BURUNG DILINDUNGI

Berikut ini daftar lengkap jenis burung yang dilindungi di Indonesia, hasil penjabaran redaksi omkicau.com terhadap Lampiran PP Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Sebab dalam lampiran PP tersebut ada beberapa jenis burung yang hanya ditulis genus dan / atau famili, tidak menunjuk langsung pada spesiesnya.

Redaksi omkicau.com merasa perlu menjabarkan semua spesies yang ada dalam genus dan / atau keluarga burung tertentu, mengingat tidak semua kicaumania memiliki pengetahuan yang sama mengenai taksonomi burung. Adapun jenis burung yang hanya ditulis genus dan familinya saja dalam Lampiran PP Nomor 7 Tahun 1999 adalah :

  • Semua jenis burung alap-alap / elang dari famili Accipitridae, Pandionidae, dan Falconidae.
  • Semua jenis burung udang / raja udang dari famili Alcedinidae.
  • Semua jenis burung julang, enggang, rangkong, kangkareng dari famili Bucerotidae.
  • Semua jenis burung cendrawasih dari famili Paradiseidae.
  • Semua jenis burung gangsa laut dari famili Pelecanidae.
  • Semua jenis burung paok / burung cacing dari famili Pittidae.
  • Semua jenis burung dara laut dari famili Sternidae.
  • Semua jenis burung maleo / burung gosong dari famili Megapododae.
  • Semua jenis burung madu / jantingan / klaces dari famili Nectariniidae
  • Semua jenis burung kuntul / bangau putih dari genus Egretta.
  • Semua jenis burung dara mahkota / burung titi / mambruk dari genus Goura.
  • Semua jenis burung gagajahan dari genus Numenius.

Dengan demikian, dalam update ini redaksi omkicau.com menambahkan semua spesies yang ada dalam genus atau famili yang tersebut di atas.

Daftar Lengkap Jenis Burung Dilindungi di Indonesia

1. Kasuari kecil Casuarius bennetti
2. Kasuari gelambir-ganda Casuarius casuarius
3. Kasuari gelambir-satu Casuarius unappenddiculatus
4. Cikalang Christmas Fregata andrewsi
5. Pecuk ular asia Anhinga melanogaster
6. Angsa batu muka biru, Angsa batu topeng Sula dactylatra
7. Angsa batu kaki merah Sula sula
8. Angsa batu coklat Sula leucogaster
9. Angsa batu aboti, Angsa batu christmas Sula abbotti
10. Udan Putih Pelecanus onocrotalus
11. Udan Paruh Totol Pelecanus philippensis
12. Gangsa laut Pelecanus conspicillatus
13. Kuntul Besar Egretta alba
14. Kuntul Belang Egretta picata
15. Kuntul Perak Egretta intermedia
16. Cangak Australia Egretta novaehollandiae
17. Kuntul kecil Egretta garzetta
18. Kuntul cina Egretta eulophotes
19. Kuntul karang Egretta sacra
20. Kuntul, Bangau putih, kuntul kerbau Bubulcus ibis
21. Kowak merah Nycticorax caledonicus
22. Bluwok, Walangkadak Mycteria cinerea
23. Bangau Sandanglawe Ciconia episcopus
24. Marabu, Bangau tangtong Leptoptilos javanicus
25. Ibis hitam, ibis roko-roko Plegadis falcinellus
26. Ibis hitam punggung putih Pseudibis davisoni
27. Bluwok berwarna Ibis leucocephala / Ibis Leucocephalus
28. Ibis putih, Platuk besi, Ibis cucuk besi Threskiornis melanocephalus
29. Ibis Suci Thereskiornis aethiopicus
30. Burung alap-alap, Elang Pandion haliaetus
31. Baza jerdon Aviceda jerdoni
32. Baza Pasifik Aviceda subcristata
33. Baza Hitam Aviceda leuphotes
34. Elang ekor panjang Henicopernis longicauda
35. Sikep-Madu Asia Pernis ptilorhyncus
36. Sikep-Madu Sulawesi Pernis celebensis
37. Elang Kelelawar Macheiramphus alcinus
38. Elang Paria Milvus migrans
39. Elang Siul Haliastur sphenurus
40. Elang Bondol Haliastur Indus
41. Elang Laut Perut Putih Haliaeetus leucogaster
42. Elang Ikan Kecil Ichthyophaga humilis
43. Elang Ikan Kepala Kelabu Ichthyophaga ichthyaetus
44. Elang Ular Jari Pendek Circaetus gallicus
45. Elang Ular Bido Spilornis cheela
46. Elang Ular Sulawesi Spilornis rufipectus
47. Elang Rawa Tutul Circus assimilis
48. Elang Rawa Tangling Circus melanoleucos
49. Elang Rawa Katak Circus aeruginosus
50. Elang Rawa Timur Circus spilonotus
51. Elang-rawa coklat Circus approximans
52. Elang Alap Jambul Accipiter trivirgatus
53. Elang Alap Kepala Kelabu Accipiter griceiceps
54. Elang Alap Shikra Accipiter badius
55. Elang Alap Cina Accipiter soloensis
56. Elang Alap Ekor totol Accipiter trinotatus
57. Elang Alap Coklat Accipiter fasciatus
58. Elang Alap Kelabu Accipiter novaehollandiae
59. Elang-alap mantel hitam Accipiter melanochlamys
60. Elang Alap Halmahera Accipiter henicogrammus
61. Elang-alap pucat Accipiter poliocephalus
62. Elang Alap Nipon Accipiter gularis
63. Elang Alap Besar Accipiter virgatus
64. Elang Alap Kecil Accipiter nanus
65. Elang-alap kalung Accipiter cirrhocephalus
66. Elang Alap Maluku Accipiter erythrauchen
67. Elang Alap Dada Merah Accipiter rhodogaster
68. Elang Alap Meyer Accipiter meyerianus
69. Elang-alap bahu-coklat Accipiter buergersi
70. Elang-alap doria Accipiter doriae
71. Elang Kelabu Butastur indicus
72. Elang Sayap Coklat Butastur liventer
73. Elang Buteo Buteo buteo
74. Elang Irian Harpyopsis novaeguineae
75. Elang Hitam Ictinaetus malayensis
76. Rajawali Kuskus Aquila gurneyi
77. Rajawali ekor-baji Aquila audax
78. Elang Bonelli Hieraaetus fasciatus
79. Elang Setiwel Hieraaetus pennatus
80. Elang Kecil Hieraaetus morphnoides
81. Elang Perut Karat Hieraaetus kienerii
82. Elang Brontok Spizaetus cirrhatus
83. Elang Jawa Spizaetus bartelsi
84. Elang Sulawesi Spizaetus lanceolatus
85. Elang Gunung Spizaetus alboniger
86. Elang Wallace Spizaetus nanus
87. Elang Alap Erasia Accipiter nisus
88. Alap-alap Dahi Putih Microhierax latifrons
89. Elang Ular Kinabalu Spilornis kinabaluensis
90. Elang Rawa Kelabu Circus cyaneus
91. Alap-alap capung Microhierax fringillarius
92. Alap-alap Coklat Falco berigora
93. Alap-alap Erasia Falco tinnunculus
94. Burung alap-alap, Elang Falco moluccensis
95. Alap-alap layang Falco cenchroides
96. Alap-alap wallet Falco subbuteo
97. Alap-alap macan Falco severus
98. Alap-alap Australia Falco longipennis
99. Alap-alap sawah Falco peregrinus
100. Elang tikus Elanus caeruleus
101. Alap-alap putih, Alap-alap tikus Elanus hypoleucus/E.caeruleus
102. Itik liar, Mentok rimba Cairina scutulata
103. Gosong kaki merah Megapodius reinwardt
104. Maleo Macrocephalon maleo
105. Gosong Megapodius cumingii
106. Burung Gosong Megapodius bernsteinii
107. Gosong Kelam Megapodius freycinet
108. Gosong Kelam (ras M.a. freycinet) Megapodius affinis
109. Gosong Maluku Eulipoa wallacei
110. Gosong Tanimbar Megapodius tenimberensis
111. Maleo Kamur Talegalla cuvieri
112. Maleo Paruh Hitam Talegalla fuscirostris
113. Maleo Kerah Coklat Talegalla jobiensis
114. Maleo Gunung Aepypodius arfakianus
115. Maleo Waigeo Aepypodius bruijnii
116. Sempidan Kalimantan Lophura bulweri
117. Kuau Kerdil Sumatera Polyplectron chalcurum
118. Kuau-kerdil Kalimantan Polyplectron schleiermacheri
119. Kuau raja Argusianus argus
120. Merak Hijau Pavo muticus
121. Janjang Brolga Grus rubicunda
122. Mandar dengkur Aramidopsis platen
123. Trulek ekor putih Hoplopterus macropterus
124. Gagahan Numenius minutes
125. Gajahan Pengala Numenius phaeopus
126. Gajahan Besar Numenius arquata
127. Gajahan Timur Numenius madagascariensis
128. Trinil tutul Tringa guttifer
129. Blekek Asia Limnodromus semipalmatus
130. Trulek lidi,Lilimo Himantopus himantopus
131. Wili-wili besar Esacus magnirostris
132. Dara laut berjambul Sterna bergii
133. Dara Laut Kumis Chlidonias hybridus
134. Dara Laut Sayap Putih Chlidonias leucopterus
135. Dara Laut Tiram Gelochelidon nilotica
136. Dara Laut Kaspia Hydroprogne caspia
137. Burung dara laut Sterna hirundo
138. Dara Laut Jambon Sterna dougallii
139. Dara Laut Tengkuk Hitam Sterna sumatrana
140. Dara Laut Fiji Sterna lunata
141. Dara Laut Batu Sterna anaethetus
142. Dara Laut Sayap Hitam Sterna fuscata
143. Dara Laut Kecil Sterna albifrons
144. Dara Laut Benggala Sterna bengalensis
145. Dara Laut Cina Sterna bernsteini
146. Camar Angguk Coklat Anous stolidus
147. Camar Angguk Hitam Anous minutus
148. Dara Laut Putih Gygis alba
149. Junai Mas Caloenas nicobarica
150. Burung dara mahkota, Burung titi, Mambruk Goura cristata
151. Mambruk selatan Goura scheepmakeri
152. Mambruk victoria Goura victoria
153. Nuri Talaud Eos histrio
154. Perkici dora Trichoglassus ornatus
155. Nuri kepala hitam Lorius lory
156. Nuri merah kepala hitam Lorius domicella
157. Kakatua raja, Kakatua hitam Probosciger aterrimus
158. Kakatua kecil jambul kuning Cacatua sulphurea
159. Kakatua koki Cacatua galerita
160. Kakatua Maluku Cacatua moluccensis
161. Kakatua Tanimbar Cacatua goffini
162. Kasturi raja, Betet besar Psittrichas fulgidus
163. Nuri Bayan Eclectus roratus
164. Nuri Sulawersi, Betet-kelapa punggung biru Tanygnathus sumatranus
165. Serindit Sangihe Loriculus catamene
166. Serindit Paruh Merah Loriculus exilis
167. Celepuk Maluku Otus magicus
168. Luntur Gunung Harpactes reinwardtii
169. Luntur Kasumba Harpactes kasumba
170. Luntur Diard Harpactes diardii
171. Luntur-Tunggir Coklat Harpactes orrhophaeus
172. Luntur Putri Harpactes duvaucelii
173. Luntur Harimau Harpactes oreskios
174. Luntur Kepala Merah Harpactes erythrocephalus
175. Raja Udang Erasia Alcedo atthis
176. Raja Udang Meninting Alcedo meninting
177. Raja Udang Biru Langit Alcedo azurea
178. Raja Udang Kalung Biru Alcedo euryzona
179. Raja Udang Biru Langit Alcedo coerulescens
180. Raja Udang Kecil Alcedo pusilla
181. Udang Merah Kerdil Ceyx lepidus
182. Udang Merah Api Ceyx erithacus
183. Udang Merah Sulawesi Ceyx fallax
184. Udang Punggung Merah Ceyx rufidorsa
185. Pekaka Emas Pelargopsis capensis
186. Pekaka Bua-bua Pelargopsis melanorhyncha
187. Cekakak Batu Lacedo pulchella
188. Kukabura Sayap-Biru Dacelo leachii
189. Kukabura Aru Dacelo tyro
190. Kukabura Perut Merah Dacelo gaudichaud
191. Raja Udang Paruh Sekop Clytoceyx rex
192. Raja Udang Paruh Kait Melidora macrorrhina
193. Raja Udang Pipi Ungu Cittura cyanotis
194. Cekakak Merah Halcyon coromanda
195. Cekakak Belukar Halcyon smyrnensis
196. Cekakak Cina Halcyon pileata
197. Cekakak Jawa Halcyon cyanoventris
198. Cekakak Biru-Hitam Halcyon nigrocyanea
199. Cekakak Biru-Putih Halcyon diops
200. Cekakak Lazuli Halcyon lazuli
201. Cekakak Rimba Halcyon macleayii
202. Cekakak Torotoro Halcyon torotoro
203. Cekakak Gunung Halcyon megarhyncha
204. Cekakak Kalung Coklat Halcyon australasia
205. Cekakak Suci Halcyon sancta
206. Cekakak Murung Halcyon funebris
207. Cekakak Sungai Halcyon chloris
208. Cekakak Talaud Halcyon enigma
209. Cekakak Pantai Halcyon saurophaga
210. Cekakak Tunggir Putih Caridonax fulgidus
211. Cekakak Hutan Melayu Actenoides concretus
212. Cekakak Hutan Tunggir Hijau Actenoides monachus
213. Cekakak Hutan Dada Sisik Actenoides princeps
214. Cekakak Pita Biasa Tanysiptera galatea
215. Cekakak Pita Biasa (ras dari T.r. galatea) Tanysiptera riedelii
216. Cekakak Pita Biasa (ras dari T.e. galatea) Tanysiptera ellioti
217. Cekakak Pita Numfor Tanysiptera carolinae
218. Cekakak-Pita Dada-Jingga Tanysiptera hydrocharis
219. Cekakak-Pitta Dada-Jingga Tanysiptera sylvia
220. Cekakak-Pita Bidadari Tanysiptera nympha
221. Enggang Jambul Berenicornis comatus
222. Enggang Klihingan Anorrhinus galeritus
223. Kangkareng Sulawesi Penelopides exarhatus
224. Julang Jambul Hitam Rhyticeros corrugates
225. Julang Sulawesi Rhyticeros cassidix
226. Julang Emas Rhyticeros undulatus
227. Julang Dompet Rhyticeros subruficollis
228. Julang Irian Rhyticeros plicatus
229. Julang Sumba Rhyticeros everetti
230. Kangkareng Hitam Anthracoceros malayanus
231. Kangkareng Perut Putih Anthracoceros albirostris
232. Rangkong Badak Buceros rhinoceros
233. Rangkong Papan Buceros bicornis
234. Rangkong gading Rhinoplax vigil
235. Haruku, Ketuk-ketuk Megalaima corvina
236. Tulung tumpuk, Bultok Jawa Megalaima javensis
237. Cangcarang Megalaima armillaris
238. Paok Schneider Pitta schneideri
239. Paok Sintau Pitta caerulea
240. Paok Pancawarna Pitta guajana
241. Burung Paok, Burung Cacing Pitta erythrogaster
242. Paok Kalung Biru Pitta arquata
243. Paok Delima Pitta granatina
244. Paok Topi Hitam Pitta venusta
245. Paok Kepala Biru Pitta baudii
246. Paok Hijau Pitta sordida
247. Paok Bidadari Pitta nympha
248. Paok Halmahera Pitta maxima
249. Paok Hujan Pitta moluccensis
250. Paok Bakau Pitta megarhyncha
251. Paok La’us Pitta elegans
252. Paok Lantang Pitta versicolor
253. Burung tepus dada putih Stachyris grammiceps
254. Burung tepus pipi perak Stachyris melanothorax
255. Poksai kuda Garrulax rufifrons
256. Wergan jawa Alcippe pyrrhoptera
257. Cica matahari Crocias albonotatus
258. Burung kipas biru Cyornis ruckii
259. Seriwang Sangihe Eutrichomyias rowleyi
260. Kipasan ekor merah Rhipidura phoenicura
261. Kipasan bukit Rhipidura euryura
262. Kipasan belang Rhipidura javanica
263. Sohabe coklat Colluricincla sanghirensis
264. Glatik kecil, Glatik gunung Psaltria exilis
265. Burung madu Sangihe Aethopyga duyvenbodei
266. Burung madu gunung Aethopyga eximia
267. Burung Madu Polos Anthreptes simplex
268. Burung Madu Kelapa Anthreptes malacensis
269. Burung Madu Leher Merah Anthreptes rhodolaema
270. Burung Madu Belukar Anthreptes singalensis
271. Burung Madu Rimba Hypogramma hypogrammicum
272. Burung Madu Pengantin Nectarinia sperata
273. Burung Madu, Jantingan, Klaces Nectarinia Aspasia
274. Burung Madu Bakau Nectarinia calcostetha
275. Burung Madu Sriganti Nectarinia jugularis
276. Burung Madu Sumba Nectarinia buettikoferi
277. Burung Madu Matari Nectarinia solaris
278. Burung Madu Sepah Raja Aethopyga siparaja
279. Burung Madu Ekor Merah Aethopyga temminckii
280. Burung Madu Jawa Aethopyga mystacalis
281. Pijantung Kecil Arachnothera longirostra
282. Pijantung Kampung Arachnothera crassirostris
283. Pijantung Besar Arachnothera robusta
284. Pijantung Tasmak Arachnothera flavigaster
285. Pijantung Telinga Kuning Arachnothera chrysogenys
286. Pijantung Gunung Arachnothera affinis
287. Pijantung Kalimantan Arachnothera everetti
288. Pijantung Kepala Putih Arachnothera juliae
289. Burung kacamata leher abu-abu Lophozosterops javanicus
290. Isap-Madu Palsu Glycichaera fallax
291. Isap Madu Topi Sisik Lichmera lombokia
292. Isap Madu Zaitun Lichmera argentauris
293. Isap Madu Australia Lichmera indistinct
294. Isap-Madu Anis Lichmera alboauricularis
295. Isap Madu Babar Lichmera squamata
296. Isap Madu Buru Lichmera deningeri
297. Isap Madu Seram Lichmera monticola
298. Isap Madu Timor Lichmera flavicans
299. Isap Madu Wetar Lichmera notabilis
300. Myzomela Seram Myzomela blasii
290. Myzomela Leher Merah Myzomela eques
302. Myzomela Remang Myzomela obscura
303. Myzomela Merah Myzomela cruentata
304. Myzomela Hitam Myzomela nigrita
305. Myzomela Wetar Myzomela kuehni
306. Myzomela Kepala Merah Myzomela erythrocephala
307. Myzomela Gunung Myzomela adolphinae
308. Myzomela Scarlet Myzomela dibapha
309. Myzomela Timor Myzomela vulnerata
310. Myzomela Hitam-Merah Myzomela rosenbergii
311. Meliphaga Mimika Meliphaga mimikae
312. Meliphaga Rimba Meliphaga montana
313. Melipgaha Gunung Meliphaga orientalis
314. Meliphga Semak Meliphaga albonotata
315. Meliphaga Aru Meliphaga aruensis
316. Meliphaga Analoga Meliphaga analoga
317. Meliphaga Anggun Meliphaga gracilis
318. Meliphaga Paruh Kuning Meliphaga flavirictus
319. Meliphaga Dada lurik Meliphaga reticulate
320. Isap Madu Dada Coklat Xanthotis chrysotis / X.flaviventer
321. Isap Madu Tutul Xanthotis polygramma
322. Isap-Madu kepodang Lichenostomus versicolor
323. Isap-Madu leher Hitam Lichenostomus subfrenatus
324. Isap Madu Daun Lichenostomus obscurus
325. Isap-Madu Pipi Jingga Oreornis chrysogenys
326. Isap-Madu Leher Putih Melithreptus albogularis
327. Isap-Madu Muka Biru Entomyzon cyanotis
328. Isap Madu Polos Pycnopygius ixoides
329. Isap-Madu Pualam Pycnopygius cinereus
330. Isap-Madu Kepala Coreng Pycnopygius stictocephalus
331. Cikukua Halmahera Melitograis gilolensis
332. Cikukua Kerdil Philemon meyeri
333. Cikukua Mamberano Philemon brassi
334. Cikukua Kecil Philemon citreogularis
250. Cikuku Timor Philemon inornatus
336. Cikukua Hitam Philemon fuscicapillus
337. Cikukua Seram Philemon subcorniculatus
338. Cikukua Maluku Philemon moluccensis
339. Cikukua Tanduk Philemon buceroides
340. Cikukua Tanduk Philemon novaeguineae /P.buceroides
341. Cikukua Lantang Philemon corniculatus
342. Cikukua Maluku Philemon induccensis / P.moluccensis
343. Isap Madu Kelam Ptiloprora plumbea
344. Isap Madu Kuning Ptiloprora meekiana
345. Isap-Madu Panggul Merah Ptiloprora erythropleura
346. Isap- Madu Punggung Merah Ptiloprora mayri/P. gusisei
347. Isap-Madu Tunggir Hitam Ptiloprora perstriata
348. Isap_madu Jelaga Melionyx fuscus
349. Isap-Madu Jenggot Pendek Melionyx nouhuysi
350. Melidektes Alis Coklat Melidectes ochromelas
351. Melidektes Vogelkop Melidectes leucostephes
352. Melidektes Belford Melidectes belfordi
353. Melidektes Alis Kuning Melidectes rufocrissalis
354. Melidektes Elok Melidectes torquatus
355. Melipotes Arfak Melidectes gymnops / Melipotes gymnops
356. Melipotes Pipi Kuning Melidectes fumigatus / Melipotes fumigates
357. Cikarak Sulawesi Myza celebensis
358. Cikarak Telinga Putih Myza sarasinorum
359. Isap-Madu Punggung-Coklat Ramsayornis modestus
360. Isap-Madu Kalung-Coklat Conopophila albogularis
361. Burung sesap pengisap madu Lichmera limbata
362. Jalak putih, Kaleng putih Sturnus melanopterus
363. Jalak Bali Leucopsar rothschildi
364. Tiong mas (ras beo flores, sumbawa, dan nias) Gracula religiosa
365. Burung-Kucing Kuping Putih Ailuroedus buccoides
366. Burung Kucing Tutul Ailuroedus melanotis
367. Namdur Archbold Archboldia papuensis
368. Namdur Polos Amblyornis inornatus
369. Namdur Jambul Emas Amblyornis macgregoriae
370. Namdur-Dahi Emas Amblyornis flavifrons
371. Namdur Api Sericulus aureus
372. Namdur Dada-Kuning Chlamydera lauterbachi
373. Namdur Coklat Chalamydera cerviniventris
374. Cendrawasih Loria Loria loriae
375. Cenderawasih Sutera Loboparadisea sericea
376. Cenderawasih Jambul Cnemophilus macgregorii
377. Cendrawasih elok Macgregoria pulchra
378. Cendrawasih gagak Lycocorax pyrrhopterus
379. Manukodia Kilap Manucodia atra
380. Manukodia Jobi Manucodia jobiensis
381. Manukodia leher-keriting Manucodia chalybata
382. Manukodia trompet Manucodia keraudrenii
383. Toowa cemerlang Ptiloris magnificus
384. Bidadari Halmahera Semioptera wallacei
385. Cendrawasih mati-kawat Seleucidis melanoleuca
386. Paradigalla ekor panjang Paradigalla carunculata
387. Paradigalla ibinimi Paradigalla brevicauda
388. Paruh-sabit ekor-kuning Epimachus albertisi
389. Paruh-sabit-ekor-putih Epimachus bruijnii
390. Paruh-sabit-kurikuri Epimachus fastuosus
391. Paruh-sabit coklat Epimachus meyeri
392. Astrapia arfak Astrapia nigra
393. Astrapia cemerlang Astrapia spelendidissima
394. Cendrawasih Kerah Lophorina superba
395. Parotia arfak Parotia sefilata
396. Parotia carola Parotia carolae
397. Cendrawasih panji Pteridophora alberti
398. Cendrawasih raja Cicinnurus regius
399. Cendrawasih belah rotan Cicinnurus magnificus
400. Cendrawasih botak Cicinnurus respublica
401. Cendrawasih besar Paradisaea apoda
402. Cendrawasih kecil Paradisaea minor
403. Cendrawasih merah Paradisaea rubra
404. Pergam raja Ducula whartoni
405. Nasar Benggala Gyps bengalensis

PERINGATAN

  1. Barangsiapa dengan Sengaja menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup; (Pasal 21 ayat (2) huruf a), diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). (Pasal 40 ayat (2));
  2. Barang Siapa Dengan Sengaja menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati (Pasal 21 ayat (2) huruf b), diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). (Pasal 40 ayat (2));
  3. Dengan Sengaja memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh, atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia; (Pasal 21 ayat (2) huruf d), diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). (Pasal 40 ayat (2)); (Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang KSDAH dan Ekosistemnya)

Lampiran Asli PP Nomor 7 Tahun 1999

Tentang iklan-iklan ini

There are 67 comments

  1. Sudiono

    Om om yang diatas memang benar komennya…pemerintah harus memberi kemudahan kepada yang serius untuk menjadi penangkar burung termasuk yang dilindungi jangan malah menakut2i. saking takutnya terkena hukum, baru-baru ini saya mempunyai cerita begini… setengah bulan yang lalu saya membeli 2 ekor jalak putih di pasar burung saya tidak tahu itu termasuk burung yang dilindungi apa tidak setelah 2 hari di rumah saya buka2 internet cari informasi tentang burung jalak putih (pito) eh.. ternyata itu termasuk burung yang dilindungi. siang malam saya berpikir ini bagaimana cukup pusing juga saya memikirkan nasib saya sendiri kalau sampai tertangkap yang berwajib. tapi alhamdulillah pada hari selanjutnya bulu burung yang putih mulai pada kelihatan hitam alias burung jalak kebo yang baru pulang dari salon kecantikan alias saya ketipu tapi malah jadi waras. he..he…!! hati hati sobat sekarang burung juga seperti manusia pada pengin dandan di salon biar kelihatan cantik he he he tertipu tapi malah masih bisa ketawa…

  2. dangdingdong

    pada kenyataannya di pasar hewan banyak burung dilindungi yang masih dijual, padahal pasar hewan letaknya di sebelah polres, para pemburu burung menangkap secara membabi buta, burung apa aja dijual dari yang bunyi sampai yang sudah sekarat. pengembang perumahan membangun di atas lahan produktif padahal itu habitat burung manyar, ciblek, kuntilanak, pocong, gondoruwo dan sekarang jangankan suara burung, suara jangkrik saja nggak terdengar. kerusakan alam ada di mana mana dan jelas kita manusia penyebabnya.

  3. Doddy Ferdiansyah

    menurut saya UU dibuat utk dilaksanakan agar alam menjadi lestari
    kebanyakan kasus, tidak semua penghobi burung mampu menangkarkannya, jadinya burung sendirian & mati kesepian dlm kandang
    saya bergabung dgn grup burung di FB, banyak sekali yg memperdagangkan burung madu yg mereka embel-embeli sbg brg “kolibri”
    ketika hal ini di sounding kan, mereka tetap & masih saja menangkap & memperdagangkan brg tsb
    ini bukti pengetahuan kemauan & kesadaran mereka sangat rendah
    padahal brg yg dilindungi bukan krna populasinya yg menurun saja utk dijadikan alasan brg tsb masuk kategori dilindungi, tetapi ada fungsi ekologis & keseimbangan dlm ekosistem di alam liar sehgga brg2 tsb hrus dijaga agar tetap di alam bebas
    bagi yg berkantong tebal, silakan tangkarkan brg2 langka
    tp bagi yg berkantong tipis, jgn coba2 utk memelihara
    bagi pemerintah : harusnya para penghobi & penangkar brg profesional seperti ini hrs didukung & diberi kemudahan
    silahkan lakukan pengawasan, tp jgn UUD (ujung ujungnya duit)
    UUD ini lah yg bikin pelaksanaan penangkaran fauna langka jd terhambat
    itu menurut saya, brgkali bisa menjadi pencerahan bagi kita semua

  4. Zakarias Teddy

    klu bisa dilengkapi dengan fotonya biar tdk salah… krn tiap daerah penyebutan berbeda-beda tp untuk burung yg sama takutnya kerena penyebutan yg berbeda dan tidak ada di daftar di jadikan persoalan…

  5. finus_pin

    Sedikit tambahan lagi om..apakah kandang penangkaran burung tersebut dibiayai pemerintah dan apbn?,apakah lahan penangkaran itu dibiayai pemerintah dan apbn?,apakah pakan burung itu dibiayai pemerintah dan apbn???jd menurut saya kalo bisa pemerintah tuh cukup mempublikasikan hewan” apa yg langka!dan sebaliknya pemerintah memberi dukungan atopun melalui yayasan ato pun LSM terkait mencarikan siapa saja yg berniat membantu pemerintah menangkarkan?dgn memberikan bibit atopun piyikan,bkn malah mengeluarkan peraturan yg ngk”?jgn ntar populasi hewan” langka ni yg habitat aslinya di indonesia punah,trus ditangkarkan pihak asing berhasil,baru pemerintah indonesia kayak kebakaran jenggot,mengakui bahwa itu hewan” asli indonesia?malu kita…bgt mrka tanya buktinya apa??anak cucu kita jg ngk bakalan bs membuktikan bahwa itu asli dr indonesia jadinya?terima kasih

  6. finus_pin

    Mohon pencerahannya om,saya dan teman” yg lain juga penghobi burung,bahkan ada rencana menangkarkan,jalak bali,nuri kepala hitam.menurut kami peraturan di indonesia ni hanya buat memperkaya diri sendiri,kita urus surat ijinnya lbh mahal dr harga burungnya,kita menangkarkan kan buat melestarikan,smakin banyak yg menangkarkan otomatis burung” ni populasinya makin meningkat?bener ngk?jd buat apa ada peraturan itu dan segala embel” peraturannya,coba dikaji ulang.populasi manusia makin meningkat,habitat burung tergusur?kita berusaha melestarikan populasi burung tersebut dgn cara ditangkarkan.tp diharuskan urus ini itu,duit ini duit itu,kan lbh bagus kita tanhgkarkan secara ilegal.lgan kita tangkarkan burung tersebut,apakah ada aliran dana apbn dr pemerintah untuk membantu biaya pakan burung tersebut kepada kita?jd menurut saya peraturan pemerintah itu omong kosong,mereka memanfaatkan burung langka ni dngk peraturan itu untuk memperkaya diri sendiri.omong kosong kalo dibilg disita negara?disita kantong mereka iya,mrka ngk beli,ambil jual lg kekolektor harga mahal,menurut kami lbh baik ditangkarkan secara ileggal?apa negara rugi?kan ngk?malahan negara harus terima kasih dgn adanya penangkaran populasinya ngk jd punah?terima kasih

    1. Marihot Juantak

      Stuju banget, mending dilestarikan secara ilegal oleh masyarakat Indonesia. Lh byk lbh baik biar populasi burung” jd byk, jd pemburu seperti saya bisa nembakin burung sepuasnya. :)

  7. iyan

    Permisi om Duto dan Om-om sekalian

    Saya mau tanya, apa boleh memelihara parbeng lainnya seperti, African Grey, Macaw, Conure, Caique dan sebagainya?? apakah harus disertai surat-surat khusus/surat keterangan dan ijin dari BKSDA??
    Mohon pencerahannya. Terima kasih.

    Salam hormat.

  8. yoshi

    saya ada beberapa petanyaan nih om… mohon pencerahannya..
    1. apakah sampai saat ini masih belum ada penambahan hewan yang dilindungi pada daftar hewan diatas?
    2. dan bagaimana status burung hantu di indonesia?
    3. apakah saat ini di indonesia burung hantu sudah termasuk hewan yang dilindungi di indonesia?
    4. jika iya, apa saja kah jenis burung hantu yang dilindungi oleh pemerintah di indonesia?

    terimakasih.. :)

  9. SARI DJOJOKUSUMO

    Harusnya tiap pihak yang berniat baik untuk menangkarkan burung burung yang dilindungi dan pemanfaatannya sebagai salah satu sumber daya alam Indonesia yang Maha Kaya karena bernilai ekonomis tinggi didukung oleh pemerintah bukan malah dijerat UU yang banyak kelemahannya. Tiap usaha penangkaran tidak boleh dipersulit dgn aturan aturan yang memberi peluang pungli dan pemerasan. Justru yang dihukum itu perusahaan penebangan kayu yang merusak hutan habitat asli burung tersebut. Kelemahan UU itu justru membuat takut bangsa ini utk menangkarkan sehingga justru pihak asing yang berhasil menangkarkan seperti untuk jalak bali, kakatua, beo nias, cendrawasih dan mereka mendapat keuntungan komersial dari mahluk yang notabene kekayaan kita. Sungguh memalukan bangsa ini.

  10. kiki adi

    dunia ini memang aneh
    UU nya notabene tidak sepenuhnya bisa diaplikasikan dilapangan
    kalo MEMBUDIDAYAKAN artinya ikut melestarikan BETUL???
    Kalo MEMBUNUHNYA/MENEMBAK RASANYA HARUS DIHUKUM SAYA SETUJU
    lebih baik UU direvisi pak bos supaya teman-teman PECINTA BURUNG tidak takut membudidayakannya

  11. sumitro

    Malam om Duto
    saya ada kebingungan neh tentang pelatuk bawang.
    di PP RI No. 07 thn 1999 dan penjelasan di atas saya tidak menemukan bahwa pelatuk bawang itu di lindungi (apakah saya terlewatkan membacanya atau ada nama lain dgn pelatuk bawang), tetapi di daerah kami masih ada yang berpendapat bahwa burung itu di lindungi.
    saya mohon pencerahan kepastian atas kebingungan saya apakah pelatuk bawang itu di lindungi atau tidak?
    tks b4 atas pencerahannya

  12. frans s

    Setuju undang2 tsb perlu direvisi
    karena memelihara justru melestarikan dan sebagai pencinta binatang
    Seperti ayam kampung, ikan koi dll pemelihara justru merawat dan mengembang biakan

  13. ebony23

    numpang tanya om apakah kacer murai batu dan cucak hijau dilindungi, kalo tidak knp bksda bisa menyita?? __http://www.antaranews.com/berita/397696/bksda-kalteng-gagalkan-penyelundupan-400-burung

    1. trexx

      memang aneh mas bro, membunuh kl langsung dibuang ndak apa2, kl menangkarkan mudah ketahuan karena burung biasanya kl bagus seperti jalak bali, mudah populer di warga sekitar, nah mudah pula masuk penjara, mengurus ijin ke BKSDA tidaklah mudah, bisa mudah kl bayar mahal

    1. trexx

      ada warga boyolali membeli jalak bali, 6 ekor dan ada sertifikatnya dengan maksud akan di tangkarkan, namun sebelum bertelur keburu di tangkap, dan penjara 6 bulan, burung pun di sita, alasan sertifikat tidak sesuai dengan nomor seri/ kode di cincin kaki
      pengurusan surat ijin ketika akan menangkarkan kl baca prosedur mudah, namun kenyataannya satu, bayar mahal

Om dan Tante, tanya masalah burung? Gunakan Halaman Curhat. Mohon maaf karena keterbatasan waktu dan ilmu jika banyak pertanyaan yang tidak/belum terjawab. Terima kasih.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s