About these ads

Panduan awal budidaya burung walet

Panduan awal budidaya burung walet

Sudah tiga dekade lebih budidaya burung walet (Collacalia fuciphaga) menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan negeri ini. Jumlah pembudidaya terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir ini. Sayangnya, banyak yang melupakan aspek perizinan, sehingga belakangan ini sering terdengar kabar penggerebekan sarang walet tanpa izin oleh pihak kepolisian. Padahal perizinan lebih mudah daripada penangkaran jalak bali maupun jalak putih, karena pengaturannya melalui peraturan daerah (perda) kota / kabupaten setempat. Lanjut membaca

About these ads

Mau ternak ulat hongkong cara praktis?

Mau ternak ulat hongkong cara praktis?

Bagaimanapun, ulat hongkong atau mealworm sangat bermanfaat bagi burung kicauan dan juga hewan peliharaan lainnya. Pakan alami ini mengandung banyak protein dan kalori yang dibutuhkan burung. Cara penyajiannya juga bervariasi, ada yang diberikan ketika ulat masih berwarna putih, sedang ganti kulit, atau diberikan dalam bentuk ulat hongkong kering. Masih prospektifkah beternak ulat hongkong? Jawaban Om Kicau, sepanjang hobi burung kicauan masih lestari di Indonesia, beternak ulat hongkong tetap memiliki prospek cerah. Lanjut membaca

Favorit BF: Budidaya jangkrik untuk pakan burung, order mengalir tanpa henti

Favorit BF: Budidaya jangkrik untuk pakan burung, order mengalir tanpa henti

Maraknya lomba burung kicauan dan tingginya minat penghobi burung kicauan membuat kebutuhan jangkrik sebagai pakan burung terus meningkat. Hal ini menjadi peluang emas bagi siapapun yang ingin membudidayakan jangkrik. Jika Anda fokus memelihara jangkrik sebagai pakan burung, tentu tidak akan menuai kecewa sebagaimana dulu dialami para peternak jangkrik yang diiming-imingi produknya bakal dibeli industri kosmetik. Favorit Bird Farm Bogor sudah membuktikan betapa lezatnya budidaya jangkrik untuk pakan burung. Lanjut membaca

Menangkarkan robin si kecil yang lincah

Referensi Wajib Baca
Produk berkualitas pemacu produktivitas burung

Robin si burung kecil penuh warna yang mudah perawatannya ini memiliki daya tarik tersendiri bagi siapa pun yang memilikinya, mungkin karena ingin bernostalgia dengan tahun tahun kejayaan burung ini sewaktu masih merajai pasar pasar burung dengan harga yang murah meriah. tidak jauh berbeda dengan sepupunya Silver eaered mesia atau robin pancawarna, kedua jenis burung ini kini semakin sulit didapatkan. Kedua spesis ini bisa ditemukan di himalaya, Burma, Thailand, China selatan dan timur, Kampuchea, Vietnam dan Laos sedangkan untuk robin pancawarna habitatnya di wilayah Malaysia dan Sumatera.
Lanjut membaca

Pendaftaran penangkaran semut rangrang rumahan penghasil kroto dimulai

Pendaftaran penangkaran semut rangrang rumahan penghasil kroto dimulai
Produk berkualitas pemacu produktivitas burung

Pelatihan penangkaran semut rangrangSetelah dilakukan persiapan untuk pembuatan website untuk forum diskusi peserta Pelatihan Penangkaran Semut Rangrang Rumahan Penghasil Kroto, akhirnya pendaftaran pun sudah dimulai. “Markas” pelatihan yang sifatnya online tetapi disertai juga dengan pertemuan tatap muka/ praktek jika memang diperlukan itu ada di website krotosemut.com. Lanjut membaca

Stop Press: Ikuti pelatihan penangkaran semut penghasil kroto

STOP PRESS. Segera dibuka pelatohan online/ offline penangkaran semut rangrang penghasil kroto. Bisa untuk pemenuhan kebutuhan sendiri maupun untuk produksi massal sebagai peluang usaha. Lanjut membaca

Ulat mengganas, STOP perburuan kroto, mulailah menangkar kroto. Bisa!!

Ulat mengganas, STOP perburuan kroto, mulailah menangkar kroto. Bisa!!
Referensi Wajib Baca
Jika semut rangrang diburu tanpa usaha penangkaran dunia ulat bakal selalu merajalela

Jika semut rangrang diburu tanpa usaha penangkaran dunia ulat bakal selalu merajalela...

Belakangan ini kita dihebohkan dengan maraknya pemberitaan tentang serangan ulat bulu di berbagai daerah di Indonesia. Anehnya, serangan itu justru ada di kota-kota dan pinggirannya, bukan di pelosok desa, mengapa? Menurut saya, ini adalah salah satu dampak negatif dari perburuan liar burung dan kroto yang berkelanjutan. Lanjut membaca

Agro topik: Lawan kanker, daun sirsak vs kemoterapi (ribuan kali lebih kuat)

‘Selamat ya, sudah hamil.’ Yanti Sumiati bertubi-tubi menerima ucapan itu dari rekan kerja, tetangga, dan saudara pada Mei 2010. Perutnya membesar. Banyak orang menerka ia hamil 5 bulan. Hati Yanti justru remuk‑redam. Sebab, bukan janin dalam kandungan, tetapi kanker serviks yang merenggut nyawa seorang perempuan setiap 4 menit.

Yanti Sumiati mengetahui kanker serviks itu ketika ia memeriksakan diri di sebuah klinik di Warungbuncit, Kotamadya Jakarta Selatan. Bagian bawah perut sakit, ‘Seperti ditusuk-tusuk, nyeri sekali,’ kata perempuan kelahiran Bogor, Jawa Barat, 20 Agustus 1978 itu. Rasa sakit menjalar ke kaki kiri. Kondisi itulah yang mendorong Yanti bergegas ke dokter spesialis kandungan dan kebidanan, dr Slamet Zaeny SpOG, pada 6 Mei 2010. Lanjut membaca

Ayam ekor panjang itu bernama onagadori

Bambang Adji Pratama dan Wim Indra Gunawan di Surabaya, Jawa Timur, memiliki kesamaan usai pulang bekerja: Naik ke lantai atas rumah, lalu membersihkan ekor ayam onagadori yang panjang agar tampak mengkilap.

Dengan lap basah Bambang membersihkan bulu ekor mulai dari pangkal hingga ujung yang menjuntai ke bawah. Sambil membersihkan, tak lupa ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan itu merapikan bulu-bulu yang kisut atau terlipat. ‘Supaya bulu ekor tampak bagus,’ katanya. Ritual itu dilakukan selama sekitar 1,5 jam sekaligus mengecek pakan dan minum. Pada akhir pekan, baru ayam dimandikan.

Koleksi ayam onagadori Bambang mencapai 80 ekor. Ayam-ayam itu bergiliran dibersihkan. Setiap hari minimal 25 ekor onagadori ia rawat sendiri dibantu oleh istri dan kedua anaknya. Onagadori-onagadori itu diperoleh setelah Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Daerah Kochi di Jepang bekerja sama dalam program Twin City pada Juni 1998. ‘Pada waktu itu saya diserahi tugas untuk menetaskan 183 telur onagadori dari 258 telur yang diberikan,’ katanya. Sisanya, sebanyak 50 butir diserahkan ke kebun binatang Surabaya dan 25 butir kepada mantan Walikota Surabaya, Sunarto Sumoprawiro. Lanjut membaca

Artikel-artikel peluang usaha di bidang peternakan

Di tengah kesibukan Anda berhobi burung, berikut ini saya sajikan sejumlah artikel mengenai peluang usaha di bidang agrobisnis.  Ya tulisan ini sekadar intermeso saja, barangkali Anda sedang berpikir tentang usaha sampingan, atau bahkan berminat untuk mengembangkan usaha tertentu sebagai usaha utama setelah lepas pensiun, pensiun dini, atau keluar dari pekerjaan yang ada saat ini.

Berikut ini sejumlah tulisan tentang sejumlah usaha peternakan tepat guna, dengan bahan tulisan yang dirilis oleh sejumlah instansi yang terkait dengan peternaka atau usaha tepat guna lainnya. Lanjut membaca

Persiapan ternak, pembibitan, panen dan penyakit ikan gurami

(Sumber foto gurungeblog.wordpress.com)

Ketika saya menurunkan tulisan tentang beternak ikan gurami atau gurame atau gurameh (grameh-Jawa) banyak tanggapan yang menunjukkan ketertarikan. Pertanyaan paling banyak adalah pengelolaan anakan yang banyak mati karena penyekit dan beberapa faktor lainnya.

Berikut ini saya turunkan lagi tulisan mengenai budidaya ikan gurami yang saya ambil dari milis agromania sedangkan sumber gambar gurungeblog.wordpress.com dan bibitgurami.com. Dalam tulisan ini, disinggung tentang beberapa penyakit dan hama yang biasa menyerang ikan gurami dan penanganannya. Semoga bermanfaat. Lanjut membaca

Pelestarian ayam hutan melalui pembentukan ayam bekisar untuk ternak kesayangan- Bagian-2

Jenis, ciri-ciri dan penyebaran ayam hutan, nih gambarannya…

Nenek moyang ayam-ayam piaraan yang sekarang tersebar di berbagai wilayah di dunia berasal dari daerah India, Burma, Sri Langka, Semenanjung Malaka, Filipina, Sumatera dan Jawa. Ada empat spesies ayam liar yang semuanya digolongkan dalam genus Gallus.  Keempat spesies ayam liar tersebut dikenal dengan sebutan ayam hutan, yaitu ayam hutan Ceylon (Gallus lafayetti Lesson), ayam hutan abu-abu (Gallus sonneratti Temmick), ayam hutan merah (Gallus gallus Linnaeus), dan ayam hutan hijau (Gallus varius Shaw) (HUTT, 1949). Lanjut membaca

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 42.227 pengikut lainnya.