Tentang iklan-iklan ini

Meski pemakan nektar, kolibri tak bisa rasakan manisnya gula

Meski pemakan nektar, kolibri tak bisa rasakan manisnya gula

Kolibri (hummingbird) dikenal sebagai burung pengisap sari bunga / nektar. Uniknya, meski pakan utamanya nektar atau cairan yang manis-manis, burung kolibri tak bisa mencicipi rasa manis dari pakan tersebut. Hal ini terungkap dalam penelitian terbaru yang telah diterbitkan Jurnal Science. Baca lebih lanjut

Ada pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja). Navigasi Utama:

Tentang iklan-iklan ini

Video burung kolibri slow motion, bagus sekali Om…

Video burung kolibri yang sedang mengisap madu ini sangat indah. Dalam keterangan di youtube, dalam keterangannya,  video burung ini ditulis “This clip was shot with a Casio Ex-F1 high speed camera at 600fps, then upscaled to 720p HD”. Diupload oleh user youtube, HumingbirdChannel. Baca lebih lanjut

Ada pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja). Navigasi Utama:

REVOLUSI LOMBA BURUNG INDONESIA

REVOLUSI LOMBA BURUNG

Oleh Yustinus Sapto Widoyo

Ini adalah sebuah tulisan yang berisi analisis, tinjauan etis, dan tuturan “sejarah” lomba burung di Indonesia yang menurut Om Kicau sangat menarik dan pantas menjadi salah satu referensi pemahaman kita akan lomba burung. Ditulis oleh Yustinus Sapto Widoyo di Agrobis Burung, tulisan ini merupakan referensi “wajib” yang Om Kicau rekomendasikan untuk Anda para penghobi burung. Siapa Yustinus Sapto Widoyo? Simak saja tuturannya di bawah ini. Baca lebih lanjut

Ada pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja). Navigasi Utama:

Pleci, cucak jenggot, kolibri dan gelatik wingko: Cerita jelang Piala Raja

Burung cucak jenggot

Cucak jenggot dan pleci adalah dua jenis burung yang selama ini dianggap burung pinggiran. Harga ombyokan cucak jenggot tak sampai 50 ribu perak. Pleci atau burung kacamata malah bisa dibawa pulang dengan 5 ribu rupiah saja. Padahal, di Singapura, pleci yang diduga kuat burung Indonesia harganya ada yang mencapai lebih dari 50 juta rupiah!

Cucak jenggot dan pleci sampai sekarang memang belum dianggap burung bergengsi. Harga bakalannya, seperti ditulis di Agrobis Burung, benar-benar sangat terjangkau, barangkali paling murah dibandingkan jenis burung lomba lainnya. Yang jelas, boleh jadi lebih murah dari uang makan sehari-hari kita. Baca lebih lanjut

Ada pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja). Navigasi Utama:

Burung dari alam burung paling mahal yang kita pelihara

Oleh : Ige.Kristianto (Yayasan Kutilang Indonesia)

Pengantar: Berikut ini adalah sebuah artikel yang ditulis oleh aktivis lingkungan hidup dan konservasi burung, yakni Om Ige.Kristianto, dari Yayasan Kutilang. Sebuah pemikiran yang pantas kita renungkan dan kita diskusikan bersma. Om Kicau.

Ige Kristianto

Saat ini berbagai jenis burung hasil tangkapan alam, seperti kacamata, cabean, berbagai jenis kolibri, ciblek, prenjak, cipoh, dan masih banyak lagi sering kita temukan di pasar dengan harga yang sangat-sangat murah, yaitu pada kisaran lima ribu sampai lima ratus ribu rupiah. Ini terjadi karena kita tidak pernah memberikan penghargaan pada nilai-nilai tidak langsung dari keberadaan burung tersebut di alam. Baca lebih lanjut

Ada pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja). Navigasi Utama:

Harga-harga terbaru burung bakalan di Jogja dan Solo

Berikut ini Om Kicau sajikan daftar harga burung di Pasar Satwa dan Tanaman Yogyakarta (Pasty) di kawasan Dongkelan Jogjakarta. Pasty adalah tempat baru bagi para pedagang burung yang semula menempati pasar burung Ngasem di dekat Keraton Ngayogyokarto. Sejak pindah pada 22 April 2010, para pedagang kini menempati lokasi yang lebih luas, tertata rapi dengan fasilitas relatif lengkap. Baca lebih lanjut

Ada pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja). Navigasi Utama:

Burung, sejarah dan kontroversinya

Tulisan berikut ini sekadar referensi dan merupakan terjemahan bebas dari “Bird” di Wikipedia-ensiklopedia, dengan fasilitas translate google dan melalui editing ala kadarnya. Pada bagian tengah tulisan ini yang dimulai dengan sub judul “Kontroversi Teori Evolusi dan Harun Yahya”, berasal dari sumber yang berbeda. Sedangkan pada tulisan berikutnya, dimulai dengan sub judul “Orde Burung modern: Klasifikasi”, belum dilakukan editing dan merupakan terjemahan murni dengan google tool dari tema “Bird” pada wikipidia versi bahasa Inggris. Baca lebih lanjut

Ada pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja). Navigasi Utama:

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 156.344 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: