About these ads

Persiapan ternak, pembibitan, panen dan penyakit ikan gurami

(Sumber foto gurungeblog.wordpress.com)

Ketika saya menurunkan tulisan tentang beternak ikan gurami atau gurame atau gurameh (grameh-Jawa) banyak tanggapan yang menunjukkan ketertarikan. Pertanyaan paling banyak adalah pengelolaan anakan yang banyak mati karena penyekit dan beberapa faktor lainnya.

Berikut ini saya turunkan lagi tulisan mengenai budidaya ikan gurami yang saya ambil dari milis agromania sedangkan sumber gambar gurungeblog.wordpress.com dan bibitgurami.com. Dalam tulisan ini, disinggung tentang beberapa penyakit dan hama yang biasa menyerang ikan gurami dan penanganannya. Semoga bermanfaat. Lanjut membaca

About these ads

Tabulampot, makin trendy di sempitnya lahan perkotaan

Buah-buahan banyak digemari masyarakat karena rasanya yang bermacam-macam dan kandunganya seperti serat dan vitamin. Salah satu cara mendapatkan buah adalah dengan menanamnya di pekarangan rumah. Untuk pekarangan sempit tentu saja punya keterbatasan dalam menanam tanaman buah, begitu juga untuk rumah yang tidak memiliki pekarangan. Lanjut membaca

Ayam kedu ayam cemani, ayam aseli wong Temanggung

Kalau suatu ketika Anda melintas di wilayah Temanggung, terutama dari arah Temanggung ke Parakan, atau sebaliknya, Anda akan menjumpai banyak ayam dikurung di pinggir jalan untuk dijual kepada para pelancong. Ya, kalau sampai di daerah itu, itulah wilayah Kedu. Lanjut membaca

Gurihnya ternak gurami

Ini terobosan membenihkan gurami agar survival rate-nya lebih dari 95%. Angkat telur dari kolam dan tetaskan di akuarium dengan air mengalir. Lanjut membaca

Meraup untung dari gurami

guramiBanyak orang menyangka usaha gurami membutuhkan waktu dan modal banyak. Asal tahu siasatnya, Anda tak perlu menunggu setahun untuk meraup untung. Apalagi pasar telah menanti pasokan anda. Lanjut membaca

Ternak jangkrik, mengapa tidak?

1. SEJARAH SINGKAT

Dewasa ini pada masa krisis ekonomi di Indonesia, budidaya jangkrik (Liogryllus Bimaculatus) sangat gencar, begitu juga dengan seminar-seminar yang diadakan dibanyak kota.

Kegiatan ini banyak dilakukan mengingat waktu yang dibutuhkan untuk produksi telur yang akan diperdagangkan hanya memerlukan waktu ± 2-4 minggu. Sedangkan untuk produksi jangkrik untuk pakan ikan dan burung maupun untuk diambil tepungnya, hanya memerlukan 2-3 bulan. Jangkrik betina mempunyai siklus hidup ± 3 bulan, sedangkan jantan kurang dari 3 bulan. Dalam siklus hidupnya jangkrik betina mampu memproduksi lebih dari 500 butir telur.

Penyebaran jangkrik di Indonesia adalah merata, namun untuk kota-kota besar yang banyak penggemar burung dan ikan, pada awalnya sangat tergantung untuk mengkonsumsi jangkrik yang berasal dari alam, lama kelamaan dengan berkurangnya jangkrik yang ditangkap dari alam maka mulailah dicoba untuk membudidayakan jangkrik alam dengan diternakkan secara intensif dan usaha ini banyak dilakukan dikota-kota di Pulau Jawa. Lanjut membaca

Beternak ayam kampung

Perbandingan:

Dibanding ayam arab, produktivitas ayam kampung memang kalah jauh (ayam arab 70%, kampung 40%).

Namun ayam kampung mempunyai kelebihan karena tidak mengenal penyusutan investasi. Misal, harga modal Rp 18.000/ ekor (usia produktif), maka jika sudah tidak produktif (usia di atas 2 tahun), nilai jualnya masih tinggi, mengikuti harga standar ayam kampung indukan.

Untuk ayam arab, jika sudah tidak produktif (usia di atas 2 tahun), hanya dihargai 30% dari harga beli, atau sekitar Rp 12.500/ekor. Lanjut membaca

Ancaman utama adenium: fusarium…

Musim hujan bagi adenium sering disebut sebagai musim ‘bencana’. Pendapat itu ternyata tidak selamanya benar, karena ada banyak manfaat juga bagi adenium saat berkah Tuhan itu turun. Namun ada pula sisi berbahaya bagi adenium. Benarkah?

Lanjut membaca

5 Ekor induk kelinci Rex hasilkan 4,5 juta/bulan…

Kelinci Rex

Kelinci Rex

Beternak kelinci? Ya mengapa tidak…

Gambaran singkatnya: modal kecil, pemeliharaan mudah, tidak membutuhkan lahan yang luas bahkan pakan pun tidak terlalu sulit dan mahal, sebab bisa memanfaatkan pakan hijauan dan limbah pertanian/pangan yang ada di sekitar lingkungan peternak.

Nah, selain cepat berkembang biak, harga jualnya pun bagus bahkan tidak sulit untuk menjualnya. Artinya, beternak kelinci sangat cocok untuk ternak keluarga, entah itu petani di desa maupun keluarga di perkotaan.

Dengan cuma memiliki 1 pasang kelinci misalnya, dengan kondisi lingkungan yang pas, kelinci mampu melahirkan 10-11 kali/tahun dengan rata-rata 6-7 anak per kelahiran dan beranjak dewasa pada umur 6 bulan. Nah kalau yang kita piara lebih banyak lagi, tentu pemeliharaan lebih efisien dengan hasil yang tidak kecil. Lanjut membaca

Reptil, dari hobi masuk ke bisnis

Namanya saja hobi, ya rada-rada gila memang pelakunya. Mereka yang punya iguana, ular, kura-kura atau kadal sebagai hobi misalnya, sering rela berbagi tempat dengan hewan kesayangannya tersebut.
Ya, tak terkecuali bagi Budi Wonosasmito, 34, yang menggeluti hobi memelihara reptil selama lebih dari 25 tahun.
Hobi ini, seperti diwartakan Surya Online, dimulai ketika dia memiliki empat ekor kura-kura Brasil saat Budi masih duduk di Sekolah Dasar (SD). Saat itu dia menempatkan kura-kura dalam wadah plastik transparan agar mudah dilihat.
Budi yang ditemui Surya di showroom Turtle World Surabaya selanjutnya bercerita, ketika beranjak remaja dia mulai mengenal kura-kura jenis lain. Koleksi pun bertambah.
Ketika terjadi booming reptil tahun 1993, dia pun mulai melirik reptil lain. Antara lain ular dan iguana. Namun keinginannya memelihara ular dibatalkan karena mendapat protes dari keluarga.
Hanya saja kura-kura koleksinya menumpuk di rumah. Sebanyak 65 ekor kura-kura berbagai jenis ada padanya. Mulai dari kura-kura darat jenis Indian Star dan Radiata, sampai kura-kura air jenis Brasil, Dada Merah, Ambon dan Pipi Putih.
Suami dari Ellen Yuliawati ini akhirnya memutuskan untuk mengurangi koleksinya dengan cara ‘meneruskan’ kepada teman-teman. Tak hanya teman-temannya yang meminati reptil koleksi dia. Info dari  mulut ke mulut, membuka celah untuk berbisnis. “Saya putuskan terjun di bisnis ini, apalagi keluarga, terutama istri saya mendukung,” kenang Budi tentang bisnis yang dirintisnya sejak enam tahun silam.
Koleksi kura-kura Budi saat itu sisa 20 ekor dari delapan jenis, 16 ekor ular berjenis ball python, retic python dan boa dan 30 ekor kadal, di antaranya ada iguana, bearded dragon, leopard gecko dan cameleon.
“Ada kepuasan saat melihat satwa itu berkembang biak. Mengingat reptil butuh waktu berbulan-bulan dari telur hingga menetas dan tumbuh kembang,” tutur Budi yang tak segan berburu reptil ke Jakarta atau mengimpornya dari luar negeri. Budi memiliki importir khusus yang mengantongi izin memasukkan satwa ke Indonesia.
Putra pasangan Suhardjo dan Citra Budiyanti ini mengaku tak sia-sia menekuni hobi yang kini menggular menjadi bisnis menguntungkan. Showroom di kawasan Semalang Indah dibangunnya dan penjualannya tak hanya dari mulut ke mulut. Dunia maya menjadi salah satu media penjualan ampuh baginya. Pembelinya kini tersebar di seluruh Indonesia. n tis
Tularkan Hobi ke Buah Hati
BEGITU merasakan manfaat mengenal reptil sejak belia, kini Budi menularkan hobinya kepada si buah hati, Reynard Lin. Bocah berusia 17 bulan itu terlihat berani menyentuh kura-kura mungil yang senang bersembunyi di balik tempurungnya. Awalnya Reynard memang takut, namun lambat laun keberaniannya tumbuh. Malah mulai terlihat sebagai hobi baru Reynard.
“Saya berprinsip, mengenalkan dunia fauna pada anak semestinya dilakukan sejak dini. Bila sedari kecil mereka menyayangi satwa, mereka akan care pada lingkungan,” ungkap alumnus Sekolah Tinggi Teknik Surabaya (STTS) Jurusan Teknik Informatika dan Manajemen ini.
Menurut anggota Surabaya Amphibian and Reptile Lovers Community (Smiley) ini, memiliki peliharaan binatang butuh ketelatenan. Pakem ini berlaku untuk semua jenis binatang, tidak hanya reptil seperti koleksinya. “Perawatan reptil pun gampang-gampang susah. Kura-kura air misalnya, cukup mudah merawatnya. Saat masih bayi, kura-kura jenis  ini rentan jamur, namun saat dewasa, aman-aman saja,” terangnya. Sedang kura-kura darat butuh pengawasan ekstra, diperhatikan kebutuhan kalsium, sinar matahari juga kelembabannya.
Budi berbagi tip bagi pemula penyuka reptil agar mencari informasi sedetail mungkin sebelum memutuskan jenis reptil yang bakal dikoleksi, “Jangan asal membeli hanya karena tertarik, mengingat ada jenis satwa yang susah perawatannya.” Pengalaman mengajarkan, saat reptil koleksinya sakit, Budi memilih merawatnya sendiri, dibantu teman satu klub yang kebetulan kuliah di fakultas kedokteran hewan. Budi buka kartu, “Pernah terjadi dokter hewan terkaget-kaget saat memeriksa reptil koleksi saya yang sakit, tak jarang saat rawat inap malah reptil mati.” Hmmm...(Surya Online)

Dari ayam petelur, moncer di anggrek

anggrekUsaha yang berkembang dari hobi, memang banyak dilakoni orang. Ny. Sylvia contohnya. Ia mengembangkan bisnis anggrek dari kecintaannya bertanam bunga dan sayur sayuran.

Usaha anggreknya kini telah berkembang pesat di seluruh Bali. Puluhan show room anggrek telah ia miliki. Ia juga menjadi distributor anggrek, yang mampu memenuhi kebutuhan tanaman serta bunga potong anggrek.
Pemilik nama lengkap Maria Sylvia Nurdhiani K ini mengatakan Flora Bali merupakan show room pertama di Bali, yang menjual tanaman anggrek. “Menjual tanaman anggrek yang baru pertama dilakukan orang. Sebelumnya orang hanya mengenal penjualan bunga anggrek,” terangnya. Lanjut membaca

Kafi Kurinia: Bisnis sukses diawali dari hobi

Kafi Kurnia, seorang konsultan bisnis yang ahli pemasaran, mengakui bahwa salah satu kunci sukses dalam menjalankan bisnis adalah memulainya dari sesuatu aktifitas yang menjadi hobi. Lanjut membaca

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 42.315 pengikut lainnya.