About these ads

Rahasia pentet jawara dari Om Nicho

Rahasia pentet jawara dari Om Nicho

Om Nicho dulu merupakan moderator pentet di forum kicaumania.or.id. Karena kesibukan kerja, dia memutuskan mengundurkan diri. Meski demikian, dia tetap setia berbagi ilmu mengenai perawatan burung pentet di forum yang inspiratif tersebut. Artikel kali ini mengungkap rahasia perawatan pentet jawara dari Om Nicho, khususnya mengenai setelan extra fooding (EF) untuk rawatan harian dan rawatan jelang lomba, sebagaimana ditulisnya dalam salah satu threat di forum tersebut. Lanjut membaca

About these ads

Sekali lagi mengenai pentet salto

Sekali lagi mengenai pentet salto

Apa yang menyebabkan burung pentet atau cendet salto ? Pertanyaan tersebut mungkin lebih tepat dijawab oleh Anda yang memelihara pentet. Mengapa jawaban saya begitu? Karena jawabannya memang terletak pada perawatan harian yang dilakukan oleh pemilik atau perawat terhadap pentetnya. Saya, dia, atau mereka tentu tidak tahu apa yang Anda berikan kepada pentet di rumah Anda, baik soal pakan maupun perawatan harian lainnya. Lanjut membaca

Terapi khusus untuk mengatasi pentet dewasa yang manja atau miyik

Terapi khusus untuk mengatasi pentet dewasa yang manja atau miyik

Di balik sifat fighter-nya, ada satu sisi negatif dari burung pentet / cendet yang terkadang akan Anda jumpai di rumah. Burung yang semula tenang, suatu ketika bisa berubah menjadi manja,  sehingga sifatnya menjadi kekanak-kanakan, eh.. kepiyik-piyikan alias miyik. Sifat manja seperti ini sewaktu-waktu bisa muncul, terutama jika Anda sering memanjakannya. Bagaimana cara mengatasinya, silakan simak terus artikel ini. Lanjut membaca

Tren kualitas cendet di sejumlah daerah

Tren kualitas cendet di sejumlah daerah

Cendet kini menjadi salah satu burung “wajib” dalam berbagai lomba burung berkicau. Namun harus diakui, belum semua daerah atau wilayah menempatkan cendet dalam kasta tinggi. Di sejumlah daerah di Jawa, terlebih di Jawa Timur, cendet sudah kerap masuk kelas paling bergengsi. Demikian pula di Bali, di mana cendet mulai sering disandingkan dengan anis merah dan cucak hijau di kelas utama. Tetapi hal ini belum terlihat di Sumatera, yang popularitasnya masih kalah dari kapas tembak. Lanjut membaca

Cendet muda butuh perawatan khusus

Cendet muda butuh perawatan khusus

Burung cendet yang belum mengalami mabung kedua bisa disebut sebagai cendet muda. Yang dimaksud mabung pertama adalah proses ganti bulu pada umur 7-9 bulan, bukan mabung saat peralihan dari bulu trotol ke bulu dewasa. Perawatan untuk cendet muda mestinya berbeda dari cendet yang sudah mapan, atau sudah mengalami mabung keduanya. Lanjut membaca

Ulat bambu untuk meredam cendet over birahi

Referensi Wajib Baca

Ulat bambu atau cangkilung atau cilung biasanya dijadikan pakan hidup bagi ikan. Sebagian pemancing juga kerap menjadikannya sebagai umpan. Belakangan, beberapa penggemar cendet juga menggunakan ulat bambu, terutama untuk menurunkan over birahi (OB). Lanjut membaca

Beberapa varian suara burung cendet dan perpaduannya bagus untuk pemaster burung lain: Dengar-download

Burung cendet atau pentet atau toet termasuk salah satu burung peniru yang tergolong cerdas. Di alam pun, dia memiliki ragam suara burung-burung yang ada di lingkungan sekitarnya. Misalnya suara burung gereja, cerecetan suara burung kutilang, suara burung prenjak, ciblek dan lain-lain. Saat dipelihara di rumah misalnya, dia bisa menirukan dengan fasik suara burung kenari, lovebird dan banyak lagi suara burung lainnya.

Suara burung cendet omkicauKarena varian lagu yang dimiliki burung cendet dari mengadopsi suara burung lain tersebut, banyak kicaumania yang menggunakan burung cendet sebagai burung pemaster untuk kacer, murai batu dan lain-lain.

Hal yang perlu diperhatikan dalam memaster burung dengan suara burung cendet ini adalah pemaster (cendet) jangan berada di dalam satu ruangan dengan burung yang dimaster. Jika burung yang dimaster adalah burung tangkapan hutan, dia cenderung takut mendengar suara burung cendet karena nalurinya mengatakan burung cendet sebagai ancaman mengingat di alam burung cendet memang termasuk burung predator atau pemangsa hewan/burung lain.

Maaf sebelum saya lanjut, saya hanya mengingatkan untuk pemastera burung cendet sendiri, Anda wajib deh membaca artikel yang ini: Lagu isian terbaik untuk master burung cendet atau pentet lomba.

Juga jangan lupa lihat variasi kicauan burung cendet pada artikel: Suara burung cendet (5 variasi).

Oke, coba dengar beberapa varian suara burung cendet:

Varian 1


Varian 2


Varian 3


Varian 4


Varian 5 (adopsi dari suara burung kenari)


Varian 6


Varian 7  (adopsi dari suara cerecetan burung kutilang) – lihat artikel ini: “Penggalan suara kicauan burung kutilang yang bagus untuk masteran, dengar dan download


Dan masih banyak lagi varian suara burung cendet lainnya.

Dari berbagai varian itulah terbentuk suara burung cendet dengan irama dan lagu yang khas seperti di bawah ini:

Suara burung cendet (durasi 4 menit)


Mau download varian suara dan suara burung cendet di atas? Silakan download.

Hasil convert: Suara burung cendet atau pentet atau toet dengan 5 variasi lagu

Burung cendet atau burung pentet atau burung toetMemenuhi permintaan Om Wildan untuk suara burung toet atau burung cendet atau burung pentet, berikut ini saya uploadkan suara burung cendet hasil convert rekaman video dari beberapa burung cendet, yang sudah saya upload di dalam artikel “Video Burung Cendet atau Pentet dengan ragam variasi lagu dan gaya”. Dari lima file rekaman video tersebut, saya convert menggunakan WAV MP3 converter sehingga menjadi bentuk file audio.

Berikut ini file suara burung cendet dan silakan dengarkan dan/atau di-download jika berkenan: Lanjut membaca

Burung cendet Madura, harga meroket dan terancam punah….

Burung cendet Madura, harga meroket dan terancam punah….
Trotolan cendet madura - mereka terancam punah

Trotolan cendet madura - mereka terancam punah

Seorang sobat dunia maya dari Madura, Om Mili Yuner Terkaya SeSumenep, mengatakan di Halaman Hobi Burung Kicauan dan Penangkaran, bahwa burung cendet liar di daerah Madura terutama Sumenep yang terkenal dengan suara kristalnya sudah punah akibat penangkapan induk secara besar-besaran sejak tahun 1999. Sampai sekarang di Sumenep hanya tinggal dua kecamatan yang ada polulasi cendetnya.

“Seharusnya PBI (Pelestari Burung Indonesia) menyikapi hal ini dan bertindak tegas. Sedangkan PBI Sumenep hanya diam saja tidak ada tindakan tegas dan hanya menikmati burung yang sudah hampir punah ini. Yang lebih menyedihkan lagi, yang ditangkap induknya bukan anakannya. Penangkapan indukan cendet liar di hutan Sumenep sudah sangat memperihatinkan, padahal kalau indukan ditangkap hanya 20 persen saja yang bisa hidup di penangkaran,” katanya.

Di halaman yang sama, Om Andhi Kemoy mengatakan sebenarnya bukan cuma PBI saja yg harus menyikapi hal ini tapi juga kita semua. Burung ditangkapi karena banyak permintaan pasar semntara kebanyakan penghobi cuma mau memelihara dan melombakannya. Hanya sebagian kecil yang punya niat baik menangkarkan buat tujuan konservasi. Beruntunglah burung-burung yang bersuara jelek, jadi cuma dicuekin dan bisa tetap bebas di alam liar.

Om Mili Yuner Terkaya SeSumenep pun mengatakan, “Betul juga. Tapi bagaimana cara agar burung yang terutama bisa dilombakan menjadi lestari? Ironisnya PBI yang berarti pelestari burung Indonesia tidak ambil tindakan, hanya menikmatinya saja. Kan malu sama namanya…!” Burung yang sudah punah di Kabupaten Sumenep, lanjutnya, antara lain prenjak, branjangan, kacer dan jalak hitam. Burung yang hampir punah cendet, perkutut dan ayam hutan (induk ayam bekisar).

Menurut Om Andhi Kemoy, sepertinya dengan adanya kelas ring sedikit membantu konservasi burung-burung lomba. Tapi sayangnya lebih banyak EO yang mikir cari untung ketimbang buka kelas ring. PBI cuma stakeholder, masyarakat penghobi burung yang lebih punya peranan penting.

Mili Yuner Terkaya SeSumenep pun menyambut baik. “Yap, betul itu, kelas ring sangat baik untuk mengantisipasi kepunahan burung. Tapi bagaimana cara mencetuskannya? Saya tidak breeding apa-apa, sebab saya tinggal di Pulau Kangean yang terpencil di tengah laut Jawa – termasuk Kabupaten Sumenep. Di sini banyak binatang yang dilindungi seperti harimau, rusa, elang kepala putih dan lainnya. Begitu juga di sini, harimau sudah tinggal beberapa ekor saja, rusa sering diburu untuk diambil daging, tanduk dan tengkoraknya. Kalau elang kepala putih alhamdulillah masih banyak walau sering diburu.

Persepsi dan kondisi pasar cendet asal Madura

Benarkah apa yang dikatakan Om Mili Yuner? Bagaimana kondisi pasar cendet (pentet, toet) saat ini dan bagaimana pula persepsi masyarakat kicaumania  terhadap cendet asal Madura?

Ya, sebagaimana ditulis Tabloid Agrobur, secara awam, cendetmania mengenal 3 kawasan penghasi cendel berkualitas, khususnya di Jatim. Rangking pertama dipegang Madura, kawasan penghasil cendet yang sudah terkenal, khususnya di ranah nasional.

Belakangan, ada kawasan lain yang iktu meramaikan bursa pasar cendet, di antaranya Banyuwangi, Jember, Lumajang, Probolinggo, Situbondo. Selanjutnya kawasan ini masuk dalam daerah Tapal Kuda Kuda. Sedangkan kawasan Iainnya antara lain, Bojonegoro, Tuban, Babat, Lamongan dan sekitarnya, masuk dalam kawasan Pantura.

Kawasan-kawasan ini kemudian kemudian menjadi pemasok cendet anakan yang tersebar ke berbagai kota di Jatim, dan beberapa kawasan lainnya di negeri ini.

Khusus cendet dari Pulau Garam, Madura, konon harga anakannya sudah melonjak drastis. Harganya bisa 3 kali lipat dari daerah-daerah lainnya. Bahkan para pemburu cendet anakan yang  mengatakan, stok cendet Madura mulai menipis. Kalau toh ada, harganya sudah kelewat rnahal “Sulit sekarang dapat pasokan langsung dari Madura, karena dari Madura sudah disortir dulu para pemain yang langsung datang ke Madura,” papar Agung, pengepul cendet asal Surabaya yang belakangan mulai kesulitan mendapat materi.

Harga anakan — masih meloloh, dari Madura sudah dibandrol Rp 150 ribu per ekor. Padahal, dari kawasan Tapal Kuda dan Pantura, masih di kisaran Rp 50 ribu per ekor. ”Kalau cendet di Madura sendiri, justru lebih mahal dibandingkan ambil dari para pengepul,” timpalnya.

Kini beberapa pasar burung Surabaya mulai diramaikan cendet asal Tapal Kuda dan Pantura. Kawasan yang mulai diramaikan cendet asal Banyuwangi, Bojonegoro dan kota di luar Madura, antara lain Pasar Burung Kalondo dan Pasar Burung Kupang.

“Kini lagi kebanjiran cendet dari Banyuwangi, tap para pembeli masih fanatik dengan cendet Madura,” ujar Syafii, pedagang cendet di Pasar Kupang, Surabaya.

Menurutnya, pembeli sudah tersugesti dengan cendet Madura. Mereka sudah meyakini kalau cendet dari Madura, materinya pasti bagus. Padahal, materi dari kawasan lain juga punya potensi.

“‘Kalau anakan sudah makan voer, harganya bisa di atas Rp 150 ribu,” ujar Saipul, pedagang burung di kawasan Sawotratap, Sidoarjo.

Kendati harganya mahal, pemain masih banyak menjatuhkan pilihan pada cendet Madura. Mereka meyakini, materi yang berasal dan Pulau Garam memiliki stabilitas performa dan fisik yang proporsional.

Demikian sobat, kondisi pasar cendet Madura sebagaimana ditulis Tabloid Agrobur Edisi Juli 2011. Oleh karena itu, pantas kiranya kalau Om Mili Yuner cukup prihatin dengan masa depan burung cendet ini.

Bagaimana menurut sobat? Siapkah mulai menangkarkan cendet? Salam prihatin, salam dari Om Kicau.

Lagi, kriteria cendet yang bagus seperti apa?

Cendet Drakula suka nakal
Cendet Drakula suka nakal

Apa yang membuat seekor cendet sering juara, sementara yang lain jarang atau bahkan tak pernah mencicipi menjadi juara? Cendet juara tentu saja memiliki sejumlah syarat yang secara umum di atas rata-rata yang lain. Syaratnya, cendet tersebut gampang nampil dalam berbagai kondisi. Dalam kondisi panas, berangin, dan kadang juga hujan, cendet tetap tampil. Apakah musuh sedikit atau banyak, apakah posisi di tengah-tengah gantangan atau di pinggir tak mempengaruhi kinerjanya. Lanjut membaca

Beda antara cendet cokelat, cendet loreng dan cendet kelabu

Sering kali penghobi burung membedakan jenis kelamin burung cendet atau pentet atau bentet kelabu (Lanius schach) dengan melihat warna di kepala. Kalau hitam dianggap jantan dan kalau abu-abu adalah betina.  Hal ini tentunya salah kaprah. Sebab, warna hitam di kepala bukan pembeda antara burung berjenis kelamin jantan dan betina pada burung cendet.

Ada sub-spesies cendet yang memang berkepala hitam dan ada yang abu-abu. Lihat gambar di bawah ini: Lanjut membaca

Lagu isian terbaik untuk master burung cendet atau pentet lomba

Sebagai kelanjutan dari tulisan terdahulu tentang pemasteran burung murai batu, sekarang saya sajikan artikel tentang suara isian yang bagus untuk pemasteran burung cendet atau burung pentet.

Sekali lagi perlu saya tekankan catatan di sini:

1. Artikel ini saya sampaikan dengan menggunakan referensi  penilaian lomba burung saat ini (awal 2011). Referensi seperti apa? Yah, referensinya adalah artikel berjudul Variasi lagu dalam lomba cuma OMONG BESAR… NONSENSE….. Lanjut membaca

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 42.272 pengikut lainnya.