Intermezo: Atasi hidrosefalus dengan kombinasi temulawak, mengkudu, sambiloto, dan ciplukan

Pastikan burung ngerol, ngekek, gacor klik di sini. Supaya beranak pinak? Klik di sini

Temulawak sebagai obat hidrocefalusHidrosefalus atau masuknya cairan ke otak bisa menyerang orang semua umur. Jika Anda sering pusing dan muncul beberapa gejala seperti gejala stroke, bisa jadi itu adalah hidrosefalus atau hidrocefalus. Obat herbal kombinasi rimpang temulawak, buah mengkudu, daun sambiloto dan ciplukan ternyata bisa atasi penyakit itu. Benarkah hifrosefalus bisa diatasi dengan cara herbal yang murah dan terbukti mujarab tersebut? Simak artikel intermezo ini.

Ciptadi Budiarti bergegas mengonsumsi obat dokter ketika tekanan darah meningkat, 150/110 mmHg (tekanan darah normal 120/80 mmHg). Setelah minum obat, rasa berat di tengkuk berangsur-angsur berkurang. Namun, pada Maret 2011 tekanan darahnya naik 190/110 mmHg;  200/140 mmHg pada Oktober 2011. “Diberi obat dokter bukannya membaik, malah pingsan,” ujar Ciptadi. Keluarga membawa pria 48 tahun itu ke rumahsakit.

Dokter di rumahsakit menduga Ciptadi terkena stroke. Untuk memastikannya, ayah 3 anak itu harus menjalani computed tomography (CT scan). Hasil CT scan menemukan adanya cairan di kepala Ciptadi. Solusinya harus operasi untuk mengalirkan cairan di otak ke lambung.

Semua umur

Maaf menyela: Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis... Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Selama 2 pekan menjalani pengobatan di sebuah rumahsakit di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kondisi Ciptadi tidak membaik. Selang oksigen terpasang di hidungnya, jarum infus menancap di tangan,  tidak bisa duduk, kaki bengkak, panas, pandangannya kabur menjadi ganda dan terlihat miring. “Kesadarannya terganggu dan  diajak bicara tidak nyambung,” cerita sang istri, Beti Renita.

Beti tak tega melihat kondisi suaminya yang  terbaring lemah. Namun, menjalani operasi juga memerlukan banyak biaya. Seorang teman menjenguk Ciptadi di  rumahsakit, memotret, dan mengunggah di situs jejaring sosial. Di luar dugaan, ternyata  teman-teman Ciptadi itu dengan sukarela mengumpulkan dana untuk operasi.

“Teman-teman Bapak menyuruhnya untuk segera operasi dengan dana yang terkumpul,” ujar Beti. Namun, Beti meminta waktu 2 pekan untuk menyembuhkan suaminya tanpa melakukan operasi. Beti pun menceritakan kondisi suaminya kepada dr Elfida Zulkarnain di Cempakaputih, Jakarta Pusat.  Elfida memberikan instruksi via telpon kepada Ciptadi: mengangkat tangan dan kaki serta lidah miring atau lurus.  Ciptadi mampu menjalankan semua instruksi itu.

“Saya menduga dia tidak terkena sroke karena masih bisa melakukan instruksi yang saya berikan,” ujar dr El. Ia pun menyarankan Ciptadi melakukan terapi akupuntur untuk mencegah pembuluh darah pecah karena tekanan darahnya  tinggi, sedangkan penyembuhannya menggunakan herbal. Ternyata dugaan El terbukti, Ciptadi  tidak terkena stroke, tetapi hidrocefalus yang dibuktikan dengan hasil CT scan.

Hidrosefalus merupakan pembesaran kepala abnormal karena gangguan pengaliran cairan otak. Pembesaran ini terjadi akibat sumbatan pada rongga otak (ventrikel) atau sistem saluran lainnya. Pada keadaan normal, cairan otak mengalir melalui rongga-rongga yang terdapat di dalam otak, di sekitar otak, dan sumsum tulang, untuk diserap ke dalam sistem sirkulasi darah.

Penimbunan cairan di dalam otak akan menekan bagian-bagian otak serta beberapa saraf yang berdekatan. Akibatnya, timbullah gangguan fungsi saraf otak, kejang, dan pada bayi terjadi pelebaran celah antar tulang tengkorak. Jumlah kasus hidrosefalus di Indonesia  0,2—4% setiap 1.000 kelahiran. Hidrosefalus dapat terjadi pada semua umur.

Batal operasi

Ciptadi juga sering mengeluhkan sakit sebagai  akibat adanya cairan di otak.  “Pembungkus otak meregang dan sel saraf otak terdesak sehingga bisa menyebabkan koma. Tekanan darah yang tinggi menyebabkan pembuluh darah tertekan dan bisa pecah,” ujar dr Elfida. El menjelaskan, jika ada cairan di otak, berarti terjadi penyumbatan di cairan paru dan ginjal yang berhubungan dengan  sumsum tulang belakang, otak, dan gangguan keseimbangan.

Ciptadi mengonsumsi kapsul herbal kombinasi rimpang temulawak, buah mengkudu, daun sambiloto, dan daun ciplukan. Ia mengonsumsi 2 kapsul masing-masing 3 kali sehari. Elfida memberikan herbal dalam bentuk kapsul karena Ciptadi tidak dapat mengonsumsi rebusan karena ginjal tak berfungsi optimal.

Elfida menjelaskan, jika kerusakan  sudah sampai ke otak, ginjal, paru, dan jantung berarti sistem organ-organ itu sudah tidak jalan. “Keseluruhan herbal berperan dan saling melengkapi,” ujar El. Dua hari mengonsumsi herbal, Ciptadi sudah mampu berjalan ke kamar mandi sendiri. Itu adalah suatu hal yang mustahil ia lakukan saat sakit karena untuk duduk saja tidak bisa. “Saya juga heran dua hari sudah bisa jalan,” tutur Ciptadi.

Menurut Elfida rimpang temulawak memperbaiki fungsi lever dan melancarkan transportasi cairan tubuh. Ciplukan memperbaiki oksigenasi dan daya tahan tubuh. Daun sambiloto Andrographis paniculata antinyeri dan antibengkak. Buah mengkudu menetralkan tekanan darah dan memperbaiki otak. Riset Dr Ralph Heinicke, di Hawaii, Amerika Serikat, membuktikan bahwa mengkudu mengandung pro-xeronine yang dapat memproduksi xeronine dalam tubuh. Xeronine berperan memperbaiki dan meregenerasi sel yang rusak.

Herbal-herbal itu memperbaiki fungsi paru dan ginjal sebagai tempat air serta limpa sebagai jalur lumpur. Akibatnya keseimbangan cairan di tubuh Ciptadi membaik. Penglihatan yang semula lari ke kanan dan kiri objek,  kini mulai lurus artinya penyumbatan sudah diperbaiki. Bicara sudah mulai lancar, fungsi lidah dan jantung membaik. Jalan sudah tidak goyang, berarti sistem ginjal untuk keseimbangan sudah berfungsi. Pasien bisa tertawa dan berpendapat artinya fungsi otak mulai membaik.

Elfida semula merasa berat, karena hanya dalam 2 pekan harus “membangunkan” orang yang tidak bisa duduk.  “Jika salah, saya harus siap dimarahi karena rekan-rekannya sudah siap uang untuk operasi,” ujar Elfida. Namun, dengan kepasrahan, keyakinan, dan doa, Cipatadi kini sudah sembuh.

Ciptadi dan keluarga mengucapkan terimakasih kepada seluruh rekan yang turut memberikan bantuan bagi penyembuhannya.  Meski kondisi membaik, pria yang tinggal di Cibinong itu masih mengonsumsi kapsul herbal untuk menjaga kestabilan kondisinya. Sebagai tambahan, Elfida menambahkan pegagan untuk memperbaiki saraf. (Desi Sayyidati Rahimah/trubus-online.co.id)

Artikel terkait bisa dilihat di kategori pengobatan herbal (klik ini).
Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.

10 Comments

  1. saya mau tanya, apakah kapsul2 herbal seperti rimpang,ciplukan dll itu sudah di jual di pasaran, dan saya bisa wendapatkanya dimana ?

  2. I know this site provides quality based articles or reviews and other information, is there any other web site which gives these kinds of things in quality?

Komentar ditutup.