Tata cara lomba burung murai batu di Singapura dan tips dari Shama Splash

Lomba burung murai batu atau White-Rumped Shama di SingapuraTertarik dengan foto-foto di FB yang dipasang Om Shama Splash berkaitan dengan pelaksanaan lomba burung murai batu yang diadakan malam hari di Singapura pada tanggal 26 November 2011, saya pun berkirim pesan ke Om Shama Splash agar menuliskan serba ringkas lomba burung di Negeri Singa tersebut. Lanjut membaca

Menengok lagi catatan, ide, tips, rawatan dan penangkaran burung dari para sahabat

Yuk berbagi untuk sesama penghobi burungBeberapa tips tentang penjodohan burung, perawatan burung, dan artikel tentang perkembangan habitat burung serta pengalaman yang dikirim sobat Om Kicau ternyata mendapat sambutan yang bagus. Hal itu terbukti dari banyaknya komentar yang masuk dan juga statistik yang bisa saya lihat di dasbor blog. Tentu semua artikel itu memberi warna lain di blog ini. Anda jadinya tidak bosan melulu membaca artikel-artikel dari saya. Selengkapnya lihat di sini

Sulitnya mencari kenari di Tanjung Kalimantan….

Dunia perburungan di Tanjung, sebuah kota kecamatan di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, memiliki keunikan tersendiri. Di sana banyak ditemukan murai batu bahan, juga kacer dan cucak hijau atau cucak ijo. Tetapi untuk burung tertentu, seperti kenari misalnya, sulit ditemukan. Berikut ini sedikit coretan yang dikirim Om David Rosadi (Jambi) untuk omkicau.com tentang perburungan di Tanjung. Untuk sahabat lainnya yang mempunyai catatan tentang perburungan, yah apa saja selama berkaitan dengan burung, silakan dikirim ke Om Kicau. Salam.

David Rosadi

Sejak awal tahun 2011 yang lalu, saya mendapat tugas ke keluar kota. Tepatnya di salah satu kota di propinsi Kalimantan Selatan selama lebih kurang 5 bulan. Sebagai penghobi kicauan maka tentu saja di mana bumi dipijak di situ burung dicari… hehehe.

Begitu pula dengan saya yang selama ini mukim di Jambi. Semenjak bertugas di Kalimantan setiap hari selalu mencari informasi tentang dunia burung. Walaupun harus curi-curi waktu jam kerja, apalagi kalau jam istirahat atau memang hari libur… Tanjung…  yang nota bene adalah wilayah Kalimantan, tentunya memiliki tipe-tipe burung yang berbeda dengan daerah lain seperti Sumatera dan pulau Jawa.  Sebut saja murai batu borneo atau kacer hitam, adalah ciri khas di daerah ini.

Dan di sana, begitu mudahnya kita mendapatkan burung-burung anakan atau yang lebih kerennya kita sebut burung bahan. Untuk jenis murai batu, kacer, cucak ijo dll kita tidak sulit untuk mendapatkan burung bahan yang mungkin di daerah lain masih sulit kita dapatkan bahkan mungkin harus pesen sekian lama. (yah… mungkin juga karena keterbatasan saya, sehingga di daerah asal saya selama ini saya kesulitan mendapat bahan murai batu atau cucak hijau).

Suatu ketika seorang teman pemilik kios burung mengatakan kepada saya bahwa setiap hari Jumat dia selalu mendapat pasokan murai batu atau cucak hijau bahan.  “Datang aja hari Jum’at Mas…. Entar pilih sendiri.. ,” kata teman saya waktu itu.

Dan infomasi itu juga dibenarkan oleh teman lain yang juga pemilik kios burung. Karena penasaran, suatu Jum’at selesai salat jum’at saya mampir. Benar saja… 6 ekor murai batu dan 5 ekor cucak hijau yang semua masih bahan sudah mejeng di sangkar kecil. Masih penasaran… saya coba mampir lagi ke kios yang lain dan memang di sana burung murai batu, cucak hijau bahkan kacer hitam bahan sudah mejeng di sangkar masing-masing. Begitu juga dengan kios-kios yang lain.

Ah…. Mungkin emang kebetulan saja lagi banyak bahan kali ya… itulah yang ada dalam benak saya. “OK-lah entar sore saya mampir lagi.”

Dan ketika pulang kerja saya mampir, ternyata sangkar sudah pada kosong. Lho mana burung-burung bahannya, tanya saya. “Wah ya uda habis mas… lha sampeyan tidak pesen tadi,”  kata si pemilik kios.
Wwow… ternyata memang seperti itulah kondisinya, yang namanya burung bahan cukup mudah didapat tapi mudah pula kita tidak kebagian. Dan kondisi ini sudah saya amati paling tidak selama saya berada di sana. Pada hari-hari tertentu burung bahan akan datang dalam jumlah yang cukup banyak tapi cepat pula menghilang… Dan tentang harga… menurut saya benar-benar sangat terjangkau.

Kenari langka

Lain lagi kalau berbicara masalah jenis-jenis  burung kicau lain. Di Tanjung yang namanya kenari menjadi seperti anak tiri. Begitu susahnya saya mencari kenari, walau sekedar kenari  yang buat hiburan di rumah.  “ disini kenari jarang ada yang punya mas, karena di lapangan juga kelas kenari sedikit “ kata seorang teman.  Disini yang ngetren muari batu, kacer dan cucak ijo,”  tambahnya.

Dan memang begitulah keadaannya, di kios-kios burung paling banter hanya 1 atau 2 kenari yang mejeng, kecuali hari Sabtu yang disebut  hari pasar. Hari itu pemilik kios burung banyak yang membuka lapak di pasar, dan kenari  biasanya lebih banyak dijual. Tapi menurut saya tetap saja masih sangat sedikit sehingga kita sulit mendapat pilihan kenari yang menurut kita baik.

Begitu juga di arena lomba, kelas kenari memang sangat sedikit peminatnya. Masih kalah dibanding kelas cucak ijo. Sangat berbeda dengan daerah lain (Jawa atau Sumatera ) misalnya, tempat kenari masih menjadi salah satu primadona.

Menurut informasi yang saya peroleh, sedikitnya minat terhadap kenari mungkin disebabkan susahnya mencari pemasok ke sana. Bahkan  untuk mendapat kenari yang baik, kita harus pergi ke kota Banjarmasin yang jaraknya lumayan jauh, lebih kurang 5 jam perjalanan darat. Atau paling tidak titip temen yang kebetulan pergi ke Banjarmasin (itupun kalau dia mau).  Pernah suatu ketika seorang pemilik kios mencoba untuk membeli burung-burung kenari untuk di jual di Tanjung, tapi ternyata semua kenari yang dia beli paling lama bertahan dua hari saja sudah pada almarhum. Entah apanya yang salah mungkin cara membawa atau karena sebab lain saya tidak bisa comment deh..

Akhirnya mohon maaf kepada para pembaca, apabila tidak berkenan dengan artikel ini. Untuk Om Kicau terima kasih banget karena telah berkenan memuat artikel ini.

Salam kicau indonesia

David Rosadi, Jambi

Burung cucak jenggot Gunung Pojok Tiga Majenang, pedas nan tebal ® Bajak Laut

Burung cucak jenggot Gunung Pojok Tiga Majenang, pedas nan tebal <a href="http://wp.me/pfHAQ-942">® Bajak Laut</a>

Om Tony BBK

“Baca email” hanya itu SMS yang dikirim Om Tony Alamsyah alias Bajak Laut pagi ini. Saya tidak menjawab SMS  tersebut dan langsung buka email. Eh, tumben, setelah lama tidak menulis, Om Tony majikan Black Bird Keeping (BBK) Cilacap kirim artikel lagi. Ya maklum, karena selama ini dapat proyek besar jadinya melupakan proyek gratisan menulis untuk teman-teman, heheheh. Nah, kali ini Om Tony bicara soal burung cucak jenggot: Burung cucak jenggot Gunung Pojok Tiga. Apa itu? Silakan di simak saja.

ANY CHARACTER HERE

Beberapa hari yang lalu, ketika saya mendapat tugas luar kota ke daerah Majenang Kabupaten Cilacap, saya menyempatkan mampir ke rumah seorang pemikat burung di daerah tersebut. Kebetulan pemikat tersebut adalah adik dari salah satu staf kantor di mana saya bekerja. Lanjut membaca

(Burung branjangan) Srikayangan, riwayatmu kini ©Bagus-Branjee of Jackal

Branjangan Srikayangan umur 10 tahunan (pasca mabung) ,  semakin mapan dan menawan. Courtesy of Mr DJ-Magelang

Satu lagi artikel tentang burung branjangan dari Om Bagus – Branjee of Jackal. Sebuah tuturan yang apik dan menarik dari seorang penggila branjangan. Kali ini khusus tentang apa dan bagaimana Srikayangan. Sebuah nama yang sangat fenomenal di kalangan penggemar branjangan. Simak saja…

Desa Srikayangan sangat terkenal di kalangan pandemen burung branjangan (Mirafra Javanica) karena branjangan yang berasal dari kawasan ini dianggap memiliki keunggulan dibanding branjangan dari derah lain. Lanjut membaca

Punya unek-unek, ide dan cerita tentang burung? Silakan kirim tulisan ke omkicau.com

Referensi Wajib Baca

Anda punya unek-unek tentang hobi burung? Ide? Atau sekadar cerita-cerita ringan pengalaman berhobi burung? Silakan kirim melalui form “Kontak Om Kicau” atau kirim email langsung ke saya (dutosricahyono_ad_yahoo_dot_com), dan akan saya tayangkan di blog ini.

Sebagaimana Anda lihat di bilah sisi kanan, di sana ada daftar artikel kiriman sahabat. Nah, seperti itulah artikel-artikel yang bisa Anda kirim. Tidak perlu pakar, tidak perlu ahli. Siapapun Anda bisa mengirimkan artikel ke Om Kicau. Yang penting tulisan tidak mengandung unsur SARA, pasti okelah. Lanjut membaca

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 42.605 pengikut lainnya.