Solo Intrigue (4): Keraton Porak Poranda

Secara kebudayaan, kemenangan politik Tionghoa di Kartosuro itu semakin menorehkan luka bagi orang Jawa. Raja dan Kerajaan merupakan simbol penting masyarakat Jawa pada masa itu yang berhasil dikalahkan oleh orang Tionghoa. Kemenangan Mas Garendi merupakan pengulangan sejarah di mana muncul raja yang didukung oleh orang-orang Tionghoa. Sebelumnya pernah ada raja dari keturunan Tionghoa-Jawa yang bernama…

About these ads

Solo Intrigue (2): Pembantaian Di Sana Sini

Geger Pecinan di Kartosura tidak dapat dilepaskan oleh peristiwa pembantaian orang-orang Tionghoa oleh VOC di Batavia (Jakarta). Pembantaian itu disebabkan oleh akumulasi konflik antara orang-orang Eropa terhadap komunitas Tionghoa di Batavia. Konflik antara orang-orang Eropa dan orang-orang Tionghoa di Batavia adalah konflik khas perkotaan di mana para etnis yang hidup berdampingan saling bersaing dalam mencari…

Solo Intrigue (1): Bermula Dari Intrik Antar-Raja

Solo adalah sebuah kota yang unik. Secara geografis, nama Solo menunjuk pada nama sebuah kota madya di Jawa Tengah seluas 44 km2. Namun Solo juga diklaim sebagai sebuah teritori budaya oleh masyarakat kabupaten di sekelilingnya seperti Karanganyar, Boyolali, Sukoharjo, Klaten, Wonogiri, dan Sragen. Budaya Solo, yang disebut surakartan, bahkan melingkupi wilayah bekas kerajaan Mataram Islam.…

Versi PDF Hasil Penelitian PPEP FE UNS

Pengunjung yang ingin mendapatkan file lengkap hasil penelitian PPEP FE UNS tentang Evolusi Surakarta bisa mendownload ini: 1_evolusi-ekonomi-kota-solo_20-nopember-2007 2_evolusi-ekonomi-kota-solo_20-nopember 3_evolusi-ekonomi-kota-solo_20-nopember-2007 Untuk berkas lainnya, mohon sabar menunggu. Atau Anda bisa eninggalkan pesan/komentar dengan meninggalkan alamat email di blog ini. Terima kasih. Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara…

Sejarah Aceh, sejarah abu-abu

Namun selain abu-abu asli, bumi Aceh penuh dengan catatan abu-abu yang membingungkan. Sejarah Aceh pasca kemerdekaan Indonesia adalah sejarah abu-abu yang telah direkayasa. Penguasa merekayasa data dan fakta sebagai jalan pembenar untuk melakukan kekerasan, sedang kelompok pemberontak merekayasa data dan fakta sebagai pembenar untuk memisahkan diri dari pangkuan republik ini.