About these ads

Breeding prospektif versi Agrobur: Murai batu, cucakrowo, kenari, dan lovebird warna

Breeding prospektif versi Agrobur: Murai batu, cucakrowo, kenari, dan lovebird warna
Produk berkualitas pemacu produktivitas burung

Sebagai leading media, terutama media cetak tentang perburungan, Tabloid Agrobis Burung (Agrobur) sejauh ini paling layak dijadikan referensi teks bagi para kicaumania di Indonesia (kalau referensi online, omkicau.com dong, he..he..). Dalam edisi terbaru, No 668, Agrobur menurunkan tulisan menarik berjudul “Omzet Jutaan Rupiah dari dalam Kandang”. Nah, saya ingin mengupas sebagian isi artikel tersebut, khususnya 4 jenis burung paling prospektif untuk ditangkarkan saat ini: murai batu, cucakrowo, kenari, dan lovebird warna. Lanjut membaca

About these ads

Ibu rumah tangga berpenghasilan 25 juta dari penangkaran burung

Produk berkualitas pemacu produktivitas burung

Kisah inspiratif kali ini datang dari seorang ibu rumah tangga di Desa Kudu, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk. Susilowati, nama ibu tersebut, mampu meraup keuntungan rata-rata Rp 25 juta per bulan dari usaha penangkaran burung.

Berbekal ketelatenan dan modal seadanya, usaha yang umumnya digeluti kaum laki-laki ini mengalami perkembangan pesat. Dari semula hanya 1 – 2 kandang di samping rumahnya yang asri, kini berkembang menjadi 40 kandang indukan yang sebagian besar sudah produktif.

Susilowati

Susilowati

Jenis burung yang dipilih untuk ditangkar juga tidak main-main, yakni jalak bali dan cucakrowo. Khusus jalak bali, tidak semua orang bisa menangkar. Hanya mereka yang telah mendapatkan sertifikat penangkaran yang diizinkan untuk mengembangbiakkan burung langka dan dilindungi ini untuk tujuan komersial.

Menurut Susilowati, usaha penangkaran burung sebenarnya tak menyita banyak waktu, karena hanya memberi pakan berupa jangkrik dan pisang dua kali sehari, yakni pagi dan sore. Tiap hari dia hanya mengeluarkan Rp 30.000 untuk kebutuhan pakan burung-burungnya.

Witing trisno jalaran soko kulino. Kecintaannya terhadap burung bermula dari kegemaran suami  yang juga penghobi burung. Di rumah, suaminya suka memelihara banyak burung. Suatu ketika, suaminya harus bekerja di luar kota, sehingga pekerjaan merawat burung pun terpaksa digantikannya.

Dari sini terbersit keinginan untuk mencoba menangkar burung, bukan sekadar memelihara. Sebab, pikirnya waktu itu, lebih mudah memelihara burung di dalam kandang daripada di dalam sangkar. Maka, niat itu pun disampaikannya kepada suaminya, dan ternyata diizinkan.

Saat memulai usaha, kata Susilowati seperti diberitakan kstv.co.id, ia memilih jenis burung kacer dan murai batu. Setelah mahir, barulah dia merambah ke burung jenis langka seperti jalak bali karena keuntungannya lebih tinggi.

Keuntungan melimpah akan dirasakan jika burung bertelur dan menetaskan anak. Untuk anak burung jalak bali yang baru berumur 1 bulan, dibandrol harga Rp 12 juta / pasang. Sedangkan cucakrowo dihargai Rp 4 juta / sepasang.

Dalam setahun, sepasang indukan bisa menghasilkan anakan hingga enam kali. Penjualan anakan pun terbilang mudah, karena pembeli akan datang sendiri. Bahkan untuk jalak bali sudah indent sejak induknya bertelur.

Pembeli tidak hanya datang dari kota-kota di Jawa Timur, namun ada juga dari Bali dan Jakarta. Mereka umumnya juga belajar beternak burung darinya. Untuk itu, Susilowati mengaku terbuka memberikan pengalamannya dalam menangkar burung. Bahkan pembeli pun boleh melihat dan meniru kandang kreasinya.

Berkaca dari pengalamannya, Susilowati mengajak ibu rumah tangga lainnya untuk menekuni penangkaran burung, karena terbukti bisa memberikan pendapatan yang tak sedikit. “Asalkan mau belajar dan sabar merawat, usaha beternak burung bisa menghasilkan keuntungan menggiurkan,” tandasnya.

Mau lihat bagaimana Susilowati setiap hari merawat burung-burungnya? Simak tayangan video berikut ini, yang diupload Safari Bird Farm ke youtube.

Ayo, siapa mau belajar kepada Ibu Susilowati?

Salam dari Om Kicau!

Sutoto GRD Bird Farm Balikpapan: BirdMature dongkrak produktivitas cucakrowo lebih dari 75%

Referensi Wajib Baca
Produk berkualitas pemacu produktivitas burung
Om Sutoto - majikan GRD Bird Farm Balikpapan

Om Sutoto – majikan GRD Bird Farm Balikpapan

Om Sutoto, pemilik GRD Bird Farm Balikpapan menyatakan BirdMature bisa mendongkrak produksi indukan cucakrowo menjadi lebih dari 75%. Artinya jika ada 10 kandang penangkaran cucakrowo, minimal ada 7.5 pasangan yang produktif, sementara lainnya memasuki masa mabung atau diistirahatkan. Lanjut membaca

Cara sukses penangkaran burung cucakrowo ala Gunawan Wibisono

Produk berkualitas pemacu produktivitas burung

Pasangan CucakrowoCoba lihat kandang penangkaran burung cucakrowo di sejumlah penangkar, rata-rata tertutup rapat. Tetapi tidak demikian dengan breeding ala Gunawan Wibisono Ungaran. Selain kandang terbuka, sebagian besar cucakrowonya terbiasa menjadi “tontonan” ketika masa kawin bahkan selama masa mengeram. Lanjut membaca

Sukses penangkaran cucakrowo Om Sutoto dengan BirdMature

Referensi Wajib Baca
Produk berkualitas pemacu produktivitas burung
Piyik cucakrowo dengan bantuan BirdMature

Piyik cucakrowo dengan bantuan BirdMature untuk indukan mereka

Di tengah kesibukan menyiapkan materi untuk pelatihan penangkaran semut rangrang, saya mencoba menengok-nengok email masuk. Ada salah satu email yang cukup menarik perhatian dengan judul singkat “BirdMature & BirdMineral”. Saya buka, eh dari Om Sutoto Balikpapan. Ternyata, beliau bercerita tentang perkembangan menggembirakan dari penangkaran cucakrowonya.

Berikut ini adalah email yang Om Toto sampaikan kepada saya:

Selamat malam Bozzz…
Perkenankan saya berceritera dulu tentang ternak cucakrowo saya di Balikpapan.
Saya ternak cucakrowo sudah hampir 3 (tiga) tahun dengan suka dan duka. Sukanya kalo panen piyik karena terima duwit hasil penjualan piyik cucakrowo dan dukanya waktu cucakrowo indukan lagi diistirahatkan 3 pasang dicuri maling… dan ada pejantan produksi dimakan tikus… dan alhamdulillah sekarang sudah punya kandang tangkar 25 petak tetapi yang terisi baru 17 petak saja.
Yang produksi baru 12 pasang tetapi yang sepasang macet karena tarung dan jantannya sampai hampir mati (sepertinya si betina  cemburu), sepasang lagi sedang mabung dan sepasang lagi sedang istirohat karena sudah produksi 8 kali tanpa cela dan Minggu ini akan dimasukkan ke kandang tangkar lagi.
Setelah kena BirdMature yang pasangan baru masuk bulan lalu sudah kelihatan kawin dan yang satunya sudah keluar masuk sarang. Yang bertambah bahagia saya barusan transfer cucakrowo jantan FULL ROPEL dari Tarakan tetapi over birahi (matuk bulu ekor sampai tergulung gulung) saya pasangkan dengan betina rapet yang pejantannya dua bulan lalu dimakan tikus tadi pagi saya lihat sudah kawin juga.
Sudah hampir setahun ini indukan saya sering dan sering sekali kalau mengeram yang menetas cuma seekor saja, yaahhh….. kita syukuri saja dari pada nggak netas sama sekali kan?
Yang paling parah produksi bulan Februari 2011 tadi, tinggal di sini bertelur dua butir dan yang menetas hanya seekor saja. ANAKAN TUNGGAL SAMPAI 7 (TUJUH) EKOR. Setelah saya kasih BirdMature sesuai aturan, hasilnya cukup mencengangkan… ck..ck..ck  hampir 85% indukan yang ngeram netas DUA-DUA-nya… Padahal porsi makanan, extra fooding tidak saya ubah sama sekali.
Akhirul kata hanya inilah yang bisa saya sampaikan dan pabila ada kata yang tak berkenan, kami orang tua minta ma’af.
Terlampir foto piyik BirdMature dalam inkubator dan hanya satu yang anakan tunggal.
Salam.

Setelah membaca email tersebut, saya baru ingat bahwa sekitar sepekan yang lalu Om Toto membeli lagi Bird Mature cair 3 botol dan pasta 3 botol. Oh, ternyata itulah hasil penggunaan BirdMature dan BirdMineral yang dibelinya beberapa bulan lalu sehingga kembali memborong BirdMature.
Yah, hanya ucapan terima kasih kepada Om Toto yang bisa saya sampaikan. Sebab, saya memang tidak pernah meminta testimoni dari para pengguna produk saya. Tetapi, ini adalah email yang dikirim dari Balikpapan atas inisiatif Om Toto sendiri.
Saya tentu berharap penangkaran Om Toto yang beralamat di kawasan Jl. Dua Gunung-Samarinda, Balikpapan, itu terus menuai sukses dan sukses.
Terima kasih Om Toto.

Update info:

Om Sutoto pesan BirdMature (lagi) yang paling akhir adalah tanggal 4 April 2012 sebanyak 8 botol dan kemungkinan ketika update ini saya tulis, barang belum sampai di tangan beliau.

Berikut ini adalah screenshoot (SS) pesanan Om Sutoto yang masuk ke HP saya pada 4 April 2012:

SS pembelian BirdMature Om Sutoto

Mardiono pilih indukan hutan untuk menangkar cucakrowo

Produk berkualitas pemacu produktivitas burung

Beginilah logika umum untuk membreding cucakrawa dengan lebih gampang: memelihara indukan dari kecil dan hasil ternakan. Selain dianggap lebih mudah, juga lebih murah. Lanjut membaca

Foto-foto burung milik penggemar halaman Hobi Burung Kicauan dan Penangkaran di FB

Cucak ijo beli dari trotol dan sekarang masih belum full topengnya. Milik Om Indrawan Eko Salatiga.

Berikut ini adalah foto-foto burung milik penggemar halaman HOBI BURUNG KICAUAN DAN PENANGKARAN di FB. Sayangnya, sebagian besar pengirim foto tidak memberikan keterangan yang lengkap mengenai burung-burung momongannya, seperti asalnya, beli di mana, sejak kapan, harga berapa, pola rawatannya, prestasi atau kondisi kesehatannya dan sebagainya. Dengan demikian, foto ini saya pasang apa adanya dengan beberapa editing. Lanjut membaca

Daftar harga beberapa jenis burung di Solo dan sekitarnya

Ini sih sekadar sharing harga burung, terutama burung-burung hasil tangkaran dan burung calon indukan di wilayah Solo dan sekitarnya. Harga burung tangkaran, tergantung dari kualitas indukan dan hasil pemasteran yang bisa dilihat dari volume, variasi suara dan gaya.
Lanjut membaca

Updated: Tambah narasumber untuk Pelatihan Online Penangkaran Kicauan

Referensi Wajib Baca
DAPAT satu lagi narasumber untuk PELATIHAN ONLINE PENANGKARAN BURUNG KICAUAN.
Narasumber yang ini, LoveBird produknya selalu diuber orang meski harga anakannya menyentuh nilai juta. Ya, Om Dwi LoveBird Jogja. Hehehe, tetapi jangan pesan anakan LB ke dia saat ini ya, karena baru 6-7 bulan Anda mendapatkannya. Lantas mengapa tidak kita disedot saja ilmunya? Makanya gabung saja pelatihan online penangkaran kicauan.
Selengkapnya klik di sini.

Grafik performa burung

Grafik performa burung
Referensi Wajib Baca

Salah satu kawan kita penghobi burung, Om Irawan,  bertanya mengenai berapa lama setelah burung bertelor pada periode tertentu akan kembali bertelor pada periode berikutnya.

Menjawab pertanyaan itu, secara singkat saya mengatakan bahwa kalau pakan untuk kebutuhan kenari betina di masa subur terpenuhi, dan kondisi fisik serta mental bagus, paling sepekan sudah nelor lagi. Atau paling lama 15 hari. Mengapa demikian?

Berkaitan dengan hal itu, saya menulis mengenai apa yang saya sebut sebagai grafik performa burung penangkaran dan lomba. Lanjut membaca

Ngobrol asyik di Lintang BF

Produk berkualitas pemacu produktivitas burung

Rencananya, Minggu 11 Desember 2009, saya mau nonton penampilan MB Mas Erik di lomba burung di Klaten.

Sabtu 10 Desember, sekitar jam 23.00, saya menelepon Mas Erik, “Pripun Mas, MBne pun siap saestu nggih lomba ngenjing (Bagaimana Mas, MBnya sudah siap untuk lomba besuk)?”

“Wah, mboten sida kula siapke, la udan terus ngeten sampai-sampai sedina wau mboten kambon kroto. Mboten onten kroto apik (Wah, nggak jadi saya siapkan. Hujan terus begini sampai-sampai sehari tadi tidak diberi kroto. Tidak ada kroto yang bagus),” katanya. Lanjut membaca

Cari CR ropel

Lanjut membaca

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 42.234 pengikut lainnya.