Hay Wiyogo, spesialis penetasan dan pembesaran aneka burung paruh bengkok

Hay Wiyogo sudah lama menekuni bisnis penetasan dan pembesaran berbagai jenis burung paruh bengkok (parrot), mulai dari macaw, hans macaw, conure, hingga grey parrot. Hanya berbekal sebuah mesin tetas dan boks inkubator sederhana untuk perawatan piyik yang baru menetas, Hay menjual produknya di toko burung Yoshiko, miliknya, di kawasan Pasar Burung Kelapagading, Jalan Pelepah Raya Blok P No 5 Jakarta Utara. Yuk, kita lihat apa yang sehari-hari dikerjakan Om Hay.

Butuh kesabaran dan ketelatenan dalam penetasan telur dan pembesaran anakan parrot.

Butuh kesabaran dan ketelatenan dalam penetasan telur dan pembesaran anakan parrot.

Berbeda dari penangkar burung pada umumnya, Om Hay memilih fokus dalam penetasan dan pembesaran burung, khususnya burung paruh bengkok. Ia tidak terlibat dalam proses penangkaran burung. Lalu, dari mana telur-telur yang ditetaskannya?

Inilah uniknya. Om Hay rutin berburu telur burung paruh bengkok ke sejumlah breeder, baik yang ada di dalam negeri maupun luar negeri. Kalau breeder mancanegara, biasanya Om Hay memilih Thailand.

“Membeli telur tetas dari para breeder lebih hemat daripada membeli anakan. Selain itu, tidak terlalu repot dengan urusan penangkaran burung. Jadi tugas saya hanya menetaskan, lalu membesarkan piyikan. Tetapi membesarkan piyikan parrot tidak mudah lho,” tutur Om Hay, ketika disambangi omkicau.com.

Mesin tetas telur parrot

Mesin tetas telur parrot

Telur-telur tersebut kemudian ditetaskan menggunakan mesin penetas. Begitu menetas, piyik langsung dipindahkan ke boks inkubator sampai umur 3 hari. Selanjutnya dirawat di kandang pembesaran sampai masa panen (siap jual).

Boks inkubatornya pun sederhana, hanya terbuat dari bahan tripleks, yang diberi penutup kain, serta dilengkapi dengan 3 buah lampu pijar masing-masing berdaya listrik 5 watt. Saat omkicau.com mampir ke rumahnya, di dalam inkubator tergolek piyikan macaw, conure, dan grey parrot.

Penetasan telur parrot

Adapun mesin tetas, meski hanya 1 unit, bisa menampung puluhan telur. Suhu penetasan pada 3 hari pertama sekitar 38 o Celsius, kemudian mulai hari ke-4 diturunkan sedikit. Lama penetasan berbeda-beda menurut jenis burungnya. Kalau telur macaw sekitar 28 hari, sedangkan grey parrot maksimal hanya 21 hari.

Menjelang menetas, telur ditempatkan dalam kotak kecil yang dilapisi tisu, agar piyikan yang baru menetas lebih nyaman. Setelah menetas, piyik tidak perlu diberi makan hingga 10 jam, dan tetap dibiarkan dalam mesin tetas.

“Anakan yang baru menetas jangan sekali-sekali langsung diberi makanan, sebab malah bisa mati. Setelah 10 jam, barulah piyik dipindah ke inkubator,” kata Hay Wiyogo.

Telur burung parrot dalam kondisi siap menetas.

Telur burung parrot dalam kondisi siap menetas.

Anakan burung parrot mulai menetas.

Anakan burung parrot mulai menetas.

Piyik berada dalam inkubator hingga umur 3 hari. Umur 1-3 merupakan masa kritis bagi anakan burung paruh bengkok, karena itu inkubator harus dilengkapi dengan lampu pijar sebagai penghangat. Suhu kandang setara dengan suhu saat berada di mesin tetas (37 – 38 o Celcius), dan itu bisa tercukupi melalui lampu pijar 5 Watt sebanyak 3 buah.

Anakan umur 1-3 hari dipindahkan dalam boks inkubator.

Anakan umur 1-3 hari dipindahkan dalam boks inkubator.

Setelah berumur 3 hari, anakan dipindahkan ke sangkar khusus pembesaran, dengan suhu kandang sekitar 32,6 o Celsius. Setiap ekor dipelihara dalam satu sangkar yang diberi alas tisu. Burung yang sudah dipindahkan ke sangkar pembesaran biasanya sudah melewati masa kritis dan aman.

“Kita tinggal memberinya makanan sesuai dengan jadwal. Agar tidak lupa, saya selalu menggunakan alarm khusus. Setiap dua jam sekali bunyi, sebagai pertanda jam makan bagi anakan burung sudah tiba,” ujarnya sambil tersenyum.

Pakan anakan burung parrot berupa tepung khusus sebagai asupannya. Namanya tepung Kayiee, produk impor yang juga dijual di toko burungnya. Tepung ini memang khusus untuk anakan parrot.

Cara meloloh anakan parrot

Meloloh anakan parrot menggunakan pipet.

Meloloh anakan parrot menggunakan pipet.

Banyak breeder kesulitan ketika memberi pakan kepada piyik / anakan parrot yang baru menetas. Maklumlah, selain masih rentan, anakan burung ini butuh penyesuaian dengan udara di sekitarnya. Pelolohannya juga tidak mudah, butuh kesabaran dan ketelatenan.

Berikut ini cara Om Hay meloloh anakan parrot :

  • Siapkan adonan tepung khusus untuk anakan parrot, kemudian tuangkan sedikit air hangat agar menjadi bubur.
  • Anakan burung dipegang dengan jari dan jempol, sambil dielus-elus terutama bagian paruhnya. Dengan begitu, seakan anakan merasa diloloh indukannya.
  • Bubur tepung diambil dengan menggunakan pipet, dalam porsi sedikit, atau cukup sekitar 80% daya tamping temboloknya. Jika terlalu banyak, anakan bisa mati karena tembolok tidak kuat menampung makanan.
  • Setelah diberi pakan, paruh anakan dibersihkan dengan kapas yang sudah dibasuh dengan air hangat. Tujuannya agar sisa makanan tidak menempel pada tepi paruh yang sering mengundang bakteri.
Hay Wiyogo bersama conure yang dirawatnya sejak piyik.

Hay Wiyogo bersama conure yang dirawatnya sejak piyik.

Problem yang sering dihadapi antara lain tembolok piyikan yang kembung. Belum diisi pakan, tetapi tembolok terlihat seperti sudah penuh. Untuk mengantisipasi hal ini, Om Hay biasanya mencampur setetes obat maag cair yang biasa digunakan manusia.

“Obat ini dicampurkan dengan bubur tepung untuk meloloh anakan. Karena obat maag itu mengandung mint, jadi tembolok burung tidak kembung saat mengkonsumsi makanan,” tambah Om Hay.

Anakan yang sudah berumur 1 bulan sudah bisa makan sendiri dan siap untuk dijual. Harganya ternyata “waaah” juga. Untuk blue and gold macaw, misalnya, harga anakan umur 1 bulan bisa mencapai Rp 17 juta seekor.

Blue and gold macaw: Umur 1 bulan seharga Rp 17 juta.

Blue and gold macaw: Umur 1 bulan seharga Rp 17 juta.

Karena kepakarannya, Om Hay kerap dimintai bantuan sesama breeder yang sering gagal dalam penetasan telur. Bahkan beberapa rekan penangkar sering menitipkan telur untuk ditetaskan di rumahnya.

“Dengan menggunakan mesin, telur yang gagal menetas biasanya jadi menetas. Anakan pun sering dititipkan untuk dirawat di sini hingga besar,” ungkap Hay.

Semoga bisa menjadi inspirasi bagi Anda. (d’one)

Salam sukses, Salam dari Om Kicau. 

diskusi di siniAda pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja).

Navigasi Utama:

About these ads

There are 8 comments

      1. Dudung Abdul Muslim

        Kalau inkubator tidak dilengkapi dengan alat pemutar otomatis, telur harus dibolak-balik secara manual, 3x sehari (pagi – siang – sore/petang). Kalau nggak dibolak-balik, pemanasan tidak bisa merata dan telur tidak akan pernah bisa menetas. Semoga sukses, Om…

Komentar ditutup.