About these ads

Buah Pollia condensata, buah paling berwarna di dunia: Intermezo

Pollia condensata

Pollia condensata

Buah Pollia condensata yang memiliki warna-warni menyilaukan dinobatkan sebagai buah paling berwarna di dunia. Bauh dari tanaman yang tumbuh di hutan hujan di belantara Afrika ini menjadi spesies alam paling berwarna yang pernah dikenal dalam dunia ilmu pengetahuan.

Pollia condensata adalah tanaman yang tumbuh dengan ketinggian kurang dari setengah meter di Ethiopia, Angola, dan Mozambik. Buahnya berbentuk bundar, kecil, dengan warna metalik seperti manik-manik.

Hal yang menarik dari buah ini adalah kulit luarnya, meski berwarna kebiruan, ia sejatinya tak punya pigmen biru. Riset terbaru yang dimuat di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences menyebut, alih-alih memiliki struktur warna, kulitnya merefleksikan gelombang cahaya yang ukurannya berbeda-beda.

Tiap individu sel menghasilkan warna beragam, yang membuatnya seperti lukisan pointillism, teknik yang dimiliki pelukis impresionis merangkai titik menjadi sebuah lukisan yang utuh. Saat dilihat di bawah mikroskop, kulitnya terlihat berubah warna tergantung dari sudut mana ia diamati.

Ketebalan lapisan selnya juga menentukan panjang gelombang cahaya yang dipantulkan. Beberapa sel memiliki lapisan tipis yang merefleksikan warna biru, yang lebih tebal menghasilkan warna hijau atau merah.

Evolusi cerdas

Dr Beverley Glover dari Department of Plant Sciences, University of Cambridge mengatakan, Pollia condensata telah berevolusi secara cerdas.

“Tanaman kecil ini sungguh fantastis, mampu membuat buahnya mengkilap, gemerlapan, multiwarna, menjadi sinyal yang menarik untuk burung di sekitarnya, tanpa membuang cadangan fotosintesis hanya untuk memberi makan burung,” kata dia.

Seperti diketahui, tanaman membutuhkan bantuan mahluk lain, seperti serangga dan burung untuk menebar benih. “Ini evolusi yang sangat cerdas.”

Meski buahnya tak punya nilai gizi, burung-burung tertarik pada warnanya yang terang. Mungkin dianggap indah untuk dekorasi sarang, atau untuk membuat pasangan mereka terkesan.

Yang juga mengesankan, warna buah Pollia condensata tak pudar oleh waktu. Para peneliti menemukan sampel buah di koleksi herbarium dari abad ke-19, yang masih mengkilap dan berwarna-warni seperti yang ada di alam.

Tak hanya menimbulkan decak kagum, Pollia condensata bisa jadi inspirasi untuk manusia. “Dengan mengambil inspirasi dari alam, kita bisa memanfaatkan kecerdasan kita untuk memanfaatkan material yang melimpah, murah, dan berkelanjutan seperti selulosa,” kata Dr Silvia Vignolini dari Departemen Fisika University of Cambridge.

Dia meyakini, selulosa seperti pada Pollia condensata bisa digunakan untuk membuat produk pewarna untuk kepentingan industri. Misalnya, menggunakan selulosa berbasis struktur nano dengan warna struktural sebagai pengganti pewarna beracun dan pewarna makanan. (Sumber: Daily Mail, Sci-News)

About these ads

Info-agro manfaat bawang dayak (4): Kaya kandungan beragam obat

Senyawa aktif naftokuinon disimpan dalam umbiElmer Drew Merrill menyematkan nama ilmiah Eleutherine americana untuk bawang berlian – bawang dengan beragam manfaat pengobatan seperti autis, beragam kanker, stroke, diabetes mellitus dll. Ahli botani dari Amerika Serikat itu meminjam kata eleuthera dari bahasa Yunani yang berarti gratis. Adapun nama spesies americana mengacu pada asal bawang berlian yakni Brasil dan Bolivia di benua Amerika.

Menurut ahli Farmakologi dari Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung, Dr Sukrasno MSi, eleutherine terdapat secara khusus pada bawang berlian. Artinya senyawa aktif itu hanya terdapat pada bawang berlian sehingga turut menyumbang nama genus tanaman itu.

Tiga bulan

Kandungan senyawa aktif semakin meningkat seiring bertambahnya umur tanaman

Kandungan senyawa aktif semakin meningkat seiring bertambahnya umur tanaman

Saat ini keruan saja, bawang berlian bukan herbal gratisan, meski harganya juga tak semahal berlian. Pekebun di Bogor, Jawa Barat, Ali Rahman, menjual sekilo bawang berlian segar Rp60.000. Semahal apapun, bagi banyak pasien diabetes mellitus, mag, atau stroke bawang berlian tak ubahnya penyelamat. Umbi tanaman anggota famili Iridaceae itu menjadi panasea alias obat beragam penyakit karena mengandung aneka senyawa aktif seperti triterpenoid dan kuinon.

Ada pula senyawa golongan naftokuinon yaitu eleutherol, eleutherin, isoeleutherin, eleucanacin, dan isoeleutherol. Kandungan senyawa bioaktif pada umbi meningkat secara signifikan dari pekan ke-4 sampai ke-12. Peneliti dari Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Dra Evi Mintowati Kuntorini MSc, menduga tanaman menyintesis senyawa biokatif pada sitosol atau massa semicair di dalam sitoplasma sel.

Tanaman kemudian menyalurkan senyawa itu ke vakuola alias bagian dari sel yang berfungsi menyimpan zat makanan, di umbi dalam bentuk glikosida. Itulah sebabnya dari pekan ke pekan ukuran umbi semakin membesar karena berperan sebagai penyimpan senyawa bioaktif. Bukan saja ukuran yang membesar, kadarnya pun meningkat (lihat infografis). Oleh karena itu pekebun idealnya panen bawang berlian pada umur 3-4 bulan pascatanam. Ketika itu kandungan senyawa aktif pun optimal.

Tiga faktor

Masyarakat Thailand mencampurkan bawang berlian dalam salad untuk memperpanjang daya simpan dan mengurangi kontaminasi bakteri

Masyarakat Thailand mencampurkan bawang berlian dalam salad untuk memperpanjang daya simpan dan mengurangi kontaminasi bakteri

Menurut Robbers James E dalam Pharmacognosy and Pharmacobiotechnology, sintesis senyawa bioaktif pada tanaman dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu keturunan atau genetik, ontogeni atau tahap perkembangan, dan lingkungan. Gen mengatur sintesis metabolit sekunder seperti senyawa naftokuinon melibatkan interaksi antara biosintesis, transportasi, penyimpanan, dan degradasi.

Pengaruh ontogeni terlihat jelas pada sintesis metabolit sekunder, biasanya ada peningkatan dalam isi dengan umur tanaman seperti pada bawang berlian. Sementara faktor lingkungan seperti tempat tumbuh, iklim, dan metode penanaman juga mempengaruhi produksi metabolit sekunder.

Menurut Kuntorini kandungan senyawa naftokuinon pada daun tanaman di dalam rumah kaca dan lahan terbuka relatif sama. Kadar senyawa bioaktif pun tetap dari pekan ke-4 sampai ke-12. Artinya, tanaman mengonsentrasikan penyimpanan senyawa aktif pada umbi.

Kandungan senyawa bioaktif pada umbi tanaman pada rumah kaca lebih besar daripada di lahan terbuka. Namun, jenis senyawa aktif sama saja. Artinya tanaman yang ditanam pada rumah kaca maupun lahan terbuka memiliki senyawa bioaktif naftokuinon. Di lahan terbuka, bawang berlian lebih cocok tumbuh di tanah yang memiliki tekstur lempung berliat sebagaimana riset Hartarto Yusuf dari Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara.

Mancanegara

Menurut K Heyne dalam Tumbuhan Berguna Indonesia, bawang berlian dari Amerika tropis dan menyebar ke berbagai negara termasuk Indonesia. Bawang berlian juga kondang di mancanegara. Voravuthikunchai dari Fakultas Sains, Prince of Songkla University, Thailand, menyatakan bawang berlian lazim digunakan dalam masakan tradisional, misalnya sebagai bahan salad. Apalagi horm daeng alias bawang berlian terbukti dapat mencegah perkembangan bakteri dan pembentukan asam thiobarbiturat sehingga masakan memiliki daya simpan lebih lama.

Masyarakat Thailand menggunakan horm daeng bersama kencur untuk mengobati batuk pada anak. Masyarakat di Amerika selatan dan Amerika Serikat justru memanfaatkannya sebagai tanaman hias baik di dalam pot maupun di pekarangan. Begitu pula masyarakat Tiongkok membudidayakan ang chang-sebutan bawang berlian di sana-sebagai  tanaman hias, bumbu masak, dan obat tradisional untuk flu, pencahar, dan gangguan jantung. (Susirani Kusumaputri/trubus-online.co.id)

Info-agro manfaat bawang dayak (3): Sajian untuk atasi sembelit sampai kanker darah

Aneka ramuan bawang berlain untuk ragam penyakit berbeda

Aneka ramuan bawang berlain untuk ragam penyakit berbeda - aneka kanker dan strokeMeski diketahui manfaatnya sebagai herbal untuk mengatasi berbagai penyakit mulai sembelit hingga kanker darah, penggunaan bawang berlain atau bawang sabrang alias bawang dayak ini perlu herbal pendamping agar daya dobraknya lebih kuat.

Dokter Prapti Utami mengambil sejumput setara 20 gram irisan bawang dayak kering. Lalu mengambil masing-masing 20 g irisan umbi temuputih kering, 20 g rumput mutiara kering, 10 g keladi tikus kering, dan 10 g sambiloto kering. Dokter herbalis itu kemudian memberikan racikan itu kepada pasien penderita kanker rahim. Menurut Prapti bawang dayak, temuputih, dan keladitikus punya khasiat sama sebagai antikanker.

“Khasiat herbal lebih efektif jika dikonsumsi dengan cara dipadukan dibanding jika dikonsumsi tunggal,” kata alumnus Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro itu.

Antikanker

Prapti Utami

“Penggunaan bawang dayak bersama herbal lain mesti sebaiknya atas saran para ahli agar herbal bekerja maksimal di dalam tubuh,” tutur Prapti Utami

Penelitian Himawan Budityastomo dari Fakultas Kedokteran, Universitas Sumatera Utara, menunjukkan pemberian fraksi etanol bawang dayak dapat menurunkan tingkat ekspresi cyclin-E sel kanker leher rahim HeLa (HPV High Risk Type).

Adanya tekanan pada tingkat ekspresi cycline-E membuat siklus sel kanker terhenti. Penghentian itu memberi kesempatan bagi sel untuk mengenali kerusakan DNA, menginduksi reparasi DNA, serta menginduksi terjadinya apotosis. Pemberian fraksi etanol bawang dayak sebesar 75 µg/ml menurunkan tingkat ekspresi cyclin-E hingga 4%. Artinya hanya 4% dari populasi sel HeLa yang mengekspresikan cyclin-E. Makin rendah angka itu makin baik. Bandingkan dengan kontrol, sebanyak 94% dari populasi sel hela masih mengekspresikan cyclin-E.

Umbi bawang dayak mengandung senyawa naphtokuinonens dan turunannya, seperti elecanacine, eleutherine, eleutherol, dan eleuthernone. Menurut Petr Babula, peneliti di Department of Natural Drugs, University of Veterinary and Pharmaceutical Sciences, Republik Ceko, naphtokuinones merupakan agen antikanker, antimikroba, antijamur, antivirus, dan antiparasit.

Oleh karena multikhasiat, maka bawang berlian juga multimanfaatnya. Herbalis di Balikpapan, Kalimantan Timur, Fuad Abdillah, menuturkan penduduk Borneo kerap menjadikan bawang dayak Eleutherine americana menjadi senjata pamungkas untuk berbagai penyakit setelah pengobatan medis atau herbal lain angkat tangan. “Biasanya bawang dayak manjur mengatasi penyakit akibat pertumbuhan tidak normal sel-sel jaringan tubuh, terutama pada tubuh perempuan, misalnya kista, mioma, dan kanker rahim,” kata Fuad Abdillah.Khasiat lainnya membantu proses pembekuan darah, antiradang, dan imunostimulan.

Patuhi aturan

Umbi bawang berlian juga andal membantu pasien diabetes mellitus, stroke, gangguan pencernaan, hingga kanker darah. Herbalis di Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, Valentina Indrajati memadukan bawang dayak dengan dandang gendis untuk pasien diabetes mellitus. “Bawang dayak andal dalam memulihkan metabolisme gula darah,” kata instruktur yoga itu.

Lukas Tersono Adi, herbalis di Tangerang, Provinsi Banten, meramu bawang dayak, tapakliman, dan pegagan untuk penderita stroke. Untuk pasien berbobot tubuh di atas 50 kg gunakan masing-masing 5 g bahan dan rebus seluruhnya dalam 5 gelas air hingga tersisa setengah.

Dalam mengonsumsi bawang sabrang Prapti Utami menyarankan pasien untuk berkonsultasi dengan herbalis, terutama jika konsumsinya dipadukan dengan herbal lain. Tujuannya agar herbal bekerja maksimal sehingga mampu taklukkan penyakit dalam tubuh. (Andari Titisari/trubus-online.co.id)

Info-agro manfaat bawang dayak (2): Cara penyajian untuk atasi diabetes mellitus, mioma dan mag

Eleutherine dan antosianin bawang berlian mudah larut dan terurai dalam air

Eleutherine dan antosianin bawang berlian mudah larut dan terurai dalam air

Bagi warga Pulau Kalimantan, umbi bawang berlian Eleutherine americana adalah panasea karena selama ini dikenal sebagai penyembuh berbagai macam penyakit. Cara penggunaannya pun bermacam-macam. Mulai diseduh, direbus  dengan api kecil sampai dikonsumsi dalam bentuk kapsul.

Dalam mitologi Yunani, Dewi Panasea dipercaya sebagai dewi yang mampu menyembuhkan berbagai jenis penyakit dan memperpanjang umur. Oleh karena itu panasea menjadi sebutan untuk obat yang dapat menyembuhkan aneka penyakit. Sosok panasea itu ditemukan warga Pulau Kalimantan pada umbi bawang berlian Eleutherine americana.

Bawang berlian terbukti secara empiris mampu menyembuhkan berbagai penyakit seperti diabetes mellitus, mioma, dan mag. Hasil penelitian Alia Mustika Nur, alumnus Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB), menunjukkan umbi tanaman anggota famili Iridaceae itu mengandung senyawa naphtokuinones dan turunannya seperti elecanacine, eleutherine, eleutherol, dan eleuthernone. Naphtokuinones dikenal ampuh sebagai antikanker, antioksidan, antimikroba, anticendawan, antivirus, dan antiparasitik.

Cara penyajian bawang berlian

Serbuk kering

Menurut Prof Dr Sidik Apt, guru besar emiritus Fakultas Farmasi Universitas Padjajaran, senyawa aktif dalam bawang berlian adalah alisin. “Senyawa itu dapat menurunkan tekanan darah dan menurunkan kekentalan darah,” ujar Sidik.

Dr Sukrasno MS, farmakolog dari Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung, menuturkan bawang berlian juga kaya antosianin, yakni senyawa pewarna alami yang memberi warna merah pada umbi. Prof Sidik menuturkan antosianin berfaedah sebagai antioksidan yang berperan menetralkan radikal bebas. “Di antara senyawa-senyawa aktif itu, kemungkinan eleutherine dan antosianin yang paling banyak berperan,” ujar Sukrasno.

Menurut Sukrasno eleutherine dan antosianin bersifat mudah larut dan terurai dalam air. Oleh karena itu untuk memperoleh faedah senyawa aktif itu cukup gunakan pelarut air. Caranya dengan menyeduh irisan satu siung (30 gram) bawang dayak menggunakan segelas air panas, atau memanaskan dengan api kecil tapi tidak sampai mendidih. Sebab menutur Sidik, sebagian besar senyawa aktif pada tanaman mudah rusak bila dipanaskan lebih dari 900C. Dokter herbalis di Tangerang, Banten, dr Prapti Utami sepakat. Tubuh lebih mudah menyerap kandungan antioksidan bawang berlian hasil proses perebusan.

Sidik menyarankan untuk mengolah bawang berlian menjadi serbuk. “Dengan membuat serbuk, senyawa masih menyerupai aslinya, tidak terjadi degradasi,” ujarnya. Untuk membuat serbuk, cuci umbi segar, iris tipis 3 mm, kemudian keringkan. Pengeringan bisa menggunakan oven dengan suhu maksimal 400C hingga kadar air kurang dari 10%. Atau cukup kering anginkan irisan bawang dayak, tidak terkena sinar matahari langsung.

Irisan bawang sabrang kering setelah 2-3 hari bila temperatur 28-300C. Selanjutnya giling irisan kering itu menjadi serbuk. Untuk mengonsumsinya kita bisa menyeduh seperti yang disarankan oleh Valentina Indrajati, herbalis di Bogor, Jawa Barat. Sidik mengatakan hindari menyeduh dengan air mendidih, cukup dengan air matang tapi hangat. Serbuk bawang berlian juga dapat dikemas dalam kapsul. Namun, dalam bentuk itu tubuh lebih lama mencerna bawang dayak karena mesti mengurai selubung kapsul dahulu.

Manisan

Olahan lain dalam bentuk manisan seperti dilakukan oleh Ronny Yuniar Galingging dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Tengah. Cara membuatnya mudah. Cuci bersih bawang dayak, potong akar dan daun, lalu iris dengan ketebalan 1-2 mm. Kukus irisan bawang dayak itu selama 5 menit. Setelah itu masukkan ke dalam larutan gula dengan perbandingan gula dan air 1:1. Masak sampai kental dan terbentuk kristal gula.

Lukas Tersono Adi, cara konsumsi bawang dayak bisa dalam bentuk rebusan, seduhan, kapsul, maupun lalapan

Lukas Tersono Adi, cara konsumsi bawang dayak bisa dalam bentuk rebusan, seduhan, kapsul, maupun lalapan

Sukrasno menyarankan sebaiknya saat mengolah gunakan umbi bawang dayak segar. “Bahan segar memiliki zat aktif yang masih lengkap,” katanya. Oleh karena itu herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Lukas Tersono Adi menyarankan penyuka lalapan untuk mengonsumsi bawang berlian segar. Konsumsilah 3 umbi berukuran sedang atau   4-5 umbi berukuran kecil saat makan sebanyak 2 kali sehari. Agar umbi segar tahan lama, simpan di tempat yang tidak terkena matahari langsung dengan ventilasi cukup agar udara tidak lembap. “Penyimpanannya seperti bawang merah di dapur. Kalau lingkungan terlalu lembap umbi mudah tumbuh tunas,” ujar Sukrasno.

Namun, cara itu hanya mampu mengawetkan bawang dayak selama sepekan. Sukrasno menuturkan supaya lebih awet simpan bawang berlian dalam bentuk bawang rajang kering. Dalam bentuk kering bawang tahan simpan hingga 2 tahun, asalkan tidak ada infeksi cendawan. Ciri bawang kering rusak jika direbus warnanya tidak merah, melainkan cokelat.

Prapti Utami menyarankan sebaiknya kita mengonsumsi olahan bawang berlian satu jam sebelum makan. “Pada kondisi itu lambung dalam keadaan kosong, sehingga penyerapan herbal lebih maksimal,” ujar alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro itu. Bagi pasien yang memiliki gangguan lambung seperti mag, sebaiknya konsumsi herbal dua jam setelah makan. Pada saat itu tubuh telah mencerna sebagian makanan dan sebagian  lambung sudah kosong. (Desi Sayyidati Rahimah, Andari Titisari dan Bondan Setiawan trubus-online.co.id)

Info-agro manfaat bawang dayak (1): Pereda autisme

Alergi Rahardika Teguh Hendrarto berkurang berkat konsumsi bawang dayak

Alergi penderita autis berkurang berkat konsumsi bawang dayak

Jika Anda punya anak, sanak-saudara, kenalan atau tetangga yang menderita autis, maka Anda sudah tahu bagaimana “keanehan” perilaku penderita autis. Ada yang sangat agresif, sebaliknya ada juga yang sangat pendiam. Jika demikian, cobalah berikan informasi tentang manfaat bawang dayak (disebut juga bawang berlian atau bawang sabrang) sebagai pereda autisme ini.

Pagi itu Chusnur Ismiati mengajak anaknya, Rahardika Teguh Hendrarto, memasak nasi goreng di dapur. Chusnur menyediakan semua bahan nasi goreng seperti nasi, bawang merah, bawang putih, dan cabai. Sementara Dika-sapaan putranya-menjadi kokinya. Ia menghaluskan bumbu, kemudian menggorengnya bersama nasi. Beberapa saat kemudian, nasi goreng buatan Dika tersaji di meja makan. Chusnur lalu mencicip sesendok makan. “Nasi goreng racikan Dika cukup enak,” ujarnya.

Bagi Chusnur, nasi goreng buatan Dika itu begitu istimewa. Maklum, Dika adalah seorang individu autistik-sebutan orang yang terkena autisme. Sebelumnya, jangankan memasak, ia hanya bisa mengganggu bila sang ibu sedang mempersiapkan makanan. Kini Dika sudah banyak berubah. Ia lebih tenang dan mudah diarahkan untuk melakukan sesuatu. Di kelas terapi, Dika tidak lagi membuka-buka tas temannya dan meminum minuman tamu yang datang ke rumah. Anak laki-laki berusia 13 tahun itu juga dapat menguasai seluruh materi pelajaran sekolah hanya dalam tempo sepekan, sebelumnya sebulan.

Menurut dokter spesialis kejiwaan di Rumahsakit Metropolitan Medical Centre Kuningan, Jakarta Selatan, dr Melly Budhiman SpKJ, perkembangan Dika seperti itu merupakan perubahan yang signifikan. “Jika sudah terlihat bakatnya, dorong terus dan kembangkan. Itu akan berdampak baik bagi perkembangan Dika,” katanya. Seorang individu autistik bukan berarti tak mampu berprestasi. Salah seorang pasien yang pernah Melly tangani bahkan menjadi sarjana. Melly menceritakan di Singapura ada restoran yang seluruh pekerjanya individu autistik.

Bawang dayak

Rahardika Teguh Hendrarto

Rahardika Teguh Hendrarto

Perubahan positif itu terlihat setelah Dika rutin mengonsumsi kapsul bawang dayak pada 2008. Dika mengonsumsi 2 kapsul bawang berlian itu 3 kali sehari yakni pada pagi sebelum makan, serta siang dan sore setelah makan. “Pada pagi Dika mengonsumsi kapsul sebelum makan karena bawang dayak berefek mengenyangkan,” kata Chusnur. Dengan begitu Dika tidak terdorong jajan di sekolah. Harap mafhum sistem pencernaan individu autistik biasanya sangat peka sehingga mudah terganggu, misal menjadi diare, bila mengonsumsi sembarang makanan.

Setelah 10 hari mengonsumsi bawang sabrang, perubahan positif mulai terlihat. “Dika menjadi lebih tenang dan mudah diarahkan,” kata alumnus Fakutas Hukum Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, itu.

Dika diketahui mengalami gejala autis pada umur 2 tahun. Saat itu Chusnur mengajak Dika membeli sayuran ke pasar. Tanpa sebab jelas Dika berjalan menjauh dari sang ibu. Dika tidak hirau ketika Chusnur memanggil agar ia kembali. Dika terus berjalan menjauh.

Semula Chusnur menduga Dika mengalami gangguan pendengaran. Ia lalu membawa Dika ke dokter spesialis bagian telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) di salah satu rumahsakit di Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Hasil diagnosis dokter fungsi pendengaran Dika normal. Dokter menyarankan Chusnur menemui psikolog setelah mendengar cerita perilaku sehari-hari Dika.

Bawang berlian diduga memiliki senyawa aktif yang berperan sebagai antialergi

Bawang berlian diduga memiliki senyawa aktif yang berperan sebagai antialergi

Hasil diagnosis psikolog Dika menyandang autisme. “Autisme adalah gangguan perkembangan pada anak, bukan suatu penyakit,” kata dr Melly. Lazimnya autisme muncul pada anak yang memiliki kelemahan genetis. Misalnya alergi tinggi terhadap suatu makanan dan ketidakmampuan tubuh mendetoksifikasi racun. Alergi itu dapat memperberat gejala autisme jika tidak segera ditangani. Kelemahan genetis muncul dari orangtua. Menjaga asupan makanan dan menghindari sumber polusi saat ibu hamil salah satu cara memperkecil risiko anak terkena autisme.

Kasus autisme di Indonesia dan dunia semakin meningkat setiap tahun. Pusat Kontrol dan Penanggulangan Penyaki (CDC) melaporkan dalam dokumen tertanggal 29 Maret 2012 bahwa satu dari setiap 88 anak di Amerika Serikat terdeteksi mengalami autism spectrum disorder (ASD). Perbandingan anak laki-laki dan perempuan yang terkena autis 4:1.

Sayang di Indonesia belum ada sensus individu autistik sehingga jumlah anak yang terkena autisme tidak diketahui secara pasti. Ketika seorang anak menunjukkan gejala autisme, sebaiknya segera periksa ke ahli psikologi. Semakin cepat terdiagnosis, semakin besar peluang anak itu kembali ke jalur perkembangan seharusnya. Gejala autisme biasanya muncul pada umur 3-4 bulan atau pada usia 1-2 tahun.

Antialergi

dr Melly Budhiman SpKJ - autisme adalah gangguan perkembangan pada anak dan bukan suatu penyakit

dr Melly Budhiman SpKJ – autisme adalah gangguan perkembangan pada anak dan bukan suatu penyakit

Pada 2008 Chusnur memperoleh informasi tentang khasiat bawang dayak dari sepupunya yang membaik pascaoperasi tumor kelenjar hipofisis. Chusnur berharap Eleutherina americana juga dapat membantu memperbaiki kondisi Dika. Upayanya  membuahkan hasil positif. Kini ia bisa mencicipi nasi goreng buatan anak tercinta.

Bagaimana duduk perkara bawang  dayak membantu memperbaiki kondisi individu autistik? Melly menduga bawang dayak mampu memperbaiki kondisi invidu autistik karena mengandung senyawa aktif yang berperan sebagai antialergi. Alergi pada individu autisme memperberat gejala autisme seperti hiperaktif dan tak bisa berkonsentrasi. Ketika alergi sudah teratasi, maka otak akan bekerja lebih baik sehingga anak menjadi lebih tenang dan mudah berkonsentrasi.

Herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Lukas Tersono Adi, menduga zat aktif pada bawang dayak bekerja memperbaiki metabolisme pencernaan individu autistik dan bersifat sebagai antioksidan. Evi Mintowati Kuntorini dari Program Studi Biologi dan Maria Dewi Astuti dari Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan menguji efek antioksidan umbi bawang dayak Eleutherina americana.

Hasil penelitian yang termuat dalam jurnal Sains dan Terapan Kimia itu menunjukkan nilai IC50 ekstrak etanol umbi bawang dayak sebesar 25,3339 µg/ml. Nilai IC50 menunjukkan bahwa ekstrak tersebut memiliki aktivitas antioksidan yang kuat, karena memiliki nilai IC50 kurang dari 200 µg/ml. Senyawa antioksidan berperan penting dalam mengurangi risiko berbagai penyakit.

Lukas menambahkan, kasih sayang dan perhatian orangtua turut mempercepat pemulihan anak autisme. Hingga kini Dika masih mengonsumsi kapsul bawang berlian dengan dosis lebih rendah yakni 3 kali sehari masing-masing 1 kapsul. “Saya berharap kondisi Dika terus membaik,” ucap Chusnur sebagaimana ditulis Riefza Vebriansyah dalam sebuah artikel di trubus-online.co.id yang hanya bisa diakses oleh member namun bisa di-sharing dengan menyebutkan sumbernya, trubus-online.co.id. (*)

Intermezo Agro-Topik: Jeruk nipis tangguh atasi mag

Buah jeruk nipis tangguh atasi penyakit magSakit mag kronis yang diderita Arifin Sobirin kini sembuh berkat jeruk nipis. Jeruk yang berasa sangat masam ini, semula dianggap bakal meremas-remas perutnya yang sangat peka terhadap rasa ekstrim seperti masam/lecut, pedas, asin dan sebagainya. Ternyata, tidak. Sakit mag tidak pernah lagi menghampirinya setelah dia mengonsumsi jeruk nipis. Lanjut membaca

Intermezo: Atasi hidrosefalus dengan kombinasi temulawak, mengkudu, sambiloto, dan ciplukan

Temulawak sebagai obat hidrocefalusHidrosefalus atau masuknya cairan ke otak bisa menyerang orang semua umur. Jika Anda sering pusing dan muncul beberapa gejala seperti gejala stroke, bisa jadi itu adalah hidrosefalus atau hidrocefalus. Obat herbal kombinasi rimpang temulawak, buah mengkudu, daun sambiloto dan ciplukan ternyata bisa atasi penyakit itu. Benarkah hifrosefalus bisa diatasi dengan cara herbal yang murah dan terbukti mujarab tersebut? Simak artikel intermezo ini. Lanjut membaca

Intermezo Agrobis: Manggis si buah magis pelawan HIV dan kencing manis

Kulit dan isi buah manggis pelawan HIV dan kecing manisVonis positif terkena penyakit maut HIV-AIDS sungguh tidak pernah dibayangkan Bethari Drupadi. Angka penanda virus-CD4-hanya 69; padahal kadar normal minimal 1.500. Namun terserang penyakit yang menggerogoti sistem kekebalan tubuh dan biasanya menimbulkan beragam infeksi lain seperti tuberkulosis, hepatitis, atau terjangkit tumor itu, Bethari Drupadi – nama samaran – mencoba sangat tenang. Lanjut membaca

Semakin terbukti bisa melawan kanker: Lagi, cerita keampuhan daun sirsak (1)

Daun sirsak dengan manfaat luar biasaIni adalah rangkaian artikel (lagi) tentang manfaat daun sirsak untuk penyembuhan kanker. Artikel ini dan 5 (lima) artikel lain berikutnya berikutnya adalah hasil liputan majalah Trubus dan ditulis di Majalah Trubus terbaru serta diupload di trubus-online.co.id.

Artikel pertama bertutur tentang pengalaman seorang penderita kanker, Hendarlin, yang sembuh dari penyakitnya berkat mengonsumsi daun sirsak. Semula, demikian pengakuannya, dia bukan orang yang percaya pada pengobatan herbal. Namun setelah melihat keampuhan daun sirsak untuk mengobati kanker, kini dia sangat percaya keampuhan herbal. Lanjut membaca

Agro Topik: Lagi soal penyembuhan 19 jenis kanker dengan daun sirsak – © Om Kicau

Agro Topik: Lagi soal penyembuhan 19 jenis kanker dengan daun sirsak – <a href="//wp.me/pfHAQ-8Mg">© Om Kicau</a>

Artikel ini masih membahas masalah tanaman obat dan kaitannya dengan penyakit kanker sebagaimana pernah saya turunkan di artikel berjudul “Agro topik: Lawan kanker, daun sirsak vs kemoterapi (ribuan kali lebih kuat)“. Kali ini adalah cerita tentang keberhasilan penggunaan tanaman itu sebagaimana diresepkan oleh dr Paulus Wahyudi Halim Med Chir kepada para pasien 19 jenis kanker sejak 9 tahun lalu. Dia meresepkan daun sirsak untuk pengobatan kanker ini.

Daun sirsak sebagai pengobatan kanker“Kondisi mereka membaik,” kata dokter ahli bedah dan kanker alumnus Universitas Degli Studi Padova, Italia, itu.

Penyakit maut itu memberi isyarat dengan sederhana, sekujur tubuh sering sakit dan pegal. “Bila capai sedikit gampang masuk angin dan sakit perut,” kata Rustiani. Namun, makin hari kondisi Rustiani kian parah. “Seluruh badan terasa sakit seperti ada binatang yang mengoyakngoyak,” kata perempuan 42 tahun itu. Tak tahan lagi menanggung siksa itu, Rustiani memeriksakan diri ke dokter di sebuah rumahsakit di Bandung, Jawa Barat. Lanjut membaca

Agro topik: Lawan kanker, daun sirsak vs kemoterapi (ribuan kali lebih kuat)

‘Selamat ya, sudah hamil.’ Yanti Sumiati bertubi-tubi menerima ucapan itu dari rekan kerja, tetangga, dan saudara pada Mei 2010. Perutnya membesar. Banyak orang menerka ia hamil 5 bulan. Hati Yanti justru remuk‑redam. Sebab, bukan janin dalam kandungan, tetapi kanker serviks yang merenggut nyawa seorang perempuan setiap 4 menit.

Yanti Sumiati mengetahui kanker serviks itu ketika ia memeriksakan diri di sebuah klinik di Warungbuncit, Kotamadya Jakarta Selatan. Bagian bawah perut sakit, ‘Seperti ditusuk-tusuk, nyeri sekali,’ kata perempuan kelahiran Bogor, Jawa Barat, 20 Agustus 1978 itu. Rasa sakit menjalar ke kaki kiri. Kondisi itulah yang mendorong Yanti bergegas ke dokter spesialis kandungan dan kebidanan, dr Slamet Zaeny SpOG, pada 6 Mei 2010. Lanjut membaca

Tabulampot, makin trendy di sempitnya lahan perkotaan

Buah-buahan banyak digemari masyarakat karena rasanya yang bermacam-macam dan kandunganya seperti serat dan vitamin. Salah satu cara mendapatkan buah adalah dengan menanamnya di pekarangan rumah. Untuk pekarangan sempit tentu saja punya keterbatasan dalam menanam tanaman buah, begitu juga untuk rumah yang tidak memiliki pekarangan. Lanjut membaca

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 42.268 pengikut lainnya.