About these ads

Tyson putuskan pacar, setelah merpati kesayangannya dimasak dan dimakan

Tyson putuskan pacar, setelah merpati kesayangannya dimasak dan dimakan

Masih ingat Mike Tyson? Mantan juara dunia tinju kelas berat sejati itu menjadi buah bibir setelah menjadi follower twitter Luis Suarez, striker Liverpool yang dihukum 10 kali larangan bermain akibat menggigit back Chelsea, Ivanovich. Kini, Tyson membuat berita lagi, dengan menceritakan penyebab ia memutuskan kekasihnya. “Dia menangkap seekor merpati (piaraan saya), kemudian memasak dan memakannya,” kata Tyson, dalam talk show Boomer and Carton di Las Vegas, Kamis (25/4) waktu setempat. Lanjut membaca

About these ads

Meski 3 kali mengulangi babak semifinal, Juliet juara balap merpati Lakoni Cup Jogja

Meski 3 kali mengulangi babak semifinal, Juliet juara balap merpati Lakoni Cup Jogja

Suasana gembira tidak bisa disembunyikan dari wajah Jamal, Bendot, Cebol, dan kawan-kawan yang tergabung dalam Topsong Kru Klaten. Juliet, pembalap yang dijoki Jamal, sukses memenangi duel super-berat melawan Janoko Jr dari Hoki Team Bandung di babak final Lakoni Cup 2013 Putaran IV di track balap merpati Ganjuran, Jogja, Minggu (24/3) lalu. Begitu dinyatakan menang, mereka langsung berteriak kegirangan sambil melompat-lompat. Lanjut membaca

Rawatan plus-plus untuk merpati tinggi & balap

Rawatan plus-plus untuk merpati tinggi & balap

Jangan menyangka kuning telur bebek hanya bisa mendongkrak stamina manusia saja. Merpati tinggi maupun merpati balap yang rutin digelontor “doping alami” pun bisa terdongkrak staminanya, dan siap menjadi pembalap unggulan di lapangan. Apalagi jika ditambah dengan rawatan plus-plus, dan tentu saja latihan teratur, maka performanya sebagai pembalap andalan dipastikan akan meningkat pesat. Lanjut membaca

Tips menghindari jamur pada kroso merpati

Tips menghindari jamur pada kroso merpati

Kroso atau sangkar khusus untuk membawa burung merpati ke lapangan merupakan salah satu peranti penting bagi setiap merpati mania. Fungsinya hampir sama ketika kita membawa burung kicauan, yang proses pengangkutannya menggunakan sangkar yang dikerodong. Tetapi lantaran sifatnya yang mudah kotor oleh debu, diperlukan kedisiplinan dalam membersihkan kroso secara berkala. Jika tidak, merpati berharga mahal pun mudah sakit, terutama penyakit yang berkaitan dengan saluran pernafasannya. Lanjut membaca

Merpati punkers tercipta akibat mutasi gen

Merpati punkers tercipta akibat mutasi gen

Ilmuwan biologi Universitas Utah (AS), Michael Shapiro, berhasil menguraikan rahasia genetik merpati, sekitar 5.000 tahun setelah spesies tersebut mulai menjadi hewan peliharaan. Analisis genetik di antaranya berhasil menguak mengapa ada jenis merpati yang memiliki bulu di bagian kepala dan leher yang mirip punkers. Menurut Shapiro, hal itu terjadi karena mutasi pada gen Ephrin Receptor B2 atau EphB2. Lanjut membaca

Prospek cerah penangkaran burung merpati kipas

Merpati ekor kipas atau fantail pigeon / fantail dove kini makin digemari di Indonesia, seperti halnya merpati balap dan merpati tinggian. Pada umumnya warna bulu merpati kipas dominan putih, meski banyak juga merpati kipas dengan warna lain sesuai dengan jenis atau varietasnya. Jenus yang terkenal antara lain english fantail, indian fantail dan thailand fantail. Lanjut membaca

Weleh..weleh.., merpati balap jadi kurikulum sekolah di Inggris

Weleh..weleh.., merpati balap jadi kurikulum sekolah di Inggris

Biasanya hobi burung merpati balap itu dilakukan oleh para penggemar burung merpati. Tetapi yang terjadi di Inggris jauh berbeda. Ada beberapa sekolah yang memasukkan merpati balap ke dalam kurikulum mata pelajaran. Salah satunya adalah Kingsmead Technology College di Hednesford, Staffordshire, yang sudah 18 bulan (3 semester) terakhir menjadikan merpati balap sebagai mata pelajaran peserta didik. Asal tahu saja, merpati balap kini menjadi salah satu mata pelajaran popular di sekolah tersebut. Lanjut membaca

All about katuranggan merpati tinggian

Burung merpati, baik merpati tinggian maupun merpati balap /  merpati dasaran, memiliki jumlah penggemar yang cukup banyak di Indonesia. Sebagaimana burung berkicau, lomba merpati juga kerap diselenggarakan di berbagai kota di negeri ini. Artikel kali ini mengupas tuntas cara memprediksi merpati tinggian berprestasi berdasarkan beberapa karakter fisiknya, atau sering disebut sebagai katuranggan. Lanjut membaca

Mengapa burung merpati bisa mengetahui jalan pulang ke rumah?

Saat melepas burung merpati dari lokasi yang jaraknya sekitar 5 km atau lebih dari rumah Anda, pernahkah terpikir bagaimana bisa seekor burung terbang di udara, dengan pemandangan yang belum tentu pernah dilihatnya, tiba-tiba bisa kembali ke rumah? Ini memang menjadi tanda tanya besar, tetapi bukanlah misteri, karena dalam artikel ini akan dijelaskan bagaimana proses kerja seekor merpati yang dilepas dari jarak jauh tetapi pada akhirnya bisa kembali ke rumah atau kandangnya. Lanjut membaca

Perawatan tepat untuk mencegah penyakit pada burung merpati

Referensi Wajib Baca

Burung merpati juga memiliki banyak penggemar dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Bahkan hobi ini sudah berumur lama, terutama merpati tinggian. Artkel kali ini membahas perawatan dan pencegahan penyakit pada burung merpati, apapun jenisnya. Tips ini bisa digunakan untuk penggemar dan penangkar merpati. Merpati sering dikatakan mudah dalam perawatan dan penangkarannya, meski sebenarnya tidak semudah yang dibicarakan.

Lanjut membaca

Peraturan Lomba Merpati Balap Sprint 2013

Aktivitas yang dilakukan para penggemar burung merpati balap ternyata sama serunya dengan  kicaumania. Lomba digelar di mana-mana sepanjang tahun 2012 yang sebentar lagi berakhir. Untuk memantapkan pelaksanaan lomba tahun berikutnya, Pengurus Pusat PPBMSI (Persatuan Penggemar Merpati Balap Sprint Indonesia) sudah membuat peraturan baru, yang ditetapkan di Surabaya. Lanjut membaca

Merpati tinggian kolong, dari tinggian lapak hingga perlunya bantalan

Derasnya perkembangani hobi merpati tinggì kolong tidak luput dan kerja keras para mania guna mendapatkan hobi ini menjadi aktivitas yang menyenangkan, nyaman dan aman. Memulai dengan patek di atas tanah yang penuh dengan risiko, belakangan patek diganti dengan pemberian bantalan. Dengan harapan ketika merpati menukik dan tak mampu mengerem dan terpental, maka risiko kematian diperkecil dan mungkin hanya bengkak-bengkak dan bisa segera diobati.

Awal mula munculnya hobi tinggian kolong tidak lain terinspirasi oleh hobi merpati tinggian lapak dan balap sarlung. Sebab, kedua hobi tersebut memiliki seni yang luar biasa.

Kalau di merpati tinggian lapak, pertarungan dianggap sah dan bisa dikatakan sebagai lomba bila kedua merpati terbang tinggi dan tempel ketat.

“Jika kondisi seperti ini, maka lomba dikatakan sah. Ada kalah dan menang,” tutur mania senior tinggian kolong Tasikmalaya.

Sedangkan mengadopsi dari hobi merpati sarlung, dimana ada joki dan ngeber pembalapnya. Hanya saja, sang betina bulu sayapnya digodi (tali), agar tak terbang. Selanjutnya betina dilempar pada kotak yang ada batasannya ketika sang jantan sudah mendekati finish. Kalau pejantan datang lebih dulu dan masuk batasan kotak, maka juri memutuskan merpati tersebut sebagai pemenang.

Sebaliknya, jika keluar dari batasan (kotak), maka joki harus menunggu pejantan sampai masuk ke dalam kotak. Bila lawan yang sebelumnya tertinggal dan lebih dulu masuk ke batasan kotak, maka lawan yang tertinggal itulah sebagai pemenang. Karena lebih dulu hinggap.

Dari dua bentuk hobi merpati inilah maka ada pemikiran hobi merpati bisa ditambah lagi yakni dengan nama merpati tinggi kolong.

Caranya, pada daerah finish, dipasang 4 bambu yang di atasnya diberi pembatas tali. Dengan harapan, pembalap harus turun dari atas dan masuk dalam kolong.

Dinamakan merpati tinggi kolong karena tebangnya tinggi, dan berakhir masuk dalam kolong. Bila masuk di samping kolong, maka merpati didiskualifikasi.

Tidah mudah memang bagi merpati untuk masuk dalam kolong. Perlu merpati trah terbang tinggi dan turun menukik dengan deras menuju ke betina. Selain itu, perlu juga kecepatan terbang dan style gandeng lawan. Hal  itu yang sangat dibutuhkan. Bila kesemuanya sudah teradopsi, maka jadilah merpati tinggì kolong.

Hanya saja, pada waktu lalu, di tempat finish tidak ada bantalan melainkan langsung jatuh di tanah. Hal ini menyebabkan risiko tinggi kematian merpati, karena deras turun di atas joki dan berakhir dengan terpental. Kejadian ini memang jarang terjadi, sebab merpati sudah tahu betul kapan masuk ke kolong dengan cara mengerem lewat bulu ekornya.

Sedangkan saat ini, dengan perkembangan jaman dan berkembangnya pemikiran untuk kehati-hatian mengingat harga merpati bukan lagi jutaan, melainkan puluhan juta bahkan lebih dari Rp 100 juta, maka dimunculkan bantalan.

Panitia dan masyarakat merpati tinggi kolong memutuskan demi keamanan merpati maka digunakanlah patek dengan menggunakan bantalan yang tingginya kurang lebih 75 cm sampai 1 meter. Di atasnya diberi alas yang empuk (lunak) sehingga tidak membahayakan merpati.

“Dengan cara ini, risiko kematian merpati cukup kecil dan mania merasa puas, serta tidak dihantui oleh kematian merpati pada saat turun ke betinanya,” tuturnya.

Ya, semuanya pasti ada resiko. Tapi, kalau bisa resiko diperkecil semaksimal mungkin mengapa tidak? Terntu, mania hobi merpati akan semakin nyaman dan enjoy ketika mengikuti latihan ataupun lomba. (*)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 42.319 pengikut lainnya.