Tentang iklan-iklan ini

Sangkar bulat untuk kacer: Lebih gaya, lebih mudah dipantau, lebih berprestasi

Sangkar bulat untuk kacer: Lebih gaya, lebih mudah dipantau, lebih berprestasi

Tren sangkar bulat untuk jenis kacer, cucak hijau, hingga cucak jenggot awalnya memang tak lazim digunakan pemiliknya saat menurunkan burung andalannya di arena lomba. Karena ketiga jenis burung ini umumnya menggunakan sangkar kotak. Namun, seiring dengan perkembangan lomba, tren sangkar terus berubah. Kini, sangkar bulat untuk kacer mulai terlihat di berbagai lomba. Selain lebih gaya, sangkar model ini juga lebih enak dan lebih mudah dipantau.

Meski kacer umumnya menggunakan sangkar kotak, tidak semua kacer mania mengaku nyaman menggunakannya. Apalagi jika harus disesuaikan dengan karakter burungnya. Sebab  banyak juga kacer, cucak hijau, dan cucak jenggot yang lebih nyaman ditempatkan di sangkar bulat. Kendati terkesan janggal, ada juga yang merasa cocok dan mengaku burungnya menjadi lebih stabil dan anteng kerjanya di lapangan.

Salah seorang kicaumania yang kesengsem dengan sangkar bulat adalah Aseng. Lelaki yang tinggal di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, ini dikenal sebagai salah seorang pengorbit kacer jawara di Jabodetabek. Bukti terbaru adalah keberhasilannya memborong gelar juara dalam even Junior Team Cup 4 di Depok, Jawa Barat, Minggu (7/4).

Dalam even ini, panitia membuka dua kelas kacer, yaitu Dolpino dan Capuchino. Aseng pun menurunkan beberapa jagoannya di dua kelas ini, antara lain Halusinasi, Rambo, dan Kamerun. Hasilnya?

Halusinasi sukses menjadi juara 1 di Kelas Capuchino, dan juara 3 di Kelas Dolpino. Rambo juara 2 di Kelas Dolpino, sedangkan Kamerun juara 4 di Kelas Capuchino. Asal tahu saja, kacer Halusinasi tampil menggunakan sangkar bulat.

Aseng bersama kacer Halusinasi yang menggunakan sangkar bulat.

Aseng bersama kacer Halusinasi yang menggunakan sangkar bulat.

“Selain Halusinasi, ada juga kacer Topeng Hitam yang menggunakan sangkar bulat. Nampaknya, keduanya justru lebih mapan tampil di lapangan setelah menggunakan sangkar bulat. Awalnya canggung juga, burung belum terbiasa dengan tangkringan dua disilang. Tetapi lama-lama burung malah lebih anteng di sangkar model ini, kerjanya lebih maksimal,” jelas Aseng.

Bahkan, menurut pengamatannya, sejak pindah sangkar kedua gaconya justru lebih nagen di atas tangkringan, saat bertemu lawan-lawannya di lapangan. Padahal, ketika masih menggunakan sangkar kotak, kinerjanya kurang maksimal.

Halusinasi dan Topeng Hitam menggunakan sangkar bulat dengan diameter 48 cm dan tinggi 58 cm. Keunggulan sangkar model ini antara lain, posisi burung mudah terpantau dari segala sudut pandang, mulai dari depan, samping, hingga belakang. “Pokoknya dari sudut pandang mana saja, burung tampak terlihat jelas di lapangan,” jelasnya.

Burung dalam sangkar bulat lebih mudah dipantau dari berbagai sudut pandang.

Burung dalam sangkar bulat lebih mudah dipantau dari berbagai sudut pandang.

Saat ini Aseng mengoleksi 16 ekor kader. Belum semua akrab menggunakan sangkar bulat, jadi harus diperhatikan kesesuaiannya dengan karakter masing-masing burung. Yang sudah merasa nyaman dan menunjukkan perbaikan prestasi ya Halusinasi dan Topeng Hitam.

“Tetapi, kalau semuanya cocok, saya ingin seluruh kacer di rumah bisa menggunakan sangkar bulat. Adaptasi harus perlahan-lahan, jangan dipaksakan,” ujarnya lagi.

Apakah Anda juga ingin beralih menggunakan sangkar bulat? Silakan dipertimbangkan secara cermat dan bijak. ( d’one )

Semoga bermanfaat.

Salam sukses, Salam dari Om Kicau.

Ada pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja). Navigasi Utama:

One response

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 155.808 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: