Kiat para artis pelihara burung

Banyak kiat dilakukan artis dalam memelihara kesehatan burung sekaligus kesehatan keluarga mereka. Berikut ini tuturan mereka kepada Nova ketika dimintai pendapat soal hubungan kesehatan burung dan manusia beberapa waktu lampau.

Di samping rumah Denny Chandra di bilangan Bintaro, Jakarta selatan, ada sepetak tanah khusus untuk memuaskan hobi Denny. Lebih dari 25 ekor burung lokal dan luar, serta beberapa ayam terawat rapi di area ini. Ada burung anis merah, anis kembang, pentet, lovebird, branjangan, murai, kacer, ayam serama, dan sebagainya.

Hobi mengoleksi burung dan ayam diakui pentolan P Project ini diawalinya sejak tiga tahun lalu. Suami Debbie Febriana Widayanti ini bisa menghabiskan puluhan juta untuk membeli burung atau pun sangkar dari gading. Nah, untuk mengurus peliharaannya, Denny dibantu dua orang pegawainya.

Merebaknya flu burung memang tak membuat Denny risau. Tapi tetap saja ia khawatir. Apalagi sekarang Debbie sedang hamil tiga bulan dan anak pertamanya, Putri Adristi Arundaya Iriana baru berusia 11 bulan. “Ngeri juga, sih. Mereka, kan, kondisinya sangat rentan. Saya melarang mereka dekat-dekat kandang burung. Ayam juga tak dilepas. Tidak enak dengan tetangga.”

Maaf menyela: Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis... Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Untuk antisipasi awal, Denny lebih rajin mengontrol pekerjaan anak buahnya, terlebih soal kebersihan kandang, kelembapan, atau sarung penutupnya belum dicuci. “Air minum dan makanan wajib diganti setiap hari. Mereka juga wajib memperhatikan kondisi burung atau ayam.”

Tetapi agar lebih meyakinkan, Denny juga memeriksakan burung dan ayamnya ke rumah sakit khusus hewan di Ragunan. “Meski sibuk, saya sempatkan membawa ayam dan burung-burung periksa. Lega rasanya saat hasilnya semua negatif,” jelas Denny yang makin rajin memberi peliharaannya vitamin dan antibiotik.

Selain itu, sebagai pencegahan, Denny tidak mengikutkan peliharaannya untuk lomba. “Kami harus waspada. Jangan sampai peliharaan kami terkontaminasi virus dari binatang lain,” jelas Denny yang untuk sementara tak akan menambah koleksi lagi. “Saya juga berharap pemerintah dan perkumpulan pecinta burung lebih mensosialisasikan masalah ini agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.”

Soraya Haque, Disinfektan & Jaga Kelembapan

Kegemaran memelihara binatang sudah dilakoni Soraya Haque dan sang suami, Eki Soekarno, sejak 1994. Di depan tempat tinggal mereka kini bahkan dibangun sebuah taman terpisah yang cukup luas dan rimbun untuk menaruh sekitar tujuh sangkar berukuran besar untuk menampung lebih dari 20 ekor burung dan ayam. Mulai dari jenis merpati hingga burung hantu pun ada. Benar-benar seperti taman burung mini!

Semenjak kasus flu burung merajalela Soraya mengaku lebih awas terhadap binatang peliharaannya. “Wah, kalau sekarang saya sering deg-degan. Belakangan, setiap bangun tidur di pagi hari saya cepat-cepat nengok kandang. Takut-takut ada burung atau ayam yang mati. Malam juga begitu, sebelum istirahat lari ke kandang dulu,” ungkapnya yang saat ditemui didampingi tiga buah hatinya, Valeri (13), Nadia (10), dan Belmiro (7). Sementara Eki tengah bertugas ke Papua.

Soraya juga mendatangkan dokter hewan dari IPB untuk memeriksakan kesehatan semua binatang peliharaannya. “Saya inginnya, sih, semua binatang peliharaan diberi vaksin. Saya dengar di Indonesia juga sudah ada vaksin untuk mencegah binatang peliharaan dari virus flu burung. Tapi sayang jumlahnya masih sangat terbatas,” ujarnya.

Tapi yang pasti, imbuhnya, tentu semua pencegahan itu harus dimulai dari dalam diri sendiri. Banyak hal yang Soraya lakukan, seperti menerapkan pola hidup bersih, menjauhkan faktor-faktor pemicu seperti mengurangi konsumsi ayam dan menggantinya dengan ikan, lebih menjaga kebersihan badan, menjauhi beberapa tempat umum yang rentan penyakit tersebut, dan juga memberikan penjelasan yang mudah dimengerti soal flu burung ini pada anak-anaknya.

“Apalagi anak-anak saya masih kecil. Jadi mereka selalu bertanya kalau melihat berita di televisi. Wah, pokoknya selama ada wabah ini saya merasa lebih cerewet pada suami dan anak-anak. Selalu mengingatkan jangan lupa cuci tangan. Tapi kalau kontak ke binatang peliharaan tetap saya perbolehkan, selama kita yakin kondisinya sehat,” ungkapnya.

Adakah perawatan khusus untuk binatang peliharaannya kini? “Sejak virus flu burung makin merajalela, saya lebih rutin menggunakan disinfektan untuk mensterilkan kandang. Memberi mereka tempat yang cukup terkena sinar matahari, mengingat di Indonesia tingkat kelembapannya termasuk tinggi. Lalu jika memungkinkan, sebaiknya binatang peliharaan ditaruh terpisah dari rumah utama,” jelasnya yang berharap pemeriksaan bukan hanya dilakukan pada burung dan ayam, tapi pada semua jenis unggas dan para burung migran.

Rudy Choiruddin, Dari Vitamin Hingga Vaksin

Jangan kaget bila berkunjung ke rumah si ahli masak yang satu ini. Pasalnya, lebih mirip kebun binatang mini. Rudy Choiruddin memelihara tak kurang dari 150 burung berbagai jenis dan unggas lainnya. Walau wabah flu burung merajalela, Rudy tetap yakin semua peliharaannya dalam kondisi sehat. “Virus flu burung itu dibawa dari luar. Nah, kalau binatang yang dipelihara di rumah itu pastinya lebih steril,” ujarnya.

Pun demikian tetap saja ia waswas. Jangan sampai peliharaannya terkena, karena bagaimanapun Rudy tidak tega memusnahkan burung-burungnya itu. “Apalagi tiap lihat di televisi ada pemusnahan burung dan unggas, saya bisa menangis. Karena bagi saya mereka itu bukan hanya peliharaan, tapi juga teman. Sebetulnya saya pun beli bukan untuk koleksi, tapi terlebih karena saya memang pecinta burung. Saya enggak pernah beli burung mahal, malah lebih suka memelihara burung yang cacat. Ada yang sayapnya patah, buta, pincang dan sebagainya,” ungkapnya.

Sekarang, memberi perhatian ekstra tentu saja hal yang utama. Intinya, menurut Rudy agar terhindar dari flu burung tentu kita harus lebih perhatian, merawat dengan baik, dan menjaga kebersihan.

Rudy berkisah, setiap hari sejak jam 5 subuh ia sudah sibuk membuka semua kain penutup kandang. Lalu burung-burung itu diembunkan di sekitar rumah agar mendapat udara pagi. Air embun, kata Rudy, banyak mengandung mineral. “Saat matahari terbit semua burung dimasukkan dalam keramba untuk dimandikan menggunakan sampo khusus agar semua virus dan kutu mati.”

Barulah burung-burung dimasukkan ke sangkar yang sudah dibersihkan. “Lalu dijemur sambil diberi makanan berupa pur buah, serangga dan pucuk daun.” Rudy juga memberi minuman khusus, air minum plus obat yang mengandung 44 mineral. Dua kali seminggu sang burung dapat jatah vitamin tambahan dan dua minggu sekali diberi antibiotik dosis rendah.”

Rudy juga punya dokter langganan untuk peliharaannya. Untuk burung yang beratnya dibawah 150 gram, tiap 3-6 bulan disemprot vaksin di kelenjar matanya. Dan yang diatas 150 gram disuntik setahun sekali. “Kalau sekarang sih saya merasa yakin peliharaan saya sehat semua. Saya bisa melihat dari sorot mata dan suaranya. Karena saya dari kecil sudah memelihara, jadi saya lebih peka,” ujarnya yang dijuluki sebagai tabib binatang.

Dan yang tak kalah penting, sambungnya, tentu saja bukan hanya peliharaan kita yang diperhatikan, justru badan dan lingkungan rumah kita sendiri juga yang tak luput diperhatikan. Saya selalu olahraga, makan teratur dan rutin mengkonsumsi suplemen,” ungkapnya. (Nova)

Bagaimana dengan Anda, apakah Anda juga peduli kepada kesehatan burung dan keluarga Anda? Pastikan kesehatan burung dengan produk berkualitas dan berkelas.

Salam.

Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.

1 Comment

Komentar ditutup.