Cendet Peterpan: Lagu andalannya burung gereja kawin, parkit, dan kenari

Kalau sebelumnya omkicau.com sudah share mengenai perawatan murai batu Seruling Raja dan kacer Satria Dewa, artikel kali ini membahas tentang Peterpan, cendet yang juga berjaya di even Valentine PBI Jogja, 17 Februari lalu. Jagoan milik Mr Fajar dari Bali Peace ini pernah menjadi buah bibir usai mencetak double winner di Pakde Karwo Cup II di Surabaya, November 2012. Bukan apa-apa, Surabaya merupakan basis cendet jawara di Tanah Air, tetapi bisa “ditembus” cendet asal Bali.

FAJAR-CENDET-PETERPAN

Fajar bersama kru dan cendet Peterpan (Foto: Agrobur)

Di Bali pun, Peterpan sudah tidak punya musuh sepadan. Sudah tidak terhitung berapa gelar juara yang pernah diraihnya di Pulau Dewata itu. Bahkan Pakde Karwo Cup dan Valentine PBI Jogja yang notabene merupakan even berkelas nasional pun, Peterpan tetap berada di urutan pertama, pada dua kelas yang dilombakan.

Kini saatnya melihat ketangguhan Peterpan dalam even 168 Cup di Semarang (7 April) dan Piala Raja di Prambanan (9 Juni). Apabila mampu memenangi kedua even ini, dipastikan Peterpan merupakan cendet terbaik Indonesia saat ini.

Cendet asli Bali

Cendet Peterpan

Cendet Peterpan (Foto: Agrobur)

Peterpan merupakan cendet asli Bali. Mental fighter dan perfoma suaranya benar-benar tak diragukan lagi. Ketika tampil di Valentine PBI, kata Fajar, sebenarnya Peterpan tidak berada dalam top form. Asal tahu saja, bulu-bulunya sedang mabung nyulam. “Tetapi saya  paksakan saja, dan ternyata masih bagus. Penampilan terbaik Peterpan justru saat turun di Pakde Karwo Cup,” tuturnya.

Fajar sudah memantaunya sejak burung ini masih muda dan belum berada di tangannya. Setiap tampil dari latber ke latber, sampai lomba tingkat regional, Fajar terus mengikutinya. Ia harus bersabar selama dua tahun untuk mendapatkan burung tersebut. Itupun kondisinya sudah rusak.

Dengan ketelatenan, Fajar merawatnya dan baru memetik hasilnya setahun kemudian, terutama setelah mabung. Sejak itulah penampilannya menjadi stabil. Setiap berlomba, Peterpan selalu juara. Bahkan jika ada dua kelas cendet dalam satu lomba, gaco yang satu ini selalu mencetak double winner.

Penampilannya selalu mengundang decak kagum pelomba lainnya maupun penonton. Burung ini selalu tampil full rolling, diselingi tembakan-tembakan dahsyat, rapat, dan bertenaga. Tidak dilombakan pun, Peterpan rajin berkicau, karena memang super-gacor.

Selain volumenya yang keras, kristal, dan sangat tajam, daya tempurnya juga luar biasa. Tidak hanya itu, Peterpan juga bisa menata lagunya menjadi irama yang indah sehingga terdengar sangat merdu. Antara

tonjolan dan suara kecil-kecilnya bisa dinyanyikan dengan sangat baik, saling menyambung mulus, tidak patah-patah.

Lagu-lagu andalannya yang sangat istimewa adalah gereja kawin, parkit, dan kenari. Yang lebih istimewa lagi, kalau juri mendekat, Peterpan justru pasang aksi dengan memutar-mutar badannya ke kiri-kanan, sambil terus bunyi ngerol panjang dan  mendongakkan kepalanya.

Rahasia perawatan Peterpan

Apa sih rahasia perawatan cendet Peterpan? Om Kicau pernah menulis sebagian perawatan Peterpan (silakan cek di sini). Kali ini, ada tambahan perawatan yang bersumber dari Tabloid Agrobur.

Perawatan harian

  • Setiap pagi, dijemur selama 2 jam.
  • Porsi jangkrik 5 ekor pagi hari, dan 5 ekor sore hari (tanpa kroto dan ulat hongkong).
  • Mandi hanya 2x dalam seminggu

Perawatan jelang lomba:

  • Mulai Kamis, burung tidak dimandikan, tetapi lama penjemuran ditingkatkan.
  • Mulai Jumat, diberikan 5 ekor ulat hongkong sampai Hari-H.
  • Pemberian kroto tergantung cuaca dan kondisi burung. Jika cuaca kurang panas dan kondisi burung tidak terlalu fit, baru diberikan kroto sebanyak 1 sendok teh.
  • Minggu pagi, burung tetap tidak dimandikan, tetapi penjemuran ditingkatkan.

Semoga bisa menjadi referensi bagi cendet mania lainnya.

Salam sukses, Salam dari Om Kicau.

diskusi di siniAda pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja).

Navigasi Utama:

About these ads

There is one comment

Komentar ditutup.