Trisakti BF Tangerang: Garap pasar kenari, lovebird, dan blackthroat impor

Burung lovebird, kenari, dan blackthroat, khususnya kualitas impor, saat ini memang sedang digemari banyak kicaumania. Tren penjualan terus meningkat, harganya pun melambung tinggi. Sebagian konsumen menggunakannya sebagai burung lomba, dan sebagian lagi justru menjadikannya sebagai “mesin uang” alias diternak kembali agar menghasilkan anakan untuk dijual dengan harga tinggi. Trisakti Bird Farm Tangerang, misalnya, selain dikenal sebagai agen kenari impor, juga breeder kenari unggulan.

Kenari unggulan Trisakti BF

Kenari unggulan Trisakti BF

Sudah tujuh tahun terakhir ini, Om Arif selaku owner Trisakti BF menjalankan kedua aktivitas sekaligus: agen kenari impor dan breeder kenari unggulan. Permintaan pasar yang tinggi membuatnya bermitra dengan beberapa importir kenari, mulai dari kenari taiwan, kenari holland, dan kenari impor dari Eropa lainnya.

Dia juga menyediakan kenari F1, F2, AF, yorkshire, gloster, lizard, lanchester, black red, dan sejenisnya, khusus untuk diternak ulang oleh para penangkar yang selama ini menjadi pelanggan tetapnya.

“Kalau hanya mengandalkan hasil breeding saja tidak mampu mencukupi permintaan pelanggan,” jelasnya, ketika ditemui omkicau.com di kediamannya, Jalan Dwijaya No 4, Radio Dalam, Jakarta Selatan.

Jangankan untuk memenuhi kebutuhan luar kota atau antarpulau, sekadar memenuhi kebutuhan para kicaumania di Jabodetabek saja dia sudah keteteran. “Pesanan dari Sumatera dan Kalimantan juga tak kalah gencarnya,” tambahnya.

Baik produk lokal hasil breeding sendiri, maupun produk impor, Om Arif benar-benar menjaga kualitasnya sebelum dipasarkan. Untuk kenari impor, misalnya, dari negara asal sebenarnya sudah diseleksi yang terbaik. Namun karena perjalanan udara yang cukup jauh bisa saja mempengaruhi kualitas burung, Om Arif harus menyeleksi ulang begitu burung tiba di rumahnya.

Produk impor siap jual.

Produk impor siap jual.

Siap mengajari penangkar atau calon penangkar

Pelanggan Trisakti BF memang beragam. Ada yang murni pemain, tetapi tak sedikit pula yang membeli untuk ditangkar kembali. Produk yang disediakan untuk pelomba antara lain aneka jenis kenari, lovebird, dan blackthroat, semuanya kualitas impor.

Mereka biasanya membeli burung yang masih anakan. Untuk kenari, misalnya, yang paling dicari adalah F1 yang masih anakan. Sebab jika sejak kecil dimaster dengan blackhroat, kelak setelah dewasa bakal memiliki performa suara yang bagus.

Sedangkan produk yang biasa dibeli penangkar atau calon penangkar antara lain kenari lokal, F1, F2, dan AF. Bahkan Trisakti BF juga menyediakan stok induk jantan dan betina yorkshire (YS), lanchester, gloster, serta lizard yang diimpor dari Eropa.

Khusus untuk penangkar atau calon penangkar yang datang ke kediamannya, Om Arif dengan sabar akan memberikan training singkat mengenai cara penangkaran kenari dari A sampai Z.

Anakan kenari lokal usai dipanen.

Anakan kenari lokal usai dipanen.

Penghematan lahan dan biaya produksi

Om Arif memang tidak memiliki lahan luas untuk menangkar kenari. Karena itu, dia mesti memanfaatkan lahan yang tersisa dengan seefisien mungkin. Kandang petak pun tak terlalu luas, di mana setiap petak hanya berukuran 45 cm x 50 cm x 60 cm.

Kandang-kandang ini kemudian dijejer secara vertical dan horizontal, ditempel pada tembok, dan disatukan dalam sebuah ruangan. Bahkan sebagian pasangan induk tidak menggunakan kandang petak, melainkan sangkar gantung yang juga dijejer.

Efisiensi lahan melalui penggunaan sangkar gantung.

Efisiensi lahan melalui penggunaan sangkar gantung.

Itu hanya contoh bagaimana harus mengefisienkan lahan. Untuk perkawinan induk kenari pun, dia menerapkan model poligami, sehingga dapat menghemat penggunaan induk jantan.

“Seekor induk jantan YS harus mengawini tiga ekor induk betina. Cara ini sekaligus juga bisa menekan biaya produksi. Apalagi permintaan jantan YS terus meningkat, sehingga saya sering kehabisan stok burung jantan,” kata Om Arif.

Menangkar kenari dengan model ini bisa dibilang lebih praktis. Selain menghemat tempat, menghemat biaya produksi, penangkar juga bisa gonta-ganti indukan jantan. Induk betina pun bisa di-crossing untuk mendapatkan anakan yang terbaik, terutama setelah menetaskan anakan.

Berdasarkan pengalamannya, jika induk mampu bertelur lebih dari 4 butir, maka agar lebih aman sebagian telur ditetaskan ke babu atau baby sitter. Bisa juga dititipkan ke pasangan kenari lokal. Dengan demikian, penetasan dan pengasuhan menjadi lebih terkontrol.

Anakan yang menetas dibiarkan dalam pengasuhan induknya atau baby sitter. Jika sudah bisa makan sendiri, baru dipindahkan ke kandang tersendiri. Jantan dan betina dipisahkan dalam kandang berbeda. Jika sudah agak dewasa, burung dimasukkan ke sangkar individual.

Untuk kebutuhan pakan, Om Arif memberikan pakan biji-bijian dibantu extra fooding (EF) seperti telur puyuh rebus, sawi putih / hijau, salada, dan sejenisnya. (d’one)

Untuk menjaga kualitas, produk diseleksi dulu sebelum dipasarkan.

Untuk menjaga kualitas, Om Arif menyeleksi produk sebelum dipasarkan.

 

Om Arif / Trisakti BF

Jalan Dwijaya 4, Radio Dalam Jakarta Selatan.

Contact: 081 286 159 518 / 081 574 356 889

Semoga bermanfaat.

Salam sukses, Salam dari Om Kicau.

diskusi di siniAda pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja).

Navigasi Utama:

About these ads

There are 4 comments

  1. bobby

    Mau nanya lg nih Om dudung..
    Untuk lovebird Berapa lama proses ngangkut sarang dan apakah proses ngangkut sarang dahulu atau kawin dahulu baru ngangkut sarang…
    ( Mohon jawabannya dan harap maklum )

    1. Dudung Abdul Muslim

      Unjal atau proses angkut sarang oleh lovebird betina bervariasi, 4-7 hari. Batasi bahan sarang sesuai dengan kapasitas kotak sarang yang ideal, karena induk betina bisa mengangkut berapapun bahan sarang yang disediakan.
      Unjal biasanya dilakukan ketika betina sudah birahi, Sebagian besar proses unjal lebih duluan daripada kawin.

Komentar ditutup.