Burung mantenan himalaya: Suaranya lebih rapat dan keras

Burung mantenan atau burung sepah sebenarnya sangat beragam, bahkan terdiri atas 13 spesies. Enam spesies sudah pernah ditulis omkicau.com dalam artikel Burung sepah atau Pericrocotus: Kenali lebih dekat, termasuk burung sepah hutan (Pericrocotus flammeus). Artikel kali ini membahas tentang burung mantenan himalaya (Pericrocotus flammeus speciosus), yang diperdebatkan sejumlah ahli burung apakah tetap menjadi subspesies sepah hutan, atau dipisahkan menjasi spesies yang berdiri sendiri. Semua itu hanya disebabkan dua hal: adanya perbedaan suara dan warna, meski hanya sedikit.

Burung mantenan selama ini banyak digunakan sobat kicaumania untuk memaster burung piaraan di rumah, terutama kacer dan murai batu. Sepah hutan hanya salah satu dari 13 spesies burung mantenan. Nah, sepah hutan pun memiliki subspesies atau ras yang cukup banyak,  yaitu 19 ras, termasuk mantenan himalaya.

Mantenan himalaya hanya bisa dijumpai di kaki Pegunungan Himalaya, baik yang berada di India maupun Tibet. Sebagai ras atau subspesies sepah hutan, burung mantenan himalaya memang memiliki penampilan fisik yang tak jauh berbeda dari spesies induknya. Berikut ini beberapa gambar burung jantan dan betina pada mantenan himalaya dan sepah hutan.

Burung mantenan himalaya (jantan)

Burung mantenan himalaya (jantan)

Burung mantenan himalaya (betina)

Burung mantenan himalaya (betina)

Burung sepah hutan (jantan)

Burung sepah hutan (jantan)

Burung sepah hutan (betina)

Burung sepah hutan (betina)

Dari gambar di atas, perbedaan utama antara burung mantenan himalaya dan sepah hutan hanya dijumpai pada warna oranye yang dimiliki burung jantan. Sedangkan betina pada kedua jenis burung ini cenderung sama. Pada sepah hutan jantan, warna oranye tetap terlihat sebagai oranye. Sedangkan pada mantenan himalaya, warnanya oranye-tua atau mengarah ke warna merah. Lihat skema di bawah ini.

burung-mantenan

Ditambah dengan perbedaan pada beberapa parameter suaranya, sebagian ahli burung cenderung memisahkan mantenan himalaya sebagai spesies tersendiri, dengan nama ilmiah Pericrocotus speciosus, dan nama internasional scarlet minivet. Sedangkan sepah hutan disebut sebagai orange minivet. Padahal scarlet minivet sampai saat ini masih dijadikan sebagai nama internasional bagi burung sepah hutan secara keseluruhan.

Suara burung mantenan himalaya

Seperti apa sih perbedaan suara dari kedua jenis burung ini, sehingga muncul gagasan untuk memisahkan burung mantenan himalaya dari sepah hutan? Berikut ini suara nyanyian (song) dan suara peringatan (alarm) mantenan himalaya di alam liar. Tanpa proses pemasteran melalui tangan manusia, suara nyanyian dan alarm burung ini memang oke banget.

  • Suara nyayian burung mantenan himalaya

Download

  • Suara alarm burung mantenan himalaya

Download

Sebagai perbandingan, suara sepah hutan di alam liar :

  • Suara nyanyian burung sepah hutan

Download

Note: Anda juga dapat mendownload suara burung sepah hutan dalam versi lain di sini.

Kalau parameternya speed atau kecepatan suara, maka suara burung mantenan himalaya memang sedikit lebih rapat. Demikian juga volumenya yang sedikit lebih keras. Tetapi, menurut pendengaran saya, ketajaman suara burung sepah hutan (khususnya yang ada di Indonesia) justru lebih baik. Bagaimana menurut Anda?

Semoga bermanfaat, dan menambah wawasan kita bersama.

Salam sukses, Salam dari Om Kicau.

Ada pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja). Navigasi Utama:

Satu pemikiran pada “Burung mantenan himalaya: Suaranya lebih rapat dan keras

Komentar ditutup.