Induk pilihan dan penanganan kesehatan jadi prioritas D’yan BF Bali

Produk berkualitas pemacu produktivitas burung

Wayan Sumiarta

Di tengah cuaca yang terus memburuk yang menyebabkan banyak penangkar berkurang produktivitas tangkarannya, D’yan BF bali malah menambah kandang murai untuk 11 pejantan baru agar tetap bisa memenuhi pasar lokal Bali yang cenderung naik.

Berawal dari banyaknya peternak murai di Bali yang gagal melakukan panen karena cuaca yang kurang menentu yang juga menyebabkan banyak indukan dan piyikan di banyak penangkaran mati, D’yan BF yang berlokasi di Desa Penyaringan Mengwi Badung, bertekad tetap bisa mensuplai pasar. Lanjut membaca

Awas beredar sertifikat aspal jalak bali…

Memanipulasi surat sertifikat jalak-bali sampai saat ini masih saja terjadi. Iseng-iseng coba Anda jalan-jalan ke-pasar burung Pramuka Jakarta, lalu tanyakan apakah ada anakan jalak bali yang dijual dengan sertifikat resmi dengan harga miring? Pengunjung akan dipertemukan pada salah seorang pemilik kios di salah satu sudut pasar. Lanjut membaca

Tips perawatan Jubah Ijo Haji Arif Bali

Referensi Wajib Baca

Ames dan Jubah Ijo Haji Arif

Sudah seringkali Jubah Ijo bertengger di posisi pertama kelas cucak hijau lomba di Bali. Begitu juga ketika turun di Bali Topsong Minggu 8 Agustus lalu di Lapangan Alit Saputra Tabanan. Jubah Ijo begitu perkasa, menyingkirkan lawan-lawannya.

Di bawah perawatan Ames, Jubah Ijo prestasinya stabil di setiap kesempatan. “Rahasianya cuma mesti sungguh-sungguh memperhatikan kondisinya saban hari,” terang Ames mendampingi sang pemilik Haji Arif.

Kata Ames, perawatan Jubah Ijo begitu sederhana. Untuk harian cuma mengkonsumsi jangkrik 5×5 ditambah pisang kepok sebulir. Dijemur selama dua jam kemudian dimandikan di keramba sesukanya lalu dianginkan sebentar dan lanjut dikerodong. Lanjut membaca

Gebyar Ramadhan Purwokerto agenda rutin yang ditunggu-tunggu

Sebagai agenda rutin tiap tahun di bulan Ramadhan, even Gebyar Ramadhan 2010 bakal dibanjiri kicaumania dari berbagai kata. Terbukti dari tahun ke tahun, selalu ramai dan keberadaannya dinanti kicaumania. Untuk tahun ini, Gebyar Ramadhan akan  digelar 29 Agustus 2010 bertempat di Monumen Pangsar Soedirman Logawa Purwokerto. Kemasan lomba cukup menarik untuk diikuti, kelas exlusive dengan tiket 125 rb hadiah mulai 1,5 juta. Lanjut membaca

Mario “The Amazing” Blanco, penangkaran jalak bali dan kakatua raja

Kakatua raja sukses ditangkarkan di Blanco Renaissance Museum

Bali ternyata menyimpan manusia-manusia luar biasa di bidang perburungan. Selain ada para petani penangkar anis merah (AM) di alam, di Bali juga ada penangkar jalak bali dan kakatua raja serta burung-burung langka lainnya. Dialah Mario Blanco, putera pelukis top Indonesia asal Spanyol, Antonio Blanco, pemilik The Blanco Renaissance Museum di Ubud Bali.

Foto-foto penangkaran burung jalak bali dan burung kakatua raja hitam jambul merah dan kakatua raja putih jambul kuning serta beberapa burung koleksi Mario Blanco, dia pasang di halaman Facebook-nya. Karena ketertarikan saya yang sangat besar terhadap aktivitas Mario Blanco, saya pun minta ijin darinya untuk memasangnya di web saya.

Menjawab permintaan saya itu, Mario Balnco berkata, “Mas Duto boleh dong yang penting bagai mana agar orang sesibuk-sibuknya harus dapat meluangkan watunya dan berguna untuk orang lain atau mahluk yang sangat memerlukan uluran tangan kita.” Luar biasa!! Ya itulah Mario Blanco. Karena saya menganggapnya sebagai manusia luar biasa di dunia perburungan, saya pun akan menyebutnya sebagai Mario “The Amazing” Blanco.

Siapa Mario “The Amazing” Blanco? Dia sebenarnya adalah seorang pelukis yang namanya juga naik daun sebagaimana ayahnya, Antonio Blanco. Sebagai tertulis di websitenya, www.marioblancobali.com, dia menjelaskan siapa dirinya:  The Young Master Mario Blanco, born on 4th of July 1962, has been influenced from 2 original characters, his Balinese mother gave him a pure art feeling and sensitivity and his Spanish father introduced to him European art technique. His love, desire, enthusiasm, passion and spirit on ART is just like a water in the river which is always flow through the moment, not like a rose which only growing in a season.

One thing that makes Mario’s “naturalism-impressionist” artwork are unique and different; He is more concern to combine between his beautiful and artistic painting with the frame even the scarf . It will be showed strongly to bring the painting looks more elegant and wonderful by create the balancing in color, form and gradation.

There are still some more obsession of Mario Blanco, especially to donate his mission and vision for the art and cultural world and to develop more art-painting in Indonesia. By this web-site, we hope it is not just a refreshment from the ‘chaos world’, but also will inspire everyone, giving the peaceful feeling, adjust the harmony in life and always positive thinking.

Itulah dia si Mario “The Amazing” Blanco.

FOTO-FOTO
Berikut ini adalah foto-foto burung dan penangkaran burungnya di Blanco Renaissance Museum, Ubud Bali.  (Semua foto di sini adalah hak cipta Mario Blanco. Saya pasang di web agroburung.com dan di sini setelah mendapat ijin darinya).

ANAKAN JALAK BALI
Anakan jalak bali Blanco Renaisance Muesum dibesarkan untuk dilatih hidup di alam lingkungan museum.

Anakan jalak bali Blanco Renaisance Muesum dibesarkan untuk dilatih hidup di alam lingkungan museum.

JALAK DEWASA

Jalak bali dewasa dan beberapa indukan penangkaran Blanco Renaisance Muesum

Koleksi Blanco Museum, untuk indukan

PENANGKARAN KAKATUA RAJA

Anak Kakaktua Raja lahir di BLANCO RENAISANCE MUSEUM Bali

Anak kakatua raja lahir di Blanco Renaissance Museum


Anakan KAKAK TUA RAJA JAMBUL KUNING yang lahir di BLANCO RENAISSANCE MUSEUM

Kakatua jambul kuning anakan.

KOLEKSI LAIN

Burung-burung koleksi lain dari Blanco Renaissance Museum antara lain macau (macauw), bayan, rangkok dan grey parrot.

Koleksi lain Blanco.
Mario “The Amazing” Blanco dan anakan kakatua raja (hitam jambul merah)

DERETAN KANDANG PENANGKARAN DON ANTONIO RENAISSANCE MUSEUM:

Kandang penangkaran di Blanco Renaissance Museum.

Salam

Trainer adenium Indonesia go internasional

Ini bukan rekayasa bukan pula cerita ngibul, karena memang salah satu trainer Adenium kita sudah mulai dipercaya Ademania Thailand untuk membetulkan pohon-pohonnya. Masak iya sih?

Maaf foto sudah dialihkan!

Kejadian ini sungguh membuat bangga penulis dan rombongan dari Indonesia yang tengah melakukan kunjungan ke negeri Gajah putih itu demi lawatan seputar Adenium di mana salah seorang trainer Adenium asal pulau Dewata, Bali yang juga turut dalam rombongan didaulat oleh salah seorang Adenium mania (Ademania) asal distrik Pathumtani, Thailand untuk menggarap salah satu pohon kesayangannya agak bisa tampil lebih menarik. Lanjut membaca

Road to Bali 3: Beda AM jantan dan betina

Om Hidayat (kiri) dan Om Zaenal Pupuan.

Saya masih mau menulis tentang perbincangan saya dan Om  Hidayat “Jegeg Nursery”  Ansyah dengan Mas atawa Om Zaenal, Pupuan, Tabanan Bali.

Sebagaimana saya ceritakan pada tulisan pertama, Om Hidayat adalah pemilik Jegeg Nursery, yang terletak di Jalan Ahmad Yani 131 Singaraja, Buleleng Bali. Dia inilah yang dengan sangat baik hatinya, mengundang saya untuk datang dan berkeliling Bali; mulai dari lintas selatan, utara dan tengah. Lanjut membaca

Road to Bali 2: Awas AM ring palsu

Sebenarnya saya pengin menuliskan hasil perjalanan ke Bali ini secara kronologis. Namun karena ada beberapa data yang perlu saya konfirmasikan lagi, jadinya ya saya tulis apa yang saya ingat terlebih dahulu. Lanjut membaca

Road to Bali 1: Hidayat "Jegeg Nursery"

Ini adalah tulisan pertama mengenai perjalanan saya ke Bali, sejak Sabtu, 25 April 2009 sampai dengan 30 April 2009. Perjalanan ini bisa terlaksana karena memang ada sponsornya. Jadi bisa dibilang bahwa ini merupakan perjalanan gratisan untuk saya. Lanjut membaca

Solo Intrigue (4): Keraton Porak Poranda

Secara kebudayaan, kemenangan politik Tionghoa di Kartosuro itu semakin menorehkan luka bagi orang Jawa. Raja dan Kerajaan merupakan simbol penting masyarakat Jawa pada masa itu yang berhasil dikalahkan oleh orang Tionghoa.

Kemenangan Mas Garendi merupakan pengulangan sejarah di mana muncul raja yang didukung oleh orang-orang Tionghoa. Sebelumnya pernah ada raja dari keturunan Tionghoa-Jawa yang bernama Raden Patah yang berhasil mendirikan Kerajaan Demak dan mengalahkan Kerajaan Majapahit. Lanjut membaca

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 42.684 pengikut lainnya.