Skip to content
Tentang iklan-iklan ini

Mas Muda Gunawan kembangkan opaline non-klep

Mas Muda Gunawan Jogja yang tergabung dalam Komunitas Lovebird Indonesia (KLI) tak henti-hentinya berinovasi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas penangkaran loverbird yang dia miliki. Selain menangkar burung lovebird, dia juga berpengalaman menangkar beberapa jenis burung kicauan lain.

Metode burung babu (baby sitter) yang biasa digunakan dalam penangkaran burung perkutut pun sudah diadopsi dan diterapkan dalam penangkaran lovebird. Misalnya, dia pernah menggunakan parkit sebagai babu, dengan tugas mengerami telur-telur lovebird, kemudian mengasuhnya hingga lepas sapih.

Selain parkit, Om Gunawan juga pernah memanfaatkan kenari, palek, puter, bahkan lovebird non-klep, sebagai burung babu untuk mengerami telur lovebird klep yang kini sedang menjadi “mesin ATM” di penangkarannya (silakan cek kembali artikelnya di sini).

Om Muda Gunawan Melihat piyik yang baru menetas setelah dierami babu non-klep.

Mas Muda Gunawan melihat piyik yang baru menetas setelah dierami babu non-klep.

Dia juga membuat menu pakan sendiri untuk meloloh anakan lovebird, yang bisa juga digunakan sebagai bahan lolohan untuk piyikan berbagai jenis burung kicauan lainnya. Bahan ini bisa diberikan kepada sang induk, kemudian induk akan melolohkan bahan tersebut kepada anak-anaknya.

Tetapi, bahan tersebut juga bisa dimasukkan dalam spuit (spet), kemudian langsung dilolohkan ke paruh anakan lovebird. Detail selengkapnya mengenai bahan lolohan anakan lovebird bisa dilihat di sini.

Yang terbaru, saat ini Om Gunawan juga sedang mengembangkan lovebird opaline non-klep. Apa yang menjadi motivasinya “mencetak” lovebird jenis ini? Bukankah lutino klep jauh lebih baik?

Lovebird opaline non-klep koleksi Om Muda Gunawan.

Lovebird opaline non-klep koleksi Om Muda Gunawan.

Menurut dia, dari sisi warna opaline non-klep sesungguhnya tidak kalah cantik dari lutino klep mata merah. Bahkan bagian leher dan kepalanya lebih sable atau ngalung, memutar tegas dari bagian bawah hingga atas tengkuk. Bagian ekor juga ikut merah seperti bagian kepalanya.

“Selain itu, harganya juga relatif lebih murah daripada lutino klep. Karena itu, saya yakin jenis opaline non-klep nantinya banyak disukai orang, karena keindahannya memang nyata sekali,” tandasnya. (Waca-Jogja)

Salam sukses, salam dari Om Kicau.

Ada pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja). Navigasi Utama:

Tentang iklan-iklan ini

6 Comments »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 156.117 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: