, sambil diberi 6 ekor jangkrik.
  • Mulai pukul 18.00, burung dikerodong dan diistirahatkan dengan burung masternya.

Jika Anda cermati, modelnya mirip dengan perawatan cendet muda. Silakan cek kembali artikelnya di sini.

Karena umur Sakera terbilang masih muda, H Mansur dan H Ridho bersepakat tidak selalu menurunkan jagoan ini setiap akhir pekan. Paling banter dua minggu sekali, atau terkadang hanya sebulan sekali. “Meski demikian, dalam satu even boleh diturunkan dua atau tiga sesi,” kata H Ridho, seperti dikutip Tabloid Agrobur.

Yang penting, menjelang sesi pertama, Sakera mendapat menu tambahan 4 ekor ulat hongkong. Pada sesi kedua dan ketiga, mendapat tambahan lagi masing-masing 3 ekor ulat hongkong.

Selain perawatan di atas, program pemasteran juga sangat penting. Pemasteran bisa dilakukan usai penjemuran hingga sore (saat sangkar full kerodong), dan bisa diulangi malam harinya. Saat ini isian Sakera antara lain berupa tonjolan celilin, lovebird, cucak jenggot, dan rambatan yang dibawakannya panjang-panjang hingga tiga oktaf. Materi tembakan itulah yang menjadi andalan Sakera di usianya yang masih muda.

Semoga bermanfaat.

Salam sukses, Salam dari Om Kicau.

diskusi di siniAda pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja).

Navigasi Utama:

Tentang iklan-iklan ini

There are 2 comments

Komentar ditutup.