“Kandang alami” penangkaran murai batu

Banyak cara yang dilakukan sejumlah penangkar murai batu agar indukan bisa produktif dan anakan-anakan yang dihasilkannya pun berkualitas. Salah satunya adalah membangun “kandang alami”, atau kandang yang didesain menyerupai habitat murai batu di alam liar. Cara ini sudah dipraktikkan Pri BF Mojokerto, milik Supriyanto, dan terbukti mampu memenuhi dua target utama dalam penangkaran murai batu: indukan produktif dan anakan berkualitas.

Om Supriyanto, yang akrab disapa Mr Pri, membangun beberapa petak kandang di Dusun Jajal, Desa Jasem, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Setiap petak berukuran 2 x 1,25 meter, dan tinggi 2,25 meter.

Mr Pri - Pri Bird Farm Mojokerto

Mr Pri: Kandang alami membuat induk betah dan produktif. (Foto: Agrobur).

Sebenarnya, konstruksi dasarnya tidak jauh berbeda dari kandang penangkaran murai batu lainnya. Misalnya bagian samping dan belakang dari setiap petak kandang berupa dinding tembok. Dalam hal ini, dinding belakang memanfaatkan pagar bumi yang mengelelingi rumah Mr Pri.

Begitu pula dengan dinding bagian depan yang terbuat dari kawat ram, sama seperti kandang ternak murai batu lainnya. Jadi, pemilik bisa melihat aktivitas burung dari depan. Sedangkan lantai kandang dibiarkan apa adanya, berupa tanah, tanpa diplester dengan semen.

Nah, yang membuatnya agak berbeda adalah setting di dalam kandang, yang dibuat sedemikian rupa sehingga terasa seperti suasana alam yang sejuk dan nyaman bagi burung-burung indukan di dalam kandang.

Caranya simpel saja. Mr Pri menempatkan tanaman yang mempunyai banyak cabang dan dedaunan rimbun. Ada beberapa jenis tanaman yang memenuhi kriteria ini, misalnya pohon beringin dan jeruk. “Namun, dalam setiap kandang cukup ditempatkan satu tanaman saja,” tutur Mr Pri, seperti dikutip Agrobur.

Pohon tidak perlu ditanam dalam tanah, melainkan ditempatkan dalam pot besar (diameter 40 cm), dan diletakkan di bagian tengah kandang. Karena banyak cabang, dan daunnya rimbun, murai batu merasakan sensasi seolah hidup di alam liar.

Selain pohon, kandang juga dilengkapi dengan kotak sarang yang terbuat dari tripleks. Wadah pakan disusun dalam rak pakan, yang terdiri atas tempat minum, wadah voer, cepuk kroto, wadah pakan khusus jangkrik, dan wadah pakan khusus cacing tanah. Jadi, setiap jenis pakan diletakkan di dalam wadah terpisah.

Salah satu faktor pendukung pasangan indukan makin nyaman dan betah di dalam kandang adalah selalu menciptakan suasana lembab dan sejuk. Selain mengakalinya dengan menempatkan tanaman di dalam kandang, lantai kandang secara berkala disiram air.

Kondisi inilah yang sangat disukai murai batu selama masa berkembang biak. Untuk memudahkan penyiraman air ke lantai kandang, Mr Pri melengkapinya dengan instalasi pipa air, sehingga air dapat menyemprot lantai kandang dari luar.

Sampai saat ini, sudah ada 11 petak kandang penangkaran murai batu di rumahnya. Melihat prospek usaha yang cerah, dia berencana akan menambah beberapa petak kandang lagi.

Indukan trah juara

Pri Bird Farm Mojokerto

Anakan murai batu siap dipasarkan. (Foto: Agrobur)

Apabila “kandang alami” dimaksudkan untuk membuat indukan nyaman dan produktivitasnya tinggi, maka untuk mencetak anakan berkualitas diperlukan solusi lain. Dalam hal ini, mau tidak mau Mr Pri harus menggunakan indukan dari trah juara. Sebab, secara genetis, anakan akan mewarisi darah dari bapak dan ibunya.

“Jadi, induk jantan yang saya gunakan merupakan burung juara tingkat nasional. Begitu pula dengan induk betina, yang harus merupakan keturunan burung juara pula,” jelas Mr Pri.

Dari 11 kandang indukan yang dimilikinya, ada beberapa induk jantan yang dahulu pernah menjuarai berbagai even nasional. Misalnya Voith, Predator, Yamato, Galaxi, Bima Sakti, dan sebagainya. Tentu diperlukan dana tidak sedikit untuk memperoleh indukan juara.

Begitu pula dengan induk betina, yang beberapa di antaranya merupakan keturunan dari murai batu jawara bernama Jupiter. “Jupiter merupakan murai legendaris pada tahun 2000-an, karena merajai lomba-lomba tingkat nasional,” ujar Mr Pri.

Proses penjodohan indukan

Setelah kandang breeding siap, dan materi calon indukan juga sudah siap, langkah berikutnya adalah proses penjodohan. Berikut ini tips penjodohan murai batu yang diterapkan Mr Pri selama ini :

  • Burung jantan dan burung betina dimasukkan dalam sangkar masing-masing selama 5 hari. Selama itu pula, burung diberi extra fooding (EF) berupa 1 sendok makan cacing tanah dan 1 sendok makan kroto segar per hari.
  • Setelah itu, burung betina dipindahkan dari sangkar harian ke kandang penangkaran.
  • Adapun burung jantan tetap berada dalam sangkarnya, namun sangkar ikut dimasukkan ke kandang penangkaran.
  • Biarkan proses ini berjalan selama 3 hari. Dengan cara ini, burung jantan dan burung betina akan mencoba berinteraksi, meski aktivitas burung jantan agak terbatas (di dalam sangkar).

Tanda burung bakal berjodoh

Ketika kedua burung saling berinteraksi selama 3 hari, biasanya tanda burung bakal berjodoh mudah diamati. Dalam hal ini, kita bisa mengamati aktivitas burung betina. Ketika betina mulai birahi, maka burung akan aktif bergerak, termasuk mendekati sangkar burung jantan.

“Saat itulah, burung jantan bisa dilepas dari sangkar, sehingga berupaya mendekati burung betina,” kata Mr Pri, yang juga dipercaya menjadi ketua Mojosari BC.

Selanjutnya, aktivitas kedua burung tetap harus dipantau. Apakah mereka terlihat rukun dan saling mendekat, atau malah salah satu burung terlihat agresif dan mengejar-ngejar calon pasangannya. Kalau salah satu burung terlihat sangat agresif, sebaiknya pisahkan mereka, dan proses penjodohan harus diulang kembali dari awal. Terapi BirdMature dapat membantu mengatasi kendala saat proses penjodohan calon indukan.

Apabila kedua burung terlihat rukun, sering berdekatan, biasanya dalam waktu tidak lama lagi akan terjadi proses perkawinan. Karena itu, begitu melihat keduanya sudah berjodoh, porsi EF perlu lebih digenjot lagi.

Mr Pri biasanya memberikan 2 sendok makan kroto segar dan 40 ekor jangkrik / hari untuk pasangan murai batu tersebut. Selain itu, cacing tanah juga disiapkan dalam wadahnya setiap hari.

Jangan lupa, kotak sarang mulai diisi daun cemara, disusun membentuk kerangka sarang. Sebagian bahan sarang juga perlu disebar di lantai kandang, untuk merangsang induk betina cepat bertelur. Jika sudah mau bertelur, induk betina akan mengusung bahan sarang di lantai ke kotak sarang.

Jika induk betina sudah bertelur, berarti tinggal selangkah lagi usaha penangkaran akan membuahkan hasil. Induk betina akan mengarami telurnya selama 11 – 12 hari. “Saat induk betina mulai mengeram, pemberian cacing tanah harus dihentikan. Berikan kroto satu sendok makan, serta jangkirik sebanyak 40 ekor,” tambah Mr Pri.

Harga tergantung kualitas indukan

Pri Bird Farm Mojokerto

Anakan sehat, trah juara, dan laris manis di pasaran. (Foto: Agrobur)

Melalui beberapa kiat penangkaran tersebut, didukung perawatan teliti sejak piyikan dipanen, Mr Pri sukses mencetak anakan murai berkualitas. Beberapa produk Pri Bird Fam sudah terbukti moncer di berbagai lomba.

Harga anakan umur 1 bulan bervariasi, tergantung dari kualitas indukannya, mulai dari Rp 1,75 juta, Rp 2,25 juta, Rp 2,75 juta, hingga Rp 3 juta per ekor. Meski harga yang dibanderol lumayan mahal, nyatanya produk Pri BF laris-manis di pasaran. Umumnya, pembeli berasal dari Jawa dan Bali, meski belakangan banyak juga pesanan dari luar kedua pulau tersebut.

 

Semoga bermanfaat.

Salam sukses, Salam dari Om Kicau.

 

diskusi di siniAda pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja).

Navigasi Utama:

About these ads

There are 6 comments

Komentar ditutup.