SKL BF sediakan Rp. 10 juta untuk yang bisa sharing ciri murai batu medan-non medan

Shakila BirdFarm (SKL BF) menyediakan bonus Rp. 10 juta bagi muraimania yang bersedia berbagi ilmu tentang ciri murai batu (Sumatera) medan dan non medan. “Saya sediakan 10 juta rupiah tunai dan jamuan makan minum selama berada di farm kami, SKL BF Jatibarang.”

Demikian disampaikan majikan SKL BF, Dipl. Ing. H. Syamsul Saputro, kepada Om Kicau berkaitan dengan kontroversi asal murai batu dari kawasan Pulau Sumatera bagian utara itu. Kontroversi ini selalu muncul dalam diskusi antar-muraimania dan tidak pernah ada titik temunya.

“Saya ada banyak murai batu dari beberapa wilayah Sumatera Utara dan ada banyak juga dari berbagai wilayah di Provinsi Nanggro Aceh Darusalam. Saya langsung datang ke habitatnya, langsung melihat cara memikatnya. Nanti saya jejer 10 ekor murai yang beda habitat. Kalau ada muraimania yang bisa menebak secara betul asal habitat 6 ekor saja, dan mau membeberkan cara pembedaannya, saya sediakan uang tunai Rp. 10 juta. Tentu juga dengan jamuan makan minum gratis selama berada di  Jatibarang,” kata dia.

TBB bikin burung ngos jadi joss
Dipl. Ing. H. Syamsul-Saputro
Dipl. Ing. H. Syamsul-Saputro

Tantangan itu dia sampaikan karena selama ini banyak orang yang menyebutkan punya murai batu aseli medan, murai batu aseli Aceh dan sebagainya, tetapi tidak berdasar pemahaman yang memadai. “Kalau memang dia berilmu seperti itu, kami undang untuk berbagi ilmu di Jatibarang, markas SKL,” kata Om Syamsul.

Berkaitan dengan masalah murai batu medan – non medan ini, pernah Om Kicau tulis panjang lebar di artikel “Murai batu medan,ada enggak sih?”

Intinya, memang tidak mudah dan bahkan nyaris mustahil untuk bisa menyebutkan secara pasti ciri-ciri murai batu medan-non medan. “Di Sumatera Utara (Medan) ada beberapa habitat murai batu, demikian pula di NAD (Aceh). Beda murai batu dari habitat yang berbeda itu tidak menunjukkan ciri fisik yang signifikan.”

Ditanya bagaimana selama ini SKL BF mendapatkan indukan yang bukan beli di arena lomba, Om Syamsul menjelaskan bahwa yang dia pilih adalah burung-burung murai batu yang menonjol atau seakan menjadi “pemimpin” di habitatnya. “Untuk mengejar murai batu yang seperti ini kadang memerlukan waktu pikat berhari-hari, atau bahkan bulan. Murai yang seperti inilah mentalnya sangat bagus dengan volume yang dahsyat,” katanya.

Untuk mengetahui bagaimana cara pemikatan burung murai batu pilihan yang selama ini dilakukan pemikat di habitat murai batu, Anda bisa melihat melihat artikel ini: Jejak rekam pemikatan murai batu: Sulitnya menangkap bicok… atau bisa juga Anda menyimak pengalaman SKL dalam berburu indukan murai batu di wilayah Suamtera di website resmi SKL BF.

Pertanyaan primitif

Berkaitan dengan masalah asal murai batu ini pula, salah satu dedengkot murai mania, H Elviano Indramayu pernah mengatakan kepada Om Syamsul , “Jangan pernah bertanya soal asal murai batu, medan atau bukan medan. Itu pertanyaan nggak ada jawaban pastinya. Itu pertanyaan primitif.”

Jadi begitulah sobat, jika Anda berkemampuan bisa menyebutkan secara pasti apa itu ciri-ciri murai batu medan dan non-medan, yuk kita janjian bareng-bareng main ke penangkaran SKL BF di Jatibarang, Indramayu.

Tentulah, selain bisa bersilaturahmi dan berbagi ilmu, Anda akan mendapat bonus cuma-cuma Rp. 10 juta dari Om Syamsul.

Saya jamin itu bukan tawaran basa-basi atau “omdo” alias omong doang. Sebab, itulah salah satu ilmu yang selama ini dicari para murai mania, termasuk majikan SKL BF tentunya.

Terima tantangan ini?

Update info:

Kalau ada sobat yang bisa memenuhi permintaan Om Syamsul, maka saya juga sediakan hadiah seekor murai batu yang saya beli secara lelang di grup Murai Batu Indonesia di FB seharga Rp. 5 juta. Tentunya saya harus bisa ikut dengar bocoran ilmunya ya.

Ayo… ayo…..

Penting: Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

- Tanya Om Kicau, silakan di sini.

- Bingung cara mencari artikel di omkicau.com, cek artikel ini.

Dapatkan omkicau.com untuk Android dan IOS:

Aplikasi Android Omkicau.Com

Aplikasi IOS Omkicau.com

Mau pasang iklan di Omkicau.com, klik di sini

30 Comments

  1. Ide sy; klo mau mempertahankan kemurnian MB asal SUMUT (sy lbh cenderung menyebut sbg MB SUMUT ketimbang MB Medan krn di kota Medan tdk ada hutan sbg habitat MB), ide sy adalah perlu dibuat semacam lembaga independen yg bertugas melestarikan/membudidayakan MB asal SUMUT oleh mgkn PEMDA SUMUT atau lembaga khusus di SUMUT itu sendiri. Caranya adalah dengan meminta kerelaan para MB Mania di sekitar SUMUT yg masih memiliki MB asal SUMUT untk menyerahkan MB asal SUMUT mereka kepd lembaga yg sy maksud td utk dibudidayakan. Klo masalah bagaimana sistem dan perhitungannya bisa dibicarakan antara para MB Mania asal SUMUT dg pengelola pelestarian MB asal SUMUT tsb. nah, utk menjamin kemurnian MB asal SUMUT tsb, maka setiap anakan dari budi daya tesb diberi ring dn sertifikat sbg jaminannya. Pola seprti ini sy adopsi seprti pembibitan biji sawit menjadi KECAMBAH Sawit yg jg asal SUMUT (sy lupa namanya). Setiap bibit yg dihasilkan diberi sertifikat yg menyatakan, bahwa bibit tsb diproduksi oleh lembaga tsb. Smg dapat membantu…

  2. halo om….
    medan bukan penghasil muarai batu,tapi ya hanya sekedar tempat berkumpulnya hasil penangkapan liar yg ada dihutan2 aceh,semeulu,nias dan sebagian di di daerah sekitar sumatara utara.
    akibat banyaknya jenis murai batu yg berkumpul dipasar2 burung medan.khususnya di pasar jln.bintang
    sulit tuk membedakan antara yg satu dan yg laen nya.

  3. Cirinya, ada “closed ring” di kaki sebelah kiri dengan logo “MBML”.

    rencananya gitu Om…tapi nunggu investornya ngak masuk-masuk nih….hahahaha…..
    Menurut saya (dan sepertinya banyak yang sudah sepakat, minimal dari data hasil survey di kicaumania.or.id) dunia perburungan sekarang ini sudah butuh lembaga sertifikasi. Sebuah lembaga yang bisa dipercaya oleh sebagian besar penghobi burung (karena ngak mungkin semua) untuk menjamin kebenaran informasi yang disampaikan oleh pedagang burung. Termasuk salah satunya adalah asal-muasal burung. Contoh paling mudah adalah MUI (Majelis Ulama Indonesisa) untuk sertifikasi “halal” bagi produk makanan dan minuman.
    Lembaga ini juga penting untuk kawan-kawan penangkar. Bukan yang tidak mungkin kan kalau saat ini ada orang yang “menjual” MB dengan kemasan “hasil breeding SKL” tapi isinya MB muda hutan. Sama dengan orang jual MB ecek-ecek dengan kemasan “MB Medan” . Praktek semacam ini, selain akan merugikan konsumen, juga bisa menghancurkan kredibilitas penangkar.

    Intinya, kalau mau tahu ciri MB medan dengan gampang…tunggu ada lembaga sertifikasi burung ya…hahahaha..piss ah!

  4. Wah, ini pertanyaan sulit utk dijawab.. setahu sy Kota Medan tdk ada Murainya (krn kota Medan Tdk punya hutan lg). Yg ada dulu hanya Murai Sibolga, Murai Penyabungan, Murai Bahorok, Murai Sidempuan. Karena daerah2 ini adanya di Sumatera Utara, maka dg sederhana sj orng menyebut Murai Medan. Murai2 sperti ini saat ini sudah sangat sulit ketersediaanya di alam bebas alias langka bahkan sdh terancam punah akibat perburuan bebas selama ini. Adapun istilah Murai Medan yg kebanyakan digunakan oleh MB Mania di Jawa selama ini hanya merupakan pencantolan penggunaan istilah sbg Merek Dagang terhadap murai-murai yg secara fisik memiliki ekor panjang yaitu murai Aceh yg didatangkan ke sumatera Utara. Nah, dari sumatera utara inilah selanjutnya murai aceh ini diterbangkan ke Jawa. Nah, krn datangnya dr Medan, maka disebut oleh pedagang sbg MURAI MEDAN.
    Kasus yg sama jg terjadi pada yg namanya Murai Pasaman. Murai ini jg sdh sangat sulit didapatkan dari alam. Pertengahan bulan Mei lalu sy sdg di kota Padang. saking langkanya, ada bbrp org yg selama ini sbg pedagang pengepul Murai Pasaman dari daerah pasaman datang ke berbagai pedagang murai di kota Padang hanya utk mencari Murai Pasaman, ironis kan…? Kejadian sprt ini cukup menggambarkan, kelangkaan MB Pasaman itu sendiri.
    Sy sangat setuju dg pendapat om Anda berlian Ryn sebelmnya yg mengatakan, bahwa kondisi habitat burung2 ini dulu dan sekarang jauh pula berbeda, sehingga murai2 ini jg cepat atau lambat juga mengikuti perubahan dan kondisi ini, dengan langkanya murai2 ini dihabitatnya karena terus diburu, utk berkembang biakanpun mereka seperti mau tidak maupun hrs hijrah karena habitat mereka yg sdh terusik, perkawinan beda alam habitat ini jg akan melahirkan murai batu yg “baru” seperti perubahan bentuk tubuh, wrn, panjang ekor, dan mulai
    memburamkan asala muasal leluhurnya (habitat aslinya/area khusus disuatu wilayah). Dg kasus yg sama, semakin buramnya asal usul MB ini jg disebabkan oleh masuknya berbagai jenis MB lain yg dibawa oleh para MB Mania ke suatu daerah habitat MB tertentu (misal; MB Lampung di bawa ke Medan, MB Aceh di bawa ke Jambi, MB Jambi dibawa ke Padang bahkan ada MB Borneo yg dibawa ke Lampung dll). Mgkn ada yg lepas ke alam bebas. Nah, di alam bebas mereka bertemu jodoh dan terjadilah perkawinan/persilangan di antara mereka, maka lahirlah jenis MB-MB baru…. Masuk akal kan…?

  5. Wouw…ini sdh ada orang yg langsung kontak saya, menanggapi pendapat Om CEPO (katanya) yang langsung teriak “HORASBAH” bukannya dari Tapsel Om? Kalau yg dari Medan dan sekitarnya begitu dipegang paruhnya teriaknya “cemana pula kau ini”. Masih menurut penuturan si orang tsb kalau yg suka makan daging rendang berarti asal Padang, nah kalau yang suka cemilan keripik pisang itu dari sekitar Lampung saja. Yang asli Aceh pasti gemar minum kopi, lho memangnya ini Murai Kuliner????

  6. sepakat OM..MB yang penting itu kualitas suaranya, bukan KTP MB dr mana..coz KTP bisa dimanipulasi, tp kalau suara g bakal Bs dimanipulasi..

  7. Asww OM Syamsul…apa khabar…Mudah 2x an sehat Wal afiat…Amin…
    Om saya sangat minat sekali ingin main ke tempat SKL BF…Dan saya memang sering ada sewaktu – waktu lewat area Indramayu…karena My Wife saya orang Cirebon…jadi sering lewat lah…

    Kapan Waktu saya boleh mampir ya Om….
    Siapa tau ada oleh – oleh buat saya , hasil ternakan dari SKL BF…

    Saya ada satu muraibatu hasil ternakan OM Didik Gresik , umur nya sekarang 9 bulan…lumayan sudah 3 kali masuk Latber …Alhamdulillah ada prestasi yang lumayan…( 3 kali dapat piagam )…

  8. Salam KM Se Indonesia

    Saya rasa semua kita tahulah kenapa sampai sekarang masih ada penyebutan murai medan…dan sdh terlalu byk utk dibahas, sy lebih ingin bicara spesiifk soal dimana habitat aslinya masing2 ciri dari murai-murai tersebut berasal. kalo sekarang ini ingin memastikan secara akurat ini murai aceh, ini murai medan, dstnya, sy rasa sdh semakin hari semakin sulit, utk ciri2 tertentu/khas iya masih terlihat. tp itu tdk akan menjadi keabsahan asal muasal murai tersebut, knp demikian bisnis perburungan dulu dan sekarang tentu berbeda, kondisi habitat burung2 ini dulu dan sekarang jauh pula berbeda, sehingga murai2 ini jg cepat atau lambat juga mengikuti perubahan dan kondisi ini, dengan langkanya murai2 ini dihabitatnya karena terus diburu, utk berkembang biakanpun mereka seperti mau tidak maupun hrs hijrah karena habitat mereka yg sdh terusik, perkawinan beda alam habitat ini jg akan melahirkan murai batu yg “baru” seperti perubahan bentuk tubuh, wrn, panjang ekor, dan mulai
    memburamkan asala muasal leluhurnya (habitat aslinya/area khusus disuatu wilayah)

    Sekarang lebih bijaksana burung yg memiliki suara terindah inikita bicara bgm setiap kita mempunyai andil utk terus menjaga/menggalakan utk pelestarian murai-murai ini. mulai dr hal yg terkecil yaitu tidak membeli murai tangakapan hutan, sampai mencoba menjodohkan pasangan murai batu utk coba dikembangbiakan.

    Salam KM’

  9. ngikut arus aja wkwkwkwkwkwkwk,,,,, 😀
    lagian bgtu banyak artikel tentang MB yg saya baca juga bertanya kpd kawan2 yg lbh paham(*pemahaman dan kepercayaan dia) tentang MB.
    Saya cm ambil kesimpulan, klo saya suka ya saya ambil
    dan bruntung MB saya menunjukan segi positif.

  10. gampang ko om bedaiinya, kalo yg non medan pasti suaranya “hellloooo”… Kalo yg dari medan “HORASBAH”… Hehhehe, lain lubuk pasti lain ikannya, lain kanopi pasti lain burungnya, “sudah hukum alam”

  11. Alhamdulillah, kini tiba saatnya membuka mata, dari mana asal murai yg indah itu.. Saya berharap ada kelanjutan untuk mengulasnya kembali dsini atau dmanapun hasil dari para pakar… Mudah mudahan hasilnya benar2 bsa dpertanggungjawabkan

    Banyak orang menggunakan nama murai.. Mungking mereka sudah faham betul tentang nama yang dgunakanya, minimal bertanggung jawab atas apa yg sudah melekat pada jatidirinya..

    Salut untuk anda H. Syamsul, bravo om duto..

  12. memang ddunia kicau msih bnyk yg sok tahu,palgi klau mau jualan pasti dblng murai medan,buat pribadi saya yg penting mental tarung and gaya oke ngeplay habis….CABUT…

  13. alhamdullh om skrg udh ada kwn yg mulai untk menangkarkan om dan sedang dlm proses mengeram,mudh2n berhasl agr murai tetap lestari.

  14. Sy setuju dgn pernyataan om samsul…sy aj kalo pas beli mb gak banyak nanya2..yg penting burung sehat,ekor panjang,gak ngebalon..biasanya kalo yg mau beli burung mb menanyakan daerah asal burung mb tsbt,berarti ORANG TERSEBUT PEMAIN BURUNG PEMULA…atau ORANG YG SOK TAU…..itu pendapat sy..kalo sy pas mau jual murai sy ada org banyak nanya2,maaf mending sy gak bales smsnya,buang2 pulsa aj….

  15. setuju bangt om,disini jg tapsel sum.utara,m.batu banyk daerah asalnya,dr mandailing natal,gunung tua,sipirok dll,masng2 mempunyai ciri fisik yg berbeda,yg plng terkenal dr mandilng natal dgn ciri khas ekor panjang melengkung n mental yg bagus, cmn sudh mulai langka akibat penangkapn besr2n.

  16. Ane sih setuju ama Om Syamsul, di Lauser aja dlm 1 wilayah banyak corak / ragam yg berbeda. Maksudnya ada yg ekor panjang ada yg coklatnya tegas ada yg coklatnya muda. Ada yg body panjang ada juga yg menurut ane kecil. Kebetulan dirumah ada seekor boleh dapat dari sana langsung ambil dirumah pemikatnya,

    Klo murai medan, pasti sama beragamnya pula.
    Yang paling bisa dibedakan ya cuma murai nias sama borneo aja.

    Klo om syamsul mau berbaik hati berbagi ilmu, bisa dibeberkan foto2nya dan KTP masing2 manuk.

    Salam.

    • wsww para teman-teman Murai mania…
      Memang Murai asal Medan yang menjadi favorite para Murai Mania , itu dia yang menjadi problem yang Asli nya itu lho…karena memang kita yang awam kalau ekor panjang,badan besar , mata blo dan bulu putih di bawah bulu ekor yang panjang nya putih semua…ya kita sebut Murai Medan…ini paham secara umum…
      Karena type,jenis ciri itu biasa nya Murai batu yang sering Moncerrr…
      Pendapat saya tentang Nama asal dari Muraibatu ( Medan,Aceh,Lampung,Jambi,Bengkulu dan Borneo ) hanya merupakan penandaan pelaku bisnis burung biar gampang menjelaskan nya ke konsumen…

      Dan Akhir kata …Marilah kita sama- sama melestarikan Burung Muraibatu tersebut…biar anak – cucu kita nanti bisa melanjutkan Hoby para Leluhur nya….Amin…( John..Mania Muraibatu…).

Komentar ditutup.