Perawatan “unik” cucak hijau Histeris

Perawatan “unik” cucak hijau Histeris

Histeris termasuk salah satu cucak hijau paling berprestasi di Bali saat ini. Burung ini dibeli Agung Tattoo dari Mr Kenken, beberapa bulan lalu, dan langsung diterjunkan dalam even Valentine PBI Jogja, 17 Februari lalu. Hasilnya belum maksimal, namun tidak terlalu mengecewakan: juara 5 di Kelas Dewi Amor B dan juara 9 di Kelas Bintang Cupido. Tidak sampai sebulan, ketika tampil di Piala Tabanan (3/3), Histeris mencetak quatrrick juara 1: sebuah prestasi yang jarang dijumpai di kelas cucak hijau.  Lanjut membaca

Cucak hijau kepala kuning, burung endemik Sumatera, kini jadi spesies tersendiri

Cucak hijau kepala kuning, burung endemik Sumatera, kini jadi spesies tersendiri

Cukup sulit untuk mencari informasi akurat mengenai taksonomi cucak hijau kepala kuning atau sumatran leafbird. Sebab, selama puluhan tahun, burung ini ditempatkan sebagai subspesies dari cucak hijau kepala emas / golden-fronted leafbird (Chloropsis aurifrons). Lanjut membaca

Mengatur kondisi birahi cucak hijau

Referensi Wajib Baca

Cucak hijau sering dianggap sebagai burung petarung (fighter), meski sebenarnya ia tidak memiliki tipe sebagaimana dimiliki kacer, murai batu, dan tledekan. Kalau watak petarung itu muncul, sebenarnya ini lebih disebabkan kondisi birahinya sudah mencapai level tertinggi, atau sering disebut over birahi (OB). Hal ini bisa karena pemberian ekstra fooding yang berlebihan, tetapi lebih sering akibat melihat burung sejenis sehingga naluri untuk menjaga wilayah teritorialnya muncul. Lanjut membaca

Perawatan CI muda ala Wayan Agus Tabanan

Referensi Wajib Baca

Bermula dari kehati-hatiannya menangani cucak ijo yang masih muda, Wayah Agus (Tabanan) belum berani melakukan perawatan intensif terhadap Heboh. Ia tak mau sembarang menggenjot burung ini dengan ekstra fooding berlebihan. Tapi apa hasilnya? Heboh benar-benar menghebohkan: dua kali menjadi juara pertama di kelas cucak ijo (CI) dalam Bali Peace Seri VI di Pasar Sanglah, Denpasar, Minggu (4/11) lalu.

Wayan Agus dan Kru

WAYAN AGUS DAN KRU
(Foto: Tabloid Agrobur)

Pada even tersebut, penampilan Heboh sangat prima: ngentrok dan ngejambul. Juri pun sepakat menobatkannya sebagai juara di kelas CI Bintang dan CI Executive A. Satu-satunya gelar yang lepas hanya CI Executive B, di mana Heboh menempati juara ketiga.

“Baru pertama kali dicoba di lapangan, eh.. ternyata bisa maksimal,” terang Wayan Agus yang banyak mengoleksi cucak ijo di rumahnya.

Ia membeli Heboh ketika usianya masih muda, sebagai pelapis untuk beberapa gacoannya seperti Surga dan Brontax, yang sebelumnya juga sering moncer di arena lomba. Karena itulah, Wayan mengaku belum terlalu intensif merawat Heboh. “Masih mencari-cari (metode) yang pas,” tambahnya, seperti dikutip Tabloid Agrobur.

Untuk setelan harian, ia hanya melakukan perawatan mandi dan jemur. Untuk ekstra fooding (EF), pagi hari diberi 7 ekor jangkrik, kemudian sore hari diulangi dengan porsi yang sama.

Bahkan menjelang lomba , ia masih memakai setelan harian yang sama, tanpa penambahan porsi EF. “Saya masih pelan-pelan ngangkat ekstra fooding-nya. Takut malah nakal,” ujar Wayan Agus.

Menurut dia, prestasi Heboh juga tidak lepas dari karakternya. Saat dibeli, ia sudah melihat burung ini memiliki karakter ngentrok dan jambul, meski belum dikondisikan demikian.

Untuk sementara waktu, Wayan akan tetap mempertahankan setelan harian ini, sambil mencari metode untuk lebih menstabilkan penampilannya di lapangan. Mungkinkah ini berkah dari nama burung ini, Heboh, sehingga penampilannya benar-benar menghebohkan?

Salam dari Om Kicau!

Membedah keluhan tentang cucak ijo

Referensi Wajib Baca

Banyak pertanyaan, juga keluhan, dari para penggemar burung cucak hijau atau cucak ijo (CI) seputar perawatan burung ini. Tulisan kali ini ingin membedah keluhan kicaumania yang paling sering ditanyakan mereka. Lanjut membaca

Mengapa cucak rante belum juga popular?

Referensi Wajib Baca

Sepuluh tahun lalu, ketika menulis spesies ini di harian Suara Merdeka, saya membayangkan cucak rante bakal menjadi jagoan baru dan akan selalu hadir dalam setiap lomba burung. Paling tidak bisa menyamai cucakrowo yang saat itu menjadi burung primadona lomba. Dugaan saya keliru, karena hingga kini cucak rante belum juga popular? Lanjut membaca

Beberapa versi perawatan burung cucak hijau di musim hujan

Referensi Wajib Baca

Cucak hijau atau cucak ijoPola perawatan burung semasa musim kemarau tentunya berbeda dengan pola perawatan burung di musim penghujan. Demikian pula dengan pola perawatan burung cucak hijau atau cucak ijo. Para pemandu bakat burung jenis ini mengakui pola rawatan pada musim penghujan relatif lebih sulit dibandingkan pada musim kemarau. Lanjut membaca

Transportasi burung dan jaga jarak burung: Antara mitos dan fakta (5)

Referensi Wajib Baca

Berikut ini adalah artikel kelima (baca dulu artikel pertama, kedua, ketiga dan keempat, ya) dari rangkaian artikel pro-kontra perawatan burung fighter atau petarung yang saya ambil dari Tabloid Agrobis Burung. Perlu saya tekankan, bahwa isi artikel ini tidak mewakili pandangan pengelola blog, Om Kicau. Silakan Anda cermati dengan seksama, khususnya untuk para pemula. Untuk mereka yang sudah malang melintang di dunia burung, ditunggu masukannya. Salam, Om Kicau.

Mengikuti lomba memang tidak selalu mudah. Tak sekadar menenteng burung ke lapangan kemudian menggantungkannya. Ada banyak aturan main tidak tertulis yang mesti dipatuhi bila si burung ingin tampil maksi di lapang.

Pantangan umumnya berlaku untuk burung-burung tipe fighter total, seperti murai batu, kacer, tledekan, juga jenis cucak hijau yang sudah umum diketahui. Memiliki burung murai termasuk banyak pantangan sehingga cukup merepotkan. Selain sangkar ukuran jumbo yang membuatnya lebih makan tempat bila hendak lomba, juga burung murai diyakini pantang untuk dipelihara dalam satu rumah lebih dari satu. Lanjut membaca

Tips perawatan Jubah Ijo Haji Arif Bali

Referensi Wajib Baca

Ames dan Jubah Ijo Haji Arif

Sudah seringkali Jubah Ijo bertengger di posisi pertama kelas cucak hijau lomba di Bali. Begitu juga ketika turun di Bali Topsong Minggu 8 Agustus lalu di Lapangan Alit Saputra Tabanan. Jubah Ijo begitu perkasa, menyingkirkan lawan-lawannya.

Di bawah perawatan Ames, Jubah Ijo prestasinya stabil di setiap kesempatan. “Rahasianya cuma mesti sungguh-sungguh memperhatikan kondisinya saban hari,” terang Ames mendampingi sang pemilik Haji Arif.

Kata Ames, perawatan Jubah Ijo begitu sederhana. Untuk harian cuma mengkonsumsi jangkrik 5×5 ditambah pisang kepok sebulir. Dijemur selama dua jam kemudian dimandikan di keramba sesukanya lalu dianginkan sebentar dan lanjut dikerodong. Lanjut membaca

Ciri cucak ijo yang bagus

Lanjut membaca

SEKILAS TENTANG CUCAK HIJAU

Lanjut membaca

Asal usul cucak rowo kontesan

Lanjut membaca

CI, makanan dan stress

Tanya:

TOLONG….gimana caranya supaya CI saya gak pulih dari stress nya, kejadiannya gara2 mau di mandiin ternyata dari blakang tempat du2k saya seekor kucing udah ngincer dar tiba2 si kucing itu langsung lari mau ngejar CI dalam sangkar n untungnya sempet ketauan n si kucing pegi lari entah kmana

setelah kejadian itu CI jadi diem cman duduk santai sambil bunyi pelang(ngriwik2 aja),gimana penanganan CI kalo kondisi seperti ini yah?

yg sudah saya lakukan, kroto tiap pagi + jangkrik (4 ekor) dan sore jangkrik (4 ekor) dan mlm saya tutup cover, smentara kalo pagi mau ngantor tu2p cover saya buka dan saya gantung kaya biasanya deket sama MB n Knari?

mohon bantuan n pencerahan dari master2….(Nanda)

Jawab:

Kalau benar dia jadi begitu karena faktor kucing, maka sebaiknya dia dikarantina sampai “benar-benar lupa sama kucing”. Gantungkan Lanjut membaca

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 42.615 pengikut lainnya.