Arsip

Archive for the ‘Karir’ Category

LOWONGAN KERJA: AGROBURUNG.COM CARI REPORTER

20 April 2009 Om Kicau Komentar dimatikan

Lowongan kerja:

Tabloid Burung Online, AgroBurung.com,  membuka kesempatan kerja dan peluang mengembangkan karir bagi mereka yang dinamis, kreatif,  dengan posisi sebagai REPORTER.

Syarat Umum:

1. Sehat jiwa raga.

2. Perempuan/Laki-laki

3. Mempunyai rasa ketertarikan pada masalah konservasi burung dan agrobisnis pada umumnya.

4. Suka dunia tulis-menulis.

Syarat khusus:

1. Usia maksimal 30 tahun.

2. Pendidikan minimal setara diploma 2.

3. Bersedia bekerja sesuai target.

4. Berdomisili (atau bersedia berdomisili) di wilayah/Kota Semarang, Solo, Jogja.

5. Bersedia melakukan liputan sesuai penugasan.

6. Bersedia mengikuti tes wawancara di Solo dengan biaya sendiri.

7. Lulus tes.

8. Bersedia mengikuti training di Solo.

9. Bersedia menjalani masa percobaan selama 3 bulan, dengan gaji sebesar 75% dari kesepakatan dalam wawancara kerja.

Anda yang berminat dan memenuhi persyaratan di atas, silakan mengirim surat lamaran via email ke alamat:  timgriyagawe@yahoo.com.

Kesempatan kerja ini dibuka sampai pada saat dinyatakan DITUTUP yang diumumkan pula melalui blog ini.

TERIMA KASIH.

Kalau Anda atau teman Anda melulu gagal dapat kerja…

24 Februari 2009 Om Kicau 6 komentar

Maaf nih intermeso sejenak dari bicara burung. Tetapi, saya minta juga deh para kicaumania berkomentar atau memberi saran, sekadar untuk referensi saudara-saudara kita yang belum beruntung mendapatkan pekerjaan. Ceritanya begini…
Belum lama ini ada yang bertanya kepada saya mengapa dia (si penanya) berkali-kali gagal melamar pekerjaan. Nah, nasib si penanya ini memang mirip dengan teman kita Om Ganug. Dia mengeluh: Read more…

Sumber tulisan di postingan mengenai karir

Tulisan yang ada di dalam kategori kariri pada Kicauan.WordPress.Com merupakan materi/modul yang diberikan GriyaGawe Consulting untuk para peserta training “Kiat-kiat Menembus Lowongan Kerja” Modul dibagi dalam empat kategori. Read more…

Sukses Mendapatkan Pekerjaan

Banyak cerita tentang orang yang mudah sekali mendapatkan pekerjaan. Sekali mengirim lamaran, langsung dipanggil, ikut tes, dan lolos. Hanya saja,cerita yang banyak kita dengar adalah cerita kegagalan. Bukannya lolos tes, tetapi puluhan lamaran yang telah dikirim tidak juga mendapat tanggapan.

Mengapa semua itu terjadi? Read more…

Kiat mendapatkan pekerjaan

Melamar pekerjaan bisa disebut sebagai suatu hal yang gampang-gampang susah. Ada pelamar yang hanya mengirimkan satu surat lamaran, kemudian dipanggil wawancara dan langsung diterima bekerja. Sebaliknya ada pelamar yang sudah mengirimkan puluhan surat lamaran dan sudah dipanggil untuk wawancara berkali-kali namun tidak kunjung diterima bekerja. Dalam banyak kasus, kemampuan akademik yang tinggi juga seringkali bukan jaminan untuk bisa diterima bekerja. Read more…

8 Keterampilan yang Paling Banyak Dicari Perusahaan

2 November 2008 baskaraburung 1 comment

Sebenarnya, Anda dapat meningkatkan keterampilan yang Anda miliki, yang tentu saja tergantung dengan minat, kemampuan, bakat, kecukupan dana dan kesesuaian target karir. Tetapi, mengingat ketidakpastian ekonomi seperti sekarang ataupun saat mendatang, maka lebih baik Anda mengutamakan untuk memiliki keterampilan yang berguna untuk peningkatan karir Anda dalam waktu dekat.

Seperti tiap orang yang ingin karirnya maju, masa depan karir Anda juga ditentukan keterampilan yang Anda miliki dan dapat Anda ‘jual’ pada perusahaan. Dan para pencari kerja dengan keterampilan yang diinginkan perusahaan pencari pekerja itulah, yang akan lebih cepat mendapatkan pekerjaan. Read more…

Keahlian menangkap peluang

Menelaah bagaimana para pemain basket menyikapi “umpan” bola yang potensial menambah “point”, Jhon C Maxwell menyimpulkan tipe pemain menjadi tiga (dalam: The Law of teamwork: 2001). Tipe pertama, pemain yang tidak mau menangkap bola sebagai peluang untuk dimasukkan ke keranjang lawan. Tipe kedua, pemain yang mau menangkap umpan tetapi tidak melakukan usaha untuk meraihnya atau pemain yang lebih banyak mengandaikan. Tipe ketiga, pemain yang menginginkan bola, menyambut umpan dan segera bertindak untuk memasukkan bola ke keranjang. Tipe ketiga inilah yang pantas disebut pemain yang sukses menangkap peluang. Read more…

Tetap Positif Selama Mencari Pekerjaan

Jika Anda ingin memperoleh pekerjaan dengan cepat, surat penolakan, sebagus apapun kata-kata di dalamnya, tentunya akan amat menimbulkan depresi. Jika ekspektasi Anda lebih realistis, Anda pasti tahu bahwa Anda mungkin akan menerima sejumlah surat penolakan sebelum Anda memperoleh tawaran pekerjaan yang sesungguhnya. Anda bahkan dapat menjadikannya sebagai tebakan: berapa banyak surat penolakan yang akan Anda terima? Read more…

Freelance: Siapa Bilang tidak Keren?

Tidak punya kantor, tidak punya atasan, tidak punya bawahan. Bebas lepas. Tapi, bukan berarti tidak bisa professional dan menghasilkan duit banyak, lho!

Bagi Anda yang menginginkan kebebasan, tidak suka keterikatan dan formalitas, mungkin bekerja sebagai tenaga lepas (freelancer) bisa menjadi pilihan. Read more…

Psikotes: Umum

2 November 2008 Om Kicau Tinggalkan komentar

Bagaimana menilai potensi seorang karyawan atau calon karyawan? Informasi mengenai potensi sangat dibutuhkan oleh perusahaan dalam berbagai proses manajemen SDM, seperti proses seleksi, perencanaan karir, pelatihan dan pengembangan, serta placement. Dalam proses seleksi misalnya, perusahaan akan dihadapkan pada masalah bagaimana menjaring manusia yang dianggap paling potensial, sehingga dapat memiliki performansi prima dalam lingkungan kerja perusahaan.

Salah satu tahap seleksi calon karyawan adalah pemeriksaan psikologis yang lebih populer dengan sebutan psikotes. Psikotes digunakan untuk memilih orang terbaik dari sekian banyak calon, sesuai kriteria jabatan maupun tugas yang harus dilakukan. Terhadap pekerjaan-pekerjaan tertentu diperlukan kemampuan berpikir konseptual, analitis, atau kemampuan berpikir logis. Hasil tes terhadap kemampuan ini diharapkan ikut menjadi kontribusi terhadap predictor kesuksesan dalam menjalani tugas-tugasnya kelak. Potensi mereka dinilai dan dibandingkan dengan potensi-potensi yang harus dimiliki agar berfungsi efektif dalam posisi tertentu

Selain untuk mengetahui tingkat kecerdasan individu, juga “melihat” aspek psikologis lainnya seperti motivasi kerjanya, bakatnya, keadaan emosionalnya, hubungan dengan orang lain dan sikapnya menghadapi sesuatu hal. Seringkali juga orang menyebut mengetahui tingkat EQ (emotional quotion). Dalam pemeriksaan psikologis digunakan alat-alat ukur (dalam bentuk soal-soal tes) tertentu yang diciptakan oleh para ahli psikologi. Aspek kepribadian juga dipertimbangkan. Jabatan di bidang penjualan membutuhkan tipe kepribadian yang berbeda dengan bagian audit, misalnya.

Agar hasil psikotes Anda prima, ada hal-hal yang mesti disiapkan sebelumnya:

- Pastikan bahwa Anda telah makan dengan cukup kenyang dan cukup tidur sebelum memulai test.

- Tenang dan jangan panik.

Jawab setiap pertanyaan dengan jawaban yang benar-benar mewakili diri Anda, kejujuran benar-benar dibutuhkan.

- Jangan menjawab asal-asalan atau memilih jawaban yang menurut Anda diharapkan oleh perusahaan.

- Baca dan dengarkan instruktur bagi setiap soal dengan baik. Beberapa soal dalam psikotes tidak diberi batasan waktu sementara yang lainnya harus diselesaikan dalam jangka waktu tertentu.

- Jika menghadapi kesulitan dalam suatu soal, lanjutkan saja ke soal berikutnya. Soal yang terlewatkan itu dapat Anda kerjakan jika masih ada waktu yang tersisa.

“Gagal” lulus psikotes bukan berarti gagal segala-galanya. Sebenarnya jika dinyatakan tidak lulus berarti Anda tidak memenuhi persyaratan yang seharusnya dimiliki untuk melakukan pekerjaan tertentu menurut ukuran perusahaan tersebut. Namun ukuran setiap perusahaan belum tentu sama. Ini berarti Anda dapat mencoba melamar pada perusahaan lain bukan? Namun kalau berkali-kali gagal melamar untuk satu jenis pekerjaan, kemungkinan besar pekerjaan tersebut tidak cocok untuk Anda. Karena itu sebaiknya untuk mendatang lamarlah jenis pekerjaan yang berbeda

Mengukur Potensi Diri

2 November 2008 Om Kicau Tinggalkan komentar

LEMBARAN kertas itu sama putihnya dengan kertas-kertas lainnya, namun yang satu ini kerap kali dikeluhkan oleh para pencari kerja sebagai batu sandungan yang berat. Lembaran kertas tersebut berisi beragam soal yang menguji seluruh kemampuan pencari kerja, biasa disebut dengan psikotes.

Tidaklah heran kalau selesai mengikutinya akan terdengar berbagai macam komentar, ada yang menanggapi biasa saja dan optimis. Tetapi tidak sedikit yang megeluhkan pusing melihat banyaknya angka-angka, gambar dan kata-kata yang membingungkan.

Setelah menyeleksi surat lamaran kerja, maka rata-rata perusahaan besar melakukan pemilihan calon pegawainya dengan melakukan satu tes khusus. Tes ini merupakan sarana yang penting bagi perusahaan untuk memilih orang terbaik dari sekian banyak calon, sesuai dengan kriteria jabatan maupun tugas yang harus dilakukan bila diterima nanti.

Psikotes merupakan acuan dasar untuk pengembangan karier ke depan, apakah calon pegawai tadi bisa menunjang perkembangan perusahaan atau tidak. Hasilnya akan memberikan perusahaan satu bundel data yang lengkap tentang siapa calon pelamar tersebut. Tidak hanya karakter yang tampak dan kecerdasan, tetapi juga kepribadian, motivasi, sikap, dan cara bekerja.

Tidak seperti ujian di sekolah yang menilai kelulusan berdasarkan benar dan salah, maka pada psikotes faktor tersebut hanya merupakan satu bagian saja dari keseluruhan evaluasi. Peserta yang lolos biasanya disesuaikan dengan kebutuhan dan peta pengembangan sumber daya manusia perusahaan tersebut. Hal ini tampak jelas dari materi yang diujikan yaitu tingkat kecerdasan atau tes potensi akademik, perilaku, dan motivasi.

Jim Barrett dan Geoff Williams dalam bukunya Test Your Own Aptitude menyebutkan bahwa psikotes dilakukan untuk mengetahui potensi diri yang ada pada calon pekerja tersebut. Tes pertama adalah uji kemampuan, yang ditujukan untuk mengidentifikasikan pola pikir pelamar kerja dalam memahami dan memecahkan satu permasalahan dalam jangka waktu tertentu.

Setelah selesai tes kemampuan, ujian dilanjutkan dengan tes kepribadian atau perilaku. Bagi perusahaan tes ini berguna untuk mengetahui karakter, sehingga pertanyaan yang diajukan biasanya adalah tentang pemikiran pribadi, perasaan, dan cara bersikap.

Pada tes motivasi yang sebenarnya dibutuhkan oleh perusahaan adalah data tentang cara pelamar kerja untuk membina dirinya bila menghadapi satu masalah yang pelik. Keteguhan dan tetap konstan dari waktu ke waktu dalam bertindak biasanya merupakan parameter yang dicari.

Oleh karena itu, trik mengerjakan soal-soal tes tersebut tidaklah sama dengan menjawab soal ujian di sekolah. Yang harus dikuasai ketika mengerjakan masalah kemampuan adalah cara berpikir cepat, tepat, teliti, dan benar. Sedangkan yang diperlukan saat menjawab masalah kepribadian dan motivasi adalah kejujuran. Apa yang dikemukakan itulah karakter Anda sebenarnya.

Hampir sama dengan menghadapi ujian sekolah, maka untuk psikotes perlu persiapan khusus.

Pertama, calon pekerja harus yakin bahwa posisi yang akan dimasuki sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Ini perlu karena membuat Andalebih percaya diri dan yakin.

Kedua adalah dengan beristirahat yang cukup, karena kerapkali kurang tidur membuat pikiran menjadi stres dan cepat cape. Otak yang tidak segar membuat hasil tes menjadi jelek, sehingga beristirahatlah satu atau dua hari agar kondisi fisik menjadi prima.

Ketiga, penting untuk diingat jangan menyontek jawaban. Isilah sesuai pilihan dan kemampuan Anda. Ada tes, seperti penjumlahan angka ke bawah yang tidak hanya mencari kebenaran jawaban, tetapi justru mementingkan konsistensi pengerjaan.

Keempat, banyak belajar mengenai cara berpikir dengan memakai logika yang praktis. Kemudian terakhir, baca petunjuk pengerjaan secara hati-hati dan pahami apa yang diperintahkan. Salah mengisi akan mempermudah perusahaan menyoret Anda dari daftar pelamar.

Tips Lain Psikotes

2 November 2008 Om Kicau Tinggalkan komentar

Jika suatu ketika Anda mengikuti psikotes, konsultan pada Dunamis Intermaster, Tomy Sudjarwadi,  menyarankan untuk mempersiapkan beberapa hal sebagai berikut:

Pertama, Anda harus yakin terlebih dahulu bahwa posisi yang akan dimasuki lewat tes itu bukan semata-mata karena pertimbangan ekonomis, yakni untuk mendapatkan pekerjaan dan uang saja. Namun, harus ada unsur kecocokan dengan kemampuan.

Kedua, persiapkan diri dengan istirahat yang cukup. Seringkali, seseorang sebenarnya mampu mengerjakan tes. Namun, ketegangan membuat hasil tes menjadi jelek. Oleh karena itu, Anda harus beristirahat satu atau dua hari sebelumnya agar kondisi fisik menjadi prima.

Ketiga, jangan melihat jawaban orang lain. Pasalnya, hal tersebut akan membuat hasil Anda bertentangan dengan kondisi pribadi yang sesungguhnya. Isilah apa adanya. Jangan lupa untuk menjawab apa yang Anda ketahui terlebih dahulu.

Keempat, setiap psikotes ada pemetaannya. Artinya, setiap tes ada tujuannya. Ada tes ketelitian, kreativitas, dan kecerdasan. Hal-hal seperti ini harus diantisipasi dari awal. Jadi, persiapkan mental sejak awal.