Cara membedakan branjangan dan richard’s pipit

Banyak kicaumania yang berniat membeli branjangan di pasar burung. Sesampai di rumah, ia masih mengira bahwa yang dipeliharanya adalah branjangan (Mirafra javanica). Namun, setelah dipelihara cukup lama, burung cuma ngeriwik terus, dengan suara monoton. Jambulnya nggak pernah keluar. Setelah diselidiki, ternyata yang dipeliharanya bukan branjangan, melainkan richard’s pipit (Anthus richardi) atau burung apung richard, yang berasal dari keluarga berbeda.

Kasus ini banyak dialami para penggemar branjangan, terutama pemula yang belum mengenal lebih detail mengenai burung tersebut. Tidak diketahui pasti, apakah ini modus yang kerap dipakai pedagang untuk mengatasi kelangkaan pasokan branjangan, atau pedagang justru tidak tahu kalau “dibohongi” pengepul burung. Atau, jangan-jangan pengepul juga tidak bisa membedakan mana BR (branjangan) dan RP (richard’s pipit) alias apung richard.

Bagi pemula, memang tidak mudah untuk membedakan kedua jenis burung tersebut. Postur tubuh branjangan memang sedikit lebih kecil daripada RP. Panjang tubuh rata-rata 12 – 15 cm (tergantung ras, dan asupan gizi sejak piyikan). Sedangkan RP sekitar 17 – 20 cm.

Tentu hal ini susah dijadikan patokan, apalagi ketika kita membelinya saat masih trotolan, yang pasti belum mencapai ukuran seperti itu. Kalau pun membeli burung dewasa, apa kita harus mengukurnya pakai penggaris (he..he..). Apalagi belum tentu ada BR dan RP di kios pedagang.

Karena itu, kita harus menggunakan metode lain, berdasarkan pengamatan pada beberapa bagian tubuhnya yang kontras, antara lain :

  • Bentuk paruh
  • Panjang cakar
  • Posisi kaki saat berdiri
  • Keberadaan jambul

1. Bentuk paruh

Idealnya perbedaan bentuk paruh bisa dilihat jika ada BR dan RP. Tetapi penjelasan dalam gambar di bawah ini bisa digunakan panduan jika Anda hanya menjumpai salah satu burung saja, BR atau RP, karena perbedaan bentuk paruhnya terlihat kontras.

paruh-branjangan

Terlihat jelas bahwa paruh branjangan lebih pendek dan tebal. Sebaliknya, paruh richard’s pipit lebih panjang dan runcing. Inilah yang bisa dijadikan patokan awal dan sangat akurat.

2. Panjang cakar dan kuku

Branjangan di alam liar memang lebih sering berada di permukaan tanah maupun bertengger di atas batu. Namun keliru jika ada yang menganggap burung ini tidak mampu bertengger di cabang pohon, kabel telepon, dan sejenisnya. Lihat gambar berikut ini :

Meski kurang sempurna, branjangan tetap bisa bertengger.

Meski kurang sempurna, branjangan tetap bisa bertengger.

Tetapi cara bertenggernya memang kurang sempurna, terutama karena cakarnya yang tidak terlalu panjang, sehingga burung agak kesulitan untuk mencengkeram. Berbeda dengan richard’s pipit yang cakarnya lebih panjang, sehingga memudahkannya untuk bertengger.

Selain itu, pertumbuhan kuku richard’s pipit juga jauh lebih cepat daripada branjangan. Saya menduga hal ini karena branjangan memiliki kebiasaan mengasah kukunya di atas batu.

Berikut ini perbedaan panjang cakar pada kedua burung.

Cakar dan kuku branjangan (ras filipina).

Cakar dan kuku branjangan (ras filipina).

Cakar dan kuku richard's pipit.

Cakar dan kuku richard’s pipit.

3. Posisi kaki saat berdiri

Ada perbedaan menyolok dari posisi kedua kaki branjangan dan richard’s pipit saat berdiri. Dalam hal ini, posisi kaki branjangan menekuk ke belakang agak dalam, sehingga membentuk kemiringan dengan sudut sekitar 45 derajat. Richard’s pipit hanya sedikit menekukkan kakinya, sehingga masih terlihat agak tegak. Lihat perbandingannya dalam gambar di bawah ini :

Posisi kaki branjangan (kiri) dan richard's pipit saat berdiri.

Posisi kaki branjangan (kiri) dan richard’s pipit saat berdiri.

Namun ketentuan ini tidak berlaku ketika richard’s pipit bertengger. Saat bertengger, kedua kakinya terkadang juga ditekuk ke belakang seperti branjangan.

Adapun cara berjalan kedua burung ini, terutama di atas permukaan tanah, hampir sama. Keduanya memiliki cara berjalan seperti ayam.

4. Keberadaan jambul

Pada dasarnya, burung branjangan memiliki jambul, yang dalam kondisi biasa tidak kelihatan. Hal ini bahkan sudah dimiliki sejak trotolan. Ketika memantau branjangan trotolan di pasar burung, dan pedagang membolehkan burung dipegang, maka peganglah paruhnya. Apabila memang branjangan, pasti akan terlihat jambul mungilnya berdiri.

Tentu saja karena masih sangat muda, berdirinya jambul belum seberapa. Tetapi ketika diraba, bulu-bulu pada bagian jambul terasa agak kaku / kasar daripada bulu tubuh lainnya.

Branjangan dewasa dalam kondisi normal juga tidak serta-merta menegakkan jambulnya. Sebab BR baru menegakkan jambulnya dalam kondisi tertentu: marah, waspada, panik, ingin menguasai atau mempertahankan wilayah teritori, serta pamer kejantanannya saat hendak mengawini betina.

Berbeda dari richard’s pipit yang memang tidak memiliki jambul. Anda juga bisa mengetesnya ketika di pasar burung dengan memegangi paruhnya. Jika bulu di atas kepalanya tak berdiri, bisa dipastikan itu RP. Jika diraba, bulu-bulu di atas kepala RP juga sama lembutnya dengan bulu-bulu lainnya.

Ada individu branjangan yang mudah menegakkan jambulnya, tetapi ada juga yang sulit menegakkan jambulnya. Ini tergantung karakter dasar burung tersebut, yang diwarisinya sejak menetas.

Berikut ini tayangan dua video dari Om Singobarong. Yang satu memperlihatkan branjangan sedang berkicau, dan gacor, tanpa menaikkan jambulnya. Ini berarti branjangan hanya ingin berkicau, tanpa suasana marah, panik, ingin menjaga wilayah kekuasaannya, dan sebagainya.

Yang satu lagi branjangan yang juga gacor, dan menunjukkan jambulnya yang kharismatik. Itu berarti branjangan sedang dalam kondisi marah, panik, meningkatkan kewaspadaan, atau mungkin juga dari kejauhan mendengar suara burung lain.

Sebagai perbandingan, berikut ini richard’s pipit yang berkicau sangat monoton, dan sama sekali tak pernah njambul (karena memang nggak punya jambul) :

Perhatikan juga, apakah burung sering ngleper

Empat poin di atas bisa dijadikan panduan saat memantau branjangan di pasar burung. Sebagai info tambahan, branjangan yang sudah jadi biasanya akan sering ngleper saat berkicau. Ngleper adalah kondisi di mana burung membuka sayapnya, sambil menggetar-getarkan kedua sayapnya dengan kecepatan tertentu.

Ngleper merupakan ciri khas keluarga burung larks (Alaudidae), seperti branjangan, sanma, dan pailing. Adapun richard’s pipit tidak termasuk dalam keluarga burung larks, melainkan keluarga burung apung (Motacillidae), dan tidak memiliki gaya khas seperti itu.

Apabila Anda sudah lama memelihara branjangan, tetapi burung hanya ngeriwik terus, tidak pernah njambul, tidak pernah ngleper, posisi kaki ketika berdiri terlihat tegak, paruhnya kok panjang dan runcing, cakar dan kukunya juga panjang, maka (waspadalah…) Anda telah salah membeli burung, karena yang dipelihara adalah richard’s pipit alias burung apung richard.

Semoga bermanfaat.


Salam sukses, Salam dari Om Kicau.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain. Agar tidak tertipu, pastikan Anda membaca artikel ini (klik saja).

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.

diskusi di siniAda pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja). Navigasi Utama:

Tentang iklan-iklan ini

There are 2 comments

Komentar ditutup.