BELAJAR BETERNAK IKAN GURAMI (A-Z)

Pastikan burung ngerol, ngekek, gacor klik di sini. Supaya beranak pinak? Klik di sini

Pengantar:

Ini tulisan menarik tentang serba-serbi beternak gurami oleh kawan Mimbar Seputro.

Saya Mimbar Bambang Seputro, 47, ingin membagi pengalaman dalam beternak ikan Gurami. Karena saya mulai dari nol besar, tiba-tiba harus menghadapi kenyataan bahwa ada suatu bidang usaha yang berbeda dengan bidang usaha sebelumnya. Betapa tidak, hampir 20 tahun saya bekerja di sebuah perusahaan jasa tiba-tiba saya harus bergelut dan melayani mahluk bernama ikan Gurami.

Padahal yang lulusan sekolah spesial ikan-pun banyak yang menyimpang kearah jalan yang “tidak sesat”.

Lokasi saya beternak ada di daerah Citayam, Bogor, tempat dimana para petani beternak ikan mulai dari Gurami, Lele, Mas, Tawes, Patin, Nila dan segala macam ikan. Petani-petani sederhana sampai kaya raya ini patut diberi acungan jempol sebagai Universitas Perjuangan Hidup.

Maaf menyela: Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis... Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Cuma waktu itu krisis moneter melanda para penduduk. Banyak peternak yang bangkrut lalu pindah haluan. Celah ini saya manfaatkan sehingga saya bisa memilih peternak yang masih bertahan, dan biasanya yang teruji kualitas kepakarannya. Segi positif lainnya, gurame adalah vegetarian, sehingga makanan utamanya sejenis daul keladi, di jabar- namanya “sente” banyak tersedia, kami tinggal meminta ijin pemiliknya untuk ikut membersihkan halaman kebunnya.

Namun sayang, ketika saya mencari informasi di Website, ternyata minim sekali informasi yang saya dapatkan. Saya mencoba mencari dengan search engine dengan mengombinasikan kata “gourami” menjadi “gurami”. Salah-salah saya malahan dapat software Gourami yang tidak ada hubungannya dengan ikan Gurami.

Lalu saya mulai baca buku-buka dalam bahasa Indonesia, waw buku pertama menarik, tetapi ketika mulai baca buku yang lain, mulai bingung sebab satu sama lain kadang-kadang berbeda. Tapi perbedaan itulah kekuatan. Ikutan bahasa para politisi kita.

Secara kebetulan ada kolam seluas 400 meter persegi yang sudah “ditinggalkan” oleh pengelolanya terdahulu. Alasannya harga ikan yang jatuh, banyak penyakit menyerang, di jarah orang jahat, tertipu dan banyak lain alasan yang membuat saya berfikir dua tiga kali untuk terjun ke area per guramian. Saya harus cari alasan yang tidak ada hubungannya dengan perikanan. Di rumah sangat sederhana tempat kami menginap, Saya dapatkan, seorang bapak muda dengan dengan isteri berumur 16 tahun dan anak bayinya, seorang ibu dengan cucunya yang semuanya semula bergantung hidup dari kolam ini. Tekad saya semakin kuat, saya akan terjun ke dunia perikanan. Lagian, kalau kontrak dengan maha kuasa sudah dijalani 47 tahun tetapi kontrak dengan perusahaan tingal bisa dihitung dengan kedua jari.

Mulailah tabungan di ATM di dodol, dengan rasa was-was, kalau ini gagal juga habislah awak, tapi mudah-mudahan tidak dedel duwel. Kolam sudah tersedia ada, air lumayan banyak, tinggal cari benih ikan dari petani setempat.
Ah kebetulan kami berkenalan dengan seorang pemuda bernama Abel, yang belakangan ini mepet terus kepada kami. Abel tinggal dengan neneknya yang juga rumah kami berdekatan. Abel inilah yang mengatakan bahwa janganlah karena panen sekali gagal lalu stop jadi petani. Orang naik sepeda juga bisa jatoh, katanya.

MENYIAPKAN KOLAM GURAMI

Menyiapkan KOLAM IKAN, saya bingung setengah mampus (maafkan bahasa saya ikutan para ABG), kolam is kolam, end of story. Isi air yang banyak, masukkan ikan, sama halnya seperti memasukkan ikan di akuarium atau bak mandi kita sehari-hari.

Buku saya baca lagi, learning by doing kata orang Inggris. Kolam harus dekat rumah, maksudnya mudah pengawasannya. Terutama sekali itu lho, ngintipin ikan gurame berahi, dengan harapan kita mendapatkan banyak telur yang kemudian menetas menjadi “gonada”- baby gourami. Oooo itu….

Oh masih banyak lagi, selain manusia jahil, banyak musuh ikan yang lain, binatang sejenis lingsang, burung blekok, burung elang, ular, bahkan kodok budug-pun menjadi musuh sang Gurami. Kalau anda menonton filem discover, anda bilang “oh itu hukum alam, mereka musti memangsa binatang lainnya, agar mereka hidup”. tapi dalam perikanan its totally different things!. Anda tidak akan membiarkan terjadi, biarlah hukum alam terjadi, tapi jangan disini, di balongku, di tebatku.

Mula-mula kolam dipaculi dan dibentuk pematang-pematang yang berbentuk trapesium. Bentuk trapesium sudah diterima masyarakat luas, maksudnya massa air biasanya lebih menekan dibagian bawah daripada bagian atas. Apalagi dibagian bawah sering longsor, dilubangi oleh belut, lele, kepiting nakal dan bandelnya minta ampuun.

Kemiringan kaki trapesium biasanya 45 derajat, kata Zulkifli Jangkaru, tapi pak Slamet Soeseno bilang lain lagi. Bagian luar boleh tegak lurus, bagian dalam agak landai 1: 1,5 atau 1:1,75

Kolam-kolam kita nantinya akan diisi air sampai 60 cm. Jadi dengan pematang, bibir tegalan maka paling tidak 80-90 cm dianggap cukup ideal. Setelah tanah di cangkuli, biasanya dibiarkan kering sampai retak-retak, biar kalau ada hama pengganggu ikut mati kepanasan. Tapi Kalau ternyata masih ada yang staminanya kuat, dibantu dengan pemberian “cengkaling” sejenis kapur beracun, yang disebarkan disudut dan penjuru kolam. Biasanya belut, udang, kepiting pada kepanasan dan keluar untuk ditangkap para petani dan dibantai seperti layaknya dukun santet.

Kolam kemudian didiisi air, dibiarkan semalaman agar racu-racun “cengkaling” nya luntur kehebatannya lantaran mengendap. Kemudian air dibuang dan kolam dikeringkan sekali lagi. Maka kolam siap dipergunakan.

Air umumnya berlimpah, tetapi mengingat sistem pengairan kita dasarnya dalah gotong royong, maka kerja sama dengan penduduk setempat yang sesama petani harus terjaga. Kapan pembagian air, kapan kita harus menahan diri. Semua tidak tertulis dibuku, tetapi dijalankan secara turun temurun. Peternak harus mau “siskamlong”, sistem keamanan pengairan balong, modalnya lampu senter dan sebungkus rokok serta komunikasi.

Kalau air sudah masuk, harus di saring agar supaya ikan gabus, lele, kepiting, kodok budug, udang bisa masuk kedalam kolam kita. Biasanya dipipa pralon para petani memasang saringan (sosok) yang terbuat dari anyaman bambu. Air ditunggu sampai tingginya 60 cm, baru sisanya dialirkan ketempat lain atau ke parit pembuangan.

Secara teori, ikan gurami menyukai air dengan kadar keasaman 6,5 sampai 7.0 dan suhu air 24-28 derajat Celcius.

Di habitatnya, gurami hidup di rawa-rawa, ini bisa dilihat bahwa gerakan Gurami umumnya vertikal. Anggun dan hanya menimbulkan suara haluuuus sekali, kecuali kalau dia terkejut.

Makanan GURAMI

Seperti dikatakan bahwa Gurami adalah mahluk Vegetarian, atau kata anak saya Herbivor. Keuntungannya segala macam daun-daunan yang lembut strukturnya bisa di “empan” kan kepada gurami dewasa.

Petani-petani jabar, selalu menjemur daun-daun yang akan diberikan kepada peliharannya terlebih dahulu sehingga layu, dengan demikian getah yang beracun bisa dinetralisir.

· Daun talas/keladi atau sente (jabar) yang tua, biasanya seberapapun makanan ini diberikan, akan ditarik-tarik oleh gurami sampai tinggal tulang-tulangnya.
Dianjurkan menanam sendiri talas ini di tegalan kolam, dihalaman rumah, karena gurame tidak bisa hidup tanpa keladi, sampai menjadi tua-tua keladi.

· Daun ketela Singkong

· Daun Pepaya
Kurang dianjurkan diberikan untuk biang Gurame karena merusak kantung telur.

· Daun Kangkung

· Daun ubi jalar
juga tidak dianjurkan untuk diberikan kepada biang gurame.

· Ketimun

· Tauge, bisa tauge kacang hijau, tauge kacang merah dan tauge dari bibit padi muda.

· Labu

· Talas

· Pellets
Beberapa peternak membuat sendiri pellet yang terdiri Katul, tepung ikan, bungkil kedelai, protein Tepung Daging dan tambahan 10 tablet anti biotik untuk per 100 kg pelet.

· Jagung rebus. Sangat baik untuk mempercepat kematangan “gonade” sehingga memperpendek waktu pemijahan. Jumlah jagung rebus yang diberikan 3-5% berat badan induk. Menurut Heru Susanto, telur yang matang pada usia 45-60 hari bisa diperpendek menjadi 25-30 hari.
Cara pemberiannya dengan menempatkan jagung pada anyaman bambu 0,5 x 0,5 meter, lalu ditenggelamkan sekitar 15 cm dengan jarak 0,5 m dari pinggir kolam. Pilih tempat yang terlindung dan tempat ikan berkumpul.

Sekalipun kita beranggapan bahwa gurame adalah mahluk vegetarian, tetapi mereka tidak menolak anak semut (kroto), dedak, ampas tahu, bungkil kacang. Bahkan beberapa petani memasang lampu teplok dipinggiran kolam jika dilihatnya banyak serangka beterbangan.
Serangga-serangga ini tertarik kepada cahaya lampu, dan ketika mereka mendekat lalu jatuh, maka gurame dengan suka cita melahapnya.

Telor Gurami

Sebelum ikan gurami mampu bertelur, tentunya ikan harus dimasukkan secara berpasangan dan kawin secara masal. Kawin campur dalam kolam tidak dibicarakan disini.
Sebagai “rule of thumb”, seekor biang gurami memerlukan kavling 15-20 meter persegi. Pemacek (pejantan) boleh mengawini empat ekor biang. Mengintip gurami pacaran kata yang sering melihat adalah pengalaman mengasyikkan. Bila pejantan sudah mulai mengejar yang biang, maka kolam pemijahan harus disiapkan. Setahun, ikan bisa bertelur sampai dua kali.
Beberapa petani berpengalaman bahkan bisa mencium bau amis yang ditimbulkan dari kolam sebagai tanda kesiapan berpijah peliharaannya.

Perbaikan Kolam
Kolam harus sudah dikeringkan, dan ditaburi kapur 100-200 gr/meter persegi guna membunuh
hama dan parasit.
Kedalaman kolam harus 60-100 meter persegi

Mempersiapkan sarang, di Jawa Barat, petani biasanya menyiapkan pengki atau sosok yang terbuat dari anyaman bambu, atau membuat lubang bergaris tengah 30 cm sedalam 35 cm untuk merangsang gurami menaruh telur ditempat yang sudah disediakan. Untuk bahan pembuatan sarang dapat menggunakan ijuk halus atau sabut kelapa. Petani Jawa Barat bahkan membuat bahan sarang dari karung plastik yang sudah di cabik-cabik memanjang seperti kertas pelindung barang pecah belah.
Supaya tidak bertebaran di dalam kolam, maka ijuk yang sudah direndam semalaman dan disisir halus, dijepit dengan sebilah bambu secara longgar agar supaya mudah ditarik-tarik oleh ikan. Banyaknya ijuk sekitar 1-1,5 kg untuk sebuah sarang.
Untuk mengetahui bahwa gurami sudah bertelur, masukkan lidi kedalam sarang, perhatikan apakah ada lapisan minyak keluar dari sarang untuk memastikan bahwa telur sudah ditempatkan didalamnya

Penetasan Telur Gurami

Membiarkan telur menetas secara alami biasanya tidak membawa hasil yang menggembirakan. Campur tangan petani sangat diperlukan.
Memetik Sarang.
Mengambil telur dari sarangnya harus dilakukan secara perlahan-lahan. Bawa ember berisi air , lalu dekatilah sarang seperti orang mau menangkap burung, sebab sarang selalu dijaga oleh orang tuanya, sehingga diperlukan keahlian khusus.
Cara membawa sarang harus dengan tutup sarang berada diatas. Membersihkan telur.
Telur harus dipisahkan dari kotorannya. telur yang baik berwarna kuning mengkilat, sedangkan yang busuk berwarna putih susu dan keruh. Ambil hanya telur yang baik.

Penetasan di petakan kolam

Kolam yang dipakai biasanya yang berukuran kecil atau lebih sering dinamakan “anak kolam” atau petakan kolam.

Kolam petakan terlebih dahulu harus disterilkan dengan cara mengeringkan dasr kolam, pemberian kapur sebanyak 100-200 gram per meter persegi, pemberian pupuk kandang 150-200 gr per meter persegi, pemberian pupuk urea 15-20 gr per meter persegi sehingga terciptta suasana kolam yang bersih, namun subur akan mikroorganisme yang dibutuhkan ikan kelak.

Alirkan air kedalam kolam setinggi 35 cm dan biarkan sekitar 7-10 hari untuk memberikan kesempatan makanan alamiah pythoplankton berkembang biak dan menetralkan racun akibat pemupukan dan pengapuran.

Setelah telur dimasukkan kedalam kolam diberi tenda untuk melindungi telur dari sengatan terik matahari, dalam jangka waktu 20-30 hari akan muncul larva gurami. Cara ini memiliki kelemahan seperti sulit mengontrol adanya jamur parasit, kondisi air yang berubah-ubah, ancaman hama pengganggu terhadap larva yang masih lemah.

Penetasan dalam wadah

Cara ini sekalipun memerlukan perhatian terus menerus namun hasilnya lebih memuaskan karena selain lebih aman dari hama penyakit pengawasannya lebih mudah, sehat dan kaya oksigen serta lebih banyak kemungkinan telur menetas.

Siapkan gentong, jamban dari tanah liat sebanyak dua buah, satu sarang memerlukan dua gentong. Lalu isi dengan air jernih sekitar separuh lebih sedikit.

Letakkan gentong terapung diatas kolam penetasan, beri atap agar supaya tidak terkena air hujan yang bisa menggagalkan telur.

Usahakan agar mendapat matahari pagi

Pindahkan sarang yang berisi telur kedalam gentong. lalu uraikan ijuk dan telur akan jatuh kedalam gentong.

Letakkan daun tebu diatas permukaan air dalam gentong.

Air dalam pasu diganti setiap dua kali sehari. Caranya, masukkan saringan halus kedalam air. Air yang terkumpul di dalam saringan dikeluarkan melalui selang. Usahakan pergantian secara bertahap sehingga tidak terjadi goncangan pada telur dan tidak terjadi perubahan suhu mendadak.

Minyak yang mengapung dalam gentong sebaiknya dibuang

Lama penetasan adalah 2 minggu, telur yang tidak menetas (busuk) dibuang karena akan mencemarkan air.

Selesai menetas biarkan anak gurami selama 10 hari dan jangan diberi makan.

Setelah 10 hari diberi dedak campuran kuning telur.

Anatomi Kolam GURAMI
<!–[if supportFields]>PRIVATE<![endif]–><!–[if supportFields]><![endif]–>Pengetahuan mengenai anatomi kolam dibutuhkan agar terhindar kesalahan konstruksi setelah kolam diisi ikan.

PEMATANG

Membuat sebuah kolam sebetulnya membuat pematang atau tegalan. Bentuk pematang yang disukai dewasa ini adalah trapesium yang melebar di bagian bawahnya. Pematang retak atau bocor harus segera ditambal dengan tanah liat. Belut atau kepiting suka membuat lubang di pematang sehingga harus ditutup secepatnya. Pada saat bertelur nanti, gurami cenderung mengorek lunag berukuran 30 cm sedalam 30 cm sehingga hal-hal seperti ini harus diantisipasi oleh peternak.
Idealnya bagian atas pematang dibuat selebar 1 meter, bagian bawahnya 1,5 meter dengan ketinggian 1 meter.
Tegalan ini nantinya ditanami rumput untuk mencegah kelongsoran dan tanaman keladi, tanaman singkong yang bisa dimanfaatkan sebagai catu makanan gurami.

SALURAN MASUK AIR

Parit-parit air dibuat harus lebih tinggi daripada kolam. Bila air dibendung dengan bendungan sementara yang terdiri dari tumpukan bata, batu, papan dan bambu, maka permukaan air akan naik sehingga bisa mengairi kolam. Untuk menahan parit agar tidak longsor, sisi parit di tahan dengan anyaman bambu.

SALURAN PEMBUANGAN AIR atau drainase

Saluran pembuangan atau drainase sangat vital, biasanya saluran ini harus lebih besar sehingga kalau terpaksanya harus mengeringkan lebih dari satu kolam secara bersamaan, lubang saluran tidak kewalahan sampai sampai meluap.

Tentu saja saluran ini dibuat lebih rendah daripada kolam.

PINTU AIR MASUK

Dipilih yang terbuat dari bahan pralon 4″ yang dilengkali dengan elbo (knee) di kedua ujungnya. Kalau elbo ini diarahkan keatas bisa berubah fungsi sebagai pintu penutup. Sebuah saringan yang terbuat dari anyaman bambu kelak dipasang pada elbo sehingga berfungsi menyaring sampah, menyaring ikan gabus, sepat, ikan sapu-sapu yang tidak diinginkan memasuki kawasan kolam. Saluran air selain dibuat lebih tinggi dari 0,75 m, juga menjorok kedalam kolam sehingga terjadi efek grojogan, yang akhirnya merupakan suply oksigen

PINTU AIR KELUAR

Pintu ini harus dibuat agar supaya ikan kita tidak terbawa keluar.

KEMALIR

Sebuah parit kecil didalam kolam, tujuannya ketika kolam dikeringkan, ikan bisa digiring mengumpul kesuatu tempat yang lebih miring sehingga mudah ditangkap. Menurut Heru Susanto, ukuran yang ideal adalah lebar 40 cm, kedalaman 20 cm.

KOBAKAN

Sama dengan kemalir, hanya dibuat lebih lebar misalnya panjang 1 meter lebah 2 meter. Tujuannya ya untuk menangkap ikan.

PELATARAN

Pelataran adalah kata lain dari dasar kolam secara keseluruhan. Pelataran dibuat miring ke arah saluran pembuangan. Lumpur dalam kolam harus kaya akan unsur hara yang sangat dibutuhkan ikan.

Untuk mendapatkan harga yang baik, umumnya gurami dijual dalam keadaan hidup-hidup dan dagingnya tidak berbau lumpur.
Bau lumpur dalam tubuh Gurami diduga akibat senyawa geosmin akibat pekerjaan bakteri dan plankton. Dalam kolam yang tidak mengalir, akan terjadi penumpukan bahan organik secara terus menerus. Usia plankton sangat singkat, dan ketika mati menimbulkan bau busuk pada kolam dan pada ikan.

MENCEGAH BAU LUMPUR

Mengurangi intensitas matahari
Jenis plankton akan tumbuh cepat bila terkena sinar matahari. Jika separuh kolam diberi naungan, maka populasi plankton dapat ditekan.

Pemupukan yang seimbang
Pemberian pupuk N dan P dengan perbandingan 4:1 akan menghambat pertumbuhan alga biru. Dosis pemberian adalah 7-14 mg setiap meter kubik air dapat dilakukan setiap minggu

Pemberian pakan dalam jumlah yang tepat
Usahakan pakan ikan jangan sampai tersisa sebab akan menjadi penyebab peningkatan mikro organisme

Penyaringan air kolam

Penebaran ikan pemakan plankton
Ikan mola, nilem dan sepat memiliki kemampuan memangsa plankton yang baik. Hanya penebaran ikan pemangsa plangkton harus diperhatikan agr supaya tidak terjadi perebutan pakan.

Pengendalian secara Kimiawi. Dengan pemberian planktonsida kuprisulfan dan kuprisandoz.

MENGHILANGKAN BAU LUMPUR

Pemberaan
Selama 3-5 hari ikan disuruh berpuasa dalam air tawar yang mengalir. Hasil penelitian, gurami yang berbobot setengah kiloan setelah diberakan dalam air tawar selama 7 hari ternyata telah terbebas dari bau lumpur dan dagingnya menjadi lebih kenyal.

Pengolahan hasil Cara memasak gurami dengan menambahkan bumbu masak tradisional seperti kunyit, bawang merah, daun salam, dan serai dapat mengurangi bau lumpur dalam gurami.

JENIS GURAMI

Ikan Gurami (giant Gourami), diberi nama di jawa sebagai Gurameh, Brami, di Sumatera sebagai Kalui, dan di Kalimantan sebagai ikan Kali.

Ikan gurami (Osphronemus gourami) mempunyai bentuk gepeng (compressed), yang muda bersikap agresif, tetapi sifat ini akan berkurang sejalan dengan umur gurami.

Ikan gurami muda berdahi yang normal dan rata, semakin dewasa dahi ini makin tebal dan kelihatan menonjol. Pada ikan muda ada 8 buah garis tegak, yang akan hilang setelah ikan mulai menginjak dewasa.

Petani mengenal dua jenis gurami, yaitu Gurami Soang (angsa) ikan ini yang bisa mencapai panjang 65 centimeter dengan berat 8 kilogram. Jenis yang lain Gurami Jepang hanya mampu tumbuh 3,5 kilogram dengan panjang maksimal 45 centimeter. Strain (bakat) yang berbeda inilah yang harus diperhatikan (sayangnya sukar menengarainya) jika ingin beternak Gurami.

Gurame bule dan belang juga tidak jarang dijumpai. Bagi yang suka rumit-rumit, dalam kepengurusan partai kerajaan dunia hewan, ikan ini diklasifikasikan sbb:

Klas: Pisces Sub klas: Teleostei Ordo: Labyrinthici Sub ordo: Anabantoidae Famili: Anabantidae Genus: Osphronemus Species: Osphronemus gouramy (Lacapede)

Buku mengenai ikan GURAMI
Buku-buku yang saya baca umumnya buku berbahasa Indonesia, kadang merasa haru melihat kenyataan bahwa buku yang bermutu, ditulis dengan penuh dedikasi, dan dijual dengan harga yang terjangkau. Salut saya kepada para penulis buku, sehingga walaupun saya tidak mengenalnya secara langsung saya pada kesempatan ini mengucapkan terimakasih. Saya cantumkan harga buku tersebut pada Maret 2000

· Budi Daya Ikan Gurame oleh Heru Susanto, Penerbit Kanisius harga sekitar Rp. 9300

· Petunjuk Praktis Budi Daya Ikan Gurami oleh Heri Respati dan Budi Santoso, Penerbit Kanisius harga sekitar Rp. 4000

· Membudidayakan Gurami Secara Intensif oleh Harsono Puspowardoyo dan Abbas Siregar, penerbit Kanisius harga sekitar 5600

· Memelihara Ikan Bersama Ayamoleh Kusno, penerbit Penebar Swadaya, seri perikanan XXIII/197/89 harga sekitar 3800

· Usaha Budidaya Ikan GURAMIoleh Taufiq Rusdi, CV Simplex – Jakarta, harga sekitar Rp. 5000

· Makanan Ikanoleh Ahmad Mujiman, penerbit Panebar Swadaya, seri perikanan – XV/83/87, harga sekitar Rp. 15.400

· Budidaya Ikan di Pekaranganoleh Heru Susanto, penerbit Panebar Swadaya harga sekitar Rp. 12350

· Memacu Pertumbuhan Guramioleh Zulkifli Jangkaru, penerbit Panebar Swadaya harga sekitar Rp. 9250

· Budidaya Ikan Guramioleh Maloedyn Sitanggang, penerbit Panebar Swadaya harga sekitar Rp. 6350

Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.

128 Comments

  1. Pak, saya ada empang pribadi di Bogor tepanya di Gunung Picung, Cibatok L 1000m2. mohon rekomendasi bila ada kawan ahli menjalankan operasional ternak gurami, saya ingin kerja sama mengembangkan ternak gurami. metode bagi hasil laba bersih dari penjualan juga boleh atau borongan. Keamanan dan sirkulasi air terjamin baik. harap hubungi via sms di 08111. 550.168. terima kasih by Mahfud MD

  2. Salam kenal, mas kalau saya mau melihat lokasi peternakan gurame ditempat sekalian mau belajar ternak gurame dari mas utk beberapa hari, apakah diperkenankan? kalau boleh saya dapat informasi alamat lokasi lengkapnya dan nomor telepon yang dapat saya hubungi untuk konfirmasi selanjutnya, sebelumnya saya ucapkan terima kasih
    Salam, Danang

  3. Numpang tanya mas, saya lagi belajar miara ikan gurame Mulai dari yang kecil sampai i
    dari yang kecil sampai yang ukuran agak besar, sudah berjalan
    sekitar 4 bulanan, tapi akhir-2 ini ikan gurame saya rata-2
    terserang penyakit seperti koreng dan lecet2, awalnya cuma
    bintik putih kecil, kemudian lama kelamaan menjadi lebar,
    memang ikan tidak langsung mati, tetapi saya jadi bingung
    karena hampir sebagiannya terserang penyakit itu. Mohon
    petunjuk dan obat untuk mengatasinya. KOlam saya terbuat dari
    semen Mas, karena terletak di depan rumah, dengan ukuran
    kedalaman 1M, Lebar 2 M dan Panjang 2,5 M. Tks

  4. Wah makasih banget mas infonya, rerus terang saya baru mau mencoba ternak gurame…jadi butuh referensi yg banyak…masalahnya tanah lahan gk ada..pekarangan belakang jadi sasaran..yg mau ditanyakan mas..boleh gk kolamnya di semen..alias tidak digali..apabisa diternakkan..
    mksh sebelumnya…

  5. boos kasih makan gurami yg berumur sepuluh hari pake’ kuning telur rebus atau mentah ? terimakasih atas info nya …..(sukses)

    • Pak, saya ada tanah pribadi 400m2 di meruya belakang Univ. Mercubuana. mohon rekomendasi bila ada kawan ahli menjalankan operasional ternak gurami, saya ingin kerja sama mengembangkan ternak gurami. metode bagi hasil laba bersih dari penjualan juga boleh atau borongan. harap hubungi saya jakub 08121001792. terima kasih

  6. Terimakasih pelajaran di atas, saya ucapkan bayak terimakasih dengan ini saya jadi tambah pengalaman atas cara budidaya ikan gurameh.
    Salam kenal dari muse muslih yg mencoba berbudidaya ikan gurameh.

  7. untuk yg baru mau belajar budidaya gurami
    kami mengadakan pelatihan cara budidaya gurami
    info lebih lanjut hub hp:085 290 363 823

    • om sya punya kolam ukurannya 6 X 11/2 m dalam 60 cm untuk budidaya gurami sebaiknya d isi berapa ekor trims sebelumnya…………..

  8. Saya hobby sekali makan gurame, digoreng, bakar… Naah kalo saya punya kolam ikan 1,5mx0,5mx0,75m, bisa ga untuk pelihara gurame? Kan lumayan kalo bisa beli yang kecil, dikasih makan trs jadi gede dimasak :), tapi kolamnya pake keramik, (dasar kolam dan dinding kolamnya) dulu dipakai anak saya pelihara lele…

  9. Mas, saya di makassar-sorowako, dimana saya bisa dapat bibit ikan gurami ? Kalau mas punya bibit ikan gurami, saya mau beli, berapapun harganya dan diusahakan sekilat mungkin tiba di tanganku. Masalah harga kita nego via telepon ( no Hp ku : 081355752729 // email : eugeniuslewar@gmail.com ), setelah itu saya transfer uangnya lalu mas kirim bibitnya.

    salam
    Eugenius Lewar

  10. om saya mau belajar ternak gurame neh dtmpat saya 0,5m udah kluar air apa bisa ternak gurame di air yg mengalir/sumber air.
    trus cara buat kolamnya gimana neh om…???thx atas infonya ya…!!??

  11. mas bambang, jenis gurami yg warna silver, katanya lebih cepat pertumbuhan nya, apa benar? bagaimana kalau pemijahan telur nya, di kolam terpal? apakah kolam yg tidak punya irigasi, bisa utk budidaya gurami? trimakasi sbelum nya mas… saya surya,di kampar riau.

  12. aswrwb. Punten, saya baru coba2 memulai ternak gurame, di ciampea. Mohon informasi beberapa dari teman2 yang mengetahui :
    1. kalau di daerah bogor, pengepul ikan gurame di mana ya.
    2. untuk daerah bogor, dimana ya yang sudah mencoba ternak gurame dengan terpal, apakah boleh saya sekali-kali berkunjung ingin tahu.

    trm ksh

    wass wrwb.

  13. salam kenal pak,,,saya pandapotan dari serdang bedagai sumatra utara,,,,saya minta tolong dibuatin taksasi dana untuk budidaya pembesaran gurami dilahan seluas 1000m dan apa saja yang diperlukan mulai awal hingga panen pembudi dayaan ikan gurami…terimah kasih atas info nya,,,,salam sukses…

  14. pak… mba… minta tolong donk buatin tabel kandungan gizi ikan gurame sebagai alasan kenapa masyarakat suka dan harganya mahal..???

  15. saya dari jambi bangko saya punya kolam yang airnya mengalir kurang lebih panjangnya 50m lebar 15 kira2 muat berapa ikan gurami terima kasih

  16. Boz.
    Saya bru pertama kali mulai mencoba ternk gurameh dgn kolam seluas 50 m idealny muat berapa kg bibit gurameh.
    Kalo pake terpal mempengaruhi/sulit berkembang g?
    Makasih.

  17. Terimakasih sudah sharing pengalaman Bapak, mohon penjelasan bila akan beternak gurame tetapi tidak ada saluran air yang mengalir jadi hanya menggunakan pompa air.
    Terimakasih.

  18. Asslamualaikum…..
    maaf pak,mautanya ni kalau ternak gurami di tanah sawah dan kolam bahan semen mana yg lebih bagus untukkondisi perkembangan gurami……

  19. mantap, sy br belajar neh, mudah2an berhasil sesuai dengan yang diangankan.
    untuk umuran gurame sekitar 2 jari klu dikasih pellet yg kecil musti berapa banyak kang ?
    klu untuk daun talas sendiri sudah dicoba, trus berapa kali dalam sehari kita musti kasih pellet kang ?
    makasih kang

  20. wahhh mantaf……….. ane jg pengen..
    lahan pekarangan sudah punya.
    langkah apa yg harus sy lakukan terlebih dulu gan, sebelum terjun didunia gurami?
    mkasih infonya

  21. info yang sangat membantu terimakasih pak.. saya baru mencoba setahun ini tapi hasilnya belum cukup memuaskan.. ikannya gak berkembang pak apa ada hal yang perlu dilakukan pak..?

  22. Saya yang baru mau belajar pembenihan ikan gurame dengan membaca serba-serbi beternak gurame, Pak bambang yang cukup jelas dan detail sehingga saya dapat dengan jelas bagaimana cara pembenihan ikan gurame, Namun klo bisa sarang gurame dibuat gambarnya dalam beberapa bentuk dan bahan yang lazim dipakai, Agar dapat jelas bagaimana bentuknya sarang gurame.
    Terimakasih

  23. mau tanya, kalo misalnya kolam itu alami, maksudnya setelah
    digali langsung di airi terus gurami langsung d masukkan,
    kira2 g pa2 kan?trims

    • Ya tentunya klo kolam yg bru digali biasax kandungan besi, mangan, almunium cenderung tinggi n ph relatif rendah sebaikx kolam anda di beri kapur bakar setlh itu beri pupuk kandang, urea n tsp sckpx stlh air mulai brwarna hijau pd tingkat kecerahan 30 cm bru bibit ikan bs ditebar

  24. ass
    apa pemasaran gurami semudah memasarkan ikan lele..
    saya ternak gurami,tapi begitu siap panen,banyak pengepul yang tidak mau menerima…
    tolong kasih tahu pengepul di area solo…
    mksh atas wawasan mengenai gurami….
    wss

    • bs hubungi alamat ini pak, beliau punya gerai ikan segar………JL. NANGKULO 13 PERUMAHAN KPN ASIH KLODRAN SOLO-KARANGANYAR
      HUBUNGI : WIBOWO JOKO TELP. 0813 2919 4088

  25. wah,thanks berat kang atas infonya soal betrnak gurami…
    semoga bermanfaat untuk semua yang ingin betrnak Gurami…
    caeeeeemmm….Guramiiii…

  26. terima kasih om dah boleh bc artikelnya ya?saya di madiun,sbagai pemula mohon saranya cara ngasih pakan pelet yg benar,jg mohon info penjualan ikan gurami terdekat,atas kerja samanya saya ucapkan bnyk terima kasih……

  27. boleh tidak saya minta no hp bapak dan alamat kolam tempat pemeliharaan ikan gurame karena saya tertarik untuk berternak ikan gurame

    • Tidak masalah Om asal bukan kolam baru. Kalau kolam baru, perlu diairi dulu, biarkan samaai sepekan, kemudian air dibuang. Lakukan setidaknya sampai 3 kali. Perlu dilakukan agar ikan tidak tercemari sisa semen/ kapur dll.

  28. salam kenal dari saya abudin. thank’s tuk tulisanya bagus bangat… minta alamat lengkap doong….. kpingin belajar langsung niiih….

  29. Penjelasan dan pengalaman nya bagus sekali………saya juga pengin beternak ikan gurami…..untuk kolamnya apakah air nya harus mengalir???juga apa kolam ndak perlu dilapisin terpal???apa emang harus dinding tanah????trims banget sebelumnya

  30. pak kalau boleh tau anda citayamnya daerah mana, apa boleh saya berkunjung ke btempat anda?
    kebetulan saya juga tinggal di citayam dan sedang mencoba membesarkan gurami sata
    saat ini saya sedang mencoba dari memebeli telur gudrami dari peternak di cdaerah sasak panjang
    dan alhamdulilah saat ini sudah seukuran gabah.

    terima kasih

    Doni Tri Handoko
    0878 7746 3978

  31. Assalamualaiku…
    Saya seneng sekali bisa tau ilmu ttg ternak gurami, saya memang trrtarik utk budidaya ikan tersebut.yg saya tanyakan apakah ada pengalaman jika kolam gurami tersebut bukan dibuat kedukan tanah alias klo kolamnya kita buat dr batu bata dan semen?
    Mohon bantuannkrian.

  32. TRIMAKASIH ATAS PENGALAMANNYA.SY INGIN SEKALI TERNAK IKAN GURAMI TP SY BELUM PUNYA PENGALAMAN PRATEK HANYA KEMAUAN BESAR AJA.HINGGA ENGGAK PD BAGAI MANA SARANNYA MENGATASINYA KETAKUTAN2 DALAM HATI INI,NAMA ADBUR ROHMAN [GUS DUR], ALAMAT;KEPUNG.KEDIRI.JATIM.TLP[081335533464]

    • danang :

      ass…saya berternak gurameh dr telor sampai sebesar korek,tapi saya masih kesulitan untuk pemasarannya.di pasar manakah saya harus menjualnya kembali
      beji,purwokerto.jateng.tlp{081225281838}

  33. saya coba terjun didunia ikan gurami, kolam saya ada 4,
    dengn ukuran 2×6 m. sistem pengairan udah bagus. saya mulai
    dengan umur ikan 3-4 hari kemudian kira – kira umur 2 bulan
    ikan banyak yang mati.minta tolong infonya?

  34. salam kenal kpd Yth pak mimbar seputro

    saya mau tanya,saya punya kolam dengan ukuran 2x5m,yang pas disi ikan gurami berapa ekor za?tolong dbalas

  35. YTh Pak Mimbar Seputro

    saya tertarik untuk bisa menimba ilmu atau mungkin bisa kerja sama dengan Bapak.

    SAya sedang berencana membeli kolam ikan gurame di sekitar Parung, luas sekitar 1 ha, hanya saya belum mendapatkan orang yg expert untuk menangani kolam saya.

    Apakah bpk bisa membantu ?

    salam,

    Agung – 081585100316

  36. Sebagai pemula tentu informasi ini akan banyak manfaatnya. Karena beternak gurami katanya banyak mendulang keuntungan kalau dikelola secara benar.

  37. salam kenal…sy sdg mencoba ternak gurame skrg sy mempunyai +/-6000 ekor ikan dgn ukuran kuku jari manis org dewasa.rencana sy ikan tersebut akan sy tebar k kolam yg terbuat dari dinding dan lantai semen.bgman bs g ya…?

    • allo saya baru cari ilmu nech buat ternak gurami kebetulan mertua punya empang yang kurang di optimal kan jadi saya mau coba pinjam dari beliau tapi untuk itu saya cari ilmu dulu

      terima kasihatas share nya.

      saat ini juga saya butuh untuk tau kalo saya mau beli bibit gurami yang itu di daerah bogor dimana yach ??

      oyach sistem apa juga yang bikin gurami itu berkembang dengan baik

      dan1 lagi yang tidak kalah penting pembeli nya kita dapat dari mana yach ??

      maaf bila pertanyaan ini sedikit konyol tapi ini benar ada nya

      saat ini saya sedang mencoba untuk memulai yang baru

      terima kasih

      salam

      Nurman

  38. maf om mau tanya kalo kolam dengan ukuran 100 cm x 100 cm x 100 cm, kita taruh bibit berp ekor yah? saya bingung ne om… ada tgas guru yang blum saya selesaikan

  39. kalo budidaya gurame di terpal gimana? kerhitungan biaya dan keuntungan serta perkiraan keberhasilanya gimana?

    aq mau coba nih. ada lahan tapi pakenya air sumur atau air PAM

  40. salam

    gurame oh gurame

    gurame selain enak dimakan juga enak buat cari uang.

    boss saya mau tanya apa resep yang paling mujarab buat induk gurame supaya rajin nelor, meskipun musim hujan. terimakasih boss,

    buat semua orang yang baca ini, saya mau kasih kabar, kalau mau beli bibit gurame sama saya bisa, email aja ke albertloe@ymail.com

  41. Boz, saya kagum ama Boz. Saya teh punya beberapa kolam beton ukuran 5 X 5M di Indramayu. didalamnya ada kira2 300 ikan kecil 6 cm, sebab tadinya emang ada sepasang gurame. Gmn ngebedain antara gurame dan nila pada ikan2 sebanyak itu? Tks ya Boz.

  42. Salam..

    Pak, saya sudah mulai ternak gurame dari akhir april 2009 lalu, di daerah ciseeng, parung. Saya naro 5000 bibit seharga Rp 500, tapi kenapa ya Pak, sampai hari ini ( 27 Juni 2009 ) tinggal 1800 ekor. Apa yang salah pak??

  43. kayaknya uraian penetasan telur gurame salah deh !masa dalam tempo 20-30 hari baru muncul larva, padahal di usia itu anak gurame sudah seukuran biji oyong. gurame menetas dalam 3 hari, lalu usia 11 hari sudah mulai makan ( daphnia atau cacing tubifex ) lagian penetasan gurame pada air yang bersih artinya tidak harus menunggu tumbuhnya phytoplankton atau zooplankton. mohon diteliti kembali, biar tidak menyesatkan para pemula, terima kasih.

    Jawab:
    Terima kasih masukannya Om. Nanti saya sampaikan ke teman (penulisnya). Sekali lagi terima kasih atas masukannya.
    Salam hormat.

  44. saya maw nanya…

    saya pnya beberapa kolam ukuran 3×8 meter.. bentuk persegi panjang.,

    kedallaman sampe 1.5 meter……. itu sebaiknya muat brp

    gurame ya?? kira2 panen (siap dijual kepasaran) brp bulan ya?

    perkilo brp an yah?????? 1 ekor gurame siap panen beratnya

    sekitar brp?????? makanannya sampai jd siap panen brp ya?

    pelet doang cukup ap lbih baik dtmbhkan daun2 an di atas?

    trus benihnya brp ya???

    msh pemula….

    airnya harus bersih/jernih? gk boleh air kotor?

  45. Sharing yang bagus om ..

    boleh saya main ke kolam om ..

    kebetulan saya tinggal di bojong gede – gaveri 1

    saya tertarik karena ada kawan yang punya puluhan indukan yang tidak dimanfaatkan, dan saya ingin memanfaatkanya dilahan belakang rumah

    makasih om

  46. pak saya mau tanyak untuk ukuran kolam gurame yang efektif berapa ?

    Jawab:
    Fleksibel saja Om, yang penting kecukupan persyaratan air dan pakannya.

  47. salam kenal, pak…

    saya tertarik dg tulisan bapak dan mau belajar ternak gurami. yang ingin saya tanyakan bisa gak ternak di kolam semen atau kolam terpal?mohon penjelasan.terima kasih.

    Jawab:
    Secara prinsip bisa saja. Cuma untuk jelasnya, coba deh langsung tanyakan ke Om Mimbar di http://mimbarsaputro.wordpress.com.
    Begitu ya… Salam saya untuk beliau kalau sempat mampir ke blog Om Mimbar.

  48. Halo Pak Duto,
    Salam kenal.

    Kalau daerah Legok – Tangerang cocok gak buat kembang biakin Gurami?
    kebetulan saya punya lahan sendiri dan mata air / empang sendiri.

    Jawab:
    Saya tidak tahu kondisinya Om, gurami biasanya suka / lbagus di daerah relatif dingin dengan suhu udara yang relatif stabil (amplitudo-nya).

    Thanks ya Pak.

  49. Malem pak,
    Boleh tau donk alamatnya dimana ? saya pengen belajar banyak nich !! kebetulan saya orang bogor..trims lho !!

    Jawab:

    Mengenai saya, bisa dilihat di sini, Om.

  50. wow mas, blog yg luar biasa bermanfaat buat saya yg pengen iseng2 piara gurame tapi gak berhasil2. ternyata banyak yang salah ya.. sukses buat mas duto!

    Duto:

    Trims telah berkunjung.

    Salam,

  51. saya punya kolam kecil di rumah yg terbuat dari semen dan di keramik, tadinya buat ikan hias dan iseng saya kasih gurame 30 ekor ukuran korek.

    (ukuran kolam : panjang 300cm x Lebar 150cm x tinggi air 60 cm)

    tapi sudah ampir 1 bln sisa hanya 12 ekor, selebihnya mati karena jamur dan ada yg mati lemas (saya lihat banyak lendir di tubuhnya).

    kondisi kolam : air jernih karena saya kasih filter

    isi kolam ikan : gurame, patin, mas, nila, bawal & koi

    pakan : 100% pelet ikan.

    bolah kasih tips supaya gurame bertahan hidup ??

    kondisi terakhir kolam saya sekat, jadi semua gurami tidak bercampur dengan ikan lain, tapi air tetap sama. (pake sekat kawat nyamuk).

    Jawab:

    Menurut pengetahuan saya yang dangkal soal gurami, itu dikarenakan gurami kalah bersaing dalam mengkonsumsi pelet. Yang jelas, gurami Om perlu diberi pakan daun-daunan terutama daun talas dan daun kates/pepaya. Kalau diberi dedaunan, dijamin guraminya sehat2 karena itu memang pakan utama dia.

    Juga, kalau gurami yang ditebar masih seukuran korek, berapa besar bawal atau juga patin yang juga ditebar di sana? Kalau patin dan bawal lebih besar, bisa jadi anakan gurami dimakan oleh kedua ikan yang kadang muncul sifat kanibalnya.

    Kalau untuk senang-senang, pelihara saja yang sudah agak besar, jadi risiko mati lebih kecil.

    Salam,

    Duto

Komentar ditutup.